Compartilhar

Tidak Lagi Sendirian

Autor: Erna Azura
last update Data de publicação: 2026-11-03 11:25:00

Malam harinya.

Pukul sembilan lewat tiga puluh.

Vimala baru selesai membersihkan diri ketika keluar dari kamar mandi.

Ia mengenakan piyama berbahan lembut berwarna krem.

Rambut panjangnya dibiarkan tergerai.

Zyandru yang sudah lebih dahulu berganti pakaian sedang duduk bersandar pada headboard sambil memeriksa sesuatu di ponselnya.

Begitu melihat istrinya keluar, ia langsung meletakkan benda tersebut.

“Sini, Sayang.”

Vimala berjalan mendekat.

Namun
Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App
Capítulo bloqueado
Comentários (1)
goodnovel comment avatar
Iznania
thor gk ada adegan mereka kontrol liat baby? dan ribut belanjaan?? pengen liat itu
VER TODOS OS COMENTÁRIOS

Último capítulo

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Sebuah Pertanyaan

    Kamis pagi. MG Group. Pukul sembilan lewat lima belas. Davin memasuki ruangan Zyandru sambil membawa dua cangkir kopi. “Pagi, Pak Direktur Utama.” Zyandru yang sedang membaca laporan mengangkat wajah. “Pagi.” Davin meletakkan salah satu cangkir di atas meja. Kemudian memperhatikan sahabatnya. “Lo kurang tidur?” Zyandru mengernyit. “Kenapa emang?” “Muka lo.” “Kenapa muka gue?” “Biasanya pagi-pagi sudah kelihatan ganteng. Sekarang agak berkurang.” Zyandru mendengus. “Kurang ajar.” Davin tertawa. “Bercanda, Bos.” Ia menarik kursi di depan meja. “Gimana pertemuan sama Pak Yudha kemarin?” Zyandru meletakkan dokumen. Wajahnya berubah serius. “Ada catatan pribadi Om Wisnu.” Davin mengangguk. “Tentang Burhan?” “Burhan sama Robi.”

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Tidak Lagi Sendirian

    Malam harinya.Pukul sembilan lewat tiga puluh.Vimala baru selesai membersihkan diri ketika keluar dari kamar mandi.Ia mengenakan piyama berbahan lembut berwarna krem.Rambut panjangnya dibiarkan tergerai.Zyandru yang sudah lebih dahulu berganti pakaian sedang duduk bersandar pada headboard sambil memeriksa sesuatu di ponselnya.Begitu melihat istrinya keluar, ia langsung meletakkan benda tersebut.“Sini, Sayang.”Vimala berjalan mendekat.Namun sebelum sempat naik ke ranjang, Zyandru sudah mengulurkan tangan untuk membantunya.“Aku masih bisa naik sendiri, Zyan.”“Aku tahu.”“Terus kenapa dibantu?”“Karena aku mau.”Vimala tertawa.“Jawabannya selalu begitu.”Zyandru tersenyum.“Memangnya salah?”“Enggak.”Vimala duduk di sampingnya.Laki-laki itu segera menarik selimut untuk menutupi kaki istrinya.Kemudian mengambil botol pelembap yang terletak di nakas.Vimala memperh

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Begitu Dicintai

    Menjelang pukul tujuh malam, Yudha berpamitan.Zyandru mengantarnya hingga pintu utama.Sementara Vimala tetap berada di ruang keluarga setelah suaminya memintanya beristirahat.Sebelum masuk ke mobil, Yudha menghentikan langkah.“Pak Zyandru.”“Iya, Pak?”“Ada satu hal yang ingin saya sampaikan.”Zyandru memperhatikan wajah pengacara tersebut.“Silakan.”Yudha menoleh sekilas ke arah pintu rumah.Kemudian kembali berbicara dengan suara lebih pelan.“Saya mengenal almarhum Pak Wisnutama cukup lama.”Zyandru mengangguk.“Saya tahu.”“Beliau memang orang yang keras dalam pekerjaan. Tapi kalau sudah menyangkut Vimala, sikapnya bisa sangat berbeda.”Senyum kecil muncul di wajah Zyandru.“Iya. Mala sering cerita.”Yudha menghela napas.“Karena itu, saya cukup terkejut ketika membaca catatan tadi.”“Kenapa?”“Almarhum tidak terbiasa menuliskan kekhawatiran pribadi secara terang-terangan.”

