Share

BAB 2

Penulis: Yuhani
last update Terakhir Diperbarui: 2025-12-28 23:41:08

Kedua kelopak mata Valerie perlahan terbuka, ia mengedarkan pandangannya ke setiap sudut ruangan, kini ia menyadari sedang berada di sebuah kamar. 

Valerie mencoba untuk bangkit, tapi kedua tangannya terikat di kedua sisi sudut ranjang.

Valerie menggeram kesal, “sial… aku harus pergi dari tempat ini.” 

Valerie mencoba menarik tali yang mengikatnya, tapi sulit, tali itu terikat sangat kuat, sehingga ia hanya bisa menggeram kesal. 

Wanita yang sebelumnya mempersiapkan Valerie, tersenyum tipis melihat Valerie berusaha untuk melepas ikatan pada kedua tangannya. Dengan langkah perlahan, wanita itu mendekat, membuat Valerie menatap tajam dirinya.

“Jangan habiskan tenagamu, Nona. Itu akan sia-sia, tidak pernah ada yang lolos dari Tuan James. Kau sungguh cantik, Tuan James, pasti akan sangat menyukaimu, tubuhmu sangat indah, Nona Valerie.”

Valerie membeku, ia tahu betul apa yang akan terjadi padanya, ia tidak mau, hidupnya harus berakhir di pelukan pria yang jahat. James, mungkin memperlakukannya sebagai budak nafsunya.  Valerie menatap benci pada wanita itu, matanya memerah, air matanya tiba-tiba keluar, membuat wanita itu menjadi kesal. 

“Jangan menangis, kau akan merusak riasan wajahmu,” ucapnya tanpa merasa bersalah. Wanita itu lalu mengeluarkan jarum suntik, dan itu membuat Valerie waspada, tapi bagaimanapun ia tidak bisa lari karena kedua tangannya terikat. “Kau akan menyukai permainan Tuan Jamas, Nona Valerie…”

“Brengsek, apa yang kau suntikan padaku?!” Valerie berteriak marah, tubuhnya memberontak tapi tidak membuat suntikan itu gagal, obat masuk perlahan ke dalam tubuh Valerie. Wanita itu tersenyum, tidak peduli dengan amarah Valerie. 

“Bersikaplah baik, agar tuan bersikap baik juga padamu.” Setelah mengatakan itu, wanita itu pergi meninggalkan Valerie seorang diri. 

“Tolong lepaskan aku, aku tidak mau diperlakukan seperti ini!” Valerie terus berteriak memohon agar ia bisa pergi dari tempat itu. Tapi tidak ada yang mendengarnya. 

Obat yang disuntikan pada Valerie,  perlahan kini mulai terasa olehnya…

Jantungnya berdegup, udara di kamar itu mulai terasa panas, tapi sensasi di kulitnya terasa berbeda. Ada getaran halus yang terasa samar di kulitnya, merayap dari ujung jemari hingga tengkuk lehernya. Napasnya mulai tersengal pelan,  bukan karena lelah tapi karena ada sesuatu yang mengusik tubuhnya.

Suara pintu terbuka dan suara langkah terdengar perlahan mendekat dirinya, James kini menatap Valerie dengan penuh gairah, ia membuka kancing kemejanya satu persatu, tanpa melepas pandangan matanya pada Valerie, seolah mengagumi tubuh Valerie yang terlihat indah baginya.

Valerie menatap sengit James “Lepaskan aku, brengsek! apa yang akan kau lakukan padaku, jangan menyentuhku! aku tidak sudi disentuh olehmu!” 

Valerie mencoba mempertahankan dirinya, ketika melihat menatapnya dengan penuh gairah.

Valerie benar-benar takut, marah, tapi tidak ada yang bisa dilakukan olehnya.

“Kau sungguh kasar, Nona. Tapi aku suka,” ucap James, tersenyum dengan liciknya. 

“Pergi kau, bajingan! jangan menyentuhku!” Valerie terus mengumpat, ia sungguh tidak rela harus berakhir menjadi wanita yang hina.

Air mata Valerie menetes, membuat James menatap sedih Valerie. “Jangan menangis, aku sungguh benci melihatnya. Valerie, aku janji kau akan menyukai permainanku.” 

“Tidak… jangan sentuh aku!” teriak Valerie, menolak apa yang akan James lakukan. Namun James tidak peduli, pria itu sudah tidak sabar untuk menyentuh wanita di depannya. 

Tangan James mulai menyentuh kaki Valerie, membuat Valerie bergetar, seolah menyukai sentuhan James yang lembut dari ujung kaki hingga ke pahanya.

 “Lihat, kau menyukainya, Vale.” James tersenyum dengan liciknya.

