Compartilhar

Chapter 1

Autor: Shine
last update Última atualização: 2026-01-10 10:37:19

"Jadi nama gue Lilian Emanuel?"

Mungkin jika ada orang yang melihatnya sekarang, Kath akan disangka gila karena berbicara dengan cermin. Tetapi untung saja, setelah dirinya bangun dari pingsan tidak ada satupun manusia yang berada di rumah.

Mengenai dua orang pria yang Kath tebak sebagai Leo dan Sean, mereka telah pergi entah kemana, meninggalkan Kath di atas tempat tidur tanpa membantu sama sekali.

Shit! Setidaknya mereka bisa menemaninya sampai dia bangun dan menjelaskan segalanya tanpa harus membuat Kath menerka-nerka hingga membuat kepalanya pusing ketulungan.

Dasar tidak tau diri, makinya.

Tapi mau bagaimana lagi, Leo dan Sean adalah tokoh favoritnya di novel secret dark. Walaupun sudah diberikan title sebagai kang nginep yang mau untungnya saja--- dalam artian hanya menikmati tubuh Lilian saja namun tetap saja Kath masih mengidolakan mereka.

Akh, Kath sukses berdilema ria.

Di satu sisi Kath ingin menikmati keindahan dua pria yang wajahnya lebih tampan dari semua pria yang Kath kenal. Tetapi di sisi lain, bukannya nanti Lilian akan dibunuh oleh mereka berdua, yang secara otomatis akan membuat Kath kembali menghadapi kematian kedua.

Kath menggelengkan kepalanya dengan cepat.

Dia harus bertahan hidup, dia tidak ingin dibunuh, dia ingin hidup sentosa, damai dan bahagia.

Satu cara agar dia bisa mencapai keinginannya adalah...

Sebisa mungkin Kath harus menjauhi dua tokoh pemeran utama pria.

Baiklah, untuk menjauhi mereka Kath harus mengatur strategi.

Latar dalam novel ini adalah Bali. Apa perlu dia pindah tempat agar Leo dan Sean tidak menemuinya lagi?

Sekali lagi Kath menggelengkan kepalanya dengan cepat. Dengan kuasa yang dimiliki mereka berdua, menemukan satu ekor semut diantara kumpulan gajah sangatlah mudah. Kath akan segera ditemukan dan akan kembali dibawa mereka untuk digiring bersamaan.

Kath mengacak rambutnya kesal,

Kalau dia belum bisa mengatur strategi, dia bisa mati lagi.

Kath tidak ingin mati dengan cara mengenaskan yaitu dibunuh tanpa tau alasan di baliknya.

Hanya karena balas dendam atas perlakuan keluarga Emanuel dahulu? Bahkan ketika semua itu terjadi, Lilian masih bocah yang kencing saja harus ada yang menemani. Tetapi kenapa mereka menargetkan Lilian yang notabenenya tidak punya salah sama sekali.

"Nona Lilian, air mandinya sudah siap."

Kath tersentak dan kaget sejadi-jadinya karena mendapati seorang wanita paruh baya sudah ada di belakangnya.

Lah, saat Kath periksa seluruh rumah dia tidak menemukan keberadaan satupun orang di sini.

Sekarang mengapa...

"Kamu siapa?"

Wanita paruh baya itu mengeryit seakan tidak mengerti dengan pertanyaan Kath, namun pada akhirnya wanita itu menjawab.

"Saya Siya, pelayan pribadi anda."

Anjim, jadi lo Siya, mata-mata berkedok pelayan yang dikirim oleh Leo dan Sean untuk mengawasi setiap gerak-gerik Lilian? Batin Kath.

Kath ingat, di novel secret dark dijelaskan bahwa Siya diberikan oleh Leo dan Sean untuk membantu Lilian mengurus rumah. Namun, karena emang isi otak Leo dan Sean udah bejat dari sononya, setelah seminggu berkerja Siya malah ditugaskan untuk mengawasi pergerakan Lilian dan memberikan hasil pengawasannya kepada Leo dan Sean dalam waktu 24 jam tanpa sepengetahuan Lilian.

Kalau begitu, bukankah tingkah mereka sudah hampir sama dengan stalker?

Apa perlu Kath lapor polisi?

"Darimana saja kamu?" Kath bertanya hanya karena penasaran, apalagi melihat bahwa dia sudah memeriksa seluruh rumah dan tidak mendapati keberadaan Siya.

"Saya sedang menyirami tanaman di taman belakang rumah."

Pantes.

"Siya... Sebelum itu ada yang ingin gue--- maksudnya saya bicarakan." Kath menggaruk tengkuknya, dia benar-benar tidak terbiasa berbicara dengan orang yang dia anggap asing sekarang.

"Saya akan mendengarkan."

Kath menatap Siya dengan serius dan dengan satu tarikan nafas, Kath mengutarakan keinginannya.

"Mulai hari ini kamu saya pecat."

----

Kath sudah berhasil melewati satu langkah untuk menjauhi bendera kematiannya. Ya walaupun dengan susah payah karena penolakan Siya yang kekeuh tidak ingin dipecat.

Dengan memecat Siya maka pergerakannya tidak lagi diamati oleh Leo dan Sean, dengan kata lain Kath bisa bebas berbuat apapun, termasuk mengatur rencana untuk menghindari mereka.

Minusnya hanya satu, Kath tidak lagi memiliki pengurus yang akan mengurus rumah Lilian.

Tidak apa, dia sudah terbiasa bersih-bersih. Flatnya bahkan dia bersihkan sendiri sebulan sekali.

Baiklah, jangan mengejeknya. Jujur sebenarnya Kath malas bersih-bersih.

Sepertinya dia perlu mengerjakan satu orang untuk mengurus rumah ini dan pastinya harus bebas hubungan dari dua komplotan yang akan membunuhnya.

Dan sebelum melakukan itu semua, Kath harus mengumpulkan energi dengan mengisi perutnya yang sudah berdisko sadari tadi.

Kath keluar dari kamar dan berniat melangkah menuju ke arah dapur. Sesampainya di dapur, langsung saja dia membuka lemari pendingin, melihat makanan apa yang bisa dia makan langsung.

Sebenarnya Kath bisa dikatakan jago masak, terlebih sudah bertahun-tahun lamanya Kath tinggal sendiri sehingga dia dipaksakan untuk dapat lebih mandiri. Namun sekarang, dia sedang terlalu malas untuk meracik makanan yang alhasil membuatnya hanya menikmati dua buah apel sebagai sarapan.

Nanti siang dia berjanji akan memasak tetapi untuk saat ini biarkan tubuhnya bersantai terlebih dahulu.

Kath duduk di tempat yang terlihat seperti bar yang letaknya menghadap ke dapur. Jika ada seseorang yang memasak pastinya dia bisa melihat dengan jelas dari sini.

Saat sedang menikmati apelnya, Kath dikejutkan dengan kedatangan seseorang yang berhasil membuka pintu rumah ini tanpa masalah sedikit pun--- mengingat rumah ini dibuat dengan keamanan yang cukup ketat.

Sosok pria tampan yang memakai setelan jas formal menghampirinya dan duduk di sampingnya. Sembari cengengesan pria itu berkata, "Kakak udah baikan? Gue khawatir banget lho pas lihat kakak tiba-tiba pingsan."

Kath tidak bisa berkata-kata, dia mematung diam di tempat, terpana melihat Sean--- prianya Lilian yang lebih muda tiga tahun di bawah Lilian.

Pria yang berprofesi sebagai penyanyi ini memang punya pesona tersendiri. Jika Leo terlihat tegas dan sexy, Sean malah terlihat sexy dan menggemaskan.

Dua-duanya memang sexy sih. Kalau tidak mana mungkin Lilian menjadikan mereka 'mainan' yang selalu menemani kesepiannya.

Kath terlonjak kaget di kala Sean melepaskan jasnya, dasi kupu-kupu yang melingkar di leher Sean dan kancing atas kemejanya yang telah terbuka semakin menambah daya tarik hingga Kath tidak sengaja tersedak air ludahnya sendiri.

Ini cowok benar-benar godaan terberat, batinnya.

"Kak Lilian, lo gak apa?" tanya Sean kebingungan karena mendapati Kath dengan mulut menganga.

Menyadari kekonyolannya, Kath langsung menutup mulut. Untung saja ilernya gak netes sama sekali.

"Gu... gue, itu..."

Kath malah gelagapan, matanya semakin tidak fokus. Pandangannya bergantian tertuju pada wajah tampan Sean dan juga dada Sean yang terpampang jelas akibat kancing kemeja pria itu yang entah karena sengaja dibiarkan terbuka begitu saja.

Tadi pagi kayaknya Sean gak semempesona ini. Apa karena Kath yang terlalu shock saat mengetahui bahwa dirinya terjebak di dunia novel? Jadi dia tidak terlalu memperhatikan pesona Sean.

