Chapter: Bab 157Lyra tersenyum lembut, seolah tidak terjadi apa-apa. “Tidak apa-apa,” katanya tenang. “Mungkin kamu memang tidak sengaja.”Ia lalu menoleh pada Wina dan memberi isyarat halus agar sahabatnya menahan diri. “Sudahlah. Kita tidak perlu memperpanjang masalah ini.”Tatapannya sekilas menyapu sekeliling. Beberapa peserta berhenti berbicara. Bahkan beberapa juri terlihat memperhatikan ke arah mereka.Lyra menganggap, dalam kompetisi sebesar ini, tidak mungkin hanya desain yang dinilai. Sikap, etika, dan profesionalisme bisa saja menjadi pertimbangan tambahan.Ia tidak ingin Wina ikut terseret dalam konflik yang bisa merugikan mereka berdua, apalagi itu adalah konflik keluarganya. Ia menarik napas pelan, menenangkan diri.Salsa tersenyum semakin lebar. “Dengar, kan?” ucapnya ringan, menoleh pada Wina dengan nada penuh kemenangan. “Bahkan dia sendiri bilang aku tidak sengaja.”Senyum Salsa bukan seperti permintaan maaf, itu terlihat seperti ejekan.Di sisi lain aula, Grey dan Neilson berdiri
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 156Lyra terkejut ketika tirai benar-benar terbuka dan sosok yang muncul adalah Dave Alexander. Namun, keterkejutan itu segera berubah menjadi kelegaan.Ternyata yang menjadi sponsor utama adalah ayah mertuanya, bukan Neilson. Artinya, pikiran buruk yang sempat menghantuinya bahwa Neilson mungkin ikut campur agar ia lolos seleksi tidaklah benar. Neilson bukan juri, ia tidak duduk di meja penilaian.Lyra perlahan mengangkat wajahnya, lalu tanpa sadar mencari-cari sosok yang ingin ia pastikan. Ia menoleh ke arah kursi tamu undangan. Matanya bergerak menyapu barisan satu per satu hingga akhirnya berhenti di barisan ketiga.Di sana, Neilson duduk dengan tenang di samping Grey. Posturnya tegak, wajahnya datar seperti biasa, namun tatapannya lurus ke arah panggung.Lyra menghela napas panjang. Beban di dadanya terasa sedikit terangkat. Tidak ada campur tangan apa pun dari pria itu. Salsa hanya ingin memprovokasinya.Ia menunduk sejenak, merapikan pikirannya sendiri. Sekarang bukan waktunya memi
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 155"Lyra!" Tiba-tiba, suara seseorang memanggil namanya dari belakang membuat Lyra spontan menoleh. Wina berlari cepat ke arahnya, wajahnya terlihat penuh kegembiraan.Tanpa menunggu, Wina langsung memeluk Lyra. Lyra membalas pelukan itu dengan hangat, merasa lega bisa bertemu sahabatnya di acara lomba sesuai janji mereka.“Aku sudah yakin kamu pasti akan lolos seleksi, Ly,” kata Wina sambil tersenyum lebar, matanya bersinar penuh semangat.Lyra hanya membalasnya dengan tersenyum tipis, namun pikirannya masih terganggu oleh ucapan Salsa. Keraguan tiba-tiba muncul, membuatnya menunduk sejenak.Wina melepas pelukannya perlahan dan menatap gaun Lyra dari atas ke bawah. Lyra menahan napas, takut sahabatnya juga akan menganggap desainnya terlalu sederhana.Namun pandangan Wina berubah. Ia menatap Lyra dengan tatapan penuh arti, penuh semangat.“Desain unik seperti apa lagi yang kamu buat, Ly?” tanya Wina dengan nada antusias.Lyra terkejut. Desainnya unik? Wina benar-benar bisa melihat sesua
Dernière mise à jour: 2026-02-25
Chapter: Bab 154Salsa mengepalkan tangannya kuat-kuat, urat di punggung tangannya tampak menegang. Rahangnya mengeras, sorot matanya tajam menatap Lyra. Ia benar-benar tidak menyangka perubahan Lyra sebesar ini.Ia sempat mengira keberanian Lyra kemarin hanyalah kebetulan, sekadar emosi sesaat. Namun kini jelas, gadis di hadapannya benar-benar berubah. Lyra tak lagi menunduk, tak lagi membiarkan dirinya diinjak.“Kapan aku bilang gaunku sampah?” Suara Salsa meninggi, tajam dan penuh sindiran. “Yang sampah itu gaunmu! Apa kamu benar-benar pikir desain sesederhana itu bisa menarik perhatian juri?”Ucapannya sengaja dibuat cukup keras hingga beberapa peserta yang berdiri tak jauh dari sana ikut menoleh. Satu per satu tatapan beralih ke arah Lyra, lebih tepatnya ke arah gaun yang ia kenakan.Memang benar, gaun Lyra tampak jauh lebih sederhana dibandingkan yang lain. Tidak ada detail yang rumit, kain berlapis, atau hiasan yang mencolok. Potongan gaunnya bersih, tanpa ornamen berlebihan.Bisik-bisik mulai
