Chyara menghela napas panjang. Rasa sesak di dadanya bukan semata karena tubuhnya yang belum pulih sepenuhnya, melainkan karena kata-kata pria di hadapannya.Jika dirinya yang tak memiliki perasaan saja bisa merasakan sakit hati, bagaimana dengan Chyara asli yang setiap hari mendengar hinaan dan kejamnya kata-kata seperti itu?Chyara mencoba menahan diri, tidak marah, bahkan tidak menangis. Ia mengangkat pandangannya dan menatap Darian lurus-lurus.“Kalau begitu, jangan lakukan, Pangeran,” katanya tenang, suaranya pelan namun jelas. “Jika kehadiran saya hanya menjadi beban, Pangeran tidak perlu memaksakan diri untuk tinggal di sini.”Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada yang sama datarnya. “Saya bisa menjaga diri saya sendiri, Yang Mulia Pangeran Darian.”Jawaban itu membuat Darian terdiam sesaat. Rahangnya mengeras perlahan, urat di pelipisnya tampak menegang, dan tatapannya berubah tajam menusuk Chyara. Nada bicara gadis itu formal dan tegas, jauh berbeda dari biasanya,
Última atualização : 2026-02-17 Ler mais