Fix, Kath bisa gak sih pingsan lagi? Dia sudah tidak sanggup berhadapan dengan tokoh idolanya yang super tampan ini.

Jika memang ada kamera tersembunyi Kath sudah terlebih dahulu melambaikan tangan tanda menyerah.

Kath menggeleng kepalanya dengan cepat, dia berusaha memotivasi diri agar tidak lemah.

Ingat, Sean yang menusuk Lilian dengan menggunakan pisau yang artinya Sean adalah musuh utamanya yang harus dihindari oleh Kath.

Jangan tergoda pada bagian luarnya, asli dalamnya bangsad gak ketulungan, batin Kath.

Dengan mengumpulkan keberanian Kath berucap, "Gue mau lo berhenti temui gue."

Kath mengucapkan kalimat tersebut dalam satu tarikan nafas hingga membuatnya sukses ngos-ngosan.

"Lo lagi gak mabuk?"

"Gue?" Kath menunjuk dirinya sendiri, "Gue seratus persen sadar, dalam keadaan sehat tanpa sakit sedikitpun."

Setelah Kath mengatakan hal tersebut, Sean malah menarik tengkuknya hingga jarak antara keduanya semakin dekat.

"Bilang salah gue apa."

"Lo gak salah apa-apa. Gue cuma mau hidup tenang tanpa ada satupun gangguan lagi."

"Jadi lo mikir gue adalah gangguan?"

Suara Sean tidak seriang tadi, yang Kath dengar sekarang hanyalah suara berat penuh intimidasi.

Dengan takut Kath mengangguk.

Mau Sean marah ataupun enggak Kath tidak peduli, yang terpenting nyawanya selamat di masa depan.

"Kak, lo gak pernah kayak gini." Sean berbisik. Tangan pria itu turun dari tengkuk Kath menuju pinggang, kemudian perlahan berakhir di lekuk lutut Kath.

Kath terlonjak ketika Sean menggendong dan membawanya ke arah sofa lalu membantingnya dengan keras.

Shit, punggung Kath terasa sakit sekarang walaupun Sean melempar tubuhnya di atas benda empuk.

Kini Sean berada di atasnya, pria itu menatap Kath dengan tajam seolah Kath adalah mangsa yang siap untuk dijadikan santapan.

Kath merasa ngeri sekaligus takut, dia baru sadar sekarang sifat asli Sean setelah mengingat isi dari novel secret dark yang dia baca.

Bisa dikatakan Sean adalah sosok sadis yang tertutupi dengan penampilan masokis.

Sialannya lagi Kath berhasil membangunkan sifat sadis Sean dengan perkataannya barusan.

Tanpa bisa Kath hentikan Sean langsung melumat bibir Kath dengan kasar. Kath tentu saja berusaha mendorong tubuh Sean, namun sayangnya tidak berhasil karena tenaganya tidak sebanding dengan pria yang tengah sibuk menjelajahi bibirnya.

Kath tidak berani membuka mulutnya. Sungguh, sekarang adalah pengalaman pertama dia berciuman dan dia belum terlalu paham dengan teknik yang sering dilakukan pasangan pada umumnya.

Sean mengeram karena mengetahui Kath tidak merespon apa yang tengah dilakukannya. Hal ini membuat pria itu mencubit keras pinggang Kath hingga gadis itu mengaduh dan membuka mulut.

Pada akhirnya Sean lah yang menang. Kath tidak dapat berbuat banyak untuk menolak, karena bagaimanapun Kath melawan tetap saja dia akan kalah melawan malaikat mautnya ini.

Continue a ler este livro gratuitamente
Escaneie o código para baixar o App

Último capítulo

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 3

    Kabar baiknya, Kath tidak jadi mati.Namun kabar buruknya dia malah berakhir diintrogasi.Dalam keadaan bangun dari pingsan--- setelah ditusuk jarum suntik yang Kath yakini berisi obat bius dari Sean, Kath mendapati dirinya berada di kamar tidur yang pastinya bukan kamar tidur Lilian yang sebelumnya dia tinggali. Ditambah, dia juga mendapati Sean dan Leo duduk di atas sofa berhadapan dengan ranjang yang dia tiduri, menatap ke arah dirinya dengan pandangan intimidasi.Kath tertawa dalam hati sembari mengutuk kebodohannya karena sudah membeberkan satu rahasia yang dia ketahui dalam novel. Seharusnya dia diam saja dan terus bertingkah seperti Lilian polos yang tidak tau apa-apa.Ya mau bagaimana lagi, perilaku asli Kath tidak dapat berubah dalam waktu cepat. Jika ada orang yang melawannya Kath juga bisa melawan--- hal ini sudah menjadi hukum alam dalam kehidupannya."Jadi lo udah tau?"Kath menggeleng cepat mendengar pertanyaan Leo dan sebisa mungkin tidak berbicara satu kata pun.Kalau

