共有

93.

作者: Shaveera
last update 公開日: 2026-06-08 11:35:45

"Empu," panggilku saat kami sudah duduk di ruang utama padepokan Sekar Galuh milik pribadi Empu Sukmabiru.

Untuk sesaat pria tua itu berdiri saja dengan tatapan menerawang jauh. Ada duka dan luka yang tersirat dari sorot mata itu, tetapi bibirnya berusaha untuk menghadirkan senyum menyambut kedatanganku.

Sementara Ranggalawe berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Pria itu melihat sekeliling padepokan yang tampak sepi dan sunyi.

"Apakah selalu seperti ini keadaan padepokan kala senja hadir, Em
この本を無料で読み続ける
コードをスキャンしてアプリをダウンロード
ロックされたチャプター

最新チャプター

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   95.

    Hingga tengah malam aku masih belum bisa memejamkan mata. Pikiranku menerawang pada peristiwa awal aku datang hingga munculnya Nyai Daksima. Ada kejanggalan yang tersirat dari sorot matanya dan cara dia menyampaikan lisannya.Tidurku tidak nyaman, bukan karena ranjangnya melainkan karena pikiran yang berkelana tanpa ujung. Gerakan ku yang gelisah membuat Ranggalawe bangkit dan duduk menyandar pada dinding ranