共有

"Om... ini?"

作者: ORI GAMII
last update 公開日: 2026-03-12 15:45:45

Pukul sepuluh pagi di hari Sabtu, Andrew sudah menjemput Bricia di rumahnya. Tatapan sinis Eric masih bisa ia rasakan, tapi Andrew memilih tak memedulikannya lagi.

Ia tahu, itu hanya cara Eric mempertahankan gengsinya.

Begitu Bricia keluar dari kamarnya, Andrew langsung bangkit dari duduknya. Senyum lebarnya menyambut perempuan itu.

“Sebenarnya mau ke mana sih, Om?” tanya Bricia.

“Jalan-jalan saja. Sudah lama kayaknya kita nggak pergi berdua.”

“Tapi ini kan siang-siang. Memangnya mau ke ma
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター
コメント (6)
goodnovel comment avatar
Marimar
wahhh Liora dapat hadiah apa ya
goodnovel comment avatar
BunNa
cincin kah kejutan itu?
goodnovel comment avatar
Ratih Tyas
apa cincin ya
すべてのコメントを表示

最新チャプター

  • Tergoda Teman Papa    Hamil

    Dua mobil keluar hampir bersamaan dari kediaman Eric. Mobil pertama diisi Louisa yang kini sudah mulai meringis menahan kontraksi yang mulai datang, didampingi Feli yang terus menggenggam tangannya. Eric berada di balik kemudi, fokus penuh menatap jalanan di depan. Sementara di mobil kedua, Harry mengambil alih setir. Andrew duduk di kursi penumpang dan memangku tubuh Bricia yang masih tak sadarkan diri. Tangannya tak berhenti menepuk pelan pipi istrinya, dan berusaha memancing respons Bricia. “Bri… bangun, Baby… jangan bikin aku takut,” bisiknya panik. Namun Bricia tetap diam. Belum menunjukkan bahwa ia akan segera sadar. Kedua mobil itu pun melaju cukup cepat membelah jalanan. Klakson dibunyikan berulang kali, meminta kendaraan lain memberi jalan. Di mobil depan, Feli tak henti-hentinya menenangkan Louisa. Meski sebenarnya ia sedang mencoba menenangkan dirinya sendiri karena rasa khawatir terhadap Louisa dan Bricia. “Napas, Mom… tarik napas… pelan-pelan…” ucapnya, meski sua

  • Tergoda Teman Papa    Panik

    Kehidupan terus berlalu. Selepas kepulangan Andrew dan Bricia dari bulan madu di Maldives, semuanya kembali berjalan seperti semula atau setidaknya terlihat seperti itu di permukaan. Hari-hari kembali dipenuhi rutinitas. Andrew kembali sibuk dengan pekerjaannya, sementara Bricia mulai menyesuaikan diri dengan peran barunya sebagai istri. Meski ia juga masih tetap bekerja untuk mengisi waktu. Namun di balik kesibukan itu, ada hal-hal kecil yang berubah. Cara Andrew yang kini selalu menyempatkan pulang lebih cepat. Cara Bricia yang tanpa sadar mulai lebih memperhatikan hal-hal sederhana di rumah. Dan kebiasaan baru mereka berbagi cerita sebelum tidur, meski hanya sebentar. Tak ada yang benar-benar berbeda, tapi semuanya terasa lebih utuh. Siang ini, tepat di akhir pekan, suasana kediaman Eric tampak lebih ramai dari biasanya. Semua orang berkumpul, duduk melingkar di ruang tamu dengan obrolan yang cukup serius yaitu membahas rencana pernikahan Feli dan Harry. Sudah lewat dari ti

  • Tergoda Teman Papa    Pulang

    Hari kelima di Maldives terasa berbeda. Tak ada lagi agenda panjang, atau rencana ke sana-sini yang melelahkan. Semuanya berjalan lebih santai seolah mereka sama-sama sadar, ini adalah hari terakhir sebelum kembali ke realita. Pagi itu, Bricia duduk di ujung deck villa mereka, kakinya menjuntai menyentuh permukaan laut yang jernih. Angin berhembus pelan, memainkan rambutnya yang tergerai bebas. Andrew keluar dari dalam kamar dengan dua gelas jus di tangan. Ia berjalan mendekat, lalu duduk di samping Bricia. “Udah bangun dari tadi?” tanyanya sambil menyerahkan satu gelas. Bricia mengangguk. “Nggak bisa tidur lagi.” Setelah menghabiskan malam panas seperti malam sebelumnya, Andrew memang tertidur kembali. Sementara Bricia, tidak. Andrew menatap istrinya sekilas, lalu ikut mengarahkan pandangan ke hamparan laut di depan mereka. “Kenapa, sepertinya wajahmu sedikit muram?” “Nggak terasa besok pulang, dan harus ninggalin tempat ini,” jawab Bricia singkat. Andrew tersenyum kecil. “

