공유

Janji Suci

작가: ORI GAMII
last update 게시일: 2026-03-18 22:05:26

Cahaya matahari pagi masuk lembut melalui celah tirai, menyinari ruangan yang kini dipenuhi suasana haru.

Bricia sudah berdiri di depan cermin sejak tadi.

Gaun putih yang membalut tubuhnya jatuh dengan sempurna, mengikuti setiap lekuk tubuhnya dengan anggun. Riasan wajahnya tampak lembut, mempertegas kecantikannya tanpa berlebihan. Rambutnya ditata rapi, dengan veil yang menjuntai di belakang.

Untuk beberapa detik, ia hanya menatap bayangannya sendiri di dalam kaca. Seolah masih mencoba per
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (4)
goodnovel comment avatar
Ratih Tyas
semoga kalian langgeng sampe kakek2 dan nenek2 wkkwk
goodnovel comment avatar
Ratih Tyas
Huwaaa akhirnya sah juga terharuuuu
goodnovel comment avatar
Bunda Ernii
akhirnya sah juga.. selamat Andrew & Bricia semoga langgeng..
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Tergoda Teman Papa    Harry vs Yosi

    Meninggalkan pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu, di Jakarta mobil Harry sedang menuju ke tempat Yosi ditahan saat ini. Ia berniat menemui ayah Feli itu untuk meminta restu menikahi Feli secepat mungkin. Mobilnya membelah pelan jalanan ibukota, lalu setelah beberapa menit berkendara, akhirnya berhenti di depan bangunan dengan penjagaan ketat. Harry turun tanpa banyak ekspresi. Tangannya merapikan kemejanya sekilas sebelum melangkah masuk. Prosedur demi prosedur ia lewati. Dari pemeriksaan hingga pencatatan identitas, semuanya berjalan tanpa hambatan, namun cukup membuat suasana terasa kaku dan dingin. Tak lama, seorang petugas mengarahkannya ke ruang kunjungan. Ruangan itu sederhana. Sebuah meja panjang memisahkan dua sisi, dengan beberapa kursi yang saling berhadapan. Seorang petugas berdiri di sudut ruangan, dan mengawasi setiap pergerakan yang terjadi. Harry duduk lebih dulu. Beberapa detik kemudian berlalu hingga akhirnya pintu di sisi lain terbuka. Da

  • Tergoda Teman Papa    Malam di Maldives

    Malam datang perlahan, membawa suasana yang jauh berbeda dari siang tadi. Langit di atas Maldives tampak lebih gelap, namun justru dihiasi bintang-bintang yang mulai bermunculan satu per satu. Suara ombak terdengar lebih jelas, berpadu dengan hembusan angin laut yang lembut menyelinap masuk dari celah-celah villa. Lampu-lampu kecil di sepanjang jembatan kayu menyala hangat, menciptakan garis cahaya yang indah di atas permukaan laut. Sementara di depan villa Andrew dan Bricia, sebuah meja sudah tertata rapi di area outdoor menghadap langsung ke hamparan laut luas yang kini hanya diterangi cahaya bulan dan lampu temaram. Bricia yang baru selesai berganti pakaian keluar perlahan. Ia mengenakan dress tipis berwarna lembut, rambutnya tergerai alami, dan wajahnya tampak jauh lebih rileks dibanding beberapa hari terakhir. Langkahnya terhenti begitu melihat suasana di depan. “Dad…” gumamnya pelan. Andrew yang sudah lebih dulu berdiri di sana menoleh, lalu tersenyum melihat reaksi itu.

  • Tergoda Teman Papa    Bulan Madu

    Pagi ini datang dengan tenang. Langit Bali masih bersih, matahari baru naik perlahan dan menyinari halaman villa dengan cahaya lembut yang hangat. Sisa-sisa dekorasi semalam masih terlihat, beberapa bunga mulai layu, namun justru menambah kesan bahwa malam yang indah benar-benar telah terjadi. Di depan villa, sebuah mobil sudah terparkir rapi. Andrew dan Bricia berdiri di sampingnya, keduanya tampil lebih santai dibanding malam sebelumnya. Bricia mengenakan dress ringan dengan rambut yang dibiarkan terurai alami, sementara Andrew terlihat sederhana namun tetap rapi seperti biasa. Di hadapan mereka, Eric, Louisa, Feli, dan Harry berdiri untuk mengantar kepergian keduanya. “Buru-buru banget sih perginya,” gumam Feli sambil melipat tangan di depan dada, meski jelas raut wajahnya tak benar-benar kesal. “Biar nggak diganggu sama kalian,” sahut Andrew diiringi tawa kecil. “Enak aja,” timpal Feli cepat. “Siapa juga yang suka ganggu.” Semua tertawa kecil. Suasana hangat itu perlahan

