로그인Fiona takes on the identity of her twin sister, Fey when she goes missing. One month ago, Fey tells her, that her newly wedded husband, Alpha Cult is hiding something. This is the last time Fiona heard from her sister. Hence, Fiona is out to find Fey even it means pretending to be her, the Luna of the Sovereign Pack and wife to the Alpha. He is supposed to be her first suspect. She is not supposed to want his mouth in between her legs. It is supposed to be forbidden but Fiona wants to break this one law. She doesn't know how dangerous Alpha Cult can be especially when he is not just a wolf. A part lion and A part wolf. A creature that is born once in a thousand centuries.
더 보기"Mas Tommy, apa yang kamu lakukan di sini? Siapa wanita itu?" Intan menunjuk seorang wanita berpakaian minim yang duduk di hadapan Tommy.
Tommy terkejut melihat wanita yang berstatus sebagai istrinya sudah berdiri di hadapannya. Seluruh mata pengunjung kafe tertuju ke arah mereka. Tommy segera berdiri, ia sangat terkejut dan panik. Bukan karena Intan telah mengetahui perbuatannya, tapi karena merasa malu menjadi pusat perhatian di tempat itu."Intan, sedang apa kamu di sini? Jaga sikapmu, karena banyak orang melihat kita! Jangan membuat malu!""Jaga sikap? Seharusnya kamu yang berpikir dua kali sebelum bertindak, Mas. Aku ini istrimu. Kamu selingkuh di belakangku? Apa kamu masih punya harga diri dan rasa malu? Kenapa kamu berbuat seperti itu?" seru Intan.Tommy berdiri dan mencekal lengan Intan dengan keras. "Diam! Pulang sekarang!"Siang itu Intan baru saja pulang dari rumah sakit. Awalnya ia hanya ingin memeriksakan diri karena merasa tidak enak badan. Kepalanya sangat sakit, tubuhnya lemas, dan mual. Ia memeriksakan diri ke dokter untuk mengetahui penyakit apa yang sedang ia derita.Namun pernyataan dokter sama sekali berbeda dengan dugaan Intan. Intan sempat terkejut ketika dokter mengatakan kemungkinan bahwa dirinya sedang berbadan dua. Tanda-tanda fisik dan gejala yang dia alami memang sepintas mirip dengan gejala hamil.Sejak dulu, jadwal menstruasi Intan memang tidak teratur. Oleh karena itu, Intan memang tidak terlalu memikirkan jika ia terlambat menstruasi. Dokter umum merujuk Intan ke dokter kandungan, agar bisa melihat secara pasti berapa usia kandungannya. Saat pertama kali melihat layar USG dan mendengar kabar bahagia yang disampaikan oleh dokter, Intan menangis haru dan gemetar. Ia tidak menyangka kalau ada kehidupan baru yang sedang dimulai di dalam tubuhnya.'Aku hamil!' Intan sempat bersorak gembira dalam hatinya, ia berharap kehamilannya ini akan membuat Tommy mencintai dirinya sepenuhnya. Seluruh keluarga besar Tommy memang sudah lama menantikan kehamilan Intan. Mereka tidak sabar menunggu kelahiran cucu pertama yang akan melanjutkan garis keturunan mereka.Namun siapa sangka, ketika melewati sebuah kafe, Intan melihat sosok Tommy sedang bersama dengan seorang wanita. Tommy memegang tangannya dan menciumnya dengan mesra. Intan tidak dapat menahan diri, langsung masuk dan membuat keributan itu.Sesampainya di rumah, Tommy langsung menyeret Intan sampai ke dalam kamar. Ia mendorong Intan ke tempat tidur. Intan memegang perutnya, hanya bisa berharap sang calon buah hati tetap aman."Aku sudah mengingatkan kamu sejak awal kita menikah. Jangan pernah mengatur hidupku atau ikut campur dengan urusanku! Aku bisa membuat kamu menyesal selamanya, Intan!" Tommy menjambak rambut Intan dengan kasar."Ampun, Mas! Sakit," ucap Intan."Bersikap yang baik, Intan! Ingat, kamu menumpang makan dan tidur gratis di rumah ini. Bekerjalah dengan rajin untuk membayar hutangmu padaku! Sudah bagus aku gak mengusirmu dari rumah ini. Kita memang berstatus suami istri di atas kertas, tapi kamu gak akan bisa mendapatkan hatiku. Jangan pernah ulangi perbuatan bodoh dan memalukan seperti ini. Mengerti?"Intan