Chapter: Bba 283Lyra menggeleng perlahan, berusaha meredakan kegelisahan yang terlihat jelas di wajah Neilson. Ia mengangkat satu tangannya, seakan memberi isyarat bahwa semuanya masih terkendali. “Aku tidak apa-apa,” jawabnya pelan, lalu menambahkan dengan nada sedikit ragu. “justru ... aku yang menyakiti Erina.” Ucapan itu membuat Neilson terdiam sejenak, sorot matanya berubah lebih dalam seolah mencoba membaca keadaan yang sebenarnya. Namun, alih-alih marah atau terkejut, sudut bibirnya justru terangkat tipis. Tangannya terulur, menyentuh rambut Lyra dengan lembut, mengusapnya perlahan seperti menenangkan anak kecil yang gelisah. “Kamu yang menyakiti?” ulangnya pelan, nada suaranya rendah namun tidak menekan. Tatapannya turun sejenak, memastikan Lyra benar-benar baik-baik saja tanpa luka sedikit pun, ada kelegaan samar yang terselip di balik sikap tenangnya. Kemudian ekspresinya berubah lebih serius, alisnya sedikit berkerut. “Kenapa kamu tidak datang dengan pengawal?” tanya Neilson dengan na
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Bab 282Setelah menandatangani kontrak itu, Erina langsung menyerahkannya kepada Neilson dengan gerakan penuh percaya diri. Senyum tipis masih terukir di wajahnya, seolah ia baru saja memenangkan sesuatu yang besar. “Ini, aku sudah menandatanganinya,” kata Erina dengan suara mantap di tengah sorotan kamera. Neilson menerima berkas itu tanpa banyak reaksi, matanya menelusuri isi kontrak dengan cepat. Ia memeriksa tanda tangan di bagian akhir, memastikan semuanya sesuai tanpa cela. Setelah memeriksanya, ia menutup berkas tersebut dan menyerahkannya kembali pada pengawal di sampingnya. Tatapannya kembali tertuju pada Erina, dingin namun penuh arti. “Mulai hari ini, kita resmi bekerja sama.” Ia berhenti sejenak, lalu menambahkan dengan nada rendah. “Dan kontrak itu berlaku ... mulai malam ini.” Erina tersenyum lebar mendengar itu, jelas tak bisa menyembunyikan rasa puasnya. Ia mengangguk tanpa ragu, menerima pernyataan itu dengan penuh keyakinan. “Aku setuju,” jawabnya ringan. “Aku tidak a
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 281Neilson melirik sekilas ke arah para tamu yang mulai tenggelam dalam spekulasi liar. Suara bisik-bisik mereka terdengar seperti riak yang tak terkendali, masing-masing membangun cerita sendiri. Namun, wajah Neilson tetap tenang, nyaris tak terbaca. Ia memilih diam, membiarkan rumor itu tumbuh, setidaknya sampai waktunya tiba. Ia kembali mengalihkan pandangannya pada Erina yang berdiri di sampingnya. Tatapannya tajam, namun suaranya tetap datar saat akhirnya ia membuka suara. “Jadi ... kamu serius ingin bekerja sama denganku?” Pertanyaan itu membuat Erina tersenyum lebar, ia telah menunggu momen tersebut. Ia sedikit mendekat, menatap Neilson dengan penuh keyakinan. “Tentu saja, Neilson,” jawabnya tanpa ragu. “Apalagi ... aku ingin kembali dekat denganmu.” Beberapa orang langsung menahan napas mendengar jawaban itu, sementara kamera kembali berkilat menangkap ekspresi keduanya. Akan tetapi, Neilson hanya menyeringai tipis, bukan karena terpengaruh, melainkan seperti seseorang yan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 280Seluruh aula seketika dipenuhi gumaman ketika Erina berdiri di atas panggung di samping Neilson. Banyak yang saling bertukar pandang, jelas tidak menyangka ada seseorang yang berani mendekat begitu saja di momen sebesar ini. “Wanita itu benar-benar nekat,” bisik salah satu tamu dengan nada kagum sekaligus heran. Beberapa