ログインViko, tukang kebun yang kini bangkit membalaskan dendamnya atas kebohongan, pengkhianatan dan perlakuan semena-mena dari istrinya. Ia bersumpah akan membuat istrinya merasakan apa yang ia rasakan.
もっと見る"Itu pasti Vani."
Viko mendengar suara mesin mobil dari balik jendela. Dia menduga istrinya sudah pulang. Dengan cekatan, dia membuka pintu depan dan berdiri di ambang pintu seperti yang selama ini dia lakukan. Dua bulan menikah, dan kebiasaan ini belum pernah sekalipun dibalas dengan senyuman. "Vani, kok kamu baru pulang?" Ketika Stevani mendekat, tercium bau alkohol yang kuat. Langkahnya sedikit gontai, tapi tatapannya tetap tajam, setajam yang biasa Viko terima setiap malam. Namun, yang diterima Viko justru bukan pelukan. Bukan senyuman. Hanya tatapan sinis yang sudah ia hafal di luar kepala. Viko meraih tangan istrinya dengan hati-hati, tetapi Stevani buru-buru menghindar. "Heh! Don't touch me! Najis tau dipegang-pegang kamu. Bisa-bisa aku harus mandi kembang!" "Tukang kebun hina, jelek, dekil kayak kamu memangnya pantes pegang-pegang aku?! Ngaca dong!" Suaranya keras. Tidak peduli tetangga mendengar atau tidak. Tidak perduli apakah perkataannya menyakiti Viko atau tidak. Stevani tidak peduli. "Harusnya kamu bersyukur bisa nikah sama aku. Kalo bukan karena permintaan Papa, kamu nggak mungkin bisa naik kasta." "Minggir! Jangan menghalangi jalan aku. Dan satu lagi, jangan pernah kamu bermimpi bisa tidur sama aku! Aku tidak akan pernah Sudi tubuhku ini disentuh oleh laki-laki sepertimu! Najis!" Stevani menunjuk muka Viko dengan jari telunjuknya. Lalu ia melengos dan berjalan masuk. "Vani, aku ini suami kamu. Kenapa—" "Apa?" Vani memotong cepat. "Jangan pernah menyebut kamu suami aku di depanku. Cuih!" Pintu kamar dibanting dari dalam. Viko berdiri mematung di ambang pintu depan yang masih terbuka. Angin malam menerpa wajahnya, tetapi dinginnya tidak ada apa-apanya dibanding kata-kata yang baru saja dia terima. Dia menarik napas pelan, lalu menutup pintu. Rumah besar ini kembali sunyi. Hanya suara AC sentral dan detak jam dinding yang menemani. Viko berjalan ke dapur dan mengambil segelas air putih. Diminumnya perlahan sambil berdiri di depan wastafel, menatap pantulan wajahnya sendiri di jendela gelap. Pria berusia 31 tahun, tampan, dengan rahang yang keras. Kulit sawo matang. Badan atletis. "Dibanding dengan Malik, aku jauh lebih tampan. Pastinya, tubuhku jauh lebih proporsional. Cuma beda kasta aja." Sayangnya, tidak ada satu pun dari itu yang pernah dihargai di rumah ini. Viko meletakkan gelas dan duduk di sofa ruang tamu. Pikirannya berputar mundur ke hari yang mengubah hidupnya. Hari itu, Bambang Adam—Ayah Stevani sekaligus majikannya, memanggil Viko ke ruang kerja. Dia menawarkan kesepakatan yang tidak masuk akal. Yaitu menikahi Stevani. Bambang menjamin semua kebutuhan Viko. Saat itu, Viko tidak punya alasan untuk menolak. Dia sendiri tidak punya tabungan, tidak punya koneksi dan tidak punya masa depan yang jelas. Yang dia punya hanya tanah kecil di kampung dan keahlian merawat tanaman. Jadi dia menyetujui tawaran itu. Dua minggu setelah menikah, Stevani keguguran. Anak di dalam kandungan bukan darah daging Viko. Meskipun begitu, pernikahan tetap berjalan. Statusnya tetap suami dari CEO Adam Group. Dan perlakuan Stevani tetap sama. Stevani selalu semena-mena dan merendahkan