author-banner
Penadiary
Penadiary
Author

Novel-novel oleh Penadiary

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Dosen Dingin Itu, Suami Rahasiaku

Lyra Florency dipaksa menikah demi kepentingan bisnis keluarga. Terjepit tanpa pilihan, Lyra akhirnya menerima tawaran pernikahan kontrak dari Neilson Alexander. Pernikahan itu hanya sebatas status, tanpa cinta, tanpa ikatan, dan harus dirahasiakan dari semua orang. Beberapa jam setelah pernikahan, Lyra mendapati kenyataan mengejutkan. Neilson, suami rahasianya—kini berdiri di hadapannya sebagai dosen barunya.
Baca
Chapter: Ekstra Part 3
“Nathan cuma mau pelgi kalau Mama juga pelgi!” seru Nathan dengan suara lantang. Meski pelafalannya masih cadel, nada bicaranya tegas dan penuh penolakan. Ia segera menjatuhkan diri duduk di lantai, lalu menyilangkan kedua tangannya di dada dengan ekspresi keras kepala. Tatapannya lurus ke depan, seolah tak ada yang bisa mengubah keputusannya. Ethan yang melihat itu langsung meniru tanpa ragu. Ia duduk di samping Nathan dengan gerakan sedikit goyah, lalu ikut menyilangkan tangannya. “Ethan jugaa ...,” katanya pelan. “Nggak mauu pelgi ...,” tambahnya dengan bibir mengerucut. Grey tak bisa menahan tawanya melihat tingkah kedua anak itu. Ia menyandarkan tubuhnya santai sambil melirik ke arah Neilson, jelas menikmati situasi tersebut. Wajahnya dipenuhi ekspresi geli, seolah menemukan hiburan dadakan di pagi hari itu. Ia lalu menggeleng kecil sebelum kembali menatap ke arah keponakannya. “Wah, gimana ini?” godanya ringan. “Sepertinya Kakak nggak jadi menikmati waktu berdua.” Neilson
Terakhir Diperbarui: 2026-04-29
Chapter: Ekstra Part 2
Lyra berdiri di sisi ranjang sambil merapikan beberapa pakaian kecil milik Nathan dan Ethan ke dalam tas. Gerakannya rapi dan teratur, sesekali ia memastikan tidak ada yang tertinggal.Di atas ranjang, kedua anak kembarnya masih terlelap dengan posisi berantakan, selimut mereka sudah bergeser ke sana kemari. Pemandangan itu membuat sudut bibir Lyra terangkat, hangat dan penuh kasih.Ia memandanginya lebih lama ke arah mereka, lalu melangkah mendekat dengan langkah pelan. Tubuhnya sedikit membungkuk, tangannya mengusap lembut kepala kecil mereka.“Nathan ... Ethan ... bangun, sayang,” ucapnya lembut. “Kita mau pergi ketemu kakek, sebentar lagi kita berangkat.”Nathan adalah yang pertama merespons. Ia mengerjap pelan, lalu meregangkan tubuhnya dengan gerakan malas sebelum akhirnya duduk di atas ranjang.Namun, matanya masih terpejam rapat, kepalanya sedikit terangguk ke depan seperti menahan kantuk yang belum pergi.Lyra tak bisa menahan tawa kecil melihat itu. “Nathan ... kamu bangun a
Terakhir Diperbarui: 2026-04-28
Chapter: Extra Part 1
“Pangeran Allain akhirnya menarik pedangnya,” ucapnya pelan. “Ia melawan penyihir jahat dan berhasil mengalahkannya.”Lyra menatap kedua anaknya dengan senyum hangat. “Rakyat kerajaan Arcania pun selamat, dan mereka semua hidup bahagia.”Lyra menutup halaman terakhir buku cerita dengan lembut. Suaranya merendah, seolah ikut tenggelam dalam akhir kisah yang baru saja ia bacakan.Nathan yang sejak tadi menyimak dengan serius langsung mengangkat kepalanya. Matanya berbinar terang, wajah kecilnya dipenuhi semangat dan kekaguman yang belum pudar.“Nathan mau menjadi seperti pangeran Allain!” serunya dengan pelafalan yang masih sedikit cadel.“Nathan mau lindungin semuanya!”Ethan yang berbaring di sampingnya ikut bergerak, meski kelopak matanya mulai terasa berat. Ia memaksakan dirinya bangun sedikit, tidak ingin kalah dari saudara kembarnya.“Ethan jugaaa …,” ucapnya pelan. “Ethan jadi pangeran ... jagain Mamaa ....”Lyra tersenyum lebih lebar mendengar itu. Ia mengulurkan kedua tangannya
Terakhir Diperbarui: 2026-04-27
Chapter: Extra Part
