تسجيل الدخولBagian depan mobil tersebut mengalami ringsek parah. Elshi menyentuh kepalanya yang luka dan mengeluarkan banyak darah. Sementara Mario dan Henny tampak baik-baik saja. Mereka hanya sedikit syok."Queen, kita harus ke rumah sakit sekarang. Kamu terluka parah. Aku akan pesan taxi sekarang juga," kata Mario."Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit. Aku harus balik ke markas sekarang juga. Kamu pesan taxi untuk aku pergi ke kota, sementara kalian tolong panggil jasa perbaikan mobil terdekat untuk memperbaiki mobil kita," kata Elshi.Mereka tidak bisa melarang Elshi yang tampak keras kepala. Akhirnya, mereka terpaksa membiarkan Elshi pergi naik taxi menuju markas.Sementara itu, di markas, Zea dan Roy membersihkan tubuh Damian. Mereka memanggil tukang cukur profesional untuk merapikan rambut Damian. Roy juga membantu Damian membersihkan kumis dan jenggotnya yang memanjang. Tidak lupa Zea memanggil ahli psikolog untuk mencek kondisi jiwa Damian.
Keesokan harinya, Roy dan Zea diam-diam masuk ke ruangan tawanan Damian. Betapa terkejut dan prihatinnya Zea dan Roy begitu melihat keadaan Damian yang sangat menyedihkan. Rambut Damian kini tumbuh memanjang, bahkan hampir sepanjang rambut Zea. Wajahnya tampak dipenuhi kumis dan jenggot. Walau begitu, tidak bisa menyembunyikan ketampanan pria ini. Badannya tampak masih kekar walau agak kurusan. Tubuh kekar Damian selama ini diperoleh karena kerja kasar, beda dengan orang-orang yang memperoleh tubuh indah lewat olahraga khusus atau nge-gym. Jadi, walau sudah tidak bekerja, tubuh kekar Damian tidak mudah hilang. Roy dan Zea yang tampak syok dengan cepat memeluk tubuh Damian. Mereka ikut terpukul melihat keadaan Damian. Damian tampak melirik, kemudian tiba-tiba memegang kepalanya. Di samping Damian, Roy dan Zea melihat banyak bekas obat suntik. Roy yang seorang lelaki sampai terisak melihat betapa tersiksanya Damian selama di
Elshi mendorong tubuh Damian dengan kasar ke ranjang mewah di kamar tersebut."Jangan berani menekan ku, aku yang menguasai permainan. Aku tidak suka di bawah," bisik Elshi ke telinga Damian."Elshiku masih seganas dulu," kata Damian sambil tersenyum."Kalau begitu, aku akan berbaring dan menikmati. Kamu boleh kuasai permainan ini," lanjut Damian."Siapa yang mengajakmu bermain? Di sini kamu itu mainanku. Kamu hanya budak seks, jadi jangan mengira aku melakukannya karena benar-benar tertarik padamu," sahut Elshi sambil mengusap wajah Damian dengan cambuk di tangannya.Wajah Damian yang tadi tersenyum genit kini berubah drastis menjadi muram. Dia masih tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Elshi. Setelahnya, Elshi mulai menikmati tubuh Damian dengan caranya sendiri. Dia menggigit bibir Damian hingga pecah dan berdarah. Beberapa kali dia juga melayangkan cambukan ke tubuh Damian, namun lelaki perkasa tersebut tidak terlihat kesakita
Damian perlahan mendekat. Walau tangannya terikat dengan borgol, setidaknya dia masih bisa memeluk wanitanya yang tampak kehilangan arah ini.Saat tangan Damian ingin menyentuh wajah Gadis Rubah, dia segera menepi dan berkata, "Jangan mendekat!" dengan lantang.Damian tertegun sejenak. Tangannya yang tadi ingin menyentuh Elshi kini mengambang di udara. Dia nyaris tak mengenali lagi Elshi, kekasihnya yang dulu begitu lemah lembut dan manja kepadanya."Singkirkan tangan kotormu atau kupatahkan sekarang juga." Elshi menatap tajam, tatapan yang dia sengaja lakukan walau dia sebenarnya begitu sakit dan tak mampu. Hanya dengan cara itu dia bisa membunuh cinta di hatinya kepada Damian. Dia tidak ingin terlihat kalah dan lemah."Lakukan apa yang ingin kamu lakukan padaku, bahkan mati pun aku sanggupi." Damian tersenyum getir."Elshi, aku hanya bernapas. Sudah kukatakan aku sudah mati dari sore kemarin. Elshi, kenapa kisah cinta kita jadi begini?
"Bos, Queen Mafia kabur dengan pasukannya?" lapor Doni.Hugo tersenyum sinis."Tidak masalah, kita bisa mengatur rencana penyerangan balik. Lagian orang kita banyak yang terluka, akan sangat memalukan kalau sampai kita kalah di markas sendiri. Yang terpenting sekarang mental dia berhasil aku obrak-abrik. Ada manfaatnya juga aku angkat Damian jadi anak angkat, dia sekarang jadi benteng terkuat ku untuk merobohkan mental Elshi, dia tidak akan bisa bertindak benar jika pikirannya kacau, dan yang terpenting, anak kandungku aman. Dia akan mengira Damian adalah anakku yang harus dia bunuh, tapi inilah bagian menariknya, dia tidak akan mampu melakukannya karena siksaan perasaan cintanya pada Damian yang masih menggebu dan membara," jelas Hugo.Semua pasukan Queen Mafia yang terluka kini dalam pengobatan di dokter pribadi mereka. Elshi terus mendampingi untuk memastikan pasukannya aman dan segera pulih.Sementara Mario membawa Damian ke kamar tahanan yang
Seketika fokus anak buah Hugo yang tadi siap siaga mengarahkan senjata ke arah Elshi menjadi buyar dan berbalik menjaga pertahanan utama untuk diri mereka. Pasukan Queen Mafia memutarbalikkan keadaan. Hugo yang terkejut dengan penyerangan dadakan ini benar-benar dalam posisi terkepung.Tidak ada pengawal setianya, tidak ada orang-orang kepercayaan dan juru tembak terbaiknya, hanya pengawal rendahan yang tidak terlalu paham teknik menghadapi serangan dadakan seperti ini.Hugo mengangkat kedua tangannya, tanda dia merasa harus menyerah. Dari jumlah pasukan, tentu pasukan Hugo kali ini kalah telak.Elshi maju beberapa langkah. Dia mengarahkan pistol tepat di kepala Hugo. Senjata itu bahkan mengenai kulit Hugo langsung. Hanya dengan sekali tembakan, tentu peluru itu sudah bersarang tepat di otak Hugo."Untuk kematian ayahku, bibi asuhku, kepala pelayan yang menggendongku, juga untuk sandiwara murahan yang kamu buat dengan anak kesayanganmu itu, rasaka
Elshi sedang menyisir rambut indahnya di depan cermin rias di dekat ranjang tidurnya. Zea melangkah masuk dan segera berdiri di belakang kakaknya yang sedang duduk di kursi. Dari pantulan cermin, tampak wajah tegang Zea yang terlihat jelas oleh Elshi."Zea, kenapa? Apa ada masalah?
"Kak Elshi, aku hanya beda beberapa tahun darimu, jangan bilang aku anak kecil lagi. Oya, ayo kita sarapan sama-sama, aku sudah bikin sarapan untuk kita semua." Ajak Zea.Damian yang sudah mengenakan pakaian segera ikut duduk di kursi makan."Roy, Damian, maklumi saja jika
Malam ini hujan turun dengan deras. Jam menunjukkan pukul 00.45 tengah malam. Elshi masih kesusahan tidur, seperti biasa. Dia berdiri di balkon sambil menyeruput kopi hangat.Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depan pagar rumahnya. Orang itu basah kuyup, sepertinya sosok tidak asi
Zea menarik pelatuknya dan segera bersiap membunuh lelaki yang berada di depannya saat ini."Zea, sayangku, kamu boleh membunuhku, tapi sebelumnya izinkan aku menjelaskan semuanya padamu. Setelah itu aku berjanji, aku akan mati dalam pelukanmu," pinta Roy lirih.Roy maju beberap







