Share

Tidak berguna

Naraya duduk diam bersandar headboard. Kini ke mana pun arah mata menatap, pada kenyataannya tidak ada yang bisa dilihat. Semua hampa dan gelap, semua begitu sepi di hatinya. Sendiri dan takut, itulah yang kini dirasakan Naraya.

“Na.” Suara Amanda terdengar di ruangan itu.

Naraya meminta Kenan untuk melarang siapapun masuk ke ruangannya, termasuk Evangeline dan Devan jika mereka datang.

“Waktunya makan, aku akan menyuapimu.”

Naraya hanya bisa mendengar suara Amanda tanpa bisa melihat wajah temannya itu.

“Aku ingin makan sendiri,” kata Naraya.

Amanda terkejut dengan permintaan Naraya, tapi juga tidak bisa melarang karena takut menyinggung.

“Baiklah,” balas Amanda dengan senyum kecil meski wajahnya sembab karena baru saja menangis.

Amanda memosisikan meja khusus di atas kaki Naraya, sebelum kemudian menaruh piring berisi makanan untuk temannya itu.

Naraya meraba meja, tentu s

Bab Terkunci
Membaca bab selanjutnya di APP
Komen (1)
goodnovel comment avatar
vieta_novie
sabar ya naraya...kamu pasti bisa melewati semua cobaan ini.. duh...knp al & keluarga nya ga boleh tau yaa...kan sapa tau mereka bisa menolong...
LIHAT SEMUA KOMENTAR

Bab terkait

Bab terbaru

DMCA.com Protection Status