Share

BAB 42

Author: Rainina
last update Last Updated: 2025-12-16 17:20:52

Adriana menggenggam tali tasnya dengan kuat hingga buku-buku jarinya memutih. Rasa takut yang sempat menyergapnya tadi perlahan surut, digantikan oleh gelombang kejijikan yang familiar.

Ia tahu persis siapa yang selalu melakukan hal seperti ini. Pola kehancuran ini… itu pasti adalah ayahnya.

Pria tua itu pasti lagi-lagi kalah judi, terlilit utang, dan seperti parasit, ia kembali ke sini berniat mencuri apa saja yang bisa dijual dari apartemen putrinya saat Adriana sedang tidak ada.

"Sial..." desis Adriana pelan, matanya menatap nanar ke arah laci nakas yang sudah tercabut dari tempatnya.

Inilah sebabnya ia tidak pernah ragu melangkah masuk ke dalam kehidupan Victor Sterling, berusaha merebut perhatian pria itu dari Evelyn. Karena bagi Adriana, konsep "ayah" dan "keluarga" hanyalah omong kosong.

Jika suatu hari nanti Evelyn mengetahui segalanya dan berniat membalas dendam dengan cara mendekati ayah Adriana... Adriana akan dengan senang hati menggelar karpet merah dan mempersilahkannya.
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 76

    Adriana menerima paperbag pemberian Davian dengan kedua tangannya. Tapi wajahnya terlihat begitu ragu.Ia memperhatikan gerakan tangan Davian yang sedikit kaku.“Apa bahumu sudah baik-baik saja?” tanya Adriana.“Ah… iya.” balas pria itu. “Bukan masalah besar.”Adriana mengangguk, tapi matanya masih mengikuti gerakan tangan Davian. Pikiran Adriana kembali ke beberapa hari yang lalu, tanpa bisa dihentikan.=Suara yang memanggil nama Adriana itu membelah deru hujan. Julian menghentikan gerakannya yang hendak menjambak rambut Adriana. Ia menoleh perlahan, matanya menyipit tidak suka saat mengenali sosok yang berlari ke arah mereka."Ah..." Julian menyeringai sinis, menegakkan tubuhnya. "Anjing penjaga Sterling rupanya. Sedang apa kau di sini? Tuanmu menyuruhmu untuk memungut wanita simpanannya ini lagi?"Davian tidak mempedulikan hinaan itu. Matanya terkunci pada Adriana yang bersimpuh di aspal dengan lutut berdarah."Tuan Julian," ucap Davian, suaranya berusaha tetap tenang dan formal m

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 75

    Victor memukul setir mobilnya pelan, mengumpat pada dirinya sendiri."Persetan."Ia mematikan mesin mobilnya. Egonya kalah telak oleh rasa khawatirnya. Ia harus memastikan wanita itu baik-baik saja. Setidaknya, jika ia melihat Adriana sudah aman di dalam apartemennya, Victor bisa pulang dan tidur dengan tenang.Ia akan memikirkannya nanti apabila wanita itu bertanya apa alasan dirinya datang ke sini.Victor keluar dari mobil mewahnya, yang tampak sangat mencolok di parkiran apartement tua itu. Ia berjalan dengan cepat ke gedung itu, menekan tombol elevator dan berjalan menuju unit apartement Adriana yang masih begitu segar di ingatannya.Victor mengangkat tangan, ragu sejenak sebelum ia menekan bel di sana.Victor menekan bel itu sekali lagi sebelum akhirnya matanya terpaku pada pintu yang terlihat seperti habis dirusak.Pemandangan itu membuat desiran dingin tiba-tiba menyapu tengkuk Victor. Ada yang salah. Jelas ada yang salah.Ia langsung membuka pintu itu tanpa berpikir panjang.

