แชร์

Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan
Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan
ผู้แต่ง: Neny nina

Bab 1. Terbangun di tubuh orang lain

ผู้เขียน: Neny nina
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2026-01-10 10:38:25

Selena Ataraska yang sedang melayang di alam mimpi, tiba-tiba terbangun karena sentuhan nakal tangan seseorang di bagian sensitif tubuhnya. Aroma minuman keras yang tajam juga menusuk indra penciumannya, saat mulut bajingan itu sedang berusaha mendekat ke bagian wajahnya yang bulat.

Lelaki binal itu berbadan gemuk, kulit hitam dan mata merah karena sedang mabuk. Keringat sudah menitik dari rambutnya yang kaku karena minyak rambut murahan. Satu titik dari keringatnya sudah membangunkan Selena. Dia sudah tidak sabar ingin menjamah tubuh Selena yang gemuk dan montok. Dia berusaha menelan ludahnya saat melihat kulit putih Selena yang berseri. Ditambah lagi dengan bagian dadanya yang montok menantang. Hal itu semakin membuat pria brengsek itu bernafsu untuk segera menjamahnya.

Saat mulutnya sudah siap hendak menjamah bibir indah Selena, tiba-tiba Selena terbangun dan matanya terbuka lebar. Dengan sigap Selena mendorong muka orang itu dan menendang dengan sangat keras di bagian torpedonya.

Seketika lelaki gemuk itu meringis kesakitan dan merangkak turun dari tempat tidur. Dia meringkuk memegangi alat vitalnya yang masih dibalut celana. Mukanya merah padam menahan rasa sakit karena tendangan Selena. Sungguh diluar dugaannya.

"Dasar brengsek! Ternyata dia masih sadar!" makinya dengan suara tertahan.

Selena segera turun dari tempat tidurnya dan berniat untuk menghajar lelaki kurang ajar itu lagi, karena sudah berani menyentuhnya saat ia sedang tertidur.

Tapi laki-laki itu berhasil lolos dengan melompat ke luar jendela.

Saat hendak mengejarnya, Selena berbalik, karena tanpa sengaja sudut matanya melihat ada wanita gemuk yang mengikutinya di cermin. Saat dia menoleh, wanita gemuk itu juga menoleh ke arahnya. Dia juga meniru semua gerakannya. Tadinya dia menyangka yang dilihatnya adalah perempuan lain. Dia mendekat ke arah cermin dan memegangi hidung, pipi serta badannya dengan rasa heran dan sangat Shok. Ternyata bukan orang lain yang dilihatnya, melainkan dirinya sendiri.

"Astaga! Ada apa ini? Kenapa badanku segemuk ini dalam semalam?! Apa benar ini aku?! Tidak mungkin..."

Matanya juga terkesiap melihat cermin meja riasnya yang berbeda. Perlahan dia meraba sudut dan pinggiran cermin hias itu dengan penuh rasa waspada.

"Ini, kok bisa berubah juga? Kapan aku menggantinya? Tapi rasanya ini familiar."

Lalu matanya menyapu seluruh ruangan. Dia menutup mulutnya yang ternganga antara percaya dan tidak percaya. Matanya mengerjap beberapa kali untuk memastikan penglihatannya tidak salah.

"Apa aku benaran masuk kedalam cerita kesukaanku yang selalu membuat aku emosi saat membacanya itu?"

"Kalau memang benar, berarti aku sedang berada di tubuh Selena? Istri dari Zarek Shader yang tidak pernah dianggap?"

"Ceh, kenapa harus ke tubuh dia sih? Tubuh ini kan istri yang nggak dianggap? Meskipun pemilik tubuh ini merupakan istri sah dari Zarek Shader, tapi dia selalu diabaikan, bahkan selalu disepelekan oleh semua pelayan di rumah ini..."

"Yang lebih menyedihkan, tubuh ini akan mati setelah ditampar dan terbentur ke sudut meja oleh Zarek, karena dia mengira tubuh ini sudah menghianatinya dengan pria lain. Astaga! Seharusnya saat laki-laki kurang ajar tadi sedang bersamaku, Zarek akan masuk bersama para pelayan dan istri kesayangannya. Lalu dia akan menamparku sampai sakit parah dan akhirnya meninggal beberapa hari kemudian."