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Mengalihkan Pikiran Vimala

    Beberapa menit kemudian, suasana ruang keluarga mulai sedikit lebih tenang.Vimala baru saja menghabiskan setengah gelas air putih yang diberikan suaminya.Zyandru tetap duduk di sampingnya, sementara Yudha kembali merapikan beberapa dokumen.“Pak Yudha, untuk sementara saya ingin seluruh dokumen ini ditangani secara hati-hati.”“Tentu, Pak.”“Jangan sampai informasi yang belum jelas justru menimbulkan persoalan baru.”Yudha mengangguk.“Saya juga berpikir demikian.”Zyandru memperhatikan map cokelat di atas meja.“Apakah pihak yang menangani perkara Burhan dan Robi sudah mengetahui temuan ini?”“Belum. Saya ingin memperlihatkannya kepada Vimala terlebih dahulu karena ini merupakan catatan pribadi almarhum.”“Baik.”“Setelah ini, saya akan berkoordinasi dengan tim hukum yang menangani perkara tersebut. Kita perlu memastikan dokumen yang relevan diserahkan melalui prosedur yang benar.”Zyandru mengangguk.“Saya akan minta bagian legal MG Group membantu menyiapkan dokumen

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Sang Papa yang Menyayangi Vimala

    “Jika sesuatu terjadi padaku, jangan biarkan Burhan dan Robi mendekati Mala.”Zyandru membaca kalimat itu sekali lagi.Kemudian mengangkat wajah, menatap Yudha yang duduk di hadapannya.Untuk beberapa saat, tidak ada seorang pun yang berbicara.Keheningan memenuhi ruang keluarga yang beberapa menit lalu masih terasa begitu nyaman.Vimala duduk mematung.Kedua matanya terpaku pada lembar kertas yang kini berada dalam genggaman suaminya. Seolah dengan terus menatapnya, ia bisa menemukan penjelasan mengenai alasan sang ayah menuliskan peringatan tersebut.Namun semakin lama ia memikirkannya, semakin banyak pertanyaan yang bermunculan.Mengapa Papa menulis pesan seperti itu?Apa yang sebenarnya terjadi?Dan mengapa nama dua orang yang dahulu begitu dekat dengan keluarganya justru menjadi orang-orang yang harus dijauhinya?“Om Yudha….”Suara Vimala akhirnya memecah keheningan.Yudha mengangkat wajah.“Iya, Mala?”“Papa benar-benar menulis ini?”Yudha mengangguk perlahan.“

  • Takdir Tidak Pernah Keliru   Pesan Wisnutama

    Percakapan diawali dengan menanyakan kabar serta perkembangan kehamilan Vimala.Namun setelah Bi Tina meninggalkan ruangan, Yudha membuka tas dokumennya.“Sebelumnya, saya ingin menyampaikan bahwa kajian mengenai kemungkinan penggabungan MG Group dan AG Group masih berada pada tahap awal.”Vimala mengangguk.“Iya, Om.”“Kami belum bisa memberikan rekomendasi sebelum mempelajari seluruh dokumen yang diperlukan.”Zyandru ikut mengangguk.“Saya mengerti.”Yudha kemudian mengeluarkan sebuah map berwarna cokelat tua.“Namun dalam proses pemeriksaan arsip tersebut, ada sesuatu yang menurut saya perlu diketahui Vimala.”Vimala memperhatikan map itu.“Ini yang Om maksud tadi?”“Iya, Mala.”Yudha meletakkannya di atas meja.“Map ini ditemukan di antara beberapa dokumen pribadi almarhum pak Wisnutama yang masih tersimpan di ruang arsip lama.”Zyandru mengernyit.“Kenapa baru ditemukan sekarang?”“Karena selama ini berkas tersebut tidak termasuk dalam dokumen yang diperlukan unt

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status