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 2

    Saat Sean sedang menikmati bibir Kath secara sepihak, suara dering ponsel terdengar. Hal ini sontak membuat Sean menghentikan kegiatannya--- yang membuat Kath ingin sekali sujud syukur sekarang.Jika kegiatan ini terus dilanjutkan Kath yakin pasti akan terjadi sesuatu yang paling tidak dia inginkan. Cukup pikirannya yang tidak suci, Kath tidak ingin tubuhnya ikut tidak suci pula.Ya walaupun, secara harfiah tubuh Lilian sudah sering di 'pake' oleh Sean maupun Leo tetapi kenyataannya yang ada dalam tubuh ini sekarang kan adalah Kath yang notabenenya menganggap bahwa hal yang berbau intim adalah tindakan yang sangat tidak lumrah terjadi."Shit, kalau lo nelpon gue cuma mau kasih tau hal yang gak penting. Gue pecat lo!"Kath terlonjak kaget, dia bahkan tidak sadar bahwa Sean sudah menjauh dari tubuhnya dan tengah duduk di kursi bar yang sebelumnya pria itu duduki."Kenapa gak bilang sebelumnya, Bangsat?" Setelah mengatakan kalimat tersebut dengan keras, Sean segera memakai jasnya dan s

  • Terjebak Dalam Novel   Chapter 1

    "Jadi nama gue Lilian Emanuel?"Mungkin jika ada orang yang melihatnya sekarang, Kath akan disangka gila karena berbicara dengan cermin. Tetapi untung saja, setelah dirinya bangun dari pingsan tidak ada satupun manusia yang berada di rumah.Mengenai dua orang pria yang Kath tebak sebagai Leo dan Sean, mereka telah pergi entah kemana, meninggalkan Kath di atas tempat tidur tanpa membantu sama sekali.Shit! Setidaknya mereka bisa menemaninya sampai dia bangun dan menjelaskan segalanya tanpa harus membuat Kath menerka-nerka hingga membuat kepalanya pusing ketulungan.Dasar tidak tau diri, makinya.Tapi mau bagaimana lagi, Leo dan Sean adalah tokoh favoritnya di novel secret dark. Walaupun sudah diberikan title sebagai kang nginep yang mau untungnya saja--- dalam artian hanya menikmati tubuh Lilian saja namun tetap saja Kath masih mengidolakan mereka.Akh, Kath sukses berdilema ria.Di satu sisi Kath ingin menikmati keindahan dua pria yang wajahnya lebih tampan dari semua pria yang Kath k

  • Terjebak Dalam Novel   Prolog

    "Sumpah, gue kasian banget sama Lilian. Ya gue tau kematiannya bakalan jadi alasan kemunculan si pemeran utama, tapi ya masa harus terbunuh sama dua male lead sekaligus?!" "Mana mereka sering tidur bareng, bahkan udah fix jadi kang nginep. Bukannya balas budi, eh malah nusuk dari belakang." "Keselnya lagi, setelah Lilian mati si Leo malah ambil alih hak waris Lilian di keluarga Emanuel. Ya gue tau dia cuma pengen balas dendam aja ke keluarga Emanuel karena udah buat keluarganya sengsara dulu. Tapi ya gak bunuh si Lilian juga kali, masa cewek gak bersalah jadi korban." Kathryn Sandjaya atau lebih akrab dipanggil Kath memandang ketiga temannya yang tengah beradu pendapat mengenai chapter terbaru novel berjudul Secret Dark yang tengah tenar di salah satu situs baca novel online tanpa minat sama sekali. Dia sebenarnya tidak tergiur memperdebatkan nasib tokoh sampingan bernama Lilian yang dianggap teman-temannya sebagai tokoh paling ngenes di Secret Dark--- terlebih karena dirinya yang

Mais capítulos
Explore e leia bons romances gratuitamente
Acesso gratuito a um vasto número de bons romances no app GoodNovel. Baixe os livros que você gosta e leia em qualquer lugar e a qualquer hora.
Leia livros gratuitamente no app
ESCANEIE O CÓDIGO PARA LER NO APP
DMCA.com Protection Status