LOGINPaviliun Warisan Lama adalah neraka kultivasi.
Bangunan itu terbuat dari batu abu-abu, berlumuran sarang laba-laba, dan terletak jauh di sudut utara Sekte, dekat kuburan leluhur yang hampir terlupakan. Seluruh arsitekturnya runtuh, melambangkan kebohongan Sekte yang mengutamakan yang kuat dan membuang yang lemah. Udara di dalamnya dingin, lembap, dan yang terburuk bagi seorang kultivator, hampir tidak mengandung Qi Spiritual. Tempat itu benar-benar terputus dari jaringan energi Langit dan Bumi, mirip dengan Gua Niweng terpencil yang hanya dikunjungi oleh mereka yang mencari pertapaan total. Selama lima jam, Ji Yun menyapu, mengelap, dan memindahkan gulungan-gulungan yang dimakan rayap dan patung-patung batu yang rusak. Bau busuk, debu, dan jamur memenuhi rongga hidungnya, menusuk hingga ke inti Shen (Roh/Pikirannya). Ia harus berjuang agar tidak jatuh sakit. Ia menemukan pintu masuk yang tersembunyi ke ruang bawah tanah, tempat yang dulunya adalah tempat penyimpanan ramuan, yang kini hanya berisi tumpukan bebatuan dan perabotan yang tidak terpakai. Di sudut ruangan yang paling gelap, di bawah selimut debu tebal, tergeletak sebuah benda yang menarik perhatiannya: Bejana Perunggu Kuno yang besar. Bentuknya seperti kuali kecil, tetapi terbuat dari perunggu hijau tua dengan lapisan patina tebal yang menandakan usia ribuan tahun. Tingginya hampir mencapai pinggangnya, dan di sekeliling permukaannya terukir pola-pola yang aneh—bukan pola Naga Giok yang populer di sekte-sekte saat ini, tetapi pola yang terlihat lebih primitif, seperti siklus bintang yang kacau, mirip dengan bejana alkimia kuno yang dijelaskan dalam naskah-naskah terlarang. Ji Yun menyentuh bejana itu dengan sarung tangan. Dingin, tetapi ada resonansi aneh. Ini berbeda dari batu yang mati atau kayu yang membusuk; ada sesuatu yang hidup di dalamnya. Ia teringat akan ceramah Tetua Qing: "Jangan sentuh peninggalan yang tidak ber-Qi; itu hanya sampah fana." Namun, rasa ingin tahu Ji Yun lebih kuat daripada ancaman kehinaan. Ia melepaskan sarung tangannya dan menyentuh langsung bejana itu, mengusap debu dari ukiran siklus bintang. Boom! Bukan suara di luar, melainkan gema di dalam Jiwa dan pikirannya. Rasa sakit tajam menusuk dahinya, dan pandangannya memutih. Tanda merah di tulang selangkanya terasa panas seperti besi yang dibakar. Tiba-tiba, ia tidak lagi berada di ruang bawah tanah yang dingin. Ia berdiri di kehampaan yang tak berujung—sebuah ruang yang terasa seperti Sunyata (Kekosongan), tanpa batas dan tanpa waktu. Di depannya, melayang sosok yang terbuat dari cahaya keemasan redup—seorang pria tua dengan janggut panjang dan mata yang tampak seperti mengandung ribuan bintang yang sekarat. “Akhirnya…” Suara itu terdengar seperti angin kuno, berbisik melewati ribuan tahun. “…seorang pembawa, dan dia membawa Tanda Sanghyang.” Ji Yun terhuyung, berlutut. “Siapa… siapa kau?” Sosok cahaya itu tersenyum sedih. “Aku adalah sisa-sisa Alkemis Tua Yuan, yang dikutuk Langit karena mencoba menulis ulang Dao. Aku gagal. Namun, takdir telah membawa furnace baru kepadaku. Aku adalah penjaga yang tersisa dari Tripods of the Firmament yang pertama.” “Aku tidak mengerti. Tanda ini… ini adalah kutukan,” ucap Ji Yun, menunjukkan tulang selangkanya. “Aku tidak bisa berkultivasi. Aku akan mati sebelum usia dua puluh.” Alkemis Yuan menyipitkan mata. “Kutukan? Bodoh! Tanda Sanghyang bukanlah kutukan. Itu adalah Reaksi Balik—segel yang diletakkan oleh Kaisar Surgawi karena leluhurmu mencoba mencuri fragmen dari Sembilan Kuali Surga!” Ia berbicara tentang bagaimana birokrasi langit mendikte Dao Agung, membatasi kekuatan kultivator agar tidak dapat menantang otoritas mereka. “Kalian para kultivator fana hanya fokus pada Qi. Tetapi Dao Agung terdiri dari Tiga Harta: Jing (Esensi), Qi (Energi), dan Shen (Roh). Keseimbangan yang telah lama hilang,” ujar Alkemis itu, suaranya dipenuhi penyesalan. “Qi biasa dari Langit telah dimanipulasi, itulah mengapa tubuhmu menolaknya, karena ia adalah Qi yang terikat pada Mandat Langit. Aku akan mewariskan formula Primal Qi kepadamu—energi primordial yang tidak terikat pada kekuasaan mereka. Hanya itu yang bisa diserap oleh Akar Spiritual yang disegel sepertimu.” “Kau memberiku warisan terlarang?” Ji Yun berbisik, menggigil. Ia telah mengambil jalan yang tidak bisa kembali. “Aku