“Obat … obat apa yang kau berikan padaku?” tanya Vale, suaranya bergetar, karena merasakan sensasi aneh dalam dirinya. 

“Obat?’ James menggelengkan kepalanya.  “Itu  adalah sesuatu yang akan membawamu ke surga…”  bisik James di samping telinga Valerie.

James bangkit dan membuka ikatan tangan Valerie, James ingin Valerie bisa bergerak dengan bebas, saat disentuh olehnya. Kedua tangan Valerie kini sudah terlepas, Valerie pun memberontak, mencoba menghindar, dan lari dari James, tapi semua hanya sia-sia. 

Tubuh Valerie  terasa lemas, lututnya bergetar, dan seolah menginginkan sebuah sentuhan yang menenangkannya. James dengan senyum liciknya, mulai menyentuh Valerie, dari atas hingga bawah, membawanya kembali ke atas ranjang hingga tubuh Valerie tanpa sadar  menyukai setiap sentuhan yang dilakukan oleh James.

“Kau suka?” tanya James, yang dengan nakalnya bermain-main dengan tubuh Valerie.

“Dasar kau… brengsek. Lepaskan aku…” desis Vale, nafasnya tersenggal, hatinya menolak dengan keras tapi tidak dengan tubuhnya.

“Tapi kau menyukainya, tubuhmu tidak menolak, Vale.” Suara berat James membuat tubuh Vale semakin tidak bisa menolak, semakin menikmati semua sentuhan James, dengan terpaksa. 

Valerie tidak mengatakan apapun, ia hanya bisa menatap James dengan penuh kebencian, tapi hal itu semakin disukai oleh James. 

“Pertama untukmu? akan aku lakukan dengan penuh kelembutan… hingga kau menjadi candu dengan semua sentuhanku.. Valerie…”

James memegang pinggang Valerie, menyentuhnya semakin dekat dan intim, Valerie mendesah, menggeram sakit tapi penuh kenikmatan, begitupun dengan James.

James tersenyum, pria itu terlihat sangat puas, seolah ia tidak merasa rugi telah mengeluarkan banyak uang untuk wanita yang kini dalam kungkungan.

Valerie  hanya bisa terus mengumpat dalam hatinya, menyumpahi Lukas dengan penuh kebencian karena telah menjualnya pada pria brengsek seperti James.

“Aku benci hidup ini…”

***

Valerie terbangung dengan tubuh tanpa sehelai benangpun yang menempel di tubuhnya, hanya ditutupi selimut tebal berwarna putih. Badannya terasa sakit, terutama di bagian intimnya. Valerie ingat bagaimana James menyentuhnya, Valerie merasa dirinya kotor.

Seorang wanita yang sempat mendadaninya, datang membawa sarapan untuknya. Valerie menatapnya dengan sinis. 

“Bersihkan badanmu dan makanlah ini, kau sudah kehilangan tenagamu, bukan?” 

“Dimana pria itu?” tanya Valerie.

“Perusahaan. Jangan berpikir kau bisa lari dari tempat ini, Nona Valerie. Jangan buang tenagamu lagi,” ucapnya membuat Valerie kesal.

“Kau seorang wanita, tapi kau sangatlah kejam!” desis Valerie.

“Aku hanya seorang pekerja yang menuruti semua perintah tuannya. Panggil aku Anna, jika kau membutuhkan  sesuatu, hubungi aku.” Anna meletakkan sebuah ponsel untuk memanggilnya dan pakaian yang bisa dipakai oleh Valerie di atas ranjang, lalu pergi meninggalkan Vale seorang diri.

“Ponsel?” Vale berpikir jika ia bisa mencoba menghubungi seseorang untuk meminta bantuan, agar bisa lepas dari James.

Namun, Anna yang sudah berada di depan pintu, berbalik dan menatap Valerie kembali. “Jangan bertindak bodoh, jangan berpikir kau bisa meminta pertolongan. Semua yang kau lakukan, Tuan James akan mengetahuinya.”

Setelah mengatakan itu, Anna pun benar-benar pergi meninggalkan Valerie dan tidak lupa mengunci kamar itu dari luar. 

Valerie terdiam, apa yang dikatakan Anna ada benarnya, James tidak mungkin berbuat baik sehingga memberikannya ponsel padanya. Valerie meringkuk di atas ranjang, tidak tahu apa yang harus dilakukan olehnya. Hingga ia teringat akan Lukas, Ayah tirinya yang benar-benar sangat jahat.

“Pria brengsek itu, pasti sedang bersenang-senang!” geram Valerie.

Benar saja apa yang dipikirkan oleh Valerie, jika Lukas kini tengah bersenang-senang dengan uang yang dimiliki olehnya. Bermain dengan wanita, judi, bahkan juga mabuk. Lukas benar-benar tidak memikirkan bagaimana nasib Valerie, tidak peduli sama sekali.