Dernière mise à jour: 2026-02-24
Chapter: Bab 153Aldi tampak benar-benar terkejut ketika mendengar jawaban Lyra. Alisnya terangkat, dan senyum kecil yang tadi sempat menghiasi wajahnya perlahan memudar.“Kamu ... belum melihatnya?” tanyanya pelan, memastikan.Lyra menggeleng. “Belum. Flashdisk apa memangnya? Aku tidak ingat melihat apa pun di dalam kotak foto itu.” Ia berpikir sejenak, lalu menambahkan. “Mungkin aku kurang teliti. Nanti setelah lomba selesai, aku akan memeriksanya lagi.”Aldi terdiam. Sorot matanya berubah, ada sesuatu yang tampak ragu sekaligus gugup. Jika Lyra sudah membuka kotak itu dengan saksama, seharusnya ia menemukan flashdisk yang sengaja ia selipkan di sana.“Kalau begitu ....” Aldi menarik napas panjang, seolah sedang mengumpulkan keberanian. “Sebenarnya kamu tidak perlu mencarinya lagi.”Lyra mengernyit bingung. “Tidak perlu? Kenapa?”Aldi mengusap tengkuknya canggung. Jemarinya bergerak gelisah di sisi tubuhnya sebelum akhirnya ia menatap Lyra dengan lebih serius. “Sebenarnya aku ingin mengatakannya se
Dernière mise à jour: 2026-02-23
Chapter: Bab 152Perjalanan menuju lokasi lomba memakan waktu hampir dua jam.Sepanjang jalan, Lyra lebih banyak diam. Tangannya sesekali meremas ujung tas di pangkuannya, lalu melepasnya lagi. Ia berusaha mengatur napas, menenangkan pikirannya yang terus membayangkan bagaimana cara dirinya bersikap ketika ia sudah sampai di tempat lomba.Ketika mobil akhirnya berhenti di depan gedung acara, Lyra terdiam beberapa detik dan menarik napas panjang sebelum membuka pintu. Kakinya menapaki aspal dengan sedikit kaku, kemudian ia mendongak menatap bangunan tinggi di hadapannya.Spanduk besar terpampang di depan pintu masuk. Para peserta berjalan masuk dengan busana terbaik mereka, beberapa kru sibuk membawa perlengkapan, tamu undangan mulai berdatangan, juga ada beberapa wartawan yang masih berlalu-lalang.Suasana itu tiba-tiba membuat dadanya kembali terasa sesak.Lyra menarik napas panjang, mencoba menegakkan bahunya. Ia baru hendak melangkah ketika mendengar pintu mobil di sisi lain ikut terbuka. Ia menole
Dernière mise à jour: 2026-02-23
Chapter: Bab 32. Surat dari MirelleSetelah pengakuan itu, hari-hari berikutnya berjalan lebih tenang.Anna mulai diam-diam masuk ke kamar Chyara setiap pagi dan malam, membawa makanan hangat yang disembunyikan di balik keranjang kain. Langkahnya selalu hati-hati, memastikan tak ada pelayan lain yang melihatnya.Kebetulan, Reynard juga semakin jarang muncul. Sudah beberapa hari cahaya keemasan itu tidak lagi menyelinap masuk lewat jendela. Tidak ada sosok tinggi berambut merah yang duduk dengan wajah dingin di sofa kamarnya. Tidak ada suara dengusan kesal atau tatapan emas yang mengintimidasi.Chyara tidak terlalu memikirkannya. Setidaknya, ia berusaha tidak memikirkannya. Mungkin pria itu sedang bimbang. Atau mungkin sedang berusaha menahan diri dari ketergantungan yang mulai ia sadari sendiri.Apa pun alasannya, ketidakhadirannya memberi Chyara satu keuntungan besar, tangannya bisa beristirahat dari terluka.Meski setiap luka yang dibuat Reynard selalu sembuh dalam sekejap oleh cahaya keemasannya, rasa sakitnya tetap
Dernière mise à jour: 2026-02-27
Chapter: Bab 31. Kebenaran Malam ItuChyara bersandar santai di kepala ranjang, satu kaki terlipat malas di atas kasur. Sebuah buku terbuka di tangannya, sementara di sampingnya tergeletak piring kecil berisi potongan buah yang tinggal setengah. Sesekali ia menyuapinya dengan tenang.Sudah satu minggu ia menjalani hukuman dikurung di kamar. Anehnya, ia sama sekali tidak merasa tertekan. Tidak ada jamuan keluarga yang melelahkan, tidak ada tatapan merendahkan dari para pelayan, dan untuk sementara waktu, ia tidak perlu memikirkan Azelia.Namun ketenangan itu hanya berlaku untuk tubuhnya, bukan pikirannya.Perlahan Chyara menutup buku di tangannya, lalu menatap langit-langit kamar. Pikirannya kembali pada kejadian seminggu lalu.Dalam alur novel yang ia ketahui, Chyara-lah yang seharusnya meracuni Azelia dengan menuangkan racun ke dalam minuman. Ia sudah mencegahnya dan tidak melakukan itu, tetapi Azelia tetap teracuni. Dan racun itu bukan berasal dari minuman, melainkan dari kue.Alur cerita telah berubah. Dan perubahan
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 30. Akting yang BagusChyara tahu ia tidak bisa selamanya memberi darahnya sedikit demi sedikit dan terus melukai dirinya sendiri. Jika hubungan mereka terus bertumpu pada rasa haus Reynard semata, maka suatu hari obsesi itu akan berubah menjadi bahaya.Ia harus mengubah dasar ketertarikan itu. Bukan lagi karena darahnya, melainkan karena dirinya.Reynard adalah makhluk yang hidup dari obsesi dan rasa superioritas. Ia terbiasa ditakuti, dihindari, dan dipatuhi. Pria itu pasti selalu melihat manusia gemetar ketakutan di hadapannya.Maka cara terbaik untuk menarik perhatiannya bukan dengan memohon, melainkan dengan menentang dan membuatnya terusik. Dirinya tidak boleh menunjukkan rasa takut sedikitpun.Dan selama beberapa hari terakhir, taktik itu berhasil.Hari ini, Chyara membuat perhitungan yang lebih berani. Ia tahu risikonya besar. Jika ia salah langkah, Reynard bisa saja benar-benar membunuhnya. Tetapi jika ia berhasil, posisi mereka akan berubah.Dan sepertinya ... cara itu berhasil. M?Reynard menata
Dernière mise à jour: 2026-02-26
Chapter: Bab 29. JebakanReynard terdiam, ia menatap Chyara beberapa detik. Mata keemasannya bersinar redup, menimbulkan kilatan tajam di sudutnya. “Apa ... kau mencampurnya dengan darahmu?” tanyanya, nada suaranya terdengar ingin tahu. Rasa manis darah Chyara yang tercampur dalam anggur itu begitu nyata, hingga indera Reynard bisa mengenalinya secara langsung. Chyara menatapnya dengan tenang, bibirnya melengkung membentuk senyum tipis. “Itu imbalan atas bantuanmu hari ini,” katanya pelan, suaranya datar namun tegas. “Dan aku akan menunggu bantuanmu di hari-hari berikutnya juga.” Reynard mengangkat sebelah alis, terkejut dan tak percaya mendengar perkataan gadis itu. “Apa ... aku harus melakukannya lagi?” suaranya rendah, nyaris tidak terdengar. Chyara mengangguk cepat, mata birunya bersinar penuh keyakinan. “Tentu saja. Kau harus menemaniku ... sampai hukumanku selesai.” Seketika, tawa pahit terdengar dari mulut Reynard. Ia mendengus kasar, kemudian berdiri dari ranjang dengan gerakan tegas. Jubah
Dernière mise à jour: 2026-02-25
Chapter: Bab 28. Jasa Pelayanan Tuan RubahReynard menyipitkan mata. Aura tajam kembali menguar dari tubuhnya, membuat tirai jendela bergetar pelan meski tak ada angin yang masuk.Ia kemudian mencondongkan tubuh hingga wajah mereka hanya terpisah beberapa inci. Mata keemasannya bersinar redup, menekan dan mengintimidasi.“Kau benar-benar berani,” gumamnya pelan. “Atau mungkin ... terlalu percaya diri.”Telinga rubahnya bergerak sekali, bukan lagi karena senang, melainkan karena rasa penasaran yang terusik.“Biasanya,” lanjutnya lirih, hampir berbisik, “manusia akan gemetar saat aku mengeluarkan aura seperti ini.”Namun, Chyara tidak mundur. Jantungnya berdebar keras hingga terasa di ujung tenggorokan. Telapak tangannya berkeringat di bawah selimut. Tetapi wajahnya tetap tenang.“Kalau begitu,” katanya pelan, “anggap saja aku berbeda dari manusia biasa.”Reynard terdiam. Perlahan, sudut bibirnya terangkat.Chyara menatapnya tanpa berkedip. “Jadi ... apa kau akan mengambil tawaranku?”Reynard tetap menatap Chyara lekat-lekat. Ma