Viko, seakan suaminya itu adalah suatu najis yang ia pun tidak sudi berada didekatnya. Dengan langkah yang pelan, Viko memberanikan diri masuk kedalam kamar Stevani. Terdengar suara kran dari dalam kamar mandi. "Dia sedang mandi." Gumam Viko pelan. Viko mengambil ponsel Stevani yang tergeletak begitu saja di meja, dan ponselnya tidak di password. Jemarinya bergerak membuka aplikasi discord. Layar menyala. Viko menggulir percakapan itu perlahan. Ratusan pesan. Baris demi baris yang tidak seharusnya ada di ponsel seorang istri. Satu kalimat sudah cukup untuk membuat rahangnya mengeras. Malik Permana: Tadi seru banget kan, sayang? Aku pingin lagi. Itu pesan dari Malik yang dikirim tiga jam lalu. Viko meletakkan ponsel itu kembali ke meja dengan hati-hati. Lalu perlahan dia meninggalkan kamar Stevani dan berjalan ke ruang tamu. Malik Pramana. Nama yang sudah pernah dia dengar sebelumnya. Pria yang menghamili Stevani dan membuat dirinya yang bertanggung jawab, serta diperlakukan semena-mena di rumah ini. Dia kembali ke meja dapur, mengambil ponselnya sendiri, dan mengetik nama itu di mesin pencari. Mantan karyawan Adam Group. Dipecat setahun lalu. "Menarik." Viko menyimpan semua temuan itu, dan disimpan rapi didalam kepalanya. "Ini bisa aku gunakan untuk nanti. Untuk waktu yang tepat. Lihat saja nanti, Malik. Kamu akan aku buat bertanggung jawab atas apa yang sudah kamu lakukan." Dia mematikan lampu ruang tamu dan berjalan menuju kamarnya sendiri.Enam bulan setelah badai likuidasi dan restrukturisasi massal melanda lantai bursa metropolitan, riak-riak konfrontasi modal yang gersang di bawah langit Jakarta Pusat akhirnya mengendap sepenuhnya. Papan catur korporasi yang dulunya dipenuhi sengketa nirkabel kini telah bertransformasi menjadi ekosistem baru yang bergerak stabil di bawah kendali tunggal Sudirman Global Holdings. Di balik dinding kaca tebal lantai lima puluh Menara Sudirman, tidak ada lagi grafik merah yang fluktuatif, melainkan hamparan lanskap ibu kota yang benderang oleh cahaya fajar yang baru. Perubahan takdir tidak hanya mengunci jalannya roda kapitalisme metropolitan, melainkan membawa setiap jiwa yang pernah bertaruh di dalamnya menuju pelataran hidup yang jauh lebih damai. Di sebuah kawasan residensial premium di Bali yang menghadap langsung ke arah deburan ombak selat, Nuri Vega duduk santai di beranda vila miliknya. Sore itu, ia mengenakan gaun kasual kain satin putih yang longgar, memancarkan k
Deru angin metropolitan di luar dinding kaca lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holding kini terasa jauh lebih teratur seiring berjalannya mekanisme pasar yang stabil. Tepat pukul tiga sore, grafik indeks di layar utama bursa efek tidak lagi menunjukkan lonjakan agresif, melainkan pergerakan horizontal yang solid pada batas tertinggi—sebuah indikasi bahwa pasar telah menyerap seutuhnya struktur permodalan baru faksi Sudirman. Viko Sudirman duduk tegak di balik meja besarnya, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang kini dibungkus kemeja tenun premium berwarna putih bersih. Sepasang mata nya menatap konstan ke arah lembar konfirmasi kliring internasional yang masuk melalui peladen perbankan pusat Jakarta-Tokyo. Wibawa dominasi tertinggi dari seorang manipulator kapitalis terpancar kuat dari ekspresi wajah tegasnya yang bersih dari sisa-sisa kegetiran masa lalu. "Tuan Viko," panggil kepala tim audit teknologi. "Seluruh protokol enkripsi baru pada sistem pelabuhan te