memberimu jalan untuk hidup. Dan sebuah tujuan: temukan sisa-sisa Sembilan Kuali Surga. Kau adalah satu-satunya yang mampu mengaktifkannya. Jika kau menguasai Primal Qi dan mencapai True Immortal, kau akan menjadi satu-satunya yang mampu menantang tirani Mandat Langit.” Ji Yun tidak peduli dengan tirani. Ia hanya peduli pada kata-kata itu: Jalan untuk hidup. Ia menatap tanda merah di tulang selangkanya. Jika ia mengambil jalan ini, ia akan menjadi musuh Kaisar Surgawi, buronan di semua Alam—musuh kosmik yang akan dikejar sampai ke ujung Tiga Alam. Aku akan mati dalam lima tahun, atau aku akan mati melawan Surga. Tidak ada pilihan lain selain melawan. Tanpa ragu, Ji Yun mengatupkan gigi. “Aku terima warisanmu, Alkemis Yuan. Aku akan kultivasi. Aku akan hidup.” Pria tua itu tertawa, suara yang perlahan memudar menjadi debu. “Bagus. Sekarang, mulailah. Bejana ini adalah Furnace Alkimia Bintangku yang tersisa. Lupakan Qi Condensation. Kau akan memulai kultivasi sejati: Seni Penyempurnaan Tiga Harta.” Cahaya keemasan meredup dan menghilang. Ji Yun tersentak kembali ke ruang bawah tanah, tubuhnya basah oleh keringat dingin. Di depannya, Bejana Perunggu Kuno itu memancarkan kilau halus, seolah-olah ia baru saja terbangun dari tidur ribuan tahun. Katalis telah ditembakkan. Ji Yun, Sang Pemberontak Langit, telah memulai jalannya.“Kau adalah Raja Abadi Bumi yang pertama yang pernah mencapai tingkat kebebasan ini, Ji Yun! Kau telah memotong rantai Langit! Sekarang, mari kita tinggalkan Alam Langit yang korup ini sebelum bala bantuan Raja Abadi Sejati yang sejati tiba!”Seruan kemenangan Alkemis Tua Yuan menggema di benak Ji Yun. Di belakang Ji Yun, Istana Kaisar Surgawi yang hancur terlihat seperti reruntuhan megah yang perlahan runtuh. Ji Yun, yang kini berada di Level Tiga Abadi Sejati, melesat menembus Kekosongan dimensional, meninggalkan batasan Alam Langit."Aku merasakan kebebasan yang mutlak, Guru Yuan. Tiga Kuali ini—Jing, Shen, dan Qi—memberiku keseimbangan yang tak terbatas," balas Ji Yun, merasakan Qi Abadi Sejati murni yang mengalir dalam dirinya. "Aku telah membuktikan bahwa Tanda Sanghyang adalah Tanda Dao Agung Sejati."Mereka akhirnya tiba di Sunyata—Kekosongan tak terbatas di antara Alam. Di sini, Qi sangat langka, tetapi energi kosmik terasa murni dan tidak terikat."Kaisar Surgawi telah
"Aku akan mengambil Tiga Kuali-mu, dan aku akan mengikat Tanda Sanghyang-mu ke Tiang Hukuman Abadi selama sepuluh ribu tahun!"Kaisar Surgawi Level Tertinggi bangkit dari takhtanya. Ia tidak menggunakan serangan Qi; ia menggunakan kekuatan otoritas kosmiknya—Mandat Langit—yang bertujuan untuk menghancurkan Jiwa spiritual Ji Yun dan memaksanya pasrah pada takdir yang telah ditentukan.Ji Yun, Level Tiga Abadi Sejati, merasakan tekanan yang mencekik, seolah-olah seluruh Alam Langit mencoba meremukkan Jiwa Baru Lahir-nya."Aku tidak akan berlutut, Kaisar Surgawi. Mandat Langit-mu hanyalah ilusi dari penindasanmu! Aku telah memurnikan Shen-ku dari ilusi itu!" balas Ji Yun, memfokuskan Kuali Pencerahan yang memancarkan cahaya biru.Kuali Pencerahan segera membersihkan Shen Ji Yun dari tekanan kosmik Kaisar Surgawi. Meskipun tubuhnya sakit, jiwanya tetap utuh.“Shen yang murni adalah kelemahanmu, Kaisar! Kau tidak bisa mengendalikan Roh yang bebas!” seru Ji Yun.Kaisar Surgawi mencibi
“Kita tidak bisa hanya berjalan ke sana, Ji Yun! Istana Kaisar Surgawi dijaga oleh Raja Abadi Level Sembilan dan Raja Abadi Sejati Level Tertinggi! Kau harus punya rencana!”Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegasan yang mutlak saat Ji Yun melesat keluar dari Gudang Artefak Terlarang. Kecepatan Level Tiga Abadi Sejati-nya kini menyaingi Abadi sejati lainnya. Di belakang mereka, Jenderal Bintang Biru dan puluhan Prajurit Langit berusaha mengejar, tetapi mereka terlalu lambat."Aku punya rencana, Guru Yuan. Kita tidak akan melawan semua Raja Abadi. Kita hanya akan melawan Kaisar Surgawi," jawab Ji Yun. "Aku sudah memadatkan Jimat Pengeboman Dimensional dari rampasan Jenderal Bintang Biru. Itu adalah Jimat yang dapat menghancurkan lapisan pertahanan luar Istana Kaisar Surgawi."“Menghancurkan pertahanan luar? Itu adalah tindakan perang habis-habisan! Seluruh Alam Langit akan tahu kau datang!”"Itu tujuanku," Ji Yun menyeringai, matanya memancarkan cahaya ungu-emas dari Tiga Kuali.
