MasukRasa sakit adalah guru baru Ji Yun.
Setelah momen transenden di ruang bawah tanah, Ji Yun kembali ke biliknya dengan membawa Bejana Perunggu Kuno itu—kuali kecil yang disembunyikannya di bawah lantai kayu yang longgar. Kutukan Tanda Sanghyang yang selama ini menjadi sumber penghinaan, kini terasa seperti peta menuju rahasia kosmik. Selama tiga hari berikutnya, ia mengurung diri, menenggelamkan diri dalam warisan Alkemis Tua Yuan. “Aku tidak mengerti, Guru Yuan,” gumam Ji Yun, saat kesadaran Alkemis Tua Yuan berbisik di benaknya melalui koneksi dengan bejana. “Aku telah mencoba menyerap Primal Qi seperti yang kau jelaskan, tapi rasa sakitnya tak tertahankan. Apakah ini bagian dari segel Langit?” Suara Alkemis Yuan, yang bergetar seperti lonceng tua yang retak, menjawab dengan ketidaksetujuan. “Primal Qi bukanlah Qi yang diserap dari udara, Ji Yun. Itu harus dimurnikan dari esensi kehidupanmu sendiri. Ingat, Dao Agung terdiri dari Tiga Harta: Jing (Esensi), Qi (Energi), dan Shen (Roh). Dalam kondisi tersegellah dirimu, kau harus memperkuat fondasi terlebih dahulu.” “Fondasi apa, Guru?” “Jing-mu!” bentak Yuan. “Esensi kehidupanmu, Jing Prenatal, telah terkuras oleh Qi biasa yang kau paksakan selama tujuh tahun. Lilinmu hampir habis. Kau tidak memiliki bahan baku untuk diubah menjadi Primal Qi. Kita harus memulihkan Jing-mu, dan itu berarti alkimia, bukan meditasi.” Ji Yun merasa gentar. “Tapi Alkimia membutuhkan herba langka dan Cinnabar. Aku hanya seorang murid pelayan, hampir tidak bisa mendapatkan jatah pil nutrisi dasar.” “Maka, ambillah risiko yang diperlukan. Sekte ini penuh dengan kemunafikan. Herba yang mereka anggap sampah adalah emas bagimu,” instruksi Yuan, suaranya tajam. “Fokus pada herba yang memperkuat Ginjal. Itulah sumber Jing-mu.” Malam itu, setelah memastikan Li Mu dan murid-murid lainnya sudah tertidur lelap, Ji Yun menyelinap ke gudang obat Sekte. Ia mencuri beberapa akar Giok Malam dan daun Sunyi Bulan—herba kelas rendah yang hanya digunakan untuk menyembuhkan luka ringan. Kembali ke biliknya, Ji Yun dengan hati-hati meletakkan herba itu ke dalam Furnace Alkimia Bintang. Ia kemudian mengiris ujung jarinya dan membiarkan beberapa tetes Esensi Darah—bentuk Jing yang paling murni—menetes ke dalam bejana. Bejana itu berdengung, dan cahaya hijau samar menyelimuti ruangan. Setelah satu jam pemurnian yang intens, keluarlah pil kecil berwarna abu-abu. Pil Esensi Dasar—pil yang paling murahan. “Ini adalah satu-satunya pil yang bisa kau percaya,” kata Yuan. “Karena kau yang memurnikannya, bukan Langit.” Saat ia menelan pil itu, gelombang panas menyengat menghantam perutnya, kemudian mengalir ke Ginjalnya. Rasa sakitnya luar biasa, membuat keringat membanjiri tubuhnya. Ji Yun menggigit bantal jerami di bawahnya untuk menahan erangan yang bisa menarik perhatian. “Rasa sakit ini, Guru… ini membakar!” erangnya, air mata mengalir di pipinya. “Tentu saja! Kau sedang mengisi ulang sumsum dan tulang yang telah kau bakar selama bertahun-tahun! Itu adalah rasa sakit Restorasi, Ji Yun. Tahanlah!” perintah Yuan. “Setiap butir Jing yang kau pulihkan adalah langkah menjauh dari Mandat Langit. Begitu kau memiliki Jing yang cukup, kita bisa mencoba mengubahnya menjadi Primal Qi.” Setelah rasa sakit itu berlalu, Ji Yun merasakan perbedaan drastis. Ia merasa utuh; Jing-nya, yang selama ini seperti sungai yang mengering, terisi kembali sedikit demi sedikit. Jiwanya (Shen) terasa lebih kokoh, dan pikirannya terasa lebih tajam. “Pil ini… sungguh luar biasa,” bisiknya. “Luar biasa?” Yuan mendengus. “Ini hanya sampah di Alam Atas. Tapi kau benar. Satu pil ini setara dengan kultivasi