Namun saat ia sedang bersama dengan seorang wanita, beberapa pria berjas hitam datang mengganggu aktivitasnya, wanita yang bersamanya pergi meninggalkannya, karena takut akan ada sesuatu yang buruk terjadi.

“Siapa kalian? kalian menggangguku, wanita itu jadi pergi meninggalkanku. Sial padahal aku sudah membayar mahal!” geram Lukas pada beberapa pria di depannya. 

Namun bukan jawaban yang didapati oleh Lukas, justru pukulan yang membuat Lukas penuh dengan rasa sakit. Lukas tersungkur di atas lantai dengan darah yang mengalir di wajahnya. 

Lukas tidak mengerti mengapa mereka memukulnya, apa karena Valerie?

“Kalian… anak buah Tuan James?” tanya Lukas dengan nafas yang tersengal.

“Tuan James?” terdengar suara berat, dari seorang kakek tua, berjalan hingga berada tepat di depannya. 

“Siapa kau?” tanya Lukas, kini ia menyadari jika mereka bukan suruhan dari James. 

“Dimana Valerie?” lanjutnya bertanya.

Lukas hanya tertawa, membuat pria tua itu menatapnya dengan penuh kebencian, tapi ia masih menahan dirinya. 

“Valerie? hahaha …” Lukas berdiri, menatap lelaki tua itu dengan sinis. “Dia sudah menjadi milik Tuan James, kau tahu, berkatnya aku mendapatkan uang yang banyak. Apa kakek tua ini juga ingin merasakan tubuh Valerie, sayang sekali, Tuan James sudah mendapatkannya lebih dulu. Kau tunggu saja ketika Tuan James bosan.”

Mendengar itu, pria tua itu semakin marah, hingga memukul kepala Lukas dengan tongkat yang dipegang olehnya. Lukas kesakitan dan ingin membalas tapi dua orang pengawal pria tua langsung memukulnya kembali, hingga Lukas tidak bisa lagi bergerak. 

“Cari tahu siapa James? dan aku ingin kalian bawa Valeria padaku, secepatnya!” titah kakek tua itu.

“Siapa… siapa kakek tua itu?” bisik Lukas dalam hatinya.

Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi

Bab terbaru

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 31

    Pagi harinya, Valerie yang sedang memandangi taman dari dalam rumah di lantai dua, dengan masih mengenakan lingerie. Tatapannya terlihat kosong, tidak ada semangat untuk menjalani hari-harinya yang penuh dengan ancaman. Valerie dipaksa harus terus tersenyum dengan rasa sakit yang bertubi-tubi datang padanya, penuh dengan ancaman, dari James pada orang-orang yang disayanginya.“Apa yang sedang kamu lamunkan, Sayang?” tanya James, tangannya melingkar di perut Valerie, memeluknya dari belakang.“Aku merindukan kakekku, kapan kau akan mengajakku kesana? Aku baru sebentar bertemu dengannya, tapi kau memisahkanku,” ucap Valerie dengan enggan menatap James, yang lebih memilih menatap taman dengan langit mendung.“Aku sibuk, akhir-akhir ini, jika senggang aku akan mengajakmu kesana. Vale, kau tidak perlu khawatir, kakekmu tidak akan apa-apa, pengobatan sudah aku berikan maksimal. Kau akan ke perusahaan sekarang?” tanya James, mengubah topik pembicaraan. Tidak mau Valerie terus menanyakan kebe

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 30

    "Tidak, jangan membunuhku! James, kau tidak akan melakukan ini padaku bukan? bagaimanapun, aku adalah istri ayahmu, aku sudah menjadi ibu tirimu," ucap Maeva memohon agar James tidak membunuhnya.Maeva tidak pernah berpikir jika tindakan nekatnya akan membuat dirinya menerima amarah James, hingga nyawanya terancam. Maeva masih percaya jika siapapun wanita disisi James, tidak akan membuat James marah, dengan mencelakai atau menghilangkan nyawanya yang berharap Eleanor bisa menjadi istri James. Tapi sayangnya, pemikirannya salah, karena Valerie bahkan kini bertindak seperti James yang kejam dan tanpa belas kasih."Kau salah jika memohon pada James, Nyonya Maeva. Seharusnya, kau memohon padaku! Apa harus diulangi, jika semua ini tergantung padaku, bukan James!" desis Valerie, tatapannya tajam, membuat Maeva kesal, tidak terima. "Mengapa, mengapa kau membuat keputusan bodoh seperti itu, James. Bukankah selama ini kau hanya mempermainkan semua wanita sesukamu?" tanya Maeva pada James, tid

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 29

    "Menyingkirkannya langsung?' tanya kembali James, memastikan pada sang istri. Valerie pun mengangguk, tanpa ingin berlama-lama berada di tempat yang cukup membuatnya tidak nyaman. Ketidaknyaman Valerie, tentu karena kehidupannya sangat jauh berbeda dari yang dulu, meski penuh dengan kemiskinan akan tetapi Valerie merasa bahagia, tidak ada masalah yang berat, bahkan jika harus menghukum orang. Valerie pada dasarnya adalah wanita yang baik, tapi memiliki keberanian. Namun, Valerie tidak pernah mengira jika keberaniannya kini akan dipakai untuk sesuatu hal yang di luar hati nuraninya. Hanya karena James, hanya karena ingin menyelamatkan nyawa yang berada di tangan James, dan hanya karena Valerie harus bisa kuat bahkan lebih kuat lagi dari James, agar bisa membalas dan melawan, bahkan sampai membuat James jatuh tunduk padanya.Jika Valerie lemah dan tidak bisa sekuat James, maka dipastikan Valerie akan kalah dari James. Valerie tidak mau itu terjadi. Maeva, Eleanor, dan juga Grace, mere

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 28

    Maeva dibawa ke sebuah gudang kosong yang letaknya tidak jauh dari hotel tempat berlangsungnya pesta pernikahan James dan Valerie. Di gudang itu, sudah ada Eleanor dan juga Grace. Maeva terkejut melihat keadaan Grace dan Eleanor yang sudah tidak baik-baik saja. Wajah mereka terlihat lebam, seolah sudah mendapat pukulan yang menyakitkan. Tidak jauh dari mereka, seorang pria yang dibayar untuk menyentuh Valerie pun terlihat sudah tidak berdaya. "Kalian akan segera menjemput kematian. Tuan James, tidak pernah memberikan kesempatan pada orang yang mengusik ketenangan hidupnya. Terlebih Valerie, adalah wanita yang Tuan James miliki." Leon mengatakan pada mereka yang sudah merencanakan rencana licik dan jahat pada Velerie yang berharap pernikahan itu akan gagal, dan digantikan oleh Eleanor. "Tahu apa kau, Leon. Aku adalah ibu tiri James, dia tidak akan menghukumku!" desis Maeva. Leon mengangkat sebelah alisnya. Leon merasa lucu dengan percaya dirinya Maeva jika James tidak akan pernah m

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 27

    "Bermain?" gumam Valerie tanpa mengalihkan pandangannya pada Maeva yang sedang ketakutan. "Permainan ini adalah keinginanmu? Kau yang memulai, maka kau lah yang harus mengakhiri. Vale, tunjukkan kalau kau memang layak berada disisi, di depan mereka!" ucap James dengan senyum seringainya.James menantikan, Valerie bertindak sebagai nyonya Addison yang tidak kalah kejam dengan dirinya.Valerie menatap James, ia tahu pria yang kini menjadi suaminya menginginkan dirinya menjadi istri yang sama jahatnya. Valerie tersenyum pada James, hingga semua orang mengira, Valerie benar-benar jatuh cinta pada James, wanita yang bahagia karena dipilih James sebagai pasangan hidupnya. "Aku akan ikuti apapun yang kamu mau, James, itukan yang kamu ingin dariku?""Benar, buat aku semakin menyukaimu, Valerie, jangan sampai aku membencimu, karena itu tidak akan baik untuk hidupmu!"Maeva yang masih duduk dengan tubuh membeku, merasa putus asa, entah apa yang harus dilakukan olehnya. Maeva membaca berkali-k

  • Terjerat Cinta Casanova "Antara Dendam dan Cinta"   BAB 26

    Pernikahan yang megah dan mewah dengan para tamu undangan yang menunggu sepasang pengantin yang akan memulai hidup baru mereka. Alunan musik klasik yang merdu, dengan dekorasi indah yang dihiasi kristal-kristal yang menggantung di langit-langit gedung, bunga-bunga mahal yang tersusun rapi menambah kesan keindahan. Sehingga mereka berpikir, jika pernikahan itu adalah pernikahan yang paling membahagiakan. Mereka tidak tahu, jika itu hanyalah sebuah permainan, sebuah keegoisan James.Para tamu tersenyum, kagum melihat semuanya, melihat James yang sudah siap menyambut pasangan pengantinnya.Mereka pun tidak menyangka jika James Addison, pada akhirnya menikah.Valerie berdiri di balik pintu besar, dengan gaun pengantin putih membuatnya terlihat sempurna, cantik dan elegan. Tapi semua itu terasa sia-sia jika hanya untuk terperangkap dalam jerat James Addison.Anna berdiri di belakangnya, membantunya melangkah hingga sampai pada Tuannya. "Sudah waktunya, Nona," ucap Anna singkat.Valerie m

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status