Teman Tempur Di Ranjang Mayor

Teman Tempur Di Ranjang Mayor

last updateLast Updated : 2026-01-02
By:  FafachoUpdated just now
Language: Bahasa_indonesia
goodnovel18goodnovel
Not enough ratings
6Chapters
8views
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

"Sentuhanmu memang selalu membuatku terbang ke awan, tapi sentuhanmu juga terkadang menyakitkan Mas"~~Nayla Anita Sari~~ " Jangan pernah mencoba pergi dari ku Nayla, karena tidak akan pernah ku biarkan kau pergi dari hidupku " ~Adyan Prasetya Dirgantara~

View More

Chapter 1

Bab 1.

“Tapi kenapa harus aku bun, aku masih ingin kerja” nada keras keluar dari mulut Nayla Anita Sari. Dia menatap marah bundanya yang baru saja bicara tak masuk akal.

“Nayla, jangan bicara begitu dengan bundamu” seorang pria paruh baya balik memarahi Nayla.

“Bagaimana aku nggak marah yah, ucapan bunda barusan nggak masuk akal. Kenapa? Kenapa harus aku yang menikah dengan kenalan Pakde Toni. Kenapa bukan anaknya aja yang dinikahin, aku bukan anaknya kenapa harus aku” protes Nayla lalu menatap ayahnya, Tama Haidar.

“Nayla, kamu tahu sendiri pakde kamu nggak punya anak Perempuan. Dan kamu juga sudah di anggap anaknya kan, jadi tolong bantu pakde kamu. Orang yang di jodohkan dengan kamu juga bukan orang sembarang” Anita mendekati putrinya, dia memegang lembuh bahu putrinya itu tapi Nayla langsung bergeser menjauh.

“Tapi aku belum pengen nikah bun, aku..aku masih pengen kerja” Nayla menatap bundanya yang terlihat memohon padanya.

“Kamu menikah nanti juga masih bisa kerja Nay, sudahlah turuti pakde kamu. Kita banyak hutang budi dengan pakdemu” Timpal Tama, dia terkesan memaksa tak memikirkan perasaan putrinya sendiri.

Mata Nayla berkaca-kaca, ia tak bisa menerima ini. Tapi orang tuanya terus menuntut dan terus mengingatkan hutang budi mereka pada pakdenya, yang merupakan kakak dari ibunya.

“terserah kalian kalau begitu, hidupku kan memang selama ini kalian atur” Nayla hanya bisa pasrah, ia merasa kecewa dengan kedua orang tuanya. Karena selama ini mereka terlalu banyak mengatur dirinya dan tak pernah membiarkan nya mengambil Keputusan sendiri.

“Sudah jangan sedih Nay, bunda jamin kamu bakal Bahagia sama suami kamu nanti. Hidup kamu nggak bakal kekurangan Nay, calon suami kamu Mayor TNI. Dia komandan Batlyon Nay, jadi bayangkan hidupmu pasti bahagis” Anita memegang Pundak putrinya.

“persetan dengan itu semua bun,” Nayla menepis tangan bundanya lalu dia langsung pergi dari situ.

Tama mendekat pada istrinya, dia melihat sekilas anaknya yang berjalan keluar rumah.

“kamu yakin calon suami Nayla orang baik, aku nggak mau putriku menikah dengan orang yang tidak memperlakukannya dengan baik” ucap Tama, meskipun ia setuju dengan keinginan istrinya dan juga kakak iparnya untuk menjodohkan Nayla putri bungsunya tapi ia juga merasa takut, kalau putrinya tidak akan baik-baik saja. Ia takut putrinya mendapatkan pria yang tidak baik.

“Aku jamin mas, dia orang baik. Toh kakak ku sendiri yang ngajuin perjodohan, kamu tahu sendiri kakakku milihin orang nggak pernah salah. Contohnya milihin kamu, keluarga kita langgeng sampai sekarang kan, sampai punya anak dua” ucap Anita menatap kearah suaminya.

“Iya sih, tapi aku takut kalau..”

“Udah mas, nggak usah takut. Katanya kamu mau lihat mobilnya Bayu, ya sudah sana soal Nayla biar aku yang urus” ucap Anita meyakinkan suaminya.

“ya sudah, aku pergi dulu. Nanti kalau ada apa-apa dengan Nayla kabari aku” ucap Tama, mereka berdua berjalan kedepan. Anita mengantar suaminya hingga depan rumah,

Setelah suaminya pergi Anita masuk kembali kedalam rumah tapi ia di kagetkan dengan Nayla yang berjalan membawa kopernya.

“Nay, Nayla mau kemana kamu nak?” buru-buru Anita menghampiri Nayla.

“Aku mau pergi aja dari sini bun, aku nggak mau lagi tinggal sama kalian.” Ucapnya dan akan melewati bundanya. Tapi Anita langsung menahan tangan Nayla,

“Nay, kamu nggak bisa pergi begitu aja dari rumah sayang.”

“Bagaimana aku nggak pergi bun, aku tinggal dirumah tapi hidupku selalu kalian atur. Aku nggak mau menuruti ucapan kalian lagi. Kenapa kalian nggak adil sama aku bun, mas Bayu kalian bebasin tapi kenapa aku nggak bun. .” tangis Nayla pecah, tatapan penuh permohonan ia berikan pada bundanya.

“Ya karena kamu Perempuan Nay, kalau kamu kenapa-kenapa yang tanggung jawab pasti orang tua kamu. Tolong jangan begini, kamu mau bunda kamu mati..kalau kamu mau silahkan pergi aja Nay.” Kata Anita, nada mengancam keluar dari mulutnya.

Nayla melebarkan matanya, dia terkejut mendengar ucapan bundanya barusan. Bisa-bisanya bundanya bilang begitu.

“Maksud bunda apa? Bunda pengen ngancem aku? Bunda pengen bunuh diri?”

Anita diam saja, memalingkan wajahnya.

“Karena buat apa bunda hidup, anak bunda saja nggak nurut sama bunda. Kamu pengen lihat bunda kamu yang bakal dikatain bude kamu. Kamu tahu sendiri bude kamu nggak suka sama bunda, apalagi nanti kalau dia dengar kamu nolak. Pasti dia bakal ngatain bunda yang nggak tahu terima kasih”

“kenapa bunda harus takut, kenapa juga takut dengan omongannya. Bunda nggak tahu terimakasih darimana coba” bingung Nayla, dia menatap heran bundanya.

“Pakde..pakde kamu ada hutang budi sama keluarga pria yang di jodohkan denganmu Nay, dan..dan pakde kamu..”

“udah nggak usah di jelasin, aku tahu. Intinya karena hutang budikan oke, kalau itu maksunya. Aku balas hutang budi itu semua meskipun mengorbankan kebahagianku” Nayla menitikan air matanya tanpa suara. Wajahnya tetap dingin dengan sorot mata yang kosong.

“bunda mohon, kamu jangan nangis. Bunda jamin kamu bakal Bahagia Nay, suami kamu orang baik.” Ucap Anita memegang lembut wajah putrinya, menghapus air mata sang putri.

Nayla sendiri hanya diam dengan air mata yang masih menetes,

“beginikah hidup di penjara itu, selalu di larang melakukan apapun atas kehedak sendiri” batinnya menangis menerima ini semua.

……………..

“Adyan, ini keponakanku Nayla Anita Sari. Dia keponakan yang sudah ku anggap sebagai anakku sendiri, jadi aku harap kamu memperlakukan dia dengan baik nantinya” ucap Toni memperkenalkan Nayla yang duduk di sebelahnya.

Pria yang Bernama Adyan Prastya Dirgantara, seorang Mayor muda yang baru berusia tiga puluh tiga tahun dan menjabat sebagai Danyon muda di salah satu Batalyon.

Adyan mengangguk pelan sambil terus memperhatikan Perempuan di depannya yang hanya menunduk tak menatap padanya.

“bagaimana cantikkan ponakan saya,” Toni terlihat bangga memperkenalkan keponakannya pada mantan anak buahnya itu. Toni seorang purnawirawan TNI AD yang sudah hampir lima tahun ini pengsiun.

“Iya ndan” jawab Adyan lirih sambil tersenyum tipis.

“Jadi bagaimana, mau menikah dengan ponakan saya kan? Tapi ya itu kamu harus baik dengannya, jangan menyakiti ponakan saya. Saya sudah menganggap Nayla putri saya sendiri” ucap Toni memperingatkan Adyan.

“Siap ndan, isyaallah saya akan menjaganya dan tidak menyakitinya” Adyan sesekali melihat Perempuan di depannya yang kini melihat kearahnya. Mereka saling lihat dengan wajah datar mereka, entah saling memikirkan apa dalam kepala keduanya.

“Mohon ijin ndan,..” ucap Adyan ragu,

“Iya kenapa?” tanya Toni menatap penasaran wajah Adyan yang berubah gelisah.

“Emm, soal pernikahan. Bagaimana kalau di lakukan besok?” ucap Adyan serius,

“Apa?” ucap Nayla dan Toni bersamaan,

***

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

No Comments
6 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status