Home / Romansa / Terbuai Setelah Malam Pertama / 100. Itulah Pesona Suamimu

Share

100. Itulah Pesona Suamimu

Author: Angsa Kecil
last update publish date: 2026-09-26 21:31:04
Bima berjalan dengan langkah tegap, memancarkan aura dominan dan karisma luar biasa. Di sampingnya, Megha melangkah anggun, dengan gaun berkilau diterpa cahaya lampu.

Kombinasi sempurna antara kecantikan yang berkelas dan aura dingin yang mempesona.

Mereka berdua berjalan bersisian bak pasangan paling romantis dan berkuasa di jagat raya, memancarkan kombinasi visual yang benar-benar mematikan.

Semua orang di ruangan itu tercengang tanpa terkecuali.

Beberapa tamu penting sampai menatap t
Angsa Kecil

Harus sabar punya suami seperti Bima 😂😂🫣😂🫣

| 5
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   119

    Kyra tersentak sadar. Dengan cepat, dia mendorong dada Varen sekuat tenaga hingga kuncian di pinggangnya terlepas. “O-O-Oh ….” Gadis itu cepat-cepat bangun. Lalu, membetulkan letak jaket kulitnya dengan canggung, membuang muka ke samping sembari mengibas-ngibaskan tangannya ke udara seolah merasa kegerahan. “Dasar pria mesum. Mau ambil kesempatan!” umpat Kyra cepat, mencoba menutup malunya. Varen yang sudah berdiri oyi menyunggingkan senyum miring, merapikan kerah kemejanya yang agak kusut. “Terserah apa katamu. Yang penting aku sudah menyelamatkanmu dari jatuh konyol.” “Huh! Bodo amat. Aku mau pergi, jangan mengikutiku!” Kyra balik kanan. Varen juga melanjutkan langkahnya. Beberapa menit kemudian, keduanya berdiri di depan pintu lift dengan raut wajah yang sama-sama masam dan kaku. Begitu pintu besi lift terbuka, Varen melangkah masuk lebih dulu, disusul oleh Kyra. Awalnya, mereka berdiri saling berjauhan di dua sudut lift yang berseberangan, membuang pandangan ke arah di

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   118

    Sementara itu, di sebuah lorong sepi yang jauh dari area perawatan VIP.Di waktu sama saat Bima dan Megha berdebat manis.“Ehmmpp–”Varen akhirnya melepaskan bekapan tangannya dari mulut Kyra. Pria itu lalu mundur satu langkah sambil mengibaskan tangannya yang basah terkena napas hangat Kyra.Hah hah hah hah …Wanita itu menarik napas dalam-dalam, dengan emosi menuju puncak ubun-ubun. Jiwa bar-bar Kyra langsung membakar. Tangan kanannya refleks terkepal kuat dan terangkat ke udara, hendak melayangkan tinjuan telak tepat ke arah hidung Varen. “Yakkk! Dasar, Sad boy sinting!”Namun tepat di depan wajah Varen, kepalan tangan itu terhenti di udara. Dia urung.Varen hanya melotot saja.Kyra menggeram hebat, dadanya naik turun karena emosi yang meledak-ledak. “Arghhh!” pekiknya frustrasi karena tidak bisa benar-benar memukul pria yang baru saja dibantunya bertarung di tangga darurat tadi.Varen menatap Kyra dengan napas yang masih naik turun. Pria itu, lalu meremas-remas tangannya sendiri

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   117

    Megha mendesis gemas, membuang muka demi menyembunyikan senyum tipis yang hampir lolos di bibirnya. “Banyak! Yang lebih waras dari kamu bertumpuk di luar sana!”“Banyak tapi tidak ada yang namanya Bima Mavendra,” balas Bima enteng, mengedipkan matanya dengan percaya diri tinggi. “Ayah, dengar kan? Anak Ayah ini sebenarnya sangat gengsi. Bilangnya tidak tahan, tapi di dalam hatinya pasti sedang bersyukur setengah mati bisa menikah dengan pria sesempurna ini.”“Bima!” pekik Megha menahan tawa bercampur geram geregetan. Wajahnya yang memerah terlihat begitu menggemaskan ketika dia memukulkan kepalan tangannya yang tak bertenaga ke lengan Bima.Bima justru menangkap kepalan tangan Megha dengan mudah, menggenggamnya hangat lalu menatap Megha dengan binar mata jahil yang sarat akan kasih sayang. “Sudah mengadunya? Sekarang giliran suamimu ini yang mau bicara sama Ayah mertua.” Bima mengelus punggung tangan Megha dengan ibu jarinya, lalu membuang pandangan ke arah bed. Sorot mata yang tadin