hanya bisa meringkuk dan menangis. Ia merasa terjebak dalam pernikahan palsu tanpa cinta dan kebahagiaan. Tommy keluar dari kamar dan membanting pintu dengan keras.Kehidupan Intan nampak sempurna di mata semua orang. Gadis muda dari desa, yang bekerja di rumah orang kaya raya. Entah mengapa sang majikan, Kakek Nugraha, sangat menyayangi Intan seperti cucunya sendiri.Pada akhirnya, Tommy, cucu Kakek Nugraha mempersunting Intan. Mungkin bagi sebagian orang kisah itu seperti dongeng Cinderella. Dalam semalam Intan berubah dari itik buruk rupa menjadi angsa yang cantik. Ia tinggal bersama Tommy di rumah bak istana megah.Sayangnya di dalam istana itu Intan harus menghadapi kenyataan pahit. Ia merasa Tommy tidak sungguh-sungguh mencintai dirinya. Tommy hanya bersikap manis padanya saat ada acara bersama keluarga besar.Keesokan paginya Intan terbangun karena terkejut mendengar pintu kamarnya dibuka dengan keras."Bangun! Dasar pemalas! Siapkan sarapan untukku!" Tommy menarik tangan Intan dan memaksanya bangun dari tempat tidur. Intan jatuh terduduk di lantai dan terkejut. Baru beberapa jam ia terlelap tidur, karena sakit kepala yang menderanya.Intan bangkit dan turun ke lantai bawah. Ia harus menyiapkan sarapan untuk Tommy seperti biasanya, walaupun sering pria itu hanya makan beberapa sendok. Intan mengurut kepalanya yang masih terasa sakit, tiba-tiba rasa mual menyerangnya dan memaksanya bergegas ke kamar mandi di dekat dapur."Wuek.. Wuek.." Intan berpegangan pada wastafel dan memuntahkan isi perutnya.Setelah itu Intan kembali ke dapur dengan lemas. Ia membuat nasi goreng untuk Tommy. Dalam kondisi hamil muda seperti ini, memasak merupakan hal yang berat bagi Intan. Ia harus menahan bau bawang yang menyengat dan membuatnya kembali ingin muntah."Lamban sekali kamu! Dasar pemalas! Cepat! Aku sudah hampir terlambat pergi ke kantor," gerutu Tommy."Maaf, Mas. Aku gak enak badan." Intan meletakkan piring berisi nasi goreng di hadapan suaminya."Jangan banyak alasan atau manja!" Tommy mengambil sendok dan langsung menyantap nasi goreng itu. "Cuih.. Makanan apa ini? Asin sekali." Tommy melemparkan piring itu ke lantai hingga pecah dan isinya berhamburan."Ma-maaf, Mas. Lidahku terasa pahit dan mual.""Kamu pasti sengaja, kan? Memang gak satupun pekerjaanmu itu beres. Wanita gak berguna!" maki Tommy.Intan tak tahan lagi, ia menjawab Tommy dengan getir. "Mas, kenapa kamu memperlakukan aku seperti ini? Apa kamu pernah mencintai aku sedikit saja? Aku ini istrimu, Mas."Tommy tersenyum mengejek. "Asal kamu tahu, Intan, aku memang gak pernah menyukai kamu sejak awal. Aku mau menikahi kamu karena kakek menyayangimu dan menganggapmu sebagai cucunya sendiri. Aku juga gak habis pikir, apa yang membuat kakek sangat menyukai kamu, gadis desa bodoh!""Apa hubungannya, Mas? Aku gak mengerti. Pernikahan adalah sesuatu yang sakral dan harus didasari dengan cinta."Tommy terkekeh mendengar perkataan polos Intan. "Kamu terlalu lugu, Intan. Aku menikahi kamu supaya bisa menduduki posisiku saat ini sebagai CEO Mega Jaya Grup. Aku dan sepupuku, Carlo selalu bersaing untuk posisi teratas ini. Aku melihat peluang untuk mendapatkan hati dan kepercayaan kakek, dengan menikahi kamu.""Kamu sudah mendapatkan apa yang kamu mau, kan? Kalau begitu, ceraikan aku, Mas!" Intan berusaha kuat mengatakan itu, walaupun air matanya mengalir tak tertahan."Kamu pikir semudah itu kamu bisa melepaskan diri? Kamu lupa kalau kita sudah menandatangani surat perjanjian setelah kita menikah?" kata Tommy."Perjanjian apa?" Intan berusaha mengingat apa maksud suaminya itu."Kamu sudah menandatanganinya, kita akan tetap terikat dalam status pernikahan sampai kakek meninggal atau aku resmi menjadi pimpinan tertinggi seluruh perusahaan kakek." Tommy melipat kedua tangannya di depan dada."Jahat kamu, Mas! Kamu anggap apa aku ini?" tanya Intan."Hahaha. Kamu yang bermimpi terlalu tinggi, Intan. Kamu pikir kamu bisa menjadi putri dan mendapatkan hatiku? Ah, sebenarnya aku juga gak peduli lagi denganmu. Kakek sekarang ini sudah sakit dan sedang berobat di luar negeri. Posisiku di perusahaan sudah pasti akan aman."Tommy mengambil tasnya dan langsung berlalu meninggalkan Intan yang terpaku. Intan berlutut sambil membersihkan pecahan piring itu.Menjelang malam, Intan mendengar suara mobil Tommy. Ia membuka pintu untuknya dan sangat terkejut melihat pemandangan di hadapannya. Tommy yang setengah mabuk berdiri di depan pintu dan meracau. Di samping Tommy, wanita selingkuhannya memapah dia dan tersenyum mengejek Intan."Mas, beraninya kamu membawa wanita ini kemari!" teriak Intan."Sst.. Jangan berisik! Awas!" Tommy mendorong Intan dan masuk bersama wanita itu."Eh, wanita gak tahu malu! Pergi kamu dari sini!" Intan menarik tangan wanita itu.Namun kali ini wanita itu berani mencengkeram lengan Intan dan memelototinya."Hei, wanita udik! Kamu pikir aku takut padamu? Aku Silvy, wanita yang dicintai oleh suamimu. Kamu sudah membuat aku malu di kafe kemarin. Kali ini aku akan membuatmu malu dan gak punya harga diri di rumahmu sendiri. Mas Tommy mencintai aku, bukan kamu. Mas Tommy yang membawa aku masuk ke rumah ini. Kamu lihat saja nanti, aku akan menendangmu keluar dari rumah ini." cibirnya.Tommy menggandeng Silvy masuk ke dalam kamarnya. Sesekali Tommy dan Silvy saling berpelukan dan berciuman dengan mesra. Intan mengalihkan pandangannya karena merasa muak melihat suaminya bercumbu dengan wanita lain."Tunggu! Aku gak akan mengijinkan kamu membawa masuk wanita lain ke dalam kamar kita, Mas!" Intan merentangkan tangan di depan pintu kamar menghalangi langkah Tommy.Tommy yang sudah dikuasai oleh alkohol memegang kedua lengan Intan dengan kasar."Kenapa kamu selalu menjengkelkan dan menentang aku? Kamu yang harus pergi dan keluar dari rumah ini!" Tommy menyeret Intan menuruni tangga dan menuju pintu.Tommy membuka pintu itu dan mendorong Intan keluar. Setelah itu dengan cepat Tommy menutup pintu dan menguncinya."Aw.. perutku.." seru Intan seraya meraba perutnya. "Kenapa perutku sakit sekali? Kenapa ini?"Intan menangis dan berdoa agar tidak terjadi sesuatu yang buruk dengan janin yang ada di dalam kandungannya."Tolong Tuhan, jangan sampai terjadi sesuatu pada anakku! Aku menginginkan anak ini."Cult. The sound of catastrophe in the dining room alerts everyone and the alpha’s pack begins to rush towards the scene. We are about to take the same route that we came from the guys who came with us . However, they stop us and they tell us not to go further that way because we could be caught. They know the tunnel better so we begin to follow them as we run out of the pack. And as we get through the tunnels, it leads us faster back into the woods and they are right behind us. We run without looking back and I make sure that everyone is complete as we as we continue to run and most will enter into the woods they are still chasing us. But we enter straight into our vehicles and we run can speed away from the scene immediately. . In a few hours, I get back to the pack and I can see Fiona's parents, her mother, sister, Alexa and the doctor with a somber look on their faces. I don’t want to know what the reason for the looks on their faces are. I walk towards the doctor immediately a
Cult. What are we going to do? Jack asks. But after we've listened to what these men were saying, I feel relieved to know that they actually do exist. And I'm glad that at least it's not just some kind of facade made by ancient history or something. I feel joy but it is almost short lived because now I don't know how I'm going to get access to it. Where does the Alpha of this pack stay? I ask the on the floor who has been answering additional questions. “He stays in the pack house.” We can take you there, he says and we all look at him in suspicion. Why would you take me there? From the look on your faces it seems to say if you're loyal to your Alpha. I say. “We are not loyal to him, he doesn't care about us. He kills us like we're some kind of animals. “We cannot escape. We cannot complain. We are basically animals building his fucking empire! One of them says and I can see the hatred in his eyes as he speaks about it. “Listen, if you can get us out of this pack, we will hel
Cult.My only option is getting those rare flowers which are called the mate flowers. That is the only way I can save my Luna. I know that the red wolves are very violent, vicious and a carnivorous kind of wolves.There is no one that doesn't fear the kind of wolves that they are. They do not help anyone and or provide help to people who cross their territory. To them, everyone is a threat and they kill in a carnivorous manner. As we gather, Alejandro's intruders arrive and I'm thankful for his support. This is something we are doing on short notice and we need as many hands as we can get.Alexa walks towards me and behind her is Eve. I feel better again because we have another support. But the moment, Eve and Jacob notice Alejandro.You bastard!? Jack shouts and I stand in front of them to stop complications."Wait, Jack! I say as I place my hand on his chest to stop him from coming. I know that you angry at Alejandro here but we have forgiven him. What the hell are you talking abo
Cult What do I have to do to save her? I have ask and he looks at me slowly as if he's about to say the worst thing that has been done in this world. I wait slowly for him to speak because time is not on our side. “I will do whatever you asked me to do; I'm going to find it.” I'm not sure you'll be able to find the cure. He says to me and I look at him. I don't understand what he means by that. Why wouldn’t I be able to find it? “Just say something. Doctor! I beg you, just say whatever it is. You can see that her condition, she has only a few hours to live.” I don't care if I have to go to another planet to find it. I'm going to do it. I say to him, and he looks at me before responding “Alpha, when the cursed knife was made, the only thing that could combat it was a flower called the mate flower.” It has gone extinct for many years but over the years, I've heard that it's only grows in an area that is submerged by the Red Wolves.” “You know how territorial the red wolves are.” If
Fiona.It makes wolves run mad? Did Allison put this around me so that I can begin to hallucinate. Is this the method she’s going to use to take Cult from me. I say, unable to believe that she is actually cunning to this extent.What else could she have been doing in the room? I’m sure she put it here
Asker.The mate hunt.Not once did I ever anticipate this day. I wanted it to end before it even started but like a joke, I’m actually anticipating it especially because I cannot stop thinking about Mary. If we weren’t cornered by the red wolves the last time we spoke to each other, I wouldn’t have st
Cult.The look on your face is all I need right now, Cult! You look like you could solve all problems. Irish says to me and I chuckle.“I have my Luna.” What else can I ask for? I say to him as we walk around and oversee the pack.“Yes, you do.” We have to strengthen our efforts to protect ourselves fo
Mary.Wake up, Mary! I open my eyes to see Bloom over me and she helps me get out of Asker’s room.What is going on? I ask.“Your dad, together with my mom and dad just drove into the pack.” They are here to get us. Bloom says.I get up from the bed and floor Bloom out. Although, my pants are stained w






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
리뷰더 하기