MasukChyara terbangun di dalam sebuah novel sebagai antagonis yang ditakdirkan mati. Mengetahui seluruh alur cerita, ia memilih memanfaatkan takdir demi bertahan hidup dan merebut masa depannya sendiri. Namun, perubahan itu justru menarik tiga tokoh utama ke arahnya. Darian, tunangannya yang dingin dan berbahaya, mengalihkan obsesinya padanya. Arthur, sosok hangat yang seharusnya mencintai pemeran utama wanita, tak mampu melepaskan Chyara. Reynard, siluman rubah merah yang licik dan menggoda, pun terikat padanya. Ketika takdir yang ia kendalikan berbalik mengikat mereka di sisinya, Chyara menyadari, di dunia yang seharusnya membunuhnya, tiga tokoh utama justru bertekuk lutut padanya.
Lihat lebih banyakChyara menghembuskan napas panjang, berusaha menenangkan pikirannya yang terus berputar tanpa arah. Ia memikirkan berbagai cara untuk menghindari pernikahan itu, namun semuanya terasa rumit dan berisiko.Baginya, memutus pertunangan dengan Darian adalah langkah awal yang harus dilakukan jika ingin mengubah alur takdirnya. Sayangnya, langkah itu justru seperti dinding tebal yang belum ia temukan celahnya.Ia menatap langit-langit kamar. Bayangan masa depan yang pernah ia ketahui kembali muncul, menghantuinya tanpa ampun.Jika ia tidak berhati-hati, semua yang ia lakukan justru bisa mempercepat kehancurannya. Dan kali ini, ia tidak ingin mendapatkan akhir yang sama dengan Chyara asli.Tok! Tok! Tok!Sebuah ketukan terdengar dari arah pintu. Chyara mengernyitkan dahi dan menoleh ke arah sumber suara.“Siapa?” tanyanya, suaranya terdengar tenang meski ada sedikit kewaspadaan terselip.Ia menunggu beberapa detik, berharap ada jawaban yang menyusul setelahnya. Namun, tidak ada jawaban.Kehe
“Kenapa aku harus marah dengan itu?”Reynard mengucapkannya dengan nada datar, seolah pertanyaan itu tidak berarti apa-apa. Namun, sorot matanya berkata sebaliknya, berkilat tipis seperti bara yang disembunyikan di balik abu.Ia sendiri tampak sedikit bingung dengan reaksinya, seakan perasaan yang muncul itu bukan sesuatu yang ia rencanakan.Ia mengalihkan pandangan sejenak. Ada gangguan yang mengusik pikirannya, sesuatu yang terasa asing dan tidak nyaman.Mendengar kabar tentang pernikahan Chyara seharusnya tidak berarti apa-apa baginya, karena yang ia butuhkan hanya darah gadis itu untuk mempertahankan wujud manusianya.Namun nyatanya, ada rasa tidak senang yang terus mengendap di dalam dadanya, seakan dirinya tak suka jika memikirkan dan membayangkan pria lain akan memiliki Chyara seutuhnya.Chyara menatapnya tanpa gentar. Ia tidak melewatkan perubahan kecil dalam ekspresi pria itu.“Jika tidak marah, lalu kenapa wajahmu seperti itu?” tanya Chyara tenang. Nada suaranya ringan, teta
“Pernikahan kita akan segera digelar,” ucap Darian singkat. Nada suaranya datar, tanpa celah untuk dibantah. “Kau hanya perlu bersiap, Chyara.” Darian bangkit dari kursinya. Gerakannya tenang namun penuh kepastian, seolah keputusan itu tidak bisa diubah lagi.Langkahnya terdengar pelan ketika menjauh, meninggalkan meja yang masih dipenuhi hidangan. Suasana yang tersisa terasa lebih berat dari sebelumnya.Di ambang pintu, Darian sempat berhenti. Ia melirik ke arah Chyara sekilas, tatapannya tajam namun sulit ditebak. Tidak ada kata tambahan yang ia berikan. Setelah itu, ia kembali melangkah dan benar-benar pergi.Chyara tetap duduk tanpa bergerak. Pikirannya terasa penuh dan kosong di saat yang bersamaan.“Kenapa ... semuanya berubah ke arah ini?” gumamnya pelan, hampir tak terdengar.Ia menunduk, mencoba menyusun kembali rencana yang kini mulai runtuh. Ia senang Darian sedikit memiliki perasaan padanya, setidaknya itu akan membu
“Apa kau memandangku serendah itu?” Suara Darian turun satu tingkat, tajam seperti bilah tipis yang baru diasah.Ia menggenggam peralatan makannya lebih erat, hingga buku-buku jarinya memucat. “Sehingga kau merasa berhak ... menyerahkanku pada orang lain seolah aku ini sekadar barang yang dapat dipindahkan sesuka hatimu?”Tatapannya mengunci Chyara tanpa berkedip. Ada sesuatu yang bergolak di dalam dirinya, sesuatu yang tidak ia beri nama.Dadanya terasa sempit, bukan karena marah semata, tetapi karena kata-kata gadis di hadapannya terdengar seperti penolakan yang dibungkus rapi. Dan ia tidak menyukai perasaan itu.Chyara tidak goyah. Ia tetap duduk tegak, ekspresinya tenang seolah tidak terpengaruh oleh tekanan di udara.“Aku hanya menyarankan,” ucapnya ringan. “Bukankah tujuanmu menikah adalah kekuatan militer dari keluarga Everardo?” Ia memiringkan kepala sedikit. “Kalau begitu, Azelia adalah pilihan yang lebih tepat.”Darian tertawa pelan, tetapi tawa itu pahit, seperti sesuatu ya






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak