/ Romansa / Terjerat Cinta Gadis Bisu / 32. Pilihan Yang Sulit

공유

32. Pilihan Yang Sulit

작가: Shaveera
last update 게시일: 2026-02-13 22:30:26

Cukup lama aku menunggu jawaban dari pria itu, tetapi dia justru mengingatkan aku akan kejadian awal aku masuk kedunia modern. Aku hanya mengulum senyum saja tanpa bersuara.

"Mengapa juga Tuan Senopati harus menolongku jika untuk menanyakan hal ini?"

"Karena aku merindukan kebersamaan kita di Balai Kambang, Putri." Jawaban yang singkat dan begitu menggetarkan hati, itu mungkin jika kudengar dulu.

Sekarang, entah mengapa hatiku memiliki felling yang kuat bahwa pria ini adalah palsu. Ada yang d
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터

최신 챕터

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   76.

    Malam belum benar-benar larut, ketika semuanya berubah. Kurebahkan tubuhku, semua terasa sangat melelahkan. Sebenarnya apa yang terjadi dengan hidupku, mengapa jadi serumit ini. Kepingan demi kepingan kisah masa silam kembali berputar di ujung mataku. Saat pertama kali aku dibawa ke istana ini. Aura ibu Suri begitu mendominasi, dan suamiku—dia sama sekali tidak inginkan pernikahan ini karena kebisuanku. Kemudian malam itu, saat semua sedang terlelap dalam mimpi. Tubuhku melesat meninggalkan istana dan masuk ke dalam tubub seorang gadis bisu. Nahasnya, di dunia yang berbeda itu nasibku masih sama. Bisu dan memiliki nama yang sama yaitu Gendhis. Hanya saja, di dunia itu nasibku sedikit lebih baik. Sosok pria dewasa yang hangat dan ramah selalu membuatku nyaman—Samuel Ortega. Sementara di istana ini—Ranggalawe, meskipun dia juga pria dewasa tetapi watak dan pribadinya sangat jauh berbeda. Bila di sini, dalam kerajaan aku selalu sembunyi di runag kerja Ranggalawe dan membantunya untuk

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   75.

    Sunyi itu belum sepenuhnya reda, ketika sesuatu berubah. Bukan di sekitar ku, melainkan pada Ranggalawe. Aku bisa merasakannya. Cara dia menatap dan menyentuh, tidak lagi sama.Bukan sekadar memperhatikan. Ini lebih pada cara dia mengawasi. Seolah ada sesuatu yang kini perlu dia jaga dengan sangat hati-hati.Dan sesuatu itu ada di dalam diriku. Aku menarik napas pelan, mencoba menenangkan diri. Namun, sebelum aku sempat berkata apa pun, Ranggalawe sudah bergerak lebih dulu.Ia berdiri. Lalu, tanpa banyak bicara, tangannya kembali terulur. Kali ini bukan ke bahuku, melainkan ke pergelangan tanganku. Genggamannya hangat dan mantap, sangat alami.“Ayo,” ucapnya singkat.Aku mengernyit. “Ke mana?”“Kau butuh istirahat.”Nada itu tidak tinggi. Justru pelan, tetapi tidak memberiku ruang untuk menolak. Aku menatapnya, mencoba membaca maksud di balik sikapnya yang tiba-tiba berubah ini.“Kau terdengar seperti memerintah,” sindirku pelan.Biasanya dia akan membalas dengan dingin. Atau setidakn

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   74.

    “Dua jiwa… satu tubuh.”Kalimat itu masih menggantung di kepalaku.Berat.Menghantam tanpa ampun.Aku menarik napas, tapi terasa sesak. Seolah udara di ruangan ini tidak lagi cukup untuk paru-paruku. Tanganku masih berada di perutku, tepat di bawah sentuhan Ranggalawe yang perlahan menjauh. Seolah ia sadar, batas itu kini bukan lagi sekadar fisik.Melainkan sesuatu yang jauh lebih rumit. Aku menunduk. Menatap perutku sendiri. Hanya sesaat, lalu kembali menatap wajah itu, pria yang sudah membuatku berkelana dalam mimpi. “Siapa kau?” bisikku lirih. Bukan pada diriku. Bukan pula untuk Ranggalawe.Tapi pada kehidupan kecil yang kini tumbuh di dalamku. Seketika, bayangan itu datang.Sentuhan yang berbeda dan sama-sama nyata.Anusapati—kasar, penuh kuasa, menyentuhku seolah aku adalah miliknya sejak awal. Tidak memberi ruang. Tidak memberi pilihan. Lalu—Samuel, dia lembut, hangat.Seolah aku adalah sesuatu yang harus dijaga, bukan dimiliki. Jantungku berdebar lebih keras.Dua pria.Dua ra

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   73.

    Duniaku berputar saat kata itu kembali kudengar. Satu kata yang mampu melambungkan anganku dengan ketegasan yang begitu mirip akan sosok Samuel Ortega. Iya, pria itu sedikit banyak telah mempengaruhi hidupku. Jiwanya yang tenang dan bergerak tanpa rencana, tetapi mampu menguasai seluruh masalahku tanpa sisa. Tubuhku masih terasa lemah. Namun, sebelum lututku benar-benar menyerah, sebuah tangan lebih dulu menahan lenganku.Hangat.Kokoh. Dan … hati-hati.Aku sedikit terkejut.Ranggalawe.Biasanya sentuhannya tegas, hampir selalu mengandung kontrol—seolah aku adalah sesuatu yang harus dijaga jaraknya. Tapi kali ini … berbeda. Sentuhan ini lebih mirip pada sosok itu—Samuel Ortega. Ranggalawe berbeda, caranya menyentuhku sangat jauh berbeda. Netapi, kali ini sepertinya buka miliknya. Dia tidak mencengkeram lenganku lalu menopang lembut. “Duduklah,” ucapnya pelan.Bukan perintah. Kalimatnya sangat lembut dan dominan, tetapi ini lebih seperti permintaan yang disertai cinta kasih tulus.

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   72.

    Aku menarik napas panjang. Dalam. Menahan semua gemuruh yang hampir pecah di dadaku.“Cukup.”Suaraku tidak keras, tapi cukup untuk memotong ketegangan di antara kami. Kedua pria itu terdiam—untuk sesaat—seolah memberi ruang pada kata yang baru saja keluar dari bibirku.Aku membuka mata, menatap lurus ke arah Anusapati.“Pergi.”Hanya satu kata. Namun kali ini, tidak ada keraguan di dalamnya.Sorot mata Anusapati berubah. Ada sesuatu yang retak di sana—amarah, keterkejutan, mungkin juga luka yang tak sempat ia sembunyikan. Tapi aku tidak lagi goyah.“Aku tidak akan ikut denganmu,” lanjutku, lebih tenang. “Apa pun yang kau janjikan… sudah terlambat.”Rahangnya mengeras. “Gendhis—”“Aku sudah memilih,” potongku.Meski, jauh di dalam hati… aku tahu pilihanku belum sepenuhnya jelas.Di sampingku, Ranggalawe bergerak sedikit. Kehadirannya terasa—tenang, kokoh, seperti tembok yang tak mudah runtuh. Tangannya kembali menyentuh bahuku, bukan menahan, tapi seolah memastikan aku tidak berdiri s

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   71.

    Dia bergeming, masih menatapku penuh tanya. Hingga akhirnya kalimat itu terucap, jelas dan singkat. “Apa yang sebenarnya kalian sembunyikan?”Nada itu tajam.Penuh tuduhan.Membuatku menutup mata sesaat. Anusapati. Mantan suamiku.Aku menatap lurus ke depan. Ke arah pria yang dulu pernah menjadi pusat hidupku. Kini … hanya bagian dari masa lalu.“Tidak ada yang kami sembunyikan,” ucapku tenang.Tatapan Anusapati menajam. “Jangan bohong, Gendhis.”Aku tidak menghindar. Tidak juga menunduk seperti dulu. Sebaliknya, aku menahan tatapannya—mantap, tanpa ragu.Ada jeda sejenak. Cukup untuk membuat udara di sekitar kami terasa lebih berat.Lalu, tanpa berputar-putar lagi, aku berkata, “Aku hamil.”Sunyi. Benar-benar sunyi.Bahkan angin seolah berhenti berembus. Aku bisa melihat perubahan itu di wajah Anusapati—kejutan, ketidakpercayaan, lalu sesuatu yang lebih gelap yang perlahan muncul ke permukaan. Namun, kali ini … aku tidak mundur.Tanganku terangkat perlahan, menyentuh perutku sendiri—

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   36. Pelaku Berbelok

    Mobil terus melaju di kendarai oleh Siska, aku melihat ke samping sepanjang jalan menuju ke lokasi yang dimaksud dalam rekaman vidio. Ada yang aneh dari perjalanan ini, bagaimana bisa Siska selancar ini menjalankan kendaraan menuju ke lokasi itu. Ini aneh bagiku, aku tetap diam sambil mengirim siny

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   36. Ternyata

    Aku terbangun dari tidur panjang saat kurasakan wajahku disiram dengan air dingin. Siraman air itu tidak hanya pada wajahku saja melainkan hingga setengah badan. Perlahan kubuka kedua mataku, tatapanku langsung bertemu dengan dua manik hitam milik Aurel. Wanita itu menyeringai sinis menatap keadaan

    last update최신 업데이트 : 2026-03-28
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   33. Makin Terjepit

    Tawa Sagara justru makin terbahak dengan tatapan yang masih hangat tertuju ke arahku. Aku bungkam. Tatapan ku lurus ke arah manik mata hitam yang penuh misteri. Jika jiwa ini pemilik tubuh mungkin saja dia sudah meleleh mendapatkan perhatian yang sedemikian rupa, tetapi sayangnya saat ini tubuh in

    last update최신 업데이트 : 2026-03-26
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   28. Satu Keyakinan

    Tanpa berkata lagi aku bangkit dari kursi itu, lalu berjalan menuju ke mej a kecil di sudut ruangan. Berdiri menatap ke luar di mana terlihat kesibukan kota yang begitu padat."Apa tujuanmu mengundang aku dan Siska?" "Akhirnya dapat kudengar dengan jelas suaramu, Sayang," ujar Sagara sesaat sebelu

    last update최신 업데이트 : 2026-03-24
더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status