Mag-log inSebagai orang yang mengambil alih kendali perusahaan, Zea kini sangat sibuk dengan urusan kantor. Keadaan ini mau tidak mau membuatnya harus dekat dengan Jerry, orang kepercayaan Elshi di kantor selama ini.Rasa cinta yang dulu tak pernah tersampaikan kini mulai bersemi, seperti sedang dipupuk oleh seringnya pertemuan mereka di kantor. Niat Jerry yang dulu ingin merelakan Zea dengan kekasihnya tiba-tiba berubah jadi harap. Tidak ada yang mustahil di dunia.Malam ini, Zea menemui Roy, kekasihnya, untuk melanjutkan siasat balas dendam kepada Hugo atas kematian Elshi dan ayahnya. Namun, seperti mendapat kejutan tak terduga dari Roy, Roy meminum racun yang dulu Elshi berikan padanya di depan Zea. Zea yang tak sempat menepis begitu terkejut. Apa yang Roy lakukan? Kenapa tiba-tiba meminum kembali racun tersebut?Dalam tanyanya, kekasihnya, Roy, meraih tangannya dan menatap matanya lekat dan nanar, seperti ada hal buruk yang sedang terjadi."Zea, aku ing
Roy yang begitu terkejut melihat kekasihnya ambruk di lantai segera berlari dan menggendong tubuh Zea menuju kamar tidur. Dokter pribadi dipanggil. Sesaat kemudian, Zea tersadar. Dia mendapati Roy dan Damian di sekelilingnya. Zea berteriak dan meminta Damian pergi dari hadapannya. Damian yang tidak paham dengan maksud Zea segera mendekati mantan calon adik iparnya itu. Dia berusaha menenangkan dan menanyakan apa yang terjadi."Damian, pergi dari hadapanku! Aku benci. Aku tidak mau melihatmu lagi. Kakakku, Elshi, bunuh diri di jembatan layang. Itu pasti karena dirimu, itu pasti karena kata-kata yang barusan kamu lontarkan beberapa jam sebelum kematiannya," kata Zea dalam isak tangisnya.Damian mematung. Dia tampak begitu syok. Damian mengacak-acak dengan kasar rambutnya sendiri. Dia tampak begitu frustrasi.Sementara itu, Roy segera memberitahukan hal ini di markas dan bersiap menuju kantor polisi untuk memastikan bahwa itu memang Elshi, calon kakak iparny
Stoppppp, Elshi! Stopppp, jangan mendekat, aku bilang!" teriak Intan dalam tangisnya yang sesak."Karena kamu sudah melibatkan aku, maka aku akan ikut lompat jika kamu lompat. Jika tidak begini, aku akan menyesal seumur hidup tidak bisa menyelamatkanmu dari situasi ini. Kalau aku mati, aku tidak akan hidup dalam penyesalan seumur hidup," kata Elshi seraya mendekat ke arah Intan.Intan mulai tenang. Dia tidak lagi melawan dan nekat saat Elshi mendekat."Elshi, hanya kamu satu-satunya orang yang peduli denganku sejak dulu. Elshi, aku sudah merusak kepercayaanmu, aku tidak becus menjaga amanahmu. Kini toko bunga darimu yang dulu sempat berkembang dan maju terpaksa ku jual. Aku salah pergaulan, Elshi. Aku salah pilih teman. Mereka membawaku ke obat-obat terlarang yang membuat syaraf ku rusak dan juga kecanduan. Aku juga ikut judi online dan ketagihan. Kini hutangku di mana-mana, aku benar-benar menyesal, aku tidak berguna." Tangis Intan pecah sejadi-jadinya.
Bagian depan mobil tersebut mengalami ringsek parah. Elshi menyentuh kepalanya yang luka dan mengeluarkan banyak darah. Sementara Mario dan Henny tampak baik-baik saja. Mereka hanya sedikit syok."Queen, kita harus ke rumah sakit sekarang. Kamu terluka parah. Aku akan pesan taxi sekarang juga," kata Mario."Tidak, aku tidak mau ke rumah sakit. Aku harus balik ke markas sekarang juga. Kamu pesan taxi untuk aku pergi ke kota, sementara kalian tolong panggil jasa perbaikan mobil terdekat untuk memperbaiki mobil kita," kata Elshi.Mereka tidak bisa melarang Elshi yang tampak keras kepala. Akhirnya, mereka terpaksa membiarkan Elshi pergi naik taxi menuju markas.Sementara itu, di markas, Zea dan Roy membersihkan tubuh Damian. Mereka memanggil tukang cukur profesional untuk merapikan rambut Damian. Roy juga membantu Damian membersihkan kumis dan jenggotnya yang memanjang. Tidak lupa Zea memanggil ahli psikolog untuk mencek kondisi jiwa Damian.
Keesokan harinya, Roy dan Zea diam-diam masuk ke ruangan tawanan Damian. Betapa terkejut dan prihatinnya Zea dan Roy begitu melihat keadaan Damian yang sangat menyedihkan. Rambut Damian kini tumbuh memanjang, bahkan hampir sepanjang rambut Zea. Wajahnya tampak dipenuhi kumis dan jenggot. Walau begitu, tidak bisa menyembunyikan ketampanan pria ini. Badannya tampak masih kekar walau agak kurusan. Tubuh kekar Damian selama ini diperoleh karena kerja kasar, beda dengan orang-orang yang memperoleh tubuh indah lewat olahraga khusus atau nge-gym. Jadi, walau sudah tidak bekerja, tubuh kekar Damian tidak mudah hilang. Roy dan Zea yang tampak syok dengan cepat memeluk tubuh Damian. Mereka ikut terpukul melihat keadaan Damian. Damian tampak melirik, kemudian tiba-tiba memegang kepalanya. Di samping Damian, Roy dan Zea melihat banyak bekas obat suntik. Roy yang seorang lelaki sampai terisak melihat betapa tersiksanya Damian selama di
Elshi mendorong tubuh Damian dengan kasar ke ranjang mewah di kamar tersebut."Jangan berani menekan ku, aku yang menguasai permainan. Aku tidak suka di bawah," bisik Elshi ke telinga Damian."Elshiku masih seganas dulu," kata Damian sambil tersenyum."Kalau begitu, aku akan berbaring dan menikmati. Kamu boleh kuasai permainan ini," lanjut Damian."Siapa yang mengajakmu bermain? Di sini kamu itu mainanku. Kamu hanya budak seks, jadi jangan mengira aku melakukannya karena benar-benar tertarik padamu," sahut Elshi sambil mengusap wajah Damian dengan cambuk di tangannya.Wajah Damian yang tadi tersenyum genit kini berubah drastis menjadi muram. Dia masih tidak percaya kata-kata itu keluar dari mulut Elshi. Setelahnya, Elshi mulai menikmati tubuh Damian dengan caranya sendiri. Dia menggigit bibir Damian hingga pecah dan berdarah. Beberapa kali dia juga melayangkan cambukan ke tubuh Damian, namun lelaki perkasa tersebut tidak terlihat kesakita
Elshi sedang menyisir rambut indahnya di depan cermin rias di dekat ranjang tidurnya. Zea melangkah masuk dan segera berdiri di belakang kakaknya yang sedang duduk di kursi. Dari pantulan cermin, tampak wajah tegang Zea yang terlihat jelas oleh Elshi."Zea, kenapa? Apa ada masalah?
"Kak Elshi, aku hanya beda beberapa tahun darimu, jangan bilang aku anak kecil lagi. Oya, ayo kita sarapan sama-sama, aku sudah bikin sarapan untuk kita semua." Ajak Zea.Damian yang sudah mengenakan pakaian segera ikut duduk di kursi makan."Roy, Damian, maklumi saja jika
Malam ini hujan turun dengan deras. Jam menunjukkan pukul 00.45 tengah malam. Elshi masih kesusahan tidur, seperti biasa. Dia berdiri di balkon sambil menyeruput kopi hangat.Tiba-tiba sebuah sepeda motor berhenti di depan pagar rumahnya. Orang itu basah kuyup, sepertinya sosok tidak asi
Zea menarik pelatuknya dan segera bersiap membunuh lelaki yang berada di depannya saat ini."Zea, sayangku, kamu boleh membunuhku, tapi sebelumnya izinkan aku menjelaskan semuanya padamu. Setelah itu aku berjanji, aku akan mati dalam pelukanmu," pinta Roy lirih.Roy maju beberap







