Share

45. Jebakan Viona

last update Terakhir Diperbarui: 2025-11-06 14:31:51

Rania mengambil tempat di sebelah Arga. Setelah makan malam dia mau tidur saja dan bahkan tak memikirkan soal tugas kuliahnya lagi. Hal itu dikarenakan tugas kuliahnya bukanlah lagi masalah prioritas yang membuatnya kepikiran, kerena sekarang kehamilannya sudah membuatnya pusing sekali.

Sementara itu Arga belum bisa tidur walaupun dia sudah di tempat tidur. Pria itu masih harus mengerjakan pekerjaannya yang di kantor, sementara sebagai dosen sudah diurus oleh asisten dosennya.

Lama berkutat akhirnya dia selesai juga. Tepat tengah malam dan Arga menguap sambil membereskan pekerjaannya. Kemudian setelahnya dia menyimpan laptopnya dan bersiap untuk tidur.

Barulah saat itu juga dia menyadari suatu hal. Ternyata Rania berbaring menyamping dan membelakanginya. Hal itu menyebabkan Arga kesal dan juga geram. Tak terima dengan posisi tidur Rania, dia segera membalik posisinya dan membuat Rania memeluknya.

Pagi tiba dengan cepat, Rania menguap dan mengucek kelopak matanya dengan reflek. Akan te
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjebak Cinta Pria Dingin    50. Rencana Salsa

    Kondisi Rania semakin membaik meski berbanding terbalik dengan perasaannya. Dia semakin membenci Arga dengan perasaan cinta di saat yang bersamaan. Dia muak, tapi juga sadar kalau hatinya sudah terikat pada pria itu. Bersama terasa sesak, tapi menjauh diapun merasakan hal yang sama. Semuanya serba salah dan Rania sangat jengah dengan segalanya."Kali ini aku harap kamu tidak membantah. Pulang dari sini kamu harus tetap beristirahat dengan baik. Lupakan segala masalahmu yang entah dengan siapapun itu. Tolong pikirkan anakku Rania, dia bergantung kepadamu!" peringat Arga sambil menggandeng tangan Rania keluar rumah sakit dan bersiap untuk pulang."Hm," jawab Rania berdehem."Kamu jangan kekanakan lagi, ya!" lanjut Arga masih tak puas dan Rania menganggukkan kepala saja, tak mau memperkeruh suasana.Sudah seminggu dirinya dirawat di rumah sakit, meski sebetulnya tiga hari yang lalu dia sudah diperbolehkan pulang, tapi suaminya yang posesif dan berlebihan itu memaksanya dirawat lebih lama

  • Terjebak Cinta Pria Dingin    49. Sakit

    "Huekk!"Rania kembali pusing dan mual yang tidak tertahankan, tapi anehnya tak ada apapun yang keluar dari mulutnya. Arga yang melihat itu cemas, mendekat padanya lalu dengan sigap membantu menopang tubuhnya sebelum jatuh."Kamu beneran tidak menyukai makanan ini, Ran?" tanya Arga dengan tatapan penuh kecemasan.Rania tak menjawab, tapi dengan keras kepalanya dia malah memaksakan diri untuk memakan sarapannya."Jangan dipaksakan, kamu tidak usah makan lagi!" seru Arga sambil merebut sendoknya.Namun Rania pun tak diam saja dan wanita itu segera berusaha untuk merebutnya. Arga geram lalu melempar sendok beserta makanan lainnya."Apa kau tidak mengerti ucapanku, hah?!" tanya Arga sambil langsung mencengkram rahang Rania karena marah. "Kamu mual kan, dan aku sudah katakan kalau kita makan yang lainnya saja, kamu mengerti Rania. Sesekali patuhlah!!"Brakk!!Arga yang masih dalam amarahnya tak bisa langsung tenang dan memukul meja dengan keras. Melampiaskan amarahnya ke sana. Beralih ke R

  • Terjebak Cinta Pria Dingin    48. Tak Bisa Melawan

    Rania terbangun karena merasa dadanya sesak dan juga pengap. Rasa pusing langsung mendera kepalanya dan kian terasa seiring dengan kesadarannya yang semakin terkumpul.Namun bukan hanya itu, tiba-tiba saja dia dikagetkan dengan lengan yang memeluk pinggangnya dari belakang. Rania membulatkan matanya kemudian menoleh dan langsung syok mendapati Arga tiba-tiba sudah disisinya.Belum selesai dengan kekagetannya, Rania harus merasa mual dan mendorongnya langsung menyingkirkan lengan Arga dari pinggangnya dan kemudian berlari ke kamar mandi."Rania," ujar Arga yang kemudian terlihat bangun karena pergerakan dari Rania.Pria itu dengan sigap bangkit dan mengejar Rania ke kamar mandi. Seperti sedang ketakutan kalau istrinya itu kabur lagi.FlashbackMalam itu, Arga masih belum bisa tidur dan terus-terusan memikirkan Rania. Sampai kemudian dia mendapatkan email tugas yang dikirimkan beberapa mahasiswanya termasuk Rania, segera setelah itu dia membalas dengan menyuruhnya pulang dan mengancamny

