Compartir

Bab 11. Sosok Itu

Autor: Fafacho
last update Última actualización: 2026-01-19 20:00:37

Nayla sibuk di dapur menyiapkan makan malam untuknya dan juga suaminya, ia tak perduli kalau Adyan pulang nanti tak menyentuh makanannya yang penting ia sudah menyiapkan untuk pria itu.

Dia menatanya rapi di meja makan, ia melihat puas hasil masakannya sendiri saat ini. Keringat lelah terlihat jelas menetes di wajahnya, meskipun lelah tapi matanya berbinar melihat hasil masakan rumahan yang ia buat.

“Akhirnya selesai juga,” ucapnya lega, “terserah

Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado

Último capítulo

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 29.

    Nayla pulang kerumah membawa makanan, dia sengaja sekalian membelikan makan malam untuk suaminya. Wajah lelah serta mata yang masih sediit sembab terlihat jelas di wajah Nayla. Ia melangkah membuka pintu rumahnya, tapi sebelum ia memutar knop pintu, pintu di depannya itu sudah terbuka lebih dulu. Siapa lagi yang membukanya kalau bukan Adyan, dua orang itu sama-sama terlihat terkejut saling tatap.“mas Adyan mau kemana?” tanya Nayla melihat suaminya yang terlihat sudah mandi dan berpakaian rapi dengan tangannya yang memegang kunci mobil.“Darimana saja kamu?” bukannya menjawab, Adyan malah balik bertanya dengan dingin. Menatap menuntut jawaban dari sang istri.“Aku habis ketemu temanku mas, maaf kalau aku kesorean pulangnya” Nayla merasa bersalah karena pulang sore, apalagi melihat tatapan Adyan yang seperti menahan kemarahan.“masuk” Adyan tak membalas,

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 28.

    Hari ini Adyan dan Nayla sudah berada di Semarang, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing karena tugas mereka sudah menunggu. Apalagi Adyan banyak pekerjaan yang harus ia urus menghadiri acara-acara yang seharusnya di hadiri Danyon tapi terpaksa ia yang harus hadir karena Danyon masih di luar negeri. Bukan itu saja yang ia lakukan, ia juga harus melihat latihan di tempat yang berbeda, saat ini Adyan baru selesa memantau latihan dan dia baru kembali ke kantornya.Ia duduk di kursi kerjanya, menyandarkan diri sambil sesekali menghela nafas. Ia terlihat cukup lelah kemarin baru pulang dari sumsel kini ia harus di sibukkan dengan pekerjaan yang sangat padat.Saat Adyan tengah merilekskan tubuhnya, bunyi getar singkat di benda pipih yang teronggok di meja depan mengalihkannya. Pandangan Adyan langsung terarah kebenda pipih itu, dimana layarnya yang menyala. Tangan Adyan bergerak mengambil ponselnya, melihat nama Nayla yang mengirimkan pesan.&nbs

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 27.

    Adyan yang sudah membayar saat berbalik dia melihat Lettu Faris tengah bicara dengan Nayla, melihat itu membuat Adyan penasaran sekaligus sedikit kaget. Dalam kepalanya bertanya-tanya kenapa Lettu Faris bicara dengan istrinya, apa yang tengah mereka bicarakan. Begitulah kira-kira yang dipikirkan Adyan, langkahnya ia percepat mendekat ke arah mereka berdua yang terlihat serius.“hemm,” Adyan berdehem saat sudah berada di dekat mereka berdua. Sontak keduanya bersamaan berbalik melihat kearah Adyan yang menatap datar mereka.“Mayor Adyan” “mas” ucap mereka berdua bersamaan, Nayla terlihat was-was, takut kalau suaminya akan salah paham. Apalagi meihat tatapan tak suka Adyan membuatnya seperti tengah di introgasi.“Lettu Faris, sedang apa kau disini?” Adyan menatap serius Faris, sesekali ia juga menatap sang istri yang terlihat akan menjelaskan tapi saat melihat tatapan dinginny

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 26.

    Nayla terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya perlahan lalu sedikit menoleh kesamping dimana Adyan tengah tidur lelap di sebelahnya. Ingatannya berputar pada sore tadi dimana mereka berhubungan intim tapi Adyan terlihat berbeda pria itu sedikit lembut dari biasanya bahkan terkesan tak memaksa.“Aku nggak mimpikan, tadi mas Adyan bisa selembut itu denganku” batin Nayla masih tak percaya, ia sedikit memiringkan tubuhnya menghadap Adyan. Wajah Nayla bersemu merah, pipinya merona mengingat suara Adyan yang meminta ijin padanya.Refleks kedua tangan Nayla memegang wajahnya, berusaha mentralkan diri agar tak kepanasan dengan hal manis tadi. “ternyata mas Adyan bisa selembut itu melakukannya” gumam Nayla, bibirnya merekah dengan tatapan berbinar menatap Adyan yang lelap. Perlahan tangan Nayla refleks ingin mengelus wajah tampan suaminya, tapi itu hanya mengambang di udara saja. Ia ragu untuk melakukannya, bagaimana kalau Adyan nanti b

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 25.

    Nayla terlihat tak tenang matanya menyisir sekitar sesekali tangannya juga bergerak gelisah. Dia merasa tak tenang menunggu kedatangan pakdenya. Kira-kira ia harus bersikap seperti apa saat bertatap muka nanti, dua bulan lebih ia memblokir nomor pakdenya dan kini malah akan bertemu. Pertemuan yang tak di rencanakan sebelumya.“Nanti pakde bakal ngungkit nggak ya?’ batin Nayla penasara, penuh tanya dalam dirinya sendiri.Adyan yang duduk di sebelah Nayla jelas juga merasakan ada yang aneh dengan sang istri, terlihat ia sesekali melihat Nayla seperti melamun nampak gugup.“Kenapa?” tanya Adyan singkit, mendengar pertanyaan dari suaminya Nayla menoleh menatap suaminya.“Nggak, nggak pa-pa mas” jawab Nayla berusaha terlihat biasa, agar Adyan tak semakin curiga dengan ekspresinya kini.Adyan lalu diam, tapi tatapannya sesekali masih melihat kearah Nayla, beberapa menit akhirnya yang mereka

  • Teman Tempur Di Ranjang Mayor   Bab 24.

    Nayla terus memperhatikan Adyan, ia merasa risau takut kalau suaminya marah dengan ceritanya tadi soal Yusuf.“kenapa melihatku seperti itu, kau nggak mau makan?” tanya Adyan saat mendapati Nayla yang memperhatikannya.Nayla langsung glagapan karena ketahuan memperhatikan Adyan, “I..iya ini aku makan mas” jawab Nayla kikuk. Dia lalu fokus dengan makannya meskipun masih sedikit gugup. Sedangkan Adyan juga kembali makan lagi, pria itu sepertinya tak terlalu menganggap serius.Tapi bagi Nayla, terus kepikiran sesekali ia masih memperhatikan Adyan yang makan. Pria itu seperti tak menganggap serius ini semua. “kenapa ya mas Adyan tanya-tanya soal masa lalu ku, sebegitu ingin tahu kah dirinya denganku” batin Nayla dengan pandangannya yang sesekali melihat Adyan yang sibuk makan.Tangan Nayla yang tadi menyendok makanan berhent sejenak, pandangannya kembali menata kearah suaminya. &ldq

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status