Share

Bab 232. Rencana

Author: Penadiary
last update publish date: 2026-06-04 00:03:53

Azelia berdiri di depan pintu kamar Chyara selama beberapa saat sebelum perlahan mendorongnya hingga terbuka.

Pintu itu terbuka tanpa suara, memperlihatkan ruangan yang tenang dan rapi di baliknya. Cahaya matahari masuk melalui jendela besar, menerangi setiap sudut kamar. Tidak ada seorang pun di dalam ruangan selain seekor rubah merah yang tengah berbaring santai di atas ranjang milik Chyara.

Tatapan Azelia langsung tertuju pada hewan itu. Ia melangkah masuk perlahan sambil
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 348. Kesepakatan Sebelumnya

    "Kau melanggar kesepakatan, Pangeran Darian."Chyara kini sudah duduk di tepi ranjang dengan tubuh sedikit bersandar pada kepala ranjang. Sedangkan Darian berdiri di hadapannya sambil mengalirkan sihir penyembuhan melalui telapak tangannya ke arah leher Chyara. Perlahan, warna ungu kebiruan pada kulitnya memudar hingga hanya menyisakan kemerahan tipis.Darian tidak menjawab perkataan Chyara, ia tetap fokus pada luka di leher gadis itu. Setelah beberapa saat, ia akhirnya mengangkat pandangan dan menatap Chyara dengan ekspresi tenang."Aku tidak melanggar kesepakatan kita." Darian menarik tangannya sedikit setelah luka itu hampir sepenuhnya pulih. Tatapannya tetap tertuju pada Chyara sebelum ia melanjutkan dengan suara datar."Kaulah yang tidak memahami isi kesepakatan kita, Chyara."Chyara mengerutkan kening. Ia mencoba mengingat kembali percakapan mereka sebelum pernikahan berlangsung.Dalam kesepakatan itu, Chyara bersedia menikah dengan Darian untuk mencapai tujuannya, kemudian me

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 347. Berhasil

    "Kau datang terlambat, Pangeran Darian."Chyara perlahan bangkit dan menegakkan tubuhnya meskipun lehernya masih terasa nyeri. Bekas cengkeraman Arthur terlihat jelas pada kulit putihnya, meninggalkan warna ungu kebiruan yang membuat setiap gerakannya terasa tidak nyaman.Namun, Chyara tetap berusaha mempertahankan wajah tenang agar Darian tidak melihat seberapa buruk keadaan dirinya. Tatapannya kemudian beralih ke arah Arthur.Kedua tangan Arthur telah terikat oleh sihir pengekang, sementara beberapa pengawal kekaisaran menggiringnya keluar dari kamar. Sebelum melewati ambang pintu, Arthur sempat menoleh dan menatap Chyara untuk beberapa saat, ia terlihat masih ingin mengatakan sesuatu pada gadis itu.Namun, pada akhirnya ia hanya membuang pandangan dan membiarkan dirinya dibawa pergi.Tidak jauh dari sana, beberapa pengawal lain mengangkat tubuh Doreno yang masih tidak sadarkan diri. Tubuh pria itu terlihat lemas setelah terkena serangan sihir Arthur, sementara darah masih terlihat

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 346. Obsesi

    "Tenang saja, setelah ini aku akan menyusulmu, Chyara."Cengkeraman Arthur yang sebelumnya berada di rahang Chyara perlahan turun hingga mencapai leher gadis itu. Jemarinya kemudian mencengkeram leher Chyara dengan kuat, sementara aura hitam yang menyelimuti tubuhnya bergerak seperti asap pekat dan ikut melilit leher gadis itu.Dalam sekejap, napas Chyara terasa terputus dan suasana kamar berubah menjadi mencekam. Ia tersentak dan refleks mengangkat kedua tangannya. Dirinya mencoba melepaskan jemari Arthur dari lehernya, tetapi tenaga pria itu terlalu kuat.Semakin keras ia berusaha, semakin sulit udara masuk ke paru-parunya, hingga dadanya terasa sesak dan kosong. Tubuhnya perlahan kehilangan tenaga, sementara pandangannya mulai berkunang-kunang."Jangan takut, Chyara."Arthur berbicara dengan suara lembut, seolah tidak sedang melihat seseorang yang berada di ambang kematian. Tatapan matanya terpaku pada wajah Chyara dengan ekspresi yang begitu tenang, tetapi terasa lebih mengerikan.

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   345. Lebih Baik

    "Bagaimana aku bisa tertarik padamu jika kau bersikap kasar seperti ini, Pangeran Arthur?"Chyara menatap Arthur dengan tajam tanpa menunjukkan sedikit pun rasa takut. Cengkeraman pria itu masih terasa menyakitkan di rahangnya, tetapi ia menahan rasa sakit tersebut agar tidak berubah menjadi rintihan. Ia tidak ingin memberikan Arthur kepuasan dengan memperlihatkan bahwa tindakannya berhasil membuat dirinya gentar."Aku tidak punya pilihan lain, Chyara," kata Arthur sambil tertawa pelan.Cengkeraman pada wajah Chyara tidak juga mengendur. Sorot mata pria itu dipenuhi frustrasi dan obsesi, seolah semua penolakan yang diberikan Chyara selama ini merupakan sesuatu yang tidak seharusnya terjadi. Ia bahkan tampak yakin bahwa dirinya memiliki alasan untuk memaksa gadis itu menerima perasaannya."Aku sudah memintamu dengan baik untuk menjadi milikku," lanjut Arthur. "Namun, kau terus menolakku. Kau bahkan tidak pernah mempertimbangkanku hanya karena aku bukan seorang pangeran!"Chyara mengern

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 344. Perubahan

    "Pangeran Doreno!"Tubuh Doreno terhempas ke belakang dengan kekuatan besar setelah dihantam sihir hitam. Punggungnya membentur dinding dengan suara keras, membuat tubuhnya terjatuh ke lantai dalam keadaan lemas. Ia langsung terbatuk hebat, lalu darah mengalir dari sudut bibirnya akibat benturan tersebut.Chyara membelalakkan mata melihat kejadian itu. Ia segera menoleh ke arah pintu dan mendapati Arthur berdiri di ambangnya. Aura hitam yang pekat masih berputar di sekitar tubuh pria itu, membuat suasana kamar seketika terasa mencekam. Tatapan hijau Arthur juga terlihat berbeda, jauh lebih gelap dan dipenuhi amarah daripada yang pernah Chyara lihat sebelumnya."Pangeran Arthur, apa yang kau lakukan?"Arthur tidak menjawab pertanyaan itu. Ia justru melangkah masuk dengan tatapan tajam yang terus tertuju kepada Chyara. Setiap langkahnya terasa berat, sementara aura hitam yang mengelilingi tubuhnya semakin kuat seolah mengikuti emosi yang sedang bergejolak di dalam dirinya."Justru aku y

  • Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku   Bab 343. Utang Budi

    "Aku tidak menyangka kau akan menikah dengan Darian, apalagi secepat ini, Chyara."Doreno berdiri di dekat jendela sambil menatap halaman istana yang sudah diterangi cahaya malam. Setelah mendapat izin masuk, ia tidak langsung mendekati Chyara, melainkan memilih berdiri agak jauh darinya. Sesekali tatapannya beralih kepada Chyara yang duduk di kursi, tubuhnya tertutup selimut sutra setelah bersiap untuk tidur.Chyara menatap Doreno dengan tenang sebelum menjawab. "Bagaimanapun, aku adalah tunangan Pangeran Darian. Cepat atau lambat, pertunangan itu memang seharusnya berakhir dalam sebuah pernikahan, Yang Mulia."Doreno terdiam sejenak, lalu menyipitkan matanya. Ia tampak belum puas dengan jawaban tersebut, seolah sedang berusaha mencari alasan yang sebenarnya di balik keputusan Chyara. Akhirnya, ia mengajukan pertanyaan yang sejak tadi mengganjal pikirannya."Kalau begitu, apakah kau menikah dengannya karena ingin mendapatkan posisi sebagai Putri Mahkota?" tanyanya. "Atau karena kau m

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status