"Aku nggak mau tragis seperti di dalam cerita," batinnya.

"Baik! Sambil mencari jalan pulang, aku harus menyelamatkan diriku dulu. Jangan sampai aku ditampar seperti dalam cerita!"

Tiba-tiba, suara benturan pintu yang keras membuyarkan lamunan Selena. Dia menoleh ke pintu. Beruntung sebelum pintu dibuka paksa, dia sudah menyemprotkan parfum untuk menyamarkan sisa aroma tubuh dan minuman keras milik orang yang tadi.

Seorang lelaki tampan yang persis seperti tokoh yang ia baca dalam cerita muncul.

Dari ciri-ciri yang ia baca di novel, lelaki gagah dengan sorot mata tajam yang sedang berjalan cepat ke arahnya itu adalah suaminya, Zarek Shader.

Di sampingnya wanita cantik berwajah polos namun berhati iblis nan licik itu sudah pasti Liana Berta.

Zarek menghirup aroma parfum di ruangan itu perlahan. Dia menikmati wangi dan sejuknya aroma itu. Aroma parfum yang mengingatkannya akan sesuatu, hingga ia tersadar dengan tujuannya yang sebenarnya datang ke kamar itu.

Tapi sebelum ia membuka mulut, matanya menggeledah ke setiap ruangan. Sedangkan wanita yang datang bersamanya mengacak-acak setiap sudut ruangan itu, termasuk lemari dan bawah meja. Namun tidak menemukan orang yang dia cari.

"Ada apa kalian datang ke kamarku?! Seenaknya saja main dobrak?!" tanya Selena kasar.

"Ada pelayan yang melaporkan kepadaku, kalau dia melihat ada laki-laki masuk ke kamarmu secara diam-diam. Makanya aku segera memberitahu suami kita. Dan kami datang ke sini, takut kamu kenapa-kenapa," ucap Liana sungkan dan pura-pura mencemaskan keselamatan Selena.

Selena tersenyum miring. Dia sudah tahu. Wanita licik itu yang sengaja mengirim orang untuk masuk ke kamarnya. Sebelum itu, dia sudah memasukkan obat perangsang dalam dosis yang banyak kepada Selena melalui makanan yang diantarkan pelayannya.

"Dasar wanita licik! Padahal kamu sendiri yang mengirim orang untuk datang ke kamarku agar pemilik tubuh ini marah dan menamparku! Dasar perempuan bermuka dua," batin Selena.

"Kalau begitu, terima kasih karena kamu sudah berbaik hati menjagaku." Selena pura-pura tidak tahu kelicikan wanita itu.

"Suamiku! Aku ini istri sahmu! Kamu harus menghukum pelayan yang sudah menfitnahku. Karena jika kamu membiarkan hal ini mengambang begitu saja, berita bohong ini akan menyebar kemana-mana dan menghancurkan nama baik keluarga kita," pinta Selena kepada Zarek dengan tegas.

Liana terkesiap mendengar permintaan Selena. Selama ini, Selena tidak berani menatap mata Zarek. Tapi kali ini, bahkan dia mengutarakan permintaannya dengan sangat lancar dan juga tegas. Yang lebih membuat Selena terperangah adalah jawaban Zarek.

"Benar! Panggil pelayan yang memberikan kabar bohong itu ke sini!" suruh Zarek kepada salah seorang kepercayaannya yang juga ada di ruangan itu.

Tidak lama kemudian, orang kepercayaan Zarek, Riker membawa Elara. Wajahnya pucat pasi. Tangannya gemetar. Sekilas dia melihat kode dari mata Liana yang mengisyaratkan agar ia tidak mengecewakannya.

"I_iya Tuan! Apa yang harus saya kerjakan?" tanyanya gugup.

"Apa tadi kamu melihat ada orang yang masuk ke kamar ini?!"

Mendengar pertanyaan Zarek pelayan itu semakin pucat dan menggigil ketakutan.

"Anu, Tuan. Saya hanya datang mengantar makanan untuk Nyonya Selena. Dan,"

"Dan?!"