delapan nafas Qi-mu selama satu bulan! Namun, herba Sekte ini terlalu lemah. Untuk mencapai Foundation Establishment dan memurnikan Jiwa Baru Lahir, kau butuh bahan dari tempat yang tidak tersentuh Mandat Langit.” Yuan diam sejenak. “Ji Yun. Kau sudah mengerti aturannya. Untuk hidup, kau harus meninggalkan tempat ini. Sekte ini akan membunuhmu lebih cepat daripada Kaisar Surgawi. Pergilah ke hutan terlarang di selatan. Di sana, Qi kacau dan liar, tetapi herba-herbanya murni.” Ji Yun menatap bejana perunggu. Ia tidak lagi melihatnya sebagai kutukan, melainkan sebagai jalan keluar. Ia harus melarikan diri, atau ia akan mati di bawah Mandat Langit yang kejam.“Kau adalah Raja Abadi Bumi yang pertama yang pernah mencapai tingkat kebebasan ini, Ji Yun! Kau telah memotong rantai Langit! Sekarang, mari kita tinggalkan Alam Langit yang korup ini sebelum bala bantuan Raja Abadi Sejati yang sejati tiba!”Seruan kemenangan Alkemis Tua Yuan menggema di benak Ji Yun. Di belakang Ji Yun, Istana Kaisar Surgawi yang hancur terlihat seperti reruntuhan megah yang perlahan runtuh. Ji Yun, yang kini berada di Level Tiga Abadi Sejati, melesat menembus Kekosongan dimensional, meninggalkan batasan Alam Langit."Aku merasakan kebebasan yang mutlak, Guru Yuan. Tiga Kuali ini—Jing, Shen, dan Qi—memberiku keseimbangan yang tak terbatas," balas Ji Yun, merasakan Qi Abadi Sejati murni yang mengalir dalam dirinya. "Aku telah membuktikan bahwa Tanda Sanghyang adalah Tanda Dao Agung Sejati."Mereka akhirnya tiba di Sunyata—Kekosongan tak terbatas di antara Alam. Di sini, Qi sangat langka, tetapi energi kosmik terasa murni dan tidak terikat."Kaisar Surgawi telah
"Aku akan mengambil Tiga Kuali-mu, dan aku akan mengikat Tanda Sanghyang-mu ke Tiang Hukuman Abadi selama sepuluh ribu tahun!"Kaisar Surgawi Level Tertinggi bangkit dari takhtanya. Ia tidak menggunakan serangan Qi; ia menggunakan kekuatan otoritas kosmiknya—Mandat Langit—yang bertujuan untuk menghancurkan Jiwa spiritual Ji Yun dan memaksanya pasrah pada takdir yang telah ditentukan.Ji Yun, Level Tiga Abadi Sejati, merasakan tekanan yang mencekik, seolah-olah seluruh Alam Langit mencoba meremukkan Jiwa Baru Lahir-nya."Aku tidak akan berlutut, Kaisar Surgawi. Mandat Langit-mu hanyalah ilusi dari penindasanmu! Aku telah memurnikan Shen-ku dari ilusi itu!" balas Ji Yun, memfokuskan Kuali Pencerahan yang memancarkan cahaya biru.Kuali Pencerahan segera membersihkan Shen Ji Yun dari tekanan kosmik Kaisar Surgawi. Meskipun tubuhnya sakit, jiwanya tetap utuh.“Shen yang murni adalah kelemahanmu, Kaisar! Kau tidak bisa mengendalikan Roh yang bebas!” seru Ji Yun.Kaisar Surgawi mencibi
“Kita tidak bisa hanya berjalan ke sana, Ji Yun! Istana Kaisar Surgawi dijaga oleh Raja Abadi Level Sembilan dan Raja Abadi Sejati Level Tertinggi! Kau harus punya rencana!”Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegasan yang mutlak saat Ji Yun melesat keluar dari Gudang Artefak Terlarang. Kecepatan Level Tiga Abadi Sejati-nya kini menyaingi Abadi sejati lainnya. Di belakang mereka, Jenderal Bintang Biru dan puluhan Prajurit Langit berusaha mengejar, tetapi mereka terlalu lambat."Aku punya rencana, Guru Yuan. Kita tidak akan melawan semua Raja Abadi. Kita hanya akan melawan Kaisar Surgawi," jawab Ji Yun. "Aku sudah memadatkan Jimat Pengeboman Dimensional dari rampasan Jenderal Bintang Biru. Itu adalah Jimat yang dapat menghancurkan lapisan pertahanan luar Istana Kaisar Surgawi."“Menghancurkan pertahanan luar? Itu adalah tindakan perang habis-habisan! Seluruh Alam Langit akan tahu kau datang!”"Itu tujuanku," Ji Yun menyeringai, matanya memancarkan cahaya ungu-emas dari Tiga Kuali.