Matahari pagi di atas Jakarta Pusat memantulkan kilatan cahaya yang tajam pada struktur baja Menara Sudirman Global Holdings. Tepat pukul sembilan pagi, bel elektronik tanda dimulainya sesi perdagangan perdana untuk emiten baru hasil restrukturisasi berbunyi di seluruh pelataran bursa efek. Di dalam ruang kendali utama lantai lima puluh, atmosfer kerja bergerak dalam kesunyian yang mekanis. Viko Sudirman berdiri tegak di tengah ruangan, mengenakan kemeja tenun premium berwarna abu-abu yang membungkus sempurna postur tubuh bidang atletisnya yang maskulin dan kokoh. Sepasang mata elangnya yang hitam legam mengunci barisan angka digital yang merayap naik pada dinding monitor raksasa, menampilkan arus modal masuk dari bursa Tokyo yang melebur sempurna dengan kapitalisasi domestik. "Sesi prapembukaan baru saja ditutup dengan kelebihan permintaan sebesar lima belas persen, Tuan Viko," lapor wakil direktur bidang operasi kliring internasional. Ia menyodorkan sebuah tablet bers
Tepat pukul empat sore, gemuruh aktivitas di lantai lima puluh Menara Sudirman Global Holdings beralih ke ruang presentasi utama yang semi-digital. Ruangan berpanel kayu hitam itu kini diterangi oleh pendaran biru dari proyektor holografis setinggi dua meter yang menampilkan simulasi jaringan distribusi logistik baru. Viko Sudirman duduk tegak di kepala meja konferensi pualam, meluruskan postur tubuh bidang atletisnya yang dibungkus kemeja tenun merah maroon premium. Lengan kemejanya yang digulung rapi mempertegas gerakan tangannya yang konstan saat menggeser grafik performa sistem otomasi gudang di layar sentral. Aura dominasi dan wibawa kapitalis tingkat tinggi memancar tegap dari pembawaannya, menandai mulainya era baru di mana faksi Sudirman tidak lagi sekadar bertahan dari skandal masa lalu, melainkan mendikte arah gerak modernisasi industri metropolitan. "Tuan Viko," panggil direktur teknologi logistik terintegrasi yang baru direkrut dari firma global, melangkah maju den
Malam semakin larut, namun ruang kerja Viko di kantor pusat platform menulis digitalnya masih terang benderang. Setelah Viko mengantarkan Tomi ke kediaman Sandra, ia tidak langsung pulang. Viko memutuskan ke platform pribadinya di kawasan Sudirman. Pria muda itu berdiri di dekat jendela besar, me
Viko membelalakkan mata. Ia tidak percaya Nuri membiarkan Inka masuk.Dengan gerakan kilat, Nuri menunjuk ke arah balkon kamar yang tertutup tirai beludru tebal.Tanpa membuang waktu, Viko menyambar kaosnya dan melompat turun dari ranjang. Ia menyelinap ke balik tirai balkon tepat saat kenop pintu
Didepan pintu Nuri, Viko menghela napas panjang, lalu mengusap dadanya berulang-ulang.Ia mengetuk pintu itu dua kali dengan sangat pelan. Pintu langsung terbuka, seolah sang penghuni memang sudah menunggunya di balik daun pintu."Masuklah, Viko. Aku pikir kamu tidak akan datang," ujar Nuri, suaran
Nuri berdiri, berjalan perlahan ke arah Viko dan berdiri tepat di belakangnya.Ia meletakkan kedua tangannya di bahu Viko, meremasnya dengan lembut namun penuh penekanan."Karena aku juga merasakannya, Viko. Dikhianati oleh orang yang seharusnya paling kita percaya. Bambang juga punya banyak gundik
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
レビュー