pengusaha lainnya justru hanya tersenyum, seolah sudah menduga sikap berani itu dari Erina. Di sisi tangga panggung, para pengawal sudah bersiaga dengan posisi tegang. Tatapan mereka bergantian antara Erina dan Neilson, menunggu satu isyarat kecil untuk bertindak. Namun Neilson tetap diam, berdiri tegak dengan ekspresi datar tanpa menunjukkan reaksi apa pun. Keheningan itu justru membuat suasana terasa semakin menekan. Sang MC yang ikut terkejut segera melangkah maju, mencoba menyelamatkan alur acara. Ia tersenyum lebar, meski jelas ada sedikit kegugupan di baliknya. “Wah, ini benar-benar di luar dugaan,” ucapnya dengan nada ringan. “Baru saja diperkenalkan
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Bab 279Sang MC yang tengah berbicara di atas panggung tiba-tiba menghentikan kalimatnya di tengah jalan. Pandangannya beralih ketika seorang pengawal berjas hitam berjalan cepat menaiki tangga menuju arahnya.Beberapa tamu mulai menyadari perubahan itu, meski belum memahami apa yang sedang terjadi. Suasana yang semula santai perlahan berubah menjadi penuh tanda tanya.Pengawal itu mendekat dan membisikkan sesuatu di telinga sang MC. Wajah pria itu sempat menunjukkan sedikit keterkejutan sebelum akhirnya mengangguk tegas.“Baik, saya mengerti,” jawabnya tegas.Tanpa menarik perhatian lebih jauh, pengawal itu segera turun kembali dari panggung. MC itu menarik napas sejenak, lalu kembali menghadap ke depan dengan senyum yang kini terlihat lebih lebar. Ia menggenggam mikrofon dengan lebih mantap, seolah bersiap mengumumkan sesuatu yang besar.“Hadirin sekalian,” ucapnya dengan suara yang lebih lantang dan penuh semangat. Ia memberi jeda sejenak, membiarkan rasa penasaran menggantung di udara.“K
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Bab 278Seluruh aula pesta kini telah dipenuhi oleh para tamu dari berbagai kalangan. Gaun-gaun mewah berkilauan di bawah cahaya lampu kristal, sementara suara percakapan bercampur dengan denting gelas yang beradu pelan.Di sisi lain, para wartawan dan awak media sudah bersiaga dengan kamera di tangan, menunggu momen yang bisa mengubah malam ini menjadi berita utama. Atmosfernya terasa seperti langit mendung sebelum petir menyambar, tenang namun penuh antisipasi yang menegangkan.Di tengah kemewahan itu, Erina melangkah masuk dengan anggun, seolah lantai aula adalah panggung pribadinya. Setiap langkahnya terukur, penuh percaya diri, dan tanpa ragu sedikit pun.Beberapa pasang mata langsung beralih padanya, terpikat oleh penampilannya yang memikat, tetapi ada juga tatapan tak suka dari beberapa wanita. Mereka menganggap Erina seakan tengah mencoba menarik perhatian para pria.Beberapa pengusaha tampak refleks merapikan jas mereka saat ia melintas, berusaha terlihat layak untuk diperhatikan.E
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Bab 133. TawaranPria itu mengangkat tangannya dengan gerakan ringan, seakan ingin menenangkan Chyara agar gadis itu tidak panik dan menjaga jarak dengannya. Chyara mengangkat sebelah alisnya, masih menunggu pria itu menjelaskan maksud kedatangannya agar lebih dipahami. “Tenang, tenang saja, Lady,” ujarnya dengan nada santai, meski sorot matanya tetap tajam mengamati Chyara dari balik topengnya. “Ini adalah pertama kalinya kita bertemu, saya hanya ingin menyapa dan mungkin mendiskusikan sesuatu yang cukup menarik denganmu, Lady Rose.” Chyara membalas dengan senyum tipis, senyum yang tidak benar-benar mencapai matanya. Ia sudah memahami arah pembicaraan ini bahkan sebelum pria itu selesai berbicara. Dalam dugaannya, alasan pria itu datang menemuinya begitu jelas, ia tidak mungkin membiarkan tambang itu jatuh ke tangan orang lain tanpa berusaha mencoba merebut sebagian keuntungan. “Apa yang ingin Anda sampaikan, Tuan?” tanya Chyara tanpa basa-basi, suaranya halus tetapi langsung menekan inti percaka