  • Terjebak Cinta Pria Dingin    47. Tak Bisa Menenangkan Diri

    Arga mengepalkan tangannya, mengeram menatap beberapa kain yang di jadikan tali dan masih terikat di balkon. Dia marah, tapi di saat yang sama pria itu juga tampak gelisah memikirkan bagaimana kondisi istrinya yang baru kabur itu.Menghubungi beberapa kali, tapi tak ada jawaban dari Rania. Hal itu membuatnya semakin cemas saja dan mungkin tak bisa tenang sebelum menemukan istrinya yang bahkan sedang mengandung itu.Tak bisa diam saja, pria itu segera mengandalkan asistennya dengan cara melacak GPS HP istrinya itu, dan dirinya sendiri langsung bergerak untuk mencarinya.Malam tiba dengan cepat dan Arga masih belum menemukan istrinya, tak bisa beristirahat dia bahkan merasa harus melihat kondisi adiknya di rumah sakit."Bagaimana keadaanmu?" tanya Arga sambil mengusap puncak kepala Viona dan tersenyum walaupun dalam lelahnya."Viona baik-baik saja, Mas, tapi bagaimana dengan Kak Rania? Kemana dia, apa sekejam itukah dirinya sampai untuk menjenguk aku korbannya dia tak sudi?!" tanya Vio

  • Terjebak Cinta Pria Dingin    46. Terlalu Terluka Dengan Hati Yang Tak Terkendali

    Di rumah sakit, setelah Viona di periksa dan sadarkan diri juga sudah boleh dilihat. Gadis itu meski sedang kesakitan, tapi sama sekali tak mau menyia-nyiakan kesempatan. Dia langsung merengek dan bertingkah untuk memperburuk sisi Rania dihadapan orang tuanya."Hiks-hikss ... Viona takut Rania, Mom. Dia jahat, tega dan sampai hati mendorong Viona. Hiks-hikss, Viona takut Mom," ujarnya membuat hati Andini memanas."Anak itu memang kelewatan, harusnya tadi aku tak hanya mengomelinya, tapi juga menamparnya. Biar tahu rasa dan cepat sadar!" geram Andini marah."Sudahlah .... Jangan begitu pada Rania. Kita sendiri sudah mendengar bagaimana pengakuannya. Lagipula Daddy perhatikan selama ini Viona yang suka cari gara-gara sama menantu kita, Mom. Anak kita juga yang salah," ujar Nugraha membela dan mencoba bersikap adil tanpa memihak siapapun. Sekalipun itu menantu ataupun putrinya sendiri."Tapi Mas, Rania itu memang kasar!" tehas Andini mendebat tak terima."Siapa juga yang tahan, setiap ha

  • Terjebak Cinta Pria Dingin   45. Jebakan Viona

    Rania mengambil tempat di sebelah Arga. Setelah makan malam dia mau tidur saja dan bahkan tak memikirkan soal tugas kuliahnya lagi. Hal itu dikarenakan tugas kuliahnya bukanlah lagi masalah prioritas yang membuatnya kepikiran, kerena sekarang kehamilannya sudah membuatnya pusing sekali.Sementara itu Arga belum bisa tidur walaupun dia sudah di tempat tidur. Pria itu masih harus mengerjakan pekerjaannya yang di kantor, sementara sebagai dosen sudah diurus oleh asisten dosennya.Lama berkutat akhirnya dia selesai juga. Tepat tengah malam dan Arga menguap sambil membereskan pekerjaannya. Kemudian setelahnya dia menyimpan laptopnya dan bersiap untuk tidur.Barulah saat itu juga dia menyadari suatu hal. Ternyata Rania berbaring menyamping dan membelakanginya. Hal itu menyebabkan Arga kesal dan juga geram. Tak terima dengan posisi tidur Rania, dia segera membalik posisinya dan membuat Rania memeluknya.Pagi tiba dengan cepat, Rania menguap dan mengucek kelopak matanya dengan reflek. Akan te

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status