  • Tergoda Teman Papa    Berbahagia Bersama

    Langit malam tampak cerah. Meski tak terlalu banyak bintang gemerlap, namun cahaya bulan separuh mampu menambah syahdu malam perayaan pernikahan Andrew dan Bricia. Area pantai yang sejak siang digunakan untuk pemberkatan kini telah berubah wajah. Lampu-lampu gantung dan rangkaian string lights menyala hangat, membentang di atas area makan seperti kanopi cahaya yang berkelip lembut. Meja panjang dihiasi bunga putih dan lilin-lilin kecil yang menari pelan tertiup angin laut. Para tamu mulai berdatangan dan mengisi kursi mereka. Suara tawa, percakapan ringan, serta denting gelas yang saling bersentuhan menciptakan suasana hangat yang berbeda dari siang tadi yang penuh haru. Tak lama kemudian, Andrew dan Bricia muncul dari arah villa. Gaun putih yang dikenakan Bricia kini tampak semakin bersinar di bawah cahaya lampu. Bentuknya lebih simpel di banding tadi siang, tapi tetap terlihat elegan. Sementara Andrew yang berjalan di sampingnya tak pernah melepaskan genggaman tangannya. Bebera

  • Tergoda Teman Papa    Janji Suci

    Cahaya matahari pagi masuk lembut melalui celah tirai, menyinari ruangan yang kini dipenuhi suasana haru. Bricia sudah berdiri di depan cermin sejak tadi. Gaun putih yang membalut tubuhnya jatuh dengan sempurna, mengikuti setiap lekuk tubuhnya dengan anggun. Riasan wajahnya tampak lembut, mempertegas kecantikannya tanpa berlebihan. Rambutnya ditata rapi, dengan veil yang menjuntai di belakang. Untuk beberapa detik, ia hanya menatap bayangannya sendiri di dalam kaca. Seolah masih mencoba percaya bahwa hari ini benar-benar datang. Hari di mana ia akan memulai hidup baru. “Cantik banget…” Suara Feli memecah keheningan. Bricia menoleh. Feli sudah berdiri di belakangnya, dengan matanya yang berbinar tapi juga terlihat sedikit berkaca-kaca. “Beneran, Bri… aku sampai nggak percaya lihat kamu sekarang.” Bricia tersenyum kecil. “Lebay.” “Ini bukan lebay,” sahut Feli cepat. “Ini fakta. Dan aku senang akhirnya kamu tiba juga di titik ini.” Di sudut ruangan, Eric berdiri memperhatikan

  • Tergoda Teman Papa    Tiba di Bali

    Pesawat yang membawa Bricia, Eric, Louisa, Feli, dan Retno baru saja lepas landas meninggalkan hiruk pikuk kota Jakarta menuju Bali, tempat di mana pernikahan Andrew dan Bricia akan digelar. Mereka sengaja berangkat lebih awal dua hari sebelum acara, untuk memastikan seluruh persiapan berjalan sesuai rencana. Mulai dari dekorasi, susunan acara, hingga detail kecil yang tak boleh terlewatkan. Sementara itu, Andrew akan menyusul keesokan harinya bersama Harry dan beberapa teman bisnisnya. Di dalam pesawat, suasana terasa cukup tenang. Sesekali terdengar percakapan ringan, namun sebagian besar dari mereka memilih beristirahat setelah beberapa hari terakhir yang cukup melelahkan karena persiapan pernikahan. Perjalanan yang ditempuh kurang lebih dua jam pun terasa cukup singkat. Tak lama kemudian, pramugari mengumumkan bahwa pesawat akan segera mendarat. Bricia membuka matanya perlahan. Ia menoleh ke arah jendela dan melihat hamparan laut biru yang mulai terlihat dari ketinggian. A

  • Tergoda Teman Papa    Panggilan telepon

    Setelah rasa kesal dan haru itu pecah, keduanya mulai menikmati hidangan. Tentu saja makanan yang tersaji bukan buatan Andrew, melainkan dari chef yang kelak akan mengisi dapur di kafe barunya. “Semoga kamu suka dengan makanannya, Bri,” ujar Andrew sambil memperhatikan wajah Bricia, seolah menungg

    last update최신 업데이트 : 2026-03-22
  • Tergoda Teman Papa    Tunggu ayah datang, Feli!

    Saat tiba di kafe milik Andrew, suasana sudah cukup ramai. Hari itu Andrew memang sengaja mengumpulkan seluruh karyawan, termasuk para tukang dan mandor yang sebelumnya mengerjakan renovasi, untuk makan bersama. Selain sebagai ucapan terima kasih, Andrew ingin membangun kedekatan agar ke depannya

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Tergoda Teman Papa    Baby-nya gini amat, sih!

    “Oh ya, Manda… ini Louisa. Calon istriku.” Amanda sontak menegakkan tubuh. Wajahnya seketika memucat, seolah kalimat itu menghantamnya tanpa aba-aba. Napasnya langsung tertahan begitu saja. Dulu, Eric hanya mengatakan bahwa Louisa adalah sepupu Diana. Tidak lebih. Tapi sekarang, status itu berub

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
  • Tergoda Teman Papa    Kenapa begini?

    [Apa kamu suka bunganya, Bri? Cantik, ya. Tapi tahukah kamu… mereka justru iri saat melihatmu. Karena ternyata, kamu jauh lebih cantik dari mereka.] Sepenggal kalimat itu membuat Bricia terkekeh kecil. Ia menggulingkan tubuhnya ke samping, memeluk bantal sambil tetap memegang surat beramplop merah

    last update최신 업데이트 : 2026-03-23
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status