Satu tahun kemudian. “Ma i… nain … punyaku!” “Nggaaa … punyaku!” Dua anak kembar itu saling melotot dengan wajah mungil yang sama-sama mengerucut cemberut. Tangan kecil mereka mencengkeram satu mainan yang sama, menariknya ke arah masing-masing tanpa mau mengalah sedikit pun. Tarikan mereka tidak kuat, tetapi cukup untuk membuat mainan itu bergoyang ke kanan dan ke kiri, seperti ikut bingung harus memilih siapa. Salah satu dari mereka akhirnya melepaskan pegangannya dengan kesal. Ia berdiri dengan gerakan sedikit goyah, tubuhnya sempat miring sebelum kembali seimbang, lalu menunjuk ke arah dapur dengan mata berbinar penuh ide. “... Mamaa punyaku!” serunya dengan suara cadel yang masih belum jelas. Ia langsung melangkah cepat menuju dapur tempat Lyra berada. Langkahnya pendek-pendek dan belum stabil, kadang hampir tersandung, tetapi semangatnya membuat ia tetap melaju seperti berlari kecil. Melihat itu, saudara kembarnya langsung panik. Ia buru-buru bangkit, hampir kehilangan k
Terakhir Diperbarui: 2026-04-22
Chapter: Bab 306
“A–apa? Kenapa aku harus mengatakan itu?” Suara Lyra terdengar terburu-buru, seolah ia ingin menepis sesuatu yang baru saja menyentuh hatinya. Ia segera memalingkan wajah, berusaha menyembunyikan pipinya yang mulai memerah di bawah cahaya bulan. Tangannya menggenggam ujung selimut dengan gelisah, mencoba menenangkan dirinya sendiri. Neilson memperhatikannya dengan senyum tipis yang sulit ditebak. Tatapannya tidak berpindah, seolah ia menikmati setiap reaksi kecil yang ditunjukkan Lyra. “Aku ingin mendengarnya langsung darimu,” katanya pelan. Nada suaranya ringan, tetapi jelas mengandung harapan yang tidak main-main. Beberapa detik kemudian, Neilson mengalihkan pandangannya ke arah pemandangan di depan mereka. Namun senyum itu masih tersisa di wajahnya, seolah ia sedang mengingat sesuatu. “Aku pernah mendengarnya sekali,” lanjutnya santai. “Tapi kali ini … aku ingin mendengarnya lagi.” Lyra langsung mematung mendengar itu. Ia menoleh perlahan, ekspresinya berubah menjadi b
Terakhir Diperbarui: 2026-04-22
Chapter: Bab 305
“B–bukan begitu maksud— Neil! Apa yang kamu lakukan?!” Suara Lyra terputus di tengah kalimat, berubah menjadi nada panik yang tidak sempat ia kendalikan. Ia bahkan belum selesai berbicara, ketika tubuhnya tiba-tiba terangkat dari tanah. Neilson melangkah mendekat tanpa ragu, lalu dengan mudah mengangkat Lyra ke dalam gendongannya. Gerakannya tenang dan pasti, seolah keputusan itu sudah ia ambil sejak awal tanpa perlu meminta izin. Pipi Lyra langsung memanas, rona merah menjalar cepat hingga ke telinganya. Ia refleks menunduk dalam-dalam, menyembunyikan wajahnya di dada Neilson untuk menghindari tatapan orang-orang di sekitar. “N–Neil … turunkan aku …,” bisiknya pelan, suaranya hampir tenggelam. Grey yang berdiri tidak jauh dari mereka tidak bisa menahan tawanya. Ia melangkah mendekat, lalu menepuk bahu Neilson dengan santai, matanya menyipit penuh godaan. “Kak, kamu ini … benar-benar tidak bisa menahan diri,” ujarnya ringan sambil tersenyum. Nada bicaranya santai, tetapi cukup u
Terakhir Diperbarui: 2026-04-22
Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Takdir dalam Kendaliku, Tiga Tokoh Utama Terobsesi Padaku

Chyara terbangun di dalam sebuah novel sebagai antagonis yang ditakdirkan mati. Mengetahui seluruh alur cerita, ia memilih memanfaatkan takdir demi bertahan hidup dan merebut masa depannya sendiri. Namun, perubahan itu justru menarik tiga tokoh utama ke arahnya. Darian, tunangannya yang dingin dan berbahaya, mengalihkan obsesinya padanya. Arthur, sosok hangat yang seharusnya mencintai pemeran utama wanita, tak mampu melepaskan Chyara. Reynard, siluman rubah merah yang licik dan menggoda, pun terikat padanya. Ketika takdir yang ia kendalikan berbalik mengikat mereka di sisinya, Chyara menyadari, di dunia yang seharusnya membunuhnya, tiga tokoh utama justru bertekuk lutut padanya.