Terakhir Diperbarui: 2026-04-12
Chapter: Bab 132. Akhirnya DapatChyara dan Anna melangkah menuju belakang panggung dengan tenang, meninggalkan riuh rendah tawa yang masih menggema di ruangan utama. Lorong sempit itu terasa lebih sunyi, hanya diterangi cahaya lampu redup yang berpendar lembut di dinding. Di ujung lorong, seorang penjaga telah berdiri menunggu, tatapannya langsung tertuju pada sosok bertopeng di hadapannya. Penjaga itu menyipitkan mata, meneliti Chyara dari ujung kepala hingga kaki seolah mencoba menembus penyamarannya. “Anda ... Lady Rose?” tanyanya ragu, suaranya tertahan antara heran dan tidak percaya. Ia tampak seperti seseorang yang baru saja menyaksikan seseorang membeli pasir dengan harga emas. Chyara mengangguk pelan tanpa banyak kata, sikapnya tetap tenang seperti permukaan danau yang tak terusik angin. Ia kemudian melirik ke arah Anna, memberi isyarat singkat tanpa perlu penjelasan panjang. “Serahkan itu, Anna” ucap Chyara singkat, suaranya lembut namun tegas. Anna menelan ludah sebelum melangkah maju, tanga
Terakhir Diperbarui: 2026-04-11
Chapter: Bab 131. Menjadi MilikkuSang pelelang mengangkat palunya tinggi, menarik seluruh perhatian ke arah panggung. Ia membuka lembar terakhir, lalu tersenyum lebar seolah menemukan sesuatu yang sangat menguntungkan.“Tambang ini jatuh kepada ... Lady Rose, dengan penawaran sebesar sepuluh ribu koin emas!” ucapnya lantang, suaranya menggema ke seluruh ruangan.Seketika, suasana ruangan langsung meledak.“Sepuluh ribu?!” seru seseorang dengan nada tak percaya.Tawa langsung pecah dari berbagai sudut, bercampur dengan bisikan penuh ejekan.“Siapa yang cukup bodoh membeli tambang kosong dengan harga seperti itu?” sindir seorang bangsawan, disambut anggukan setuju dari yang lain.“Dengan uang sebanyak itu, aku bisa membeli tanah luas dan membangun rumah megah,” tambah yang lain dengan nada meremehkan.“Benar-benar pemborosan yang tidak masuk akal,” sahut suara lain, membuat gelombang tawa kembali mengalir seperti racun yang menyenangkan bagi mereka.Di tengah gelombang bisik-bisik yang dipenuhi tawa dan ejekan, suasana
Terakhir Diperbarui: 2026-04-10
Chapter: Bab 130. PenawaranPelelangan akhirnya dimulai dengan suasana yang perlahan memanas. Satu per satu barang dibawa ke atas panggung, dipamerkan dengan gerakan dramatis sebelum harga awal disebutkan.“Lima ribu koin emas!” seru seseorang dari barisan depan, disusul suara lain yang tak mau kalah, membuat ruangan dipenuhi adu tawar yang sengit.Beberapa barang terjual dengan cepat, seakan semua orang takut kehilangan kesempatan. Ketika sebuah kalung berlian dari kerajaan seberang diangkat, kilauannya langsung menarik perhatian seluruh ruangan.“Sepuluh ribu koin emas!” teriak seorang bangsawan dengan nada tegas, dan dalam satu ketukan palu, barang itu resmi berpindah tangan.Anna menahan napas kagum, sementara Chyara tetap tenang, matanya hanya sesekali bergerak mengikuti jalannya pelelangan.Tak lama kemudian, sang pelelang mengangkat tangannya, meminta perhatian kembali terpusat padanya. Ia mengambil selembar dokumen dan mengangkatnya tinggi, membuat semua mata tertuju pada kertas itu.“Barang berikutnya .