Dernière mise à jour: 2026-02-24
Chapter: Bab 27. Siapa yang Lebih Licik?Perlahan, Reynard menggenggam pergelangan tangan Chyara yang terluka. Sentuhannya hangat, tetapi ada sesuatu yang lebih berbahaya tersembunyi di baliknya.Ia mengangkat tangan itu mendekat ke wajahnya. Aroma darah tipis, manis, serta menggoda menyentuh indra penciumannya. Mata keemasannya menyipit, napasnya melambat.Ia menutup mata, bibirnya sedikit terbuka, siap menikmati setetes kehidupan yang begitu menggodanya. Namun, Sebelum ujung jari itu menyentuh lidahnya, sesuatu menyumpal mulutnya.“Mm?!”Sebuah apel utuh kini memenuhi mulut Reynard. Matanya langsung terbuka lebar, telinga rubahnya menegak kaget. Chyara segera menarik kembali tangannya, menjauhkan jarinya dari jangkauan pria itu.“Luka sekecil ini tidak perlu disembuhkan,” ucap Chyara tenang, seolah tak merasa terganggu karena baru saja menghentikan makhluk berbahaya yang hendak mengisap darahnya. “Nanti bisa sembuh sendiri.”Chyara sedikit bergeser dan membuka laci meja di samping ranjang. Dari dalamnya, ia mengambil sehel
Dernière mise à jour: 2026-02-24
Chapter: Bab 84. Target BaruLaura berjalan menuju ruangan karyawan dengan perasaan gembira. Dia merasa bahwa mendekati Allen adalah pilihan yang tepat. Dirinya merasa pria itu lebih mudah daripada Kean.Laura mulai menyapu dan memunguti sampah-sampah kertas yang berserakan di lantai. Dia merasa enggan memungut itu, seharusnya posisinya sebagai karyawan yang memiliki meja kerja, bukan yang membersihkan seperti ini.Laura terpaksa melakukan tugas itu karena hal yang dia pikirkan adalah bertahan di perusahaan ini sampai dirinya berhasil mendapatkan Allen."Ambilin aku minum dong," ucap salah satu karyawan wanita pada Laura sambil masih fokus mengetik pada komputernya.Laura menoleh ke sana kemari mencoba mencari tahu kepada siapa wanita itu berbicara. Melihat tak ada orang di sekitarnya, dia lebih memilih untuk melanjutkan membersihkan lantai.Wanita itu merasa kesal ketika Laura mengabaikan perintahnya begitu saja. Dia kemudian menggebrak meja dengan keras membuat sekeliling menatapnya, begitu juga dengan Laura."
Dernière mise à jour: 2024-10-12
Chapter: bab 83. Mendapat KeringananKean mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sinar matahari masuk dari sela-sela jendelanya. Dia mencoba mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, sepertinya dia bangun kesiangan karena kelelahan sejak kemarin.Kean segera bangkit kemudian berjalan keluar kamar dan melewati kamar Azelyn, dia mencoba mencari tahu apa yang dilakukan gadis itu, tetapi ketika membuka pintu, sosok gadis itu tak terlihat.Kean berjalan masuk ke kamar Azelyn kemudian melihat secarik kertas yang berada di meja tersebut. Dia mengambil kertas itu kemudian membaca setiap kalimatnya.Azelyn menulis di kertas tersebut bahwa hari ini dia izin untuk pergi karena ada masalah yang terjadi pada temannya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tak tahu apa akan pulang atau tidak.Kean meremas kertas tersebut, bisa-bisanya Azelyn lagi-lagi pergi tanpa sepengetahuannya. Dia mencoba melihat ponselnya dan membuka aplikasi pelacak, kali ini aplikasinya tak berfungsi lagi karena gadis itu mematikan po
Dernière mise à jour: 2024-10-10