"Dan saat saya mau mengambil piring bekas makan nyonya, saya melihat ada laki-laki gemuk yang masuk ke kamar nyonya!"

Tiba-tiba, sebuah tamparan keras mendarat di pipinya. Zarek menamparnya dengan sangat keras.

Selena heran melihatnya . Bukankah dalam plot asli seharusnya dialah yang mendapat tamparan dari Zarek hingga menanggung rasa sakit di hati dan kepala, lalu meninggal. Sedangkan pelayan itu menjadi pelayan kesayangan Liana karena berjasa memfitnah Selena.

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป

บทล่าสุด

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 58

    Mereka sampai di kediaman Sastrada Wijaya. Sebuah rumah besar bergaya tradisional kuno yang sangat mewah dan asri. Di atas gerbang ada papan nama yang bertuliskan Kediaman Adipati Sastrada Wijaya."Ini rumah saya Tuan. Ayo mampir dulu. Saya akan kenalkan Tuan kepada ayahanda saya.""Em." Sultan Zarek berjalan beriringan dengan wanita itu. Sedangkan Riker mengikuti dari belakang.Sepanjang jalan sampai ke depan pintu, Zarek memperhatikan semua pelayan dan penjaga. Mereka semuanya terlihat aneh. Seperti tidak ada yang menghargai gadis itu. Riker juga merasakan hal yang sama."Tuan. Kalau dilihat dari tatapan para pekerja dan pelayan rumah ini, sepertinya mereka semua membenci nona ini," bisik Riker di telinga Zarek saat Zarek melambatkan sedikit jalannya."Aku juga merasakannya," jawab Zarek.Pintu besar terbuka lebar. Sepasang suami istri yang berpakaian bangsawan datang menghampiri mereka dengan berurai air mata. Tapi gadis di samping Zarek tidak terharu sama sekali melihat kesedihan

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 57

    Nyonya Ratih menemui Selena di taman. Dia membuang semua rasa malunya yang ketahuan bermalam di hotel bersama tuan Matias."Selena. Ada apa tadi mencariku?" tanyanya dengan suara yang kaku.Selena tersenyum. "Maaf, Nyonya. Tadi saya tidak sengaja. Saya terburu-buru ingin memperlihatkan surat dari tuan Sultan Zarek.""Dari Zarek?" tanyanya cemas. Semenjak sultan Zarek datang, dia belum bertemu dengannya secara langsung."Iya." Selena menyerahkan selembar kertas yang sudah dibacanya lebih dulu.Nyonya Ratih mengambil dan membaca surat itu. Setelahembacanya, Seketika kakinya lemas. Dia terduduk di kursi taman di samping Selena. Mukanya merah. Matanya berkaca-kaca. Dadanya terasa berat. Dia sedih dan bingung dengan apa yang akan terjadi antara dia dan lelaki yang dikiranya selama ini adalah anak kandungnya.Sedangkan di pasar yang ramai, sultan Zarek berjalan tanpa tujuan. Terkadang ia menabrak beberapa pengunjung pasar. Karena dia bukan orang sembarangan, tak ada yang berani menegur ata

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 56

    "Aku wanita yang sangat malang, Nak. Aku akan bercerai dengan suamiku."Selena terkejut mendengar pernyataan nyonya Ratih. "Kenapa bisa begitu? Apa Nyonya dan Tuan Sultan ada masalah?"Air mata Nyonya Ratih menitik. Dadanya bergetar. Mulutnya terasa berat untuk menceritakan, tapi hatinya ingin menceritakan semuanya."Ayahanda Sultan Zarek berselingkuh."Selena terdiam. Dia memeluk tubuh nyonya Ratih yang bergetar hebat."Apa kamu tahu apa yang lebih menyakitkan, Nak?""Apa?" tanya Selena lirih."Zarek adalah anaknya bersama perempuan itu."Zarek yang menguping percakapan mereka dari balik pintu, terduduk. Lututnya tak sanggup menopang tubuhnya karena menerima kejutan yang besar."Siapa wanita itu, Nyonya?"Zarek menajamkan telinga. Ia ingin tahu siapa orang yang telah melahirkannya."Dia adalah orang yang sudah bekerja sangat lama di rumahku. Dia... Upik."Air mata luruh dari pelupuk mata Zarek. "Jadi orang yang membesarkan aku selama ini bukanlah orang yang melahirkan aku?" batin Z