Terakhir Diperbarui: 2026-04-09
Chapter: Bab 129. PelelanganDalam ingatan Chyara, kisah tentang Marquess Valerio dimulai dengan deskripsi bahwa dia hanyalah bangsawan kecil yang nyaris tidak memiliki pengaruh, bahkan namanya jarang disebut dalam percakapan politik istana. Tidak ada yang menganggapnya ancaman, apalagi pesaing.Namun, semuanya berubah karena satu kejadian. Sebuah tambang terbengkalai yang dilelang murah, sesuatu yang bahkan tidak dilirik oleh bangsawan lain, tanah kosong yang dianggap tidak bernilai ternyata menyimpan kekayaan yang tak terbayangkan.“Berlian ... batu mulia ... terkubur di sana dalam jumlah besar,” gumam Chyara pelan, matanya sedikit menyipit. Ia masih mengingat bagaimana satu penemuan itu mengubah segalanya. Dari seorang bangsawan tak dikenal menjadi sosok yang mampu mengguncang keseimbangan kekuasaan.Dengan kekayaan itu, Valerio mulai bergerak. Ia mendanai konspirasi politik, membangun jaringan, dan perlahan menancapkan pengaruhnya di berbagai sisi, hingga akhirnya ia ber
Terakhir Diperbarui: 2026-04-09
Chapter: Bab 128. Menyembunyikan IdentitasKereta mereka akhirnya melambat sebelum berhenti di depan sebuah gedung tua. Dindingnya tampak kusam, dengan cat yang mulai mengelupas dan jendela yang sebagian tertutup debu.Tempat itu terlihat sepi, jauh dari hiruk-pikuk pusat kota bangsawan.Begitu melihat situasi di luar kereta, Chyara langsung mengambil dua botol kecil dari dalam tas yang dipersiapkan oleh Anna tadi. Ia menyerahkan salah satunya pada Anna tanpa ragu.“Minumlah,” katanya tanpa ada penjelasan tambahan, hanya perintah singkat yang sulit dibantah.Anna menatap botol itu dengan bingung. “Nona ... kenapa saya harus meminumnya?” tanyanya ragu.Pandangan Anna beralih antara botol dan wajah Chyara, tetapi melihat ekspresi nona mudanya yang tetap tenang, ia akhirnya memilih untuk menurut.Anna membuka tutup botol itu perlahan, lalu meminumnya. Cairan itu terasa hangat saat melewati tenggorokannya, meninggalkan sensasi aneh yang sulit dijelaskan. Ia sedikit meringis, namun tidak mengatakan apa pun.Chyara juga meminum ramu
Terakhir Diperbarui: 2026-04-08
Chapter: Bab 84. Target BaruLaura berjalan menuju ruangan karyawan dengan perasaan gembira. Dia merasa bahwa mendekati Allen adalah pilihan yang tepat. Dirinya merasa pria itu lebih mudah daripada Kean.Laura mulai menyapu dan memunguti sampah-sampah kertas yang berserakan di lantai. Dia merasa enggan memungut itu, seharusnya posisinya sebagai karyawan yang memiliki meja kerja, bukan yang membersihkan seperti ini.Laura terpaksa melakukan tugas itu karena hal yang dia pikirkan adalah bertahan di perusahaan ini sampai dirinya berhasil mendapatkan Allen."Ambilin aku minum dong," ucap salah satu karyawan wanita pada Laura sambil masih fokus mengetik pada komputernya.Laura menoleh ke sana kemari mencoba mencari tahu kepada siapa wanita itu berbicara. Melihat tak ada orang di sekitarnya, dia lebih memilih untuk melanjutkan membersihkan lantai.Wanita itu merasa kesal ketika Laura mengabaikan perintahnya begitu saja. Dia kemudian menggebrak meja dengan keras membuat sekeliling menatapnya, begitu juga dengan Laura."
Terakhir Diperbarui: 2024-10-12
Chapter: bab 83. Mendapat KeringananKean mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sinar matahari masuk dari sela-sela jendelanya. Dia mencoba mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, sepertinya dia bangun kesiangan karena kelelahan sejak kemarin.Kean segera bangkit kemudian berjalan keluar kamar dan melewati kamar Azelyn, dia mencoba mencari tahu apa yang dilakukan gadis itu, tetapi ketika membuka pintu, sosok gadis itu tak terlihat.Kean berjalan masuk ke kamar Azelyn kemudian melihat secarik kertas yang berada di meja tersebut. Dia mengambil kertas itu kemudian membaca setiap kalimatnya.Azelyn menulis di kertas tersebut bahwa hari ini dia izin untuk pergi karena ada masalah yang terjadi pada temannya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tak tahu apa akan pulang atau tidak.Kean meremas kertas tersebut, bisa-bisanya Azelyn lagi-lagi pergi tanpa sepengetahuannya. Dia mencoba melihat ponselnya dan membuka aplikasi pelacak, kali ini aplikasinya tak berfungsi lagi karena gadis itu mematikan po
Terakhir Diperbarui: 2024-10-10