"Ji Yun, cepat! Jangan lihat artefak lain! Fokus! Kuali Transformasi Qi adalah di tengah ruangan! Kita tidak punya waktu—Jenderal Bintang Biru akan segera menghancurkan Formasi Pemutus Langit dan menyerbu masuk!"Teriakan Alkemis Tua Yuan menggema dalam kesadaran Ji Yun, yang baru saja berhasil menipu Formasi pertahanan utama Istana Surgawi. Ji Yun melesat ke dalam Gudang Artefak Terlarang—sebuah ruangan raksasa, diselimuti oleh aura kuno, di mana ribuan artefak Langit yang memancarkan Qi tersimpan rapi di rak-rak giok.Ji Yun mengabaikan Pedang Abadi, Pil Keabadian, dan Jimat Langit yang mematikan. Matanya terfokus ke tengah ruangan, di mana di atas alas giok setinggi pinggang, sebuah fragmen Kuali bersinar dengan cahaya keemasan.Itu adalah Kuali Transformasi Qi—fragmen terakhir dari Sembilan Kuali Surga."Itu dia, Guru! Kuali yang dapat mengubah Primal Qi-ku menjadi Qi Abadi sejati!" seru Ji Yun."Ya! Jangan disentuh perlahan! Kau harus menyatukan ketiga fragmen itu secara pa
"Ini adalah jantung birokrasi, Ji Yun! Istana Surgawi adalah mesin yang menggerakkan Mandat Langit! Setiap batu di sini adalah formasi, setiap Scribe adalah mata-mata!" Seruan Alkemis Tua Yuan dipenuhi ketegangan saat Ji Yun meluncur di bawah Istana Kaisar Surgawi. Menggunakan jadwal pembersihan yang dicuri dari Scribe Ming, Ji Yun menyelinap ke pintu masuk tersembunbi—jalur pemeliharaan yang hanya dibuka untuk beberapa jam setiap siklus Abadi. Pintu itu, disamarkan sebagai air terjun Qi spiritual, adalah celah sempit menuju perut kekuasaan Langit. "Aku merasakannya, Guru Yuan. Qi di sini sangat padat, tetapi juga sangat terstruktur. Tidak ada Qi yang liar; semuanya terikat pada hukum," balas Ji Yun, berjalan di lorong batu giok yang dingin. "Kita harus cepat. Jenderal Bintang Biru sudah tahu ke mana kita menuju." "Pintu masuk sudah berhasil kau tembus. Sekarang kau berada di terowongan yang mengarah ke Inti Formasi. Ingat, Kuali Transformasi Qi tersembunyi di sana. Kuali itu a
"Itu adalah kegilaan tingkat kosmik, Ji Yun! Kau menyerang Jenderal Bintang Biru, perwira Level Empat Abadi Sejati! Kita tidak bisa lagi bersembunyi di Alam Langit; dia akan mengerahkan seluruh garnisun Istana Surgawi untuk memburumu!"Teriakan khawatir Alkemis Tua Yuan hampir melampaui suara gemuruh Qi di Alam Langit. Setelah menyerang Jenderal Bintang Biru dengan Gelombang Kejutan Primal Qi, Ji Yun segera melesat menembus lautan awan yang bergolak, menuju kompleks istana yang paling padat."Aku tahu, Guru Yuan. Tapi serangan kejutan itu memberiku waktu beberapa menit," balas Ji Yun, sambil memaksakan Jiwa Baru Lahir-nya untuk menyerap Qi Langit yang berat. "Di sini, Qi spiritual Langit sangat padat, tetapi auraku yang penuh Primal Qi terasa seperti obor di tengah kegelapan bagi mereka. Aku tidak bisa terus terbang!"Ji Yun mendarat di atap sebuah istana giok kecil, segera menggunakan Kuali Pencerahan untuk menekan aura Primal Qi-nya."Kau harus melakukan penyamaran segera! Qi L