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 74

    Evelyn membanting pintu taksi dengan kasar, tidak peduli pada sopir yang menatapnya dengan kesal karena melihat perlakuannya. Dengan langkah kesal, ia menyeret kopernya menaiki tangga menuju pintu masuk sebuah rumah mewah di depannya.Ia mendengus kesal, benar-benar, jika ini rumah ayahnya, ia tidak mungkin menyeret sebuah koper untuk menaiki tangga sendirian. Tapi ini adalah rumah ibunya. Atau lebih tepatnya, rumah suami baru ibunya.Evelyn mendengus jijik saat pelayan membukakan pintu untuknya. Ia membenci tempat ini. Ia benci udaranya yang terasa asing, ia benci dekorasi norak yang dipilih ayah tirinya.Dan yang paling ia benci adalah keberadaan anak tiri ibunya, seorang laki-laki seumuran Evelyn yang memiliki hobi menjengkelkan, mengusik hidupnya."Nona Evelyn?" sapa kepala pelayan dengan nada terkejut. "Kami tidak diberitahu tentang kedatangan Anda.""Minggir." desis Evelyn, mendorong pelayan itu ke samping dan melangkah masuk ke foyer.Suara langkah kaki terdengar dari arah tang

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 73

    Victor memijat pelipisnya yang berdenyut hebat. Rasa sakit itu bukan hanya karena sisa alkohol yang ia tenggak semalam, melainkan karena hantaman kenyataan yang terus-menerus memukuli egonya sejak pagi.Ia merasa begitu bodoh.Bagaimana bisa di, seorang Victor Sterling yang disegani, pria yang telah memakan asam garam dunia bisnis dan menundukkan banyak pesaing, bisa ditipu mentah-mentah oleh seorang wanita yang seusia dengan putrinya sendiri?Dan lebih buruknya lagi, ia hanya digunakan sebagai alat balas dendam.Bayangan wajah Adriana kembali muncul dalam benaknya. Pengakuan itu. Tatapan mata itu. "Aku mendekatimu hanya untuk menyakiti Evelyn."Victor menggeram, tangannya mengepal di atas meja hingga buku-buku jarinya memutih. Dia memberikan segalanya pada wanita itu. Ia bahkan mulai merasa bahwa perasaannya pada Adriana adalah nyata. Dan ternyata, semua itu hanya bagian dari skema balas dendam anak-anak.Ketukan di pintu memecah lamunannya."Masuk.”Wajah Davian langsung terlihat

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 72

    Bunyi klik dari kunci pintu yang terbuka terdengar seperti vonis mati di telinga Adriana.Namun Julian tidak membiarkannya keluar sendiri. Pria itu membuka pintu sisinya dengan gerakan menyentak, lalu melangkah keluar menerjang hujan deras. Ia membanting pintu mobilnya, berjalan memutari mobil dengan langkah lebar dan aura membunuh yang kuat.Adriana gemetar di kursinya, tangannya mencengkeram sabuk pengaman seolah itu adalah satu-satunya hal yang menahannya dari kegilaan Julian. Ia melihat Julian membuka pintu penumpangnya dengan kasar hingga engselnya berbunyi."Keluar," perintah Julian dingin.Adriana menggeleng panik, tubuhnya menempel erat pada sandaran kursi. "Tidak... Julian, tolong, jangan lakukan ini...""KELUAR!"Julian tidak lagi memiliki kesabaran. Tangannya menyambar lengan Adriana, jari-jarinya mencengkeram begitu kuat hingga Adriana memekik kesakitan. Dengan satu sentakan kasar, Julian menarik tubuh Adriana keluar dari perlindungan mobil yang hangat.Tubuh Adriana terhe

  • Taktik Menaklukan Ayah Musuhku   BAB 71

    Untuk sesaat, yang memenuhi ruangan basement beton yang dingin itu hanyalah deru napas Adriana yang memburu.Elevator yang terbuka sudah menunggu agar dirinya masuk, dan cengkraman Julian di bahunya jelas memaksa. Tapi Adriana semakin yakin bahwa ia tidak bisa mengikuti pria itu.Adriana menggertakkan giginya, mengumpulkan sisa keberanian terakhirnya. Dengan gerakan kasar, ia menjauhkan diri Dia menyingkirkan tangan Julian di bahunya."Maaf..." bisik Adriana pelan.Ia membalikkan tubuhnya, memunggungi Julian yang masih terpaku di tempatnya."Itu pilihanmu?" tanya Julian. Adriana tidak menjawab. Ia mencoba mengabaikannya, mempercepat langkah kakinya yang gemetar. Namun, ia bahkan belum mengambil tiga langkah ketika sebuah tangan mencengkeram pergelangan tangannya dari belakang. Sentakan itu begitu keras hingga tubuh Adriana terhuyung ke belakang, hampir menabrak dada Julian."Kalau memang itu pilihanmu," bisik Julian tepat di telinganya. "Biar kutunjukkan betapa bodohnya dirimu."Ali

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status