แชร์

72 Obat bagi Hasrat

ผู้เขียน: Heartwriter
last update วันที่เผยแพร่: 2026-04-11 13:55:25

Di koridor rumah mewah yang remang-remang, diterangi lampu dinding berwarna kuning lembut, dengan aroma samar masakan malam yang sedang dimasak di dapur masih tercium di udara, Gito berjalan menuju ruang kerjanya, diikuti oleh Tina yang siap melayani bosnya.

Pria berusia 49 tahun itu, tinggi dan tegap, terbungkus handuk mandi putih yang longgar, berjalan dengan cepat namun hati-hati agar tidak menimbulkan suara, sesekali melirik ke belakang ke arah Tina, yang mengikuti dengan diam seperti baya
อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terjebak Gairah Terlarang   305 Aku akan Jaga Kamu

    Setelah momen intim yang penuh emosi di sofa, Leon masih memeluk Lestari erat. Tubuh gadis itu masih gemetar karena campuran kenikmatan dan air mata yang baru saja ia lepaskan. Leon mencium kening Lestari lembut, lalu berbisik di telinganya dengan suara rendah penuh nafsu:“Lestari… aku masih ingin kamu. Sekarang doggy style. Biarkan aku menunjukkan betapa aku menginginkanmu.”Lestari tidak menjawab dengan kata-kata. Ia hanya mengangguk pelan, matanya masih basah. Leon membantu Lestari berdiri, lalu membalikkan tubuhnya menghadap sofa. Ia membungkukkan Lestari di atas sandaran sofa, tangan gadis itu bertumpu di permukaan sofa yang empuk, bokongnya terangkat tinggi.Leon berdiri di belakang Lestari, tangannya mengusap punggung gadis itu dengan lembut, lalu turun ke bokongnya yang indah. Ia meremas bokong Lestari pelan, membuka kedua sisinya, dan memasukkan batangnya yang masih sangat keras ke dalam vaginanya yang basah dengan satu dorongan mantap.“Aaaahhh…” desah Lestari panjang, tubu

  • Terjebak Gairah Terlarang   304 Hasrat Leon pada Lestari

    Sejak hari pertama Lestari bekerja sebagai sekretaris pribadi Leon, suasana di ruangan direktur selalu penuh ketegangan halus. Lestari datang dengan penampilan rapi dan sopan seperti biasa — kemeja putih longgar, rok panjang selutut, dan hijab yang tertata rapi. Ia bekerja dengan teliti, mengatur jadwal Leon, menyiapkan dokumen, dan menangani panggilan telepon dengan profesional.Leon, tidak bisa menahan diri. Setiap kali Lestari mendekat ke mejanya untuk menaruh berkas, Leon sengaja menyentuh punggung tangannya lebih lama dari biasanya. Sentuhan itu lembut, seolah tak sengaja, tapi penuh maksud. Lestari selalu menarik tangannya dengan cepat, wajahnya tetap tenang meski pipinya sedikit memerah.“Terima kasih, Pak,” kata Lestari sopan setiap kali, lalu mundur selangkah.Leon tersenyum dalam hati. Ia semakin berani. Saat Lestari membungkuk untuk mengambil map di lantai yang sengaja ia jatuhkan, Leon berdiri di belakangnya dan “tak sengaja” menyentuh pinggangnya. Lestari langsung menegak

  • Terjebak Gairah Terlarang   303 Gadis ke Lima

    Setelah sesi panas dengan Melati, Leon memutuskan untuk menetapkan Melati sebagai salah satu staf khusus di departemen administrasi dengan gaji tinggi. Ia menelepon HRD untuk mengurus semuanya.“Selanjutnya,” kata Leon ke interkom.**Gadis keempat** masuk ke ruangan. Namanya **Laras**, 24 tahun. Gadis ini memiliki wajah cantik dengan mata besar, bibir sensual, kulit cerah, tubuh tinggi semampai dengan payudara besar dan pinggul lebar yang sangat menggoda. Ia mengenakan kemeja putih ketat dan rok pensil hitam yang memperlihatkan lekuk tubuhnya dengan jelas.Leon langsung ke inti, suaranya sudah parau karena efek obat kuat yang masih bekerja kuat.“Laras, sebagai direktur, aku punya kebutuhan. Kalau aku butuh pelampiasan, apa yang akan kamu lakukan?”Laras tersenyum tipis, sudah mendengar dari kandidat sebelumnya. “Saya akan melayani Bapak sepenuhnya, Pak. Tubuh saya siap menjadi pelampiasan Bapak kapan saja.”Leon tersenyum puas. “Buktikan. Sofa sekarang. Woman on top dulu.”Laras mend

  • Terjebak Gairah Terlarang   302 Interview pada Gadis ke Tiga

    Setelah sesi doggy style yang intens dengan Tira, Leon memutuskan untuk menetapkan Tira sebagai Manager Penjualan. Ia menelepon HRD untuk mengurus surat penunjukan dan kenaikan gaji yang besar.“Selanjutnya,” kata Leon ke interkom.**Melati** masuk ke ruangan. Gadis berusia 22 tahun ini memiliki wajah manis dengan bibir penuh, mata besar yang lembut, tubuh ramping tapi berlekuk indah, dan rambut panjang bergelombang. Ia mengenakan kemeja putih ketat dan rok pensil abu-abu yang menonjolkan pinggulnya.Leon langsung ke inti, suaranya sudah parau karena efek obat kuat yang semakin kuat.“Melati, sebagai direktur, aku punya banyak tekanan. Aku juga punya kebutuhan sebagai lelaki. Kalau aku butuh pelampiasan, apa yang akan kamu lakukan?”Melati tersipu sebentar, tapi ia sudah mendengar dari kandidat sebelumnya. “Saya akan melayani Bapak sepenuhnya, Pak. Tubuh saya siap menjadi pelampiasan Bapak.”Leon tersenyum puas. “Buktikan. Sofa sekarang. Spooning.”Melati mendekat ke sofa ruang direkt

  • Terjebak Gairah Terlarang   301 Interview pada Gadis ke Dua

    Leon baru saja mengambil ponsel untuk menelepon HRD, hendak mengumumkan bahwa Nancy resmi menjadi sekretaris pribadinya. Tapi matanya tertuju pada foto kandidat kedua di layar laptop — **Tira**, 23 tahun. Gadis itu memiliki wajah cantik dengan bibir tebal alami, mata sipit yang menggoda, kulit sawo matang mulus, dan tubuh tinggi langsing dengan lekuk pinggul dan payudara yang sangat menonjol.Leon tersenyum licik. “Masih pagi… hari masih panjang. Aku mau mencoba yang ini dulu.”Ia langsung menelepon HRD.“Pak, Nancy saya tetapkan jadi Wakil Ketua Departemen HRD. Gaji naik 50% dari kesepakatan awal. Kirim surat resmi sekarang juga.”Nancy yang masih berdiri di depan meja Leon agak terkejut. Wajahnya sempat kecewa, tapi saat mendengar kenaikan gaji yang sangat besar, ia tersenyum lega dan mengangguk.“Terima kasih banyak, Pak. Saya terima jabatan baru ini dengan senang hati,” kata Nancy sopan sebelum keluar ruangan.Leon tersenyum puas. Ia mengambil pil obat kuat dari laci mejanya dan l

  • Terjebak Gairah Terlarang   300 Interview pada Gadis pertama

    Beberapa hari setelah kejadian di rumah, Leon memutuskan untuk fokus pada bisnis. Ayahnya, Gito, secara resmi telah memberikan salah satu anak perusahaan yang sudah lepas dari induk — sebuah perusahaan distribusi logistik bernama **Hartono Logistics Prima Nacita Ekspor Import ** — sepenuhnya kepada Leon untuk dikelola sendiri.Pagi ini, di lantai 18 gedung perkantoran modern di kawasan Sudirman, Jakarta, Leon duduk di kursi direktur baru dengan setelan hitam rapi. Ia sengaja mengadakan rekruitmen tertutup untuk sekretaris pribadi. Dari puluhan pelamar, ia hanya memanggil lima orang yang dipilih berdasarkan penampilan fisik mereka — cantik, berpenampilan profesional, dan memiliki aura yang menarik.Interview pertama hari ini adalah Nancy, 24 tahun. Wanita berambut panjang sebahu, kulit putih mulus, tubuh ramping dengan lekuk yang proporsional, dan wajah cantik dengan bibir penuh. Ia mengenakan kemeja putih ketat dan rok pensil hitam selutut.Leon tidak banyak bertanya soal kemampuan ad

  • Terjebak Gairah Terlarang   107 Puasin dari Belakang

    Di kamar hotel nomor 808 lantai 8 yang kini tenang oleh napas teratur Sonya, Leon terbaring pelan di samping ibu tirinya yang tertidur lelap dalam pelukan setelah sesi woman on top panjang.Tubuh matang wanita itu rileks penuh kepuasan, dada penuhnya naik-turun lambat di dada atletisnya Leon, liang

  • Terjebak Gairah Terlarang   93 Kemesraan Majikan dan Pembantunya

    Di rumah mewah yang diselimuti kegelapan malam, kamar tidur utama menjadi saksi bisu hasrat terlarang yang semakin membara, setelah sesi woman on top yang melelahkan dan memuaskan, Gito dan Tina terbaring di ranjang king size yang kini basah oleh keringat mereka, napas keduanya masih tersengal, uap

  • Terjebak Gairah Terlarang   91 Pemberian Sonya yang Ketat

    Dada kecil Tina bergoyang ringan, tangannya pegang dada bidang Gito untuk keseimbangan, mata hitamnya setengah tertutup menghayati gesekan dinding liang sensitifnya dengan vena batang pria. Gito mendesah puas, tangannya remas pinggul Tina erat, "Enak... Tina... goyang lebih cepat... naik-turun pen

  • Terjebak Gairah Terlarang   110 Nikmat di Bawah Shower

    Leon putuskan untuk keluar lagi dari kamarnya Sonya dengan hanya memakai handuk. Di kamar hotel nomor 817 lantai 8 yang kini diselimuti keheningan malam awal, Windy terbaring lelap dalam kepuasan mendalam setelah sesi missionary yang panjang dan mesra, tubuh rampingnya rileks, napasnya teratur sep

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status