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 55

    "Andika?""Apa Yang Mulia mengenalnya?" tanya Selena."Dia adalah adik bungsuku.""Kenapa kau ingin menghabisiku?" tanya raja dengan kening berkerut."Haha, ha, ha! Dasar bodoh! Apa kau lupa? Sudah berapa kali orangku berusaha membunuhmu di dalam istana? Itu semua atas perintahku. Aku yang memberi mereka jalan untuk masuk. Jika tidak, bagaibagaimana bisa mereka masuk kedalam istanamu dengan pengawasan yang ketat?""Jadi itu semua ulahmu, Dek?""Berhenti memanggilku dengan panggilan itu! Apa kamu pikir aku tidak tahu siapa dirimu? Kamu hanyalah iblis yang menyamar menjadi kakakku! Cepat katakan di mana keberadaan kakakku!" bentak laki-laki tampan yang masih sangat muda itu di bawah ancaman pedang sakti Selena.Kening raja mengernyit."Apa yang kamu katakan. Aku ini kakakmu. Aku bukan iblis seperti yang kau curigai.""Iblis tetaplah iblis. Kau takkan mengatakan di mana keberadaan kakakku. Jadi sebaiknya kubunuh saja kamu sekarang."Lelaki itu mengeluarkan sebuah senjata kecil yang ia am

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   Bab 54

    "Sistem. Tolong mundurkan waktu." Sebuah layar hologram kembali muncul di depannya."Syukurlah," batin Selena. Ia segera menekan angka. Tapi permintaannya ditolak.Dia kembali berbisik dalam hati."Sistem bantu aku.""Halo Selena. Maaf saya terlambat. Apa yang terjadi?""Entahlah. Aku takut akan hal lain, tapi yang terjadi justru diluar dugaanku. Aku berada diantara dua dunia.""Baiklah. Aku mengerti aku bisa mengembalikanmu ke dua jam yang lalu. Aku tidak bisa memindahkanmu ke dunia nyata karena levelmu masih belum mencukupi.Dua jam yang lalu berarti saat ia masih berada di kerajaan Samudra.Ia menarik napas lega."Ok. Tidak masalah." Seketika ia berada di halaman kerajaan. Ia hendak menaiki tangga delman. Liontinnya juga masih utuh."Aku kembali ke sini," batinnya. Ia bersorak dan memeluk Arya. Akhirnya aku bisa bertemu kamu lagi," katanya dengan rasa haru yang tak terkira.Arya membalas pelukan Selena dengan hangat. "Selena. Aku pikir kamu akan lebih senang tinggal di kerajaan in

  • Terjebak Di Tubuh Istri Gendut Tuan Sultan   53

    Selena menoleh. Mantannya menatap tak percaya melihat orang yang berdiri di gerbang istana."Raja!"Ia yang sudah menaikkan sebelah kaki ke tangga delman segera turun dan membungkuk dalam. Arya dan Sultan Zarek ikut membungkuk, meski raut wajah keduanya jelas tak senang."Yang Mulia. Mengapa Anda keluar?" tanya Selena hati-hati.Raja tersenyum samar. Ia mengenakan pakaian rakyat biasa, jubah cokelat kusam dan sepatu kulit berdebu. Namun wibawanya tak bisa disembunyikan."Aku akan ikut denganmu.""Tapi… bagaimana dengan istana?""Aku sudah menunjuk wakilku untuk menjaga takhta."Sultan Zarek, penguasa wilayah perbatasan yang namanya menggema hingga ke padang tandus Gurun Merath, menegang. Arya pun memalingkan wajah, jelas keberatan."Oh. Kebetulan sekali, Yang Mulia," ujar Selena, mencoba mengalihkan ketegangan. "Anda bisa tinggal di hotel saya.""Aku akan menyewa hotelmu.""Dengan senang hati, Yang Mulia."Raja melangkah mendekat dan, tanpa ragu, menggenggam tangan Selena. Hangat. T

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status