  • Tergoda Teman Papa    Tak ada lagi pengganggu

    Harry masih berada di balik kemudi setelah keluar dari bangunan yang mengurung Yosi. Ia terdiam cukup lama, membiarkan pikirannya berkelindan tanpa arah. Sebenarnya, ada rasa tak tega membayangkan segala kemungkinan yang akan menjerat Yosi ke depannya. Tapi di sisi lain, ia tahu… ia harus membulatkan tekad demi kehidupan Feli yang lebih tenang dan aman. Ia menarik napas dalam beberapa kali, mencoba menenangkan diri. Hingga perlahan, semuanya mulai terasa lebih stabil, Harry akhirnya menyalakan mesin mobilnya. Hari ini, ia masih punya tanggung jawab. Ia harus mengontrol kafe dan klub milik Andrew selama lelaki itu pergi berbulan madu. Mobil Harry kembali melaju, meninggalkan area itu dengan kecepatan stabil. Jalanan Jakarta siang itu cukup padat, tapi tak sampai membuatnya terjebak terlalu lama. Pikirannya perlahan beralih. Dari pertemuannya dengan Yosi ke tanggung jawab yang kini ada di tangannya. Ia sendiri sudah meyakini bahwa itu pertemuan terakhir dengan ayah Feli, dan set

  • Tergoda Teman Papa    Harry vs Yosi

    Meninggalkan pasangan pengantin baru yang sedang berbulan madu, di Jakarta mobil Harry sedang menuju ke tempat Yosi ditahan saat ini. Ia berniat menemui ayah Feli itu untuk meminta restu menikahi Feli secepat mungkin. Mobilnya membelah pelan jalanan ibukota, lalu setelah beberapa menit berkendara, akhirnya berhenti di depan bangunan dengan penjagaan ketat. Harry turun tanpa banyak ekspresi. Tangannya merapikan kemejanya sekilas sebelum melangkah masuk. Prosedur demi prosedur ia lewati. Dari pemeriksaan hingga pencatatan identitas, semuanya berjalan tanpa hambatan, namun cukup membuat suasana terasa kaku dan dingin. Tak lama, seorang petugas mengarahkannya ke ruang kunjungan. Ruangan itu sederhana. Sebuah meja panjang memisahkan dua sisi, dengan beberapa kursi yang saling berhadapan. Seorang petugas berdiri di sudut ruangan, dan mengawasi setiap pergerakan yang terjadi. Harry duduk lebih dulu. Beberapa detik kemudian berlalu hingga akhirnya pintu di sisi lain terbuka. Da

  • Tergoda Teman Papa    Malam di Maldives

    Malam datang perlahan, membawa suasana yang jauh berbeda dari siang tadi. Langit di atas Maldives tampak lebih gelap, namun justru dihiasi bintang-bintang yang mulai bermunculan satu per satu. Suara ombak terdengar lebih jelas, berpadu dengan hembusan angin laut yang lembut menyelinap masuk dari celah-celah villa. Lampu-lampu kecil di sepanjang jembatan kayu menyala hangat, menciptakan garis cahaya yang indah di atas permukaan laut. Sementara di depan villa Andrew dan Bricia, sebuah meja sudah tertata rapi di area outdoor menghadap langsung ke hamparan laut luas yang kini hanya diterangi cahaya bulan dan lampu temaram. Bricia yang baru selesai berganti pakaian keluar perlahan. Ia mengenakan dress tipis berwarna lembut, rambutnya tergerai alami, dan wajahnya tampak jauh lebih rileks dibanding beberapa hari terakhir. Langkahnya terhenti begitu melihat suasana di depan. “Dad…” gumamnya pelan. Andrew yang sudah lebih dulu berdiri di sana menoleh, lalu tersenyum melihat reaksi itu.

  • Tergoda Teman Papa    Darah?

    Keluar dari ruangan yang sejak tadi membuat napasnya tertahan, Bricia harus menghadapi sesi kedua. Di depan pintu, Andrew sudah menunggu dengan bersandar pada tembok, kedua tangannya masuk ke dalam saku celana. Begitu melihat Bricia keluar, lelaki itu langsung menegakkan tubuhnya. “Sudah selesai,

    last update最終更新日 : 2026-03-27
  • Tergoda Teman Papa    Andrew mulai bergerak!

    Setelah semua yang terjadi di kamar tadi, Bricia kini duduk di sofa menghadap televisi. Ia mengenakan kaos dan celana training milik Andrew yang kebesaran di tubuhnya. Kedodoran, tapi justru itu yang membuatnya merasa aman. Jauh lebih aman dibanding ia hanya memakai kemeja Andrew, yang ia tahu bi

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Tergoda Teman Papa    Leo pelakunya?

    Di dalam apartemen, Leo mendorong tubuh Bricia ke atas kasur dengan keras. Tubuh Bricia terhuyung sebelum akhirnya jatuh, napasnya tersengal penuh kepanikan. Leo berbalik, melangkah ke pintu, lalu terdengar bunyi kunci diputar. Suara itu membuat dada Bricia serasa diremas. “Leo… jangan,” suara

    last update最終更新日 : 2026-03-26
  • Tergoda Teman Papa    Kamu mau bayi?

    Eric memacu kendaraannya dengan kecepatan yang jauh melewati batas wajar. Beberapa kali klakson kendaraan lain terdengar memekik panjang, tanda protes yang sama sekali tak ia pedulikan. Pikirannya hanya satu, ingin segera sampai rumah. Sepanjang perjalanan dari kantor polisi menuju kediamannya, ke

    last update最終更新日 : 2026-03-27
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status