"Ji Yun, cepat! Jangan lihat artefak lain! Fokus! Kuali Transformasi Qi adalah di tengah ruangan! Kita tidak punya waktu—Jenderal Bintang Biru akan segera menghancurkan Formasi Pemutus Langit dan menyerbu masuk!"Teriakan Alkemis Tua Yuan menggema dalam kesadaran Ji Yun, yang baru saja berhasil menipu Formasi pertahanan utama Istana Surgawi. Ji Yun melesat ke dalam Gudang Artefak Terlarang—sebuah ruangan raksasa, diselimuti oleh aura kuno, di mana ribuan artefak Langit yang memancarkan Qi tersimpan rapi di rak-rak giok.Ji Yun mengabaikan Pedang Abadi, Pil Keabadian, dan Jimat Langit yang mematikan. Matanya terfokus ke tengah ruangan, di mana di atas alas giok setinggi pinggang, sebuah fragmen Kuali bersinar dengan cahaya keemasan.Itu adalah Kuali Transformasi Qi—fragmen terakhir dari Sembilan Kuali Surga."Itu dia, Guru! Kuali yang dapat mengubah Primal Qi-ku menjadi Qi Abadi sejati!" seru Ji Yun."Ya! Jangan disentuh perlahan! Kau harus menyatukan ketiga fragmen itu secara pa
"Ini adalah jantung birokrasi, Ji Yun! Istana Surgawi adalah mesin yang menggerakkan Mandat Langit! Setiap batu di sini adalah formasi, setiap Scribe adalah mata-mata!" Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegangan saat Ji Yun meluncur di bawah Istana Kaisar Surgawi. Menggunakan jadwal pembersihan yang dicuri dari Scribe Ming, Ji Yun menyelinap ke pintu masuk tersembunbi—jalur pemeliharaan yang hanya dibuka untuk beberapa jam setiap siklus Abadi. Pintu itu, disamarkan sebagai air terjun Qi spiritual, adalah celah sempit menuju perut kekuasaan Langit. "Aku merasakannya, Guru Yuan. Qi di sini sangat padat, tetapi juga sangat terstruktur. Tidak ada Qi yang liar; semuanya terikat pada hukum," balas Ji Yun, berjalan di lorong batu giok yang dingin. "Kita harus cepat. Jenderal Bintang Biru sudah tahu ke mana kita menuju." "Pintu masuk sudah berhasil kau tembus. Sekarang kau berada di terowongan yang mengarah ke Inti Formasi. Ingat, Kuali Transformasi Qi tersembunyi di sana. Kuali itu a
"Itu adalah kegilaan tingkat kosmik, Ji Yun! Kau menyerang Jenderal Bintang Biru, perwira Level Empat Abadi Sejati! Kita tidak bisa lagi bersembunyi di Alam Langit; dia akan mengerahkan seluruh garnisun Istana Surgawi untuk memburumu!"Teriakan khawatir Alkemis Tua Yuan hampir melampaui suara gemuruh Qi di Alam Langit. Setelah menyerang Jenderal Bintang Biru dengan Gelombang Kejutan Primal Qi, Ji Yun segera melesat menembus lautan awan yang bergolak, menuju kompleks istana yang paling padat."Aku tahu, Guru Yuan. Tapi serangan kejutan itu memberiku waktu beberapa menit," balas Ji Yun, sambil memaksakan Jiwa Baru Lahir-nya untuk menyerap Qi Langit yang berat. "Di sini, Qi spiritual Langit sangat padat, tetapi auraku yang penuh Primal Qi terasa seperti obor di tengah kegelapan bagi mereka. Aku tidak bisa terus terbang!"Ji Yun mendarat di atap sebuah istana giok kecil, segera menggunakan Kuali Pencerahan untuk menekan aura Primal Qi-nya."Kau harus melakukan penyamaran segera! Qi L







