Cuma Asal Tunjuk, Kok Jadi Nikah?

Cuma Asal Tunjuk, Kok Jadi Nikah?

last updateZuletzt aktualisiert : 07.10.2026
Von:  De indriGerade aktualisiert
Sprache: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
Nicht genügend Bewertungen
7Kapitel
7Aufrufe
Lesen
Zur Bibliothek hinzufügen

Teilen:  

Melden
Übersicht
Katalog
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN

Zusammenfassung

Cinta yang Manis

Baik Hati

Nikah Kilat

Adrian hanya ingin mengakhiri desakan ayahnya untuk segera menikah. Ketika diminta memilih seorang wanita, ia asal menunjuk seorang pembawa berita di layar televisi. Sarah. Ia pikir semuanya hanya candaan sesaat. Namun siapa sangka, satu tunjukan sembarangan justru membuat hidup mereka berubah. Cuma asal tunjuk, kok jadi nikah?

Mehr anzeigen

Kapitel 1

Bab 1

Sarah menatap pantulan dirinya di cermin. Rambut panjangnya telah tertata rapi. Foundation menutupi seluruh permukaan kulit wajahnya, concealer menyamarkan bagian-bagian yang menurutnya tidak boleh terlihat, sementara riasan mata yang tegas membuat tatapannya terlihat semakin tajam. Ia menambahkan sedikit lipstik berwarna merah terang sebelum berdiri.

Setidaknya, itulah yang harus terlihat di depan kamera. Sarah meraih blazer yang tergantung di samping meja rias, lalu memakainya dengan hati-hati. Jam di dinding menunjukkan pukul enam lewat tiga puluh pagi.

"Sarah, lima menit lagi!" teriak seorang kru dari luar ruang rias.

"Iya!" Sarah mengambil tasnya dan keluar.

Begitu pintu ruang rias terbuka, beberapa kru yang sedang sibuk mempersiapkan siaran langsung menyapanya.

"Pagi, Sarah."

"Pagi." Sarah membalas dengan senyum tipis. Langkahnya tegap. Sepatu hak tingginya terdengar beradu dengan lantai studio.

"Sarah, standby!" terdengar suara floor director memberi arahan.

Sarah menarik napas, kemudian tersenyum. Lampu studio menyala. Kamera mengarah kepadanya, dan seketika perempuan yang beberapa detik lalu terlihat lelah itu berubah menjadi presenter profesional yang dikenal jutaan penonton.

"Selamat pagi, pemirsa. Kembali bersama saya, Sarah Aurelia Prameswari, dalam kabar olahraga terkini."

Suaranya terdengar jelas dan percaya diri. Tidak ada keraguan. Tidak ada rasa takut. Tidak ada Sarah yang pernah menangis sendirian di kamar mandi sekolah belasan tahun lalu. Yang ada hanyalah Sarah yang sempurna.

Sarah yang selalu terlihat cantik. Sarah yang tidak pernah terlihat lemah.

Dua jam kemudian, siaran berakhir.

"Cut!"

Lampu kamera dimatikan. Sarah mengembuskan napas panjang.

"Bagus banget, Sarah," ujar salah satu produser.

"Segmen tadi sudah aman."

"Terima kasih." Sarah tersenyum

Sarah bangkit dari kursinya lalu berjalan ke arah ruang tata rias. Belum lama melangkah, seorang kru menghampirinya.

"Sarah." Sarah menoleh.

"Mohon jangan langsung pulang setelah acara selesai karena ada seseorang yang ingin menemui Anda," ujar salah seorang kru.

"Siapa?"

"Informasi yang saya terima, beliau berasal dari pihak sponsor," jelas kru tersebut.

Sarah sedikit bingung, kemudian bertanya kepada kru tersebut siapa nama orang yang akan menemuinya, tetapi kru tersebut tidak mengetahuinya; ia hanya berkata bahwa orang tersebut akan membicarakan peluang kerja sama yang bisa menaikkan karier Sarah.

Karier, kata itu selalu berhasil membuatnya berhenti. Beberapa bulan terakhir, Sarah memang sedang mempertimbangkan tawaran untuk menjadi presenter utama sebuah program olahraga baru. Jika benar orang itu datang membawa informasi mengenai program tersebut, ia tidak ingin melewatkan kesempatan.

Sarah baru selesai makan ketika ponselnya bergetar. Sebuah pesan masuk dari nomor yang tidak ia kenal: "Besok pukul tujuh malam. Saya ingin membicarakan sesuatu yang berkaitan dengan karier Anda. Datanglah ke alamat yang saya kirimkan."

Sarah membaca pesan itu dua kali, kemudian sebuah alamat dikirimkan: sebuah rumah di kawasan elite, bukan kantor. Sarah merasa sedikit aneh dan hampir mengabaikannya, namun beberapa detik kemudian, sebuah pesan lain masuk.

Peluang strategis ini mungkin tidak akan tersedia untuk kedua kalinya. Sarah sempat menunjukkan keraguan sejenak.

Mempertimbangkan aspek karier, peluang, dan masa depan, ia akhirnya memberikan konfirmasi kehadiran secara singkat.

Sarah datang ke sebuah rumah tanpa rasa curiga sedikit pun. Ia hanya merasa penasaran dengan informasi yang akan disampaikan kepadanya. Seorang pria kemudian mempersilakannya masuk ke dalam sebuah ruang kerja.

“Silakan tunggu di sini, Mbak.”

“Terima kasih.”

Sarah duduk di sofa seraya memeriksa ponselnya. Beberapa menit kemudian, seorang pria berusia sekitar lima puluhan masuk ke dalam ruangan. Wajahnya tampak familier. Beliau adalah seorang pengusaha bernama Hadi yang cukup dikenal oleh masyarakat. Sarah pun segera berdiri.

“Halo, Pak. Saya Sarah dari ME TV", ujarnya sambil mengulurkan tangan.

Pria itu menyambut uluran tangannya dengan sebuah senyuman. Namun, senyuman tersebut membuat Sarah merasa kurang nyaman. Tatapan pria itu justru bergerak dari ujung kaki hingga ke wajah Sarah. Sarah pun perlahan menarik tangannya kembali.

"Jadi, berapa harganya?" tanya pria itu dengan singkat.

"Maksudnya, Pak?" Sarah mengernyitkan dahi.

“Ya, main sama kamu.” Bibir pria bernama Hadi itu menyeringai.

Sarah terdiam beberapa detik. Sekarang ia mulai memahami maksud kedatangannya. “Maksud Bapak apa? Saya datang karena mendapat undangan. Katanya, Bapak ingin memberikan informasi mengenai pekerjaan.”

“Jangan munafiklah. Kamu cantik. Saya suka.” Hadi tiba-tiba menarik tangan Sarah. Sarah terkejut dan berusaha melepaskan tangannya.

“Jangan kurang ajar, ya, Pak!”

Sarah menarik tangannya dengan keras hingga terlepas. Namun, sebelum Hadi sempat mengatakan apa pun, pintu ruang kerja tiba-tiba terbuka. Seorang wanita paruh baya berdiri di ambang pintu dengan wajah merah padam.

Erweitern
Nächstes Kapitel
Herunterladen

Aktuellstes Kapitel

Weitere Kapitel

An die Leser

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

Keine Kommentare
7 Kapitel
Entdecke und lies gute Romane kostenlos
Kostenloser Zugriff auf zahlreiche Romane in der GoodNovel-App. Lade deine Lieblingsbücher herunter und lies jederzeit und überall.
Bücher in der App kostenlos lesen
CODE SCANNEN, UM IN DER APP ZU LESEN
DMCA.com Protection Status