MasukDemi mendapatkan jantungku untuk mengobati penyakit adik angkatku, orang kandungku membawaku ke pengadilan. Hakim menggunakan teknologi komputer terbaru untuk mengekstrak ingatan kami. Persidangan dilakukan oleh panel yang terdiri dari 100 orang. Jika persidangan berhasil, organ tubuhku akan menjadi milik orang tuaku. Orang tuaku mengira aku tidak berani hadir. Karena dalam pikiran mereka, aku adalah orang yang berhati keji. Tapi ketika tayangan ingatanku diputar di persidangan, semua orang menangis.
Lihat lebih banyakAyah berteriak, "Cepat tangkap orang munafik ini! Dia yang harus dihukum!"Aku bangkit berdiri. "Pak Hakim, saya mengajukan permintaan agar ingatan Cindy ditayangkan."Ruangan berubah agak kacau. Para juri saling berbisik dan komentar-komentar penonton bergulir sangat cepat sampai tidak bisa dibaca satu per satu.Hakim berpikir sejenak dan akhirnya mengangguk setuju.Cindy meronta-ronta melawan, tapi dia tidak punya kekuatan sama sekali dan dipaksa memakai alat untuk mengekstrak ingatan.Gambar lain mulai muncul di layar.Seorang pengacara meletakkan sebuah kontrak di depan Cindy."Ayah dan ibumu masing-masing punya asuransi kecelakaan diri. Sebagai ahli waris, kamu mendapat santunan sekitar satu miliar. Tapi kamu masih di bawah umur, jadi uangnya harus dipegang oleh wali barumu.""Tapi mereka cuma punya wewenang untuk menyimpannya dan nggak bisa memakainya. Baru saat kamu dinyatakan dewasa, uang itu akan diberikan kepadamu dan bisa digunakan dengan bebas."Gambar berubah. Pintu terbuk
"Semua kepunyaanmu jadi punyaku sekarang. Kenapa kamu masih hidup terus, sih? Mati saja sana."Aku mulai menyadari betapa kejamnya Cindy.Aku menjauh dari keluargaku, bukan hanya karena orang tuaku, tapi karena aku tidak ingin bersaing dengan Cindy.Kasih sayang orang tuaku sendiri saja bisa direnggut. Apa lagi yang tidak bisa direnggut Cindy?Aku tahu keterbatasanku sendiri dan aku tidak ingin terjerumus dalam kubangan itu lagi.Aku menjauh dari Cindy, tapi Cindy yang datang mencariku.Dia mengatakan kepadaku, meski pernikahan dengan Pandu gagal, Ayah masih tidak menyerah.Mereka mencari laki-laki lain."Laki-laki yang ini sudah tua, jelek, suka judi, dan sering manggil perempuan bayaran. Mas kawin yang dia tawarkan 600 juta dan bisa tambah 200 juta lagi kalau kamu bisa melahirkan anak laki-laki."Aku tidak mengerti mengapa Cindy begitu membenciku.Kami mulai bertengkar.Aku bertanya kepadanya, "Cindy, kamu gila ya? Kamu mau balas dendam? Kamu paham sendiri apa yang terjadi saat kemat
Aku bahkan bertanya-tanya apakah mereka benar-benar orang tuaku.Kali kedua aku bertemu Cindy adalah ketika aku berusia sepuluh tahun.Saat itu tahun baru. Keluarga Cindy datang bertamu di rumahku. Mereka sudah sepakat dengan orang tuaku ingin jalan-jalan bersama ke luar kota.Karena ayah dan ibuku ada urusan mendadak, orang tua Cindy mengajakku pergi lebih dulu.Mereka bertengkar lagi dalam perjalanan dan mengabaikan satu sama lain.Aku duduk bersama Cindy di belakang, terlalu takut dengan suasana suram di dalam mobil dan tidak berani bersuara.Cindy tiba-tiba mengulurkan tangan, memegangi ibunya yang duduk di kursi penumpang depan, berbisik, "Ibu, jangan marah."Ibunya marah dan menepis tangan Cindy.Tapi, gerakannya terlalu keras dan Cindy sudah melepas tangannya tiba-tiba. Sehingga tangan ibu Cindy malah mengenai wajah suaminya yang sedang menyetir.Pria itu sontak marah. Dia menerkam ke arah istrinya seperti singa dan menampar wajah wanita itu.Saat dia melepaskan kemudi, sebuah b
Empat ratus juta.Tidak heran mereka tiba-tiba sekali memanggilku pulang.Aku merasa sangat konyol. Jariku terangkat dan menunjuk ke arah Cindy yang sejak tadi diam tanpa suara, lalu tersenyum kepada Pandu."Lihat dia. Dia cantik, berpendidikan tinggi. Cocok sekali denganmu."Plak!Ibu menampar wajahku dengan keras. Kukunya yang panjang menggores pipiku sampai pipiku berdarah."Berani-beraninya, dasar anak durhaka!"Dia meneriakkan sebutan anak durhaka itu dengan sangat keras, seolah akulah yang telah bersalah menjual anakku sendiri.Mereka sendiri tahu menikahi Pandu hanya akan membawa kesengsaraan.Aku terhuyung keluar dari rumah sambil menangis.Aku tidak akan menaruh harapan apa-apa lagi pada rumah ini.Tidak lama kemudian, aku dibombardir telepon dan pesan dari Pandu yang menyuruhku membayar kembali uang mahar 400 juta. Dia mengancam akan membunuh keluargaku kalau aku tidak membayar."Silakan saja," jawabku dengan acuh tak acuh.Lama kelamaan, terornya menagih uang berubah menjadi






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
Ulasan-ulasan