로그인Putri Cantik, Zhu Linglong yang terlahir nyaris mati karena ramalan pengorbanan Alam Langit. Kaisar Istana Perak Biru, Cang Jue menculiknya menyelamatkannya dari tragedi peleburan api. Benua Tianxu menghukum Kaisar Cang Jue atas pembangkangan yang dilakukan. Setelah mengalami peperangan inti Meridian Jiwa rusak. Zhu Linglong dan Cang Jue berpetualang untuk memperbaiki inti Meridian Jiwa dan menemukan fakta tidak terduga. Ketika cinta sudah terbentuk, Langit hanya memilih satu Dewa Binatang untuk hidup. Lantas apa yang terjadi? Apa yang dipilih oleh Cang Jue? Apakah Zhu Linglong akan memadamkan es untuk apinya? Atau Cang Jue yang akan melebur es nya untuk menyurut cintanya yang penuh dengan api?
더 보기Permintaan dari Xiao Guanying membuat Cang Jue dan Zhu Linglong saling memandang. Ada degup cepat yang mendera jantung mereka. Sedetik kemudian, mereka serentak untuk menatap Xiao Guanying. "Untuk itu. Tidak bisa, Tuan. Bagaimanapun, ini adalah identitas kami, jadi... memang harus seperti ini cara kami berpenampilan. Dengan menutup wajah, agar kami tidak dikenal dengan rupa. Tapi, cukup jasa kami yang dikenang." Cang Jue menatap lekat, memberikan penjelasan ringan itu kepada Xiao Guanying. Meskipun tampak kerutan di dahinya. Xiao Guanying memilih untuk mengakhiri itu dengan senyuman. "Baiklah, terkadang pendekar memang suka untuk merahasiakan identitas. Asalkan niat baik, rupa dan penampilan tidaklah penting," kata Xiao Guanying, memamerkan deretan gigi putihnya. Membuat rasa legah timbul di benak Cang Jue dan Zhu Linglong. Satu langkah penyusupan. Berhasil mereka tempuh. Dengan sangat mulus. "Lalu, di mana kiranya tempat tinggal untuk kami?" tanya Zhu Linglong, merebut per
Pria tua yang seluruh rambutnya sudah putih dan panjang itu tampak tersenyum kecil. Bukannya tidak terlihat, karena Cang Jue dan Zhu Linglong jelas bisa menangkap ekspresinya. Pria itu pun memajukan langkahnya. Sambil menautkan kedua tangannya ke belakang. "Namaku Xiao Guanying. Aku bukan ketua di sini. Aku, hanya meneruskan mandat dari Tetua Xiao Ying, untuk menjaga rumah ini tetap berdiri sekalipun banyak badai dari luar," jelasnya. Sekaligus memperkenalkan diri sekaligus kedudukan dan tugasnya di tempat ini. Kedua hati milik Cang Jue dan Zhu Linglong sama-sama terhembus legah. Mereka benar-benar dapat merasakan ada satu lagi kaitan gulungan yang mereka cari, perlahan-lahan mulai melengkapi pertanyaan rumpang dan sekaligus menjadi titik pembukaan keduanya untuk bisa menyelesaikan pencarian masalah ramalan palsu. Akhirnya, ada titik terang lebih dekat yang mempertemukan keduanya terhadap sisa-sisa informasi penting dari Xiao Ying dan Wu Cheng yang belum bisa dipecahkan bahkan t
"Kita ikuti saja dia Cang Jue," kata Zhu Linglong. Gadis itu memberikan saran. Cang Jue jelas mendengar saran itu. "Mengikutinya?" tanya Cang Jue, berpikir kritis."Karena di cukup berpenampilan berbeda dadi orang kebanyakan. Entah itu membawa kita ke Kediaman Keluarga Xiao atau tidak. Tapi, tak ada salahnya berbuat baik Cang Jue, seandainya kita bisa menemukan rumah mereka dan sedikit membantu," jelas Zhu Linglong, dengan nada lembut seperti biasanya.Cang Jue mengerti. Akhirnya, ia menyaksikan anak itu dengan saksama. Tampak, dia selesai memunguti kayu-kayunya. Memapah para kayu itu dan menggendong ke punggungnya. Dia tampak berjalan ke sebuah gang. Cang Jue dan Zhu Linglong saling memandang sebelum mereka benar-benar melanjutkan langkah. Menyusuri sebuah gang kecil yang cukup pekat dengan bau tanah basah. Seperti banyak lumut di sekitarnya.Gang kecil itu membimbing mereka hingga tiba di sebuah pekarangan luas. Pekarangan itu menampilkan penampakan rumah megah dan cukup besa
Cang Jue mendengar dengan jelas kalimat pertanyaan Zhu Linglong. Istrinya itu, sedang diliputi rasa cemas. Cang Jue sendiri juga peka. Keadaan memang tampak memusatkan perhatian pada mereka. "Aduh sayang..." Cang Jue melimbungkan tubuhnya ke Zhu Linglong begitu saja. Sampai gadis itu tampak panik. Buru-buru menerima tubuh Cang Jue. Orang-orang yang memperhatikan mereka sebelumnya langsung mendelik. Kontan mengalihkan pandangan. Mereka adalah tipe manusia yang sangat risih melihat kemesraan di tempat umum. "Cang Jue, kau ini kenapa?" lirih Zhu Linglong. Nada marahnya tertahan. Tetapi, dia masih setia menahan tubuh Cang Jue agar tak tersungkur. Kini, terasa seperti... Zhu Linglong sedang mengajak Cang Jue berdansa. Berposisi dengan dirinya yang malah merengkuh pinggang Cang Jue dengan badan setengah membungkuk. "Istriku sayang... aku sangat mencintaimu. Tak ingin terpisah darimu. Meskipun, mataku sedang terluka. Dan hidungku sedang dijahit. Tapi... kau tetap setia kepadaku. Sampa
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
리뷰더 하기