Chapter: Bab 82. Hari PertamaKeesokan harinya Allen langsung menyuruh Laura untuk datang ke perusahaan Marvino. Laura menggunakan kemeja putih dengan rok sepaha untuk pergi ke perusahaan Marvino, pakaiannya benar-benar mencerminkan seorang karyawan wanita di perusahaan. Dia tak tahu posisi apa yang akan diberikan Allen padanya, tetapi dia tak terlalu memikirkannya karena tujuan sebenarnya adalah untuk mendekati pria itu. Laura memesan taksi untuk pergi ke perusahaan tersebut. Ketika taksinya sudah datang, dia lansung meluncur tanpa menunda waktu lagi. Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke perusahaan tersebut. Jarak perusahaan Marvino lebih jauh dibanding perusahaan Adhlino, tetapi Laura meyakinkan semangatnya karena dia sudah terlalu lelah untuk mencari pekerjaan dan tak akan membuang kesempatan emas ini. Laura berjalan memasuki perusahaan, tiba-tiba seisi perusahaan meliriknya kemudian berbisik-bisik membuatnya merasa risih. Sepertinya berita tentang dirinya yang dipecat di perusahaan Adhlino secara tak t
Terakhir Diperbarui: 2024-10-08
Chapter: Bab 81. Masalah baruLaura berdiri diam di tengah jembatan. Di belakangnya beberapa motor dan mobil berlalu lalang tanpa memedulikan dirinya yang sedang berdiri sendirian. Dia menatap kosong ke arah air sungai yang mengalir dengan deras. Gadis bermanik coklat itu sudah mengirimkan lamaran pekerjaannya ke berbagai tempat setelah dia dipecat dari Perusahaan Adhlino, tetapi satu pun tak ada yang menghubunginya untuk interview. Laura mengacak-acak rambutnya kesal. Dia meremas dokumen lamaran pekerjaannya dengan perasaan penuh emosi. "Azelyn! Ini semua gara-gara kamu! Berani-beraninya kamu menghancurkan karirku! Aku tak akan tinggal diam, aku pasti akan membalasmu!" teriak Laura emosi. Suara teriakannya tenggelam karena suara mobil dan motor yang mengebut. Laura melampiaskan emosinya dengan mengacak-acak rambutnya frustasi. Tanpa sengaja dokumennya terlepas dari genggaman dan terjun jatuh ke bawah sungai. Laura secara spontan menaikkan kaki kanan ke penghalang jembatan mencoba untuk menangkap dokumen
Terakhir Diperbarui: 2024-10-07
Chapter: Bab 80. Kecemburuan membawa masalahLino tak menduga bahwa Reliza akan mengatakan itu. Dia melirik ke arah Kean yang masih terdiam sembari menyisir rambutnya ke belakang. "Sepertinya Anda sangat mengenal saya, Nona Reliza," ucap Kean dingin. Dia menatap tajam pada gadis itu kemudian melanjutkan kalimatnya, "Karena Anda terlihat sangat mengenal saya, Anda pasti tahu bagaimana sikap saya pada wanita selama ini, kan?" tanyanya. Reliza terdiam, tentu saja dia sangat mengetahui itu. Karena dia adalah salah satu wanita yang mengejar Kean, tetapi pria itu tak pernah meliriknya sedikit pun. "Saya akan langsung mengatakan tidak suka dan sangat membenci wanita yang selalu ingin menempel pada saya. Jadi, apa Anda masih menganggap saya berbohong dan meragukan pernikahan saya sebagai pernikahan palsu yang diatur?" kata Kean yang langsung membuat Reliza terdiam. Reliza menggenggam erat ujung gaunnya mendengar penuturan Kean. Tentu saja wanita yang selalu menempel pada pria itu yang dimaksud adalah dirinya. Kean melirik ding
Terakhir Diperbarui: 2024-10-06
Chapter: 79. Pertanyaan yang berulangAllen melirik pada Azelyn sembari mencoba menahan tawanya. Dia merasa tak percaya dengan situasi yang dia hadapi sekarang. Rumor yang diketahui Allen selama ini adalah Kean memiliki sifat yang dingin. Sebelumnya juga banyak yang mengatakan bahwa Kean adalah pria yang tak berperasaan. Namun, apa ini? Kean justru terlihat sangat posesif pada Azelyn. "Maafkan saya atas sikap saya selama ini, Tuan Kean," kata Allen sambil sedikit membungkuk sebagai tanda permintaan maafnya. "Karena saya sudah berpisah cukup lama dengan Azelyn, saya masih ingin bertemu dan mengobrol dengannya lebih lama lagi, tapi sepertinya saya sudah melewati batas," lanjutnya sembari melirik wanita bermanik biru itu. Kean mengeratkan rangkulannya ketika mendengar perkataan Allen. Perasaannya terasa berdenyut sakit mendengar kalimat itu. Apa itu memiliki arti bahwa pria itu masih menyimpan perasaan pada istrinya? "Saya harap ini tidak terjadi lagi, saya merasa tak nyaman jika istri saya bertemu dengan pria lain t
Terakhir Diperbarui: 2024-10-05