Share

BAB 22

Tepatnya di tengah malam. Saat hampir semua orang tidur, dan hanya beberapa yang menjaga. Eliza saat ini duduk termenung di dapur.

Tersirat rasa rindu pada sorot mata wanita itu. Ia merindukan keluarganya. Bercanda tawa dan makan bersama.

Ia memilih pergi ke tempat itu, karena tidak ingin melihat Erlan yang tertidur di sebelahnya. Ia tidak ingin kebenciannya membuatnya membunuh pria itu.

Ia ingin Erlan mati, tapi tidak semudah itu.

Ada banyak rencana yang disiapkan untuk menghukum Erlan. Dan itu semua butuh waktu yang lama.

Eliza menghela nafas. Mengaduk kopi hangat yang baru ia seduh. Perlahan ia meneguk minuman hangat itu. Sempat terlintas dalam benaknya. Bagaimana marahnya Erlan jika tau ia minum kopi.

Suara langkah yang mendekat, tidak membuat Eliza menoleh, bahkan melirik. Ia tidaklah peduli siapa yang ada di sana.

"Ikut denganku," suara berat itu sudah cukup membuat Eliza siapa yang berdiri tegak di sebelahnya.

Eliza tidak menjawab, ia melanjutkan menikmati kopinya, membuat
Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status