Chapter: Bab 82. Hari PertamaKeesokan harinya Allen langsung menyuruh Laura untuk datang ke perusahaan Marvino. Laura menggunakan kemeja putih dengan rok sepaha untuk pergi ke perusahaan Marvino, pakaiannya benar-benar mencerminkan seorang karyawan wanita di perusahaan. Dia tak tahu posisi apa yang akan diberikan Allen padanya, tetapi dia tak terlalu memikirkannya karena tujuan sebenarnya adalah untuk mendekati pria itu. Laura memesan taksi untuk pergi ke perusahaan tersebut. Ketika taksinya sudah datang, dia lansung meluncur tanpa menunda waktu lagi. Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke perusahaan tersebut. Jarak perusahaan Marvino lebih jauh dibanding perusahaan Adhlino, tetapi Laura meyakinkan semangatnya karena dia sudah terlalu lelah untuk mencari pekerjaan dan tak akan membuang kesempatan emas ini. Laura berjalan memasuki perusahaan, tiba-tiba seisi perusahaan meliriknya kemudian berbisik-bisik membuatnya merasa risih. Sepertinya berita tentang dirinya yang dipecat di perusahaan Adhlino secara tak t
Dernière mise à jour: 2024-10-08
Chapter: Bab 81. Masalah baruLaura berdiri diam di tengah jembatan. Di belakangnya beberapa motor dan mobil berlalu lalang tanpa memedulikan dirinya yang sedang berdiri sendirian. Dia menatap kosong ke arah air sungai yang mengalir dengan deras. Gadis bermanik coklat itu sudah mengirimkan lamaran pekerjaannya ke berbagai tempat setelah dia dipecat dari Perusahaan Adhlino, tetapi satu pun tak ada yang menghubunginya untuk interview. Laura mengacak-acak rambutnya kesal. Dia meremas dokumen lamaran pekerjaannya dengan perasaan penuh emosi. "Azelyn! Ini semua gara-gara kamu! Berani-beraninya kamu menghancurkan karirku! Aku tak akan tinggal diam, aku pasti akan membalasmu!" teriak Laura emosi. Suara teriakannya tenggelam karena suara mobil dan motor yang mengebut. Laura melampiaskan emosinya dengan mengacak-acak rambutnya frustasi. Tanpa sengaja dokumennya terlepas dari genggaman dan terjun jatuh ke bawah sungai. Laura secara spontan menaikkan kaki kanan ke penghalang jembatan mencoba untuk menangkap dokumen
Dernière mise à jour: 2024-10-07
Chapter: Bab 80. Kecemburuan membawa masalahLino tak menduga bahwa Reliza akan mengatakan itu. Dia melirik ke arah Kean yang masih terdiam sembari menyisir rambutnya ke belakang. "Sepertinya Anda sangat mengenal saya, Nona Reliza," ucap Kean dingin. Dia menatap tajam pada gadis itu kemudian melanjutkan kalimatnya, "Karena Anda terlihat sangat mengenal saya, Anda pasti tahu bagaimana sikap saya pada wanita selama ini, kan?" tanyanya. Reliza terdiam, tentu saja dia sangat mengetahui itu. Karena dia adalah salah satu wanita yang mengejar Kean, tetapi pria itu tak pernah meliriknya sedikit pun. "Saya akan langsung mengatakan tidak suka dan sangat membenci wanita yang selalu ingin menempel pada saya. Jadi, apa Anda masih menganggap saya berbohong dan meragukan pernikahan saya sebagai pernikahan palsu yang diatur?" kata Kean yang langsung membuat Reliza terdiam. Reliza menggenggam erat ujung gaunnya mendengar penuturan Kean. Tentu saja wanita yang selalu menempel pada pria itu yang dimaksud adalah dirinya. Kean melirik ding
Dernière mise à jour: 2024-10-06
Chapter: 79. Pertanyaan yang berulangAllen melirik pada Azelyn sembari mencoba menahan tawanya. Dia merasa tak percaya dengan situasi yang dia hadapi sekarang. Rumor yang diketahui Allen selama ini adalah Kean memiliki sifat yang dingin. Sebelumnya juga banyak yang mengatakan bahwa Kean adalah pria yang tak berperasaan. Namun, apa ini? Kean justru terlihat sangat posesif pada Azelyn. "Maafkan saya atas sikap saya selama ini, Tuan Kean," kata Allen sambil sedikit membungkuk sebagai tanda permintaan maafnya. "Karena saya sudah berpisah cukup lama dengan Azelyn, saya masih ingin bertemu dan mengobrol dengannya lebih lama lagi, tapi sepertinya saya sudah melewati batas," lanjutnya sembari melirik wanita bermanik biru itu. Kean mengeratkan rangkulannya ketika mendengar perkataan Allen. Perasaannya terasa berdenyut sakit mendengar kalimat itu. Apa itu memiliki arti bahwa pria itu masih menyimpan perasaan pada istrinya? "Saya harap ini tidak terjadi lagi, saya merasa tak nyaman jika istri saya bertemu dengan pria lain t
Dernière mise à jour: 2024-10-05