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   116

    “Kenapa? Malu?” goda Bima, menundukkan kepalanya sedikit demi menatap lekat wajah Megha dari jarak amat dekat. “Kita ini sedang memberikan mood booster terbaik untuk Ayah. Bagaimana kalau sekalian kita bahas soal cicit saja buat beliau? Siapa tahu respon stimulasi saraf pendengarannya makin melesat cepat.”Mata Megha membelalak seketika. Pipinya mendadak terasa hangat, rona merah merambat cepat dari leher hingga ke telinganya. “Bima! Jangan kelewat batas!” Tapi dia menahan senyum.“Hish! Aku serius,” balas Bima dengan wajah sok polos tanpa dosa. Senyum miringnya makin terpatri jelas. “Jadi, daripada kamu mengomel terus, lebih baik pertahankan mode istri berbakti dan penyayang ini. Anggap saja ini bagian dari protokol terapi medis untuk kesembuhan Ayah.”Megha mengepalkan jarinya, menahan gemas setengah mati. Napasnya naik turun saat tatapan mata Bima yang begitu intim mengunci pandangannya. Ada desiran aneh yang melintas di balik dadanya, membuat detak jantungnya berdegup tak beratura

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   115

    “Katanya punya urusan penting, kok jalannya searah sama aku?” celetuk Kyra, meledek.“Diam atau aku jejali mulutmu tanganku!” ancam Varen tanpa menoleh.Kyra menggerakkan bibirnya maju mundur miring kanan kiri geregetan.Langkah Varen mendadak terhenti di tengah lorong. Tubuhnya membeku. Tatapannya terkunci pada dua sosok yang baru saja keluar dari lift VIP dan berjalan beriringan menuju ruang rawat di ujung lorong.Di sana, Megha sedang berjalan dengan anggun. Tangannya melingkar mesra di lengan Bima Mavendra. Bima sendiri menunduk, membisikkan sesuatu ke telinga Megha yang membuat wanita itu tersenyum tipis. Tatapan Bima begitu posesif, hangat, dan penuh perlindungan, sebuah pemandangan pasangan sempurna yang tidak bisa ditembus oleh siapapun.Seketika, raut wajah Varen berubah drastis. Seluruh keangkuhan dan sisa amarahnya luluh, dan sorot matanya kini redup, dingin, dan menyayat hati. Mode sad boy yang paling ngenes terpancar jelas darinya, apalagi dengan tubuh kaku itu. Kyra y

  • Terbuai Setelah Malam Pertama   114

    “Rian, bawa empat orang kepercayaanmu ke tangga darurat lantai tiga rumah sakit sekarang. Ada dua sampah yang harus disapu,” ujar Varen dengan suara berat dan penuh intimidasi pada orang kepercayaannya. “Pastikan diam-diam. Bawa mereka ke markas diam kita. Dan ingat... jangan sampai ada satu orang pun yang tahu, terutama Om Jefri. Paham?”Setelah mendapat jawaban setuju di seberang telepon, Varen mematikan panggilan tersebut. Lalu. Pria itu menarik napas panjang, lalu memutar tubuhnya sepenuhnya. Matanya menatap tajam ke arah Kyra yang sedang mengibaskan debu dari celananya.“Ternyata ada gunanya juga kamu menguntitku,” ketus Varen dingin tanpa rasa bersalah.Jiwa bar-bar Kyra seketika mendidih. Wajah cantiknya langsung memerah menahan gumpalan emosi. Matanya melotot lebar, tidak percaya dengan respon arogan pria di depannya.PAK!Tanpa ragu, Kyra melempar dompet cokelat milik Varen tepat ke dada pria itu dengan sekuat tenaga.“Aku nggak menguntit, Ya!” teriak Kyra melengking, jariny

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status