LOGIN"Sentuhanmu memang selalu membuatku terbang ke awan, tapi sentuhanmu juga terkadang menyakitkan Mas"~~Nayla Anita Sari~~ " Jangan pernah mencoba pergi dari ku Nayla, karena tidak akan pernah ku biarkan kau pergi dari hidupku " ~Adyan Prasetya Dirgantara~
View MoreEsok harinya Nayla sudah sadar tapi bedanya kini ia berada di ruang yang beda dari sebelumnya. Melihat sekeliling, merasa ada yang aneh dengan tangannya seperti ada yang terikat. Sedikit mendongak tubuh melihat kebawah dimana tangannya sudah terikat. "apa? kenapa aku diikat begini. kenapa?" herannya bertanya-tanya. "tolong siapapun lepaskan aku, lepaskan" teriaknya memanggil seseorang. Satu menit, dua menit, tiga menit ia memanggil tak ada jawaban hingga pintu ruangannya kini sudah terbuka. Seorang perawat membawakan sarapan untuknya. "bu Nayla sudah bangun. mari sarapn dulu bu" ucap perawat itu dengan lembut. menaruh pelan piring sarapan Nayla di nakar. Lalu berjalan membuka ikatan yang ada di tangan Nayla.Nayla memperhatikannya dengan seksama, ada rasa heran dalam dirinya. Heran kenapa ia bisa berada di ruangan seperti isolasi dengan tangannya yang terikat."Sebenarnya ada apa denganku, kenapa aku di ikat seperti binatang
Nayla jatuh pingsan dalam dekapan sang suami, tentu Adyan panik melihat istrinya tak sadarkan diri. Untung saja ia sigap menangkap sang istri, dengan cepat Adyan langsung mengangkat Nayla dan membaringkannya ke tempat tidur.Bertepatan dengan itu pintu ruangan terbuka, orang tua Nayla datang terburu-buru masuk. "Adyan, ada apa dengan Nayla?" tanya Ayah Nayla panik melihat putrinya yang terkulai lemas saat direbahan oleh menantunya itu.Adyan melihat sekilas kearah mertuanya, sambil membenarkan posisi sang istri "Nayla pingsan ya, dia..dia syok dengar kabar" jelas Adyan, menyelimuti Nayla mengusap lembut kepala istrinya. Lalu mengecup kening Nayla dengan sayang. Melihat sedih wajah pucat sang istri, seminggu tak sadarkan diri dan saat bangun harus menerima kabar pait soal anak mereka."kamu ngasih tau dia soal anak kalian?" Ibu Nayla membuka suara, saat tepat berdiri di sebelah ranjang Nayla. Tatapan tak senang melihat ke
Nayla sudah di tangani oleh dokter, Adyan berjalan mondar-mandir tak tenang di depan ruang operasi. Yusp, Nayla terpaksa harus melahirkan saat ini, perempuan itu mengalami pendarahan yang cukup hebat dan mau tak mau harus melahirkan sebelum waktunya.Adyan benar-benar tak bisa tenang, sesekali ia duduk sesekali juga ia berdiri tangannya mengepal gemetar mengingat wajah pucat Nayla tadi. Begitu takut menerpa pikiran, takut kalau terjadi apa-apa dengan Nayla."yaallah selamatkan istri dan anak-anakku, jaga mereka tuhan" gumamnya penuh harap, ia benar-benar tak bisa tenang."Yaampun kenapa ini harus terjadi. kenapa saat ini!!" Adyan benar-benar panik, bingung menjadi satu dalam tumpukan rasa yang harus ia rasakan.Adyan berjalan dengan lemah duduk di kursi besi yang ada di situ, pandangannya tak tenang sesekali melihat kearah lampu yang ada di depan ruang operasi."nay, kamu harus bertahan sayang.""Kalau
Setelah ikut suaminya kerja Nayla memilih pulang, ia bosan sendiri di ruangan Adyan. Lebih baik ia tidur atau apa dirumah yang jelas tak merasa sumpek diruangan yang kecil. Tadi ia sempat bilang pada Adyan kalau ia pulang, suaminya tak mengijinkan. Meskipun tak di ijinkan Nayla tetap pulang, ia tak sabar harus menunggu kakinya terasa keram jika harus duduk terus.Hanya beberapa menit ia berjalan sudah sampai di depan rumah, belum ia berbelok ke halaman rumah dinas langkahnya berhenti saat sebuah motor berhenti di depannya, dan sapaan nama memanggil lembut masuk kedalam telinga."nay, apa kabar?' ucap seorang pria dengan pelan penuh rasa bersahabat."Yusuf," lirih Nayla sambil melihat sekitar takut ada yang melihat, apalagi takut kalau Adyan melihat, suaminya itu pasti akan marah diliputi cemburu buta."tenang nggak ada suamimu, dia lagi pergi sama Danyon." kata Yususf seolah tahu apa yang dikhawatirkan oleh Nayla.
Hari ini Adyan dan Nayla sudah berada di Semarang, mereka sibuk dengan kegiatannya masing-masing karena tugas mereka sudah menunggu. Apalagi Adyan banyak pekerjaan yang harus ia urus menghadiri acara-acara yang seharusnya di hadiri Danyon tapi terpaksa ia yang harus hadir karena Danyon masih di l
Nayla terbangun dari tidurnya, ia membuka matanya perlahan lalu sedikit menoleh kesamping dimana Adyan tengah tidur lelap di sebelahnya. Ingatannya berputar pada sore tadi dimana mereka berhubungan intim tapi Adyan terlihat berbeda pria itu sedikit lembut dari biasanya bahkan terkesan tak memaksa
Nayla terlihat tak tenang matanya menyisir sekitar sesekali tangannya juga bergerak gelisah. Dia merasa tak tenang menunggu kedatangan pakdenya. Kira-kira ia harus bersikap seperti apa saat bertatap muka nanti, dua bulan lebih ia memblokir nomor pakdenya dan kini malah akan bertemu. Pertemuan yan
Hubungan yang bukan berdasarkan cinta memang mungkin akan sulit di awal tapi seiringnya waktu hubungan itu pasti akan tumbuh benih-benih cinta yang tanpa di sadari oleh orangnya. Memang terdengar seperti tak mungkin, percayalah keajaiban doa itu ada.Nayla t






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.