Baca
Chapter: Bonus
“Bagaimana Anda bisa menampilkan karakter Azelia Everardo dengan begitu sempurna, Nona Chyara?” tanya seorang presenter kepada gadis yang tengah duduk di hadapannya. Chyara hanya tersenyum sambil menatap kamera yang menyorot wajahnya. Ia tampak tenang, seakan pertanyaan itu bukanlah sesuatu yang sulit untuk dijawab. “Aku pernah mengenal seseorang yang sangat mirip dengannya,” jawab Chyara. Senyumnya perlahan berubah tipis, menyimpan makna yang tak dapat dipahami oleh siapa pun di ruangan itu. “Jadi, kurasa aku hanya perlu mengingatnya.” Presenter itu tersenyum mendengar jawabannya. “Benar juga. Kami semua masih tidak menyangka sekaligus bersyukur karena Anda berhasil selamat dari kecelakaan mobil itu.” Ia memandang Chyara dengan kagum. “Kalau tidak, mungkin kami tidak akan bisa melihat akting luar biasa yang Anda tampilkan dalam drama ini.” Chyara menggeleng pelan sambil tertawa kecil. “Mungkin takdir sedikit merasa kasihan kepadaku sehingga aku diberi kesempatan untuk selamat.” I
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 375
Azelia akhirnya dijatuhi hukuman mati. Dengan berakhirnya eksekusi itu, semua peristiwa yang selama ini menghantui kehidupan Chyara seakan ikut berakhir bersamanya. Jalan cerita yang pernah ia baca di dalam novel telah berubah sepenuhnya, dan kehidupan yang kini ia jalani tidak lagi menyerupai takdir tragis yang seharusnya menantinya. Darian kini telah resmi diangkat sebagai Kaisar, sementara Chyara berdiri di sisinya sebagai Permaisuri Kekaisaran. Callister mewarisi gelar Marquess Everardo dan memimpin pasukan kekaisaran dengan wibawa. Sementara itu, Celvin dan Celvan telah menjadi dua jenderal muda yang disegani oleh banyak orang. Setiap kali ketiga kakaknya datang ke istana untuk melaporkan keadaan pasukan, mereka selalu menyempatkan diri untuk mengunjungi Chyara. Ketiganya tidak pernah berubah, masih memperlakukannya dengan penuh perhatian dan selalu memastikan dirinya baik-baik saja. Hal itu membuat Chyara semakin menyadari betapa berbedanya kehidupannya sekarang dengan ke
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 374
Mata Chyara membesar ketika melihat sihir milik Azelia melesat ke arahnya. Energi itu bergerak begitu cepat hingga tubuhnya tidak sempat bereaksi. Tanpa sadar, Chyara menutup kedua matanya dengan erat dan menunggu serangan itu menghantam tubuhnya. “Chyara!” Suara Darian terdengar dari kejauhan. Namun, beberapa detik berlalu dan rasa sakit yang ia tunggu tidak kunjung datang. Tidak ada benturan, tidak ada luka, bahkan tidak ada satu pun bagian tubuhnya yang merasakan sentuhan sihir Azelia. “Kenapa kau takut, Chyara?” Tubuh Chyara seketika membeku. Suara itu terdengar begitu familiar hingga membuat jantungnya berdegup lebih cepat. Ia mengenali suara tersebut dengan sangat baik, meskipun seharusnya pemilik suara itu tidak mungkin berada di hadapannya. “Bukankah aku sudah mengatakan bahwa aku akan melindungimu?” Perlahan, Chyara membuka kedua matanya. Pandangan yang semula tertutup mulai kembali jelas. Di hadapannya berdiri seorang pria dengan punggung menghadap ke arahnya, sementar
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 373
“Apakah kau memiliki kata-kata terakhir?” Darian menatap tajam ke arah Azelia yang berlutut di hadapannya. Tidak ada sedikit pun belas kasihan dalam tatapan merahnya. Pedang besar di tangannya tetap terhunus, sementara seluruh halaman eksekusi perlahan menjadi sunyi menunggu jawaban Azelia. Azelia menggigit bibir bawahnya dengan keras. Tatapannya bergerak ke arah Chyara yang duduk di kursi kekaisaran. Wajahnya perlahan dipenuhi kemarahan dan ketidakpuasan yang selama ini ia pendam. Akhirnya, Azelia tertawa kecil, tetapi suara tawanya terdengar pahit. “Kenapa?” Ia mengangkat wajahnya. “Kenapa kalian semua tidak pernah tertarik padaku?” tanyanya dengan suara bergetar. “Kenapa semuanya hanya melihat Chyara? Kenapa?” Azelia menatapnya dengan mata yang mulai memerah. “Apa yang salah denganku?” Darian tertawa rendah, tawanya tidak terdengar hangat sedikit pun. Ia memandang Azelia seolah sedang mendengar pertanyaan yang sangat tidak masuk akal. Bahkan beberapa bangsawan yang mendengar p
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 372
“Itu dia! Perempuan iblis!” “Dasar pembunuh!” “Kau pantas mati!” “Matilah, pengkhianat!” “Habisi dia!” “Pengkhianat terkutuk!” Teriakan kebencian rakyat menggema tanpa henti di seluruh halaman eksekusi. Ribuan pasang mata tertuju pada sosok perempuan yang tengah diarak menuju panggung dengan kedua tangan terikat. Tidak ada satu pun simpati yang terlihat di wajah mereka, seolah seluruh kebencian yang ada di tempat itu hanya ditujukan kepada satu orang. Azelia dipaksa menaiki tangga panggung. Begitu tiba di tengah panggung, para pengawal mendorong tubuhnya hingga ia jatuh berlutut. Rambutnya yang berantakan menutupi sebagian wajah pucatnya, sementara kedua matanya tampak kosong setelah semalaman berada di dalam penjara. “Bunuh dia! Ternyata dia sama saja dengan ibunya!” Sebuah batu kecil dilemparkan ke arah Azelia. Benda itu menghantam bahunya sebelum disusul oleh lemparan lain. Sayuran busuk, lumpur, dan batu kecil mulai berjatuhan ke arah tubuhnya, membuat para pengawal harus
Terakhir Diperbarui: 2026-08-26
Chapter: Bab 371
“Kenapa kau diam saja?”Darian menoleh ke arah Chyara setelah Azelia dibawa keluar dari kamar. Suasana kini kembali hening, hanya menyisakan pecahan guci dan noda darah yang masih terlihat di lantai. Namun, Chyara justru berdiri dengan tenang, seolah kejadian barusan bukan sesuatu yang cukup penting untuk dipermasalahkan.“Apa maksudmu?” tanya Chyara sambil meliriknya singkat.Darian mengerutkan kening. “Kenapa kau hanya diam saja ketika Azelia mengubah dirinya menjadi dirimu dan mengubahmu menjadi dirinya?”Chyara menatap Darian tanpa banyak perubahan ekspresi. “Apakah itu masalah?”“Tentu saja itu masalah!” Suara Darian terdengar lebih keras dari sebelumnya.Ia menatap Chyara dengan wajah serius, seolah tidak mengerti bagaimana gadis itu masih bisa bersikap begitu tenang. Rahangnya mengeras ketika membayangkan kemungkinan yang hampir saja terjadi.“Jika aku tidak menyadari pertukaran itu,” lanjutnya, “yang akan dibawa ke penjara dan dieksekusi mungkin adalah kau.”Chyara mengembusk
Terakhir Diperbarui: 2026-08-25
Terikat Cinta CEO Posesif

Terikat Cinta CEO Posesif

Azelyn terjebak dalam one night stand dengan pria asing karena dijebak oleh Laura, sahabatnya sehingga dirinya dituduh berselingkuh oleh Kevin, suaminya. Padahal Laura dan Kevin lah yang telah berselingkuh. Hal itu membuat Azelyn mengalami keguguran dan diceraikan oleh Kevin. Merasa hidupnya dihancurkan dan direndahkan bahkan kehilangan anak yang telah lama dinantikan. Azelyn bertekad untuk membalas dendam pada mereka. Siapa sangka pria asing itu adalah Kean, CEO Perusahaan Adhlino dan merupakan atasan di perusahaan Kevin dan Laura. Kean bertekad tidak mau melepaskan Azelyn lagi dan justru mengajaknya untuk menikah! Lantas, akankah Azelyn menerima penawaran itu sebagai bentuk balas dendam? Apa alasan Kean meminta Azelyn untuk menjadi istrinya?
Baca
Chapter: Bab 84. Target Baru
Laura berjalan menuju ruangan karyawan dengan perasaan gembira. Dia merasa bahwa mendekati Allen adalah pilihan yang tepat. Dirinya merasa pria itu lebih mudah daripada Kean.Laura mulai menyapu dan memunguti sampah-sampah kertas yang berserakan di lantai. Dia merasa enggan memungut itu, seharusnya posisinya sebagai karyawan yang memiliki meja kerja, bukan yang membersihkan seperti ini.Laura terpaksa melakukan tugas itu karena hal yang dia pikirkan adalah bertahan di perusahaan ini sampai dirinya berhasil mendapatkan Allen."Ambilin aku minum dong," ucap salah satu karyawan wanita pada Laura sambil masih fokus mengetik pada komputernya.Laura menoleh ke sana kemari mencoba mencari tahu kepada siapa wanita itu berbicara. Melihat tak ada orang di sekitarnya, dia lebih memilih untuk melanjutkan membersihkan lantai.Wanita itu merasa kesal ketika Laura mengabaikan perintahnya begitu saja. Dia kemudian menggebrak meja dengan keras membuat sekeliling menatapnya, begitu juga dengan Laura."
Terakhir Diperbarui: 2024-10-12
Chapter: bab 83. Mendapat Keringanan
Kean mengerjapkan matanya beberapa kali ketika sinar matahari masuk dari sela-sela jendelanya. Dia mencoba mengambil ponselnya dan melihat jam sudah menunjukkan pukul 11 siang, sepertinya dia bangun kesiangan karena kelelahan sejak kemarin.Kean segera bangkit kemudian berjalan keluar kamar dan melewati kamar Azelyn, dia mencoba mencari tahu apa yang dilakukan gadis itu, tetapi ketika membuka pintu, sosok gadis itu tak terlihat.Kean berjalan masuk ke kamar Azelyn kemudian melihat secarik kertas yang berada di meja tersebut. Dia mengambil kertas itu kemudian membaca setiap kalimatnya.Azelyn menulis di kertas tersebut bahwa hari ini dia izin untuk pergi karena ada masalah yang terjadi pada temannya. Dia juga mengatakan bahwa dirinya tak tahu apa akan pulang atau tidak.Kean meremas kertas tersebut, bisa-bisanya Azelyn lagi-lagi pergi tanpa sepengetahuannya. Dia mencoba melihat ponselnya dan membuka aplikasi pelacak, kali ini aplikasinya tak berfungsi lagi karena gadis itu mematikan po
Terakhir Diperbarui: 2024-10-10
Chapter: Bab 82. Hari Pertama
Keesokan harinya Allen langsung menyuruh Laura untuk datang ke perusahaan Marvino. Laura menggunakan kemeja putih dengan rok sepaha untuk pergi ke perusahaan Marvino, pakaiannya benar-benar mencerminkan seorang karyawan wanita di perusahaan. Dia tak tahu posisi apa yang akan diberikan Allen padanya, tetapi dia tak terlalu memikirkannya karena tujuan sebenarnya adalah untuk mendekati pria itu. Laura memesan taksi untuk pergi ke perusahaan tersebut. Ketika taksinya sudah datang, dia lansung meluncur tanpa menunda waktu lagi. Butuh waktu 30 menit untuk sampai ke perusahaan tersebut. Jarak perusahaan Marvino lebih jauh dibanding perusahaan Adhlino, tetapi Laura meyakinkan semangatnya karena dia sudah terlalu lelah untuk mencari pekerjaan dan tak akan membuang kesempatan emas ini. Laura berjalan memasuki perusahaan, tiba-tiba seisi perusahaan meliriknya kemudian berbisik-bisik membuatnya merasa risih. Sepertinya berita tentang dirinya yang dipecat di perusahaan Adhlino secara tak t
Terakhir Diperbarui: 2024-10-08
Chapter: Bab 81. Masalah baru
Laura berdiri diam di tengah jembatan. Di belakangnya beberapa motor dan mobil berlalu lalang tanpa memedulikan dirinya yang sedang berdiri sendirian. Dia menatap kosong ke arah air sungai yang mengalir dengan deras. Gadis bermanik coklat itu sudah mengirimkan lamaran pekerjaannya ke berbagai tempat setelah dia dipecat dari Perusahaan Adhlino, tetapi satu pun tak ada yang menghubunginya untuk interview. Laura mengacak-acak rambutnya kesal. Dia meremas dokumen lamaran pekerjaannya dengan perasaan penuh emosi. "Azelyn! Ini semua gara-gara kamu! Berani-beraninya kamu menghancurkan karirku! Aku tak akan tinggal diam, aku pasti akan membalasmu!" teriak Laura emosi. Suara teriakannya tenggelam karena suara mobil dan motor yang mengebut. Laura melampiaskan emosinya dengan mengacak-acak rambutnya frustasi. Tanpa sengaja dokumennya terlepas dari genggaman dan terjun jatuh ke bawah sungai. Laura secara spontan menaikkan kaki kanan ke penghalang jembatan mencoba untuk menangkap dokumen
Terakhir Diperbarui: 2024-10-07
Chapter: Bab 80. Kecemburuan membawa masalah
Lino tak menduga bahwa Reliza akan mengatakan itu. Dia melirik ke arah Kean yang masih terdiam sembari menyisir rambutnya ke belakang. "Sepertinya Anda sangat mengenal saya, Nona Reliza," ucap Kean dingin. Dia menatap tajam pada gadis itu kemudian melanjutkan kalimatnya, "Karena Anda terlihat sangat mengenal saya, Anda pasti tahu bagaimana sikap saya pada wanita selama ini, kan?" tanyanya. Reliza terdiam, tentu saja dia sangat mengetahui itu. Karena dia adalah salah satu wanita yang mengejar Kean, tetapi pria itu tak pernah meliriknya sedikit pun. "Saya akan langsung mengatakan tidak suka dan sangat membenci wanita yang selalu ingin menempel pada saya. Jadi, apa Anda masih menganggap saya berbohong dan meragukan pernikahan saya sebagai pernikahan palsu yang diatur?" kata Kean yang langsung membuat Reliza terdiam. Reliza menggenggam erat ujung gaunnya mendengar penuturan Kean. Tentu saja wanita yang selalu menempel pada pria itu yang dimaksud adalah dirinya. Kean melirik ding
Terakhir Diperbarui: 2024-10-06
Chapter: 79. Pertanyaan yang berulang
Allen melirik pada Azelyn sembari mencoba menahan tawanya. Dia merasa tak percaya dengan situasi yang dia hadapi sekarang. Rumor yang diketahui Allen selama ini adalah Kean memiliki sifat yang dingin. Sebelumnya juga banyak yang mengatakan bahwa Kean adalah pria yang tak berperasaan. Namun, apa ini? Kean justru terlihat sangat posesif pada Azelyn. "Maafkan saya atas sikap saya selama ini, Tuan Kean," kata Allen sambil sedikit membungkuk sebagai tanda permintaan maafnya. "Karena saya sudah berpisah cukup lama dengan Azelyn, saya masih ingin bertemu dan mengobrol dengannya lebih lama lagi, tapi sepertinya saya sudah melewati batas," lanjutnya sembari melirik wanita bermanik biru itu. Kean mengeratkan rangkulannya ketika mendengar perkataan Allen. Perasaannya terasa berdenyut sakit mendengar kalimat itu. Apa itu memiliki arti bahwa pria itu masih menyimpan perasaan pada istrinya? "Saya harap ini tidak terjadi lagi, saya merasa tak nyaman jika istri saya bertemu dengan pria lain t
Terakhir Diperbarui: 2024-10-05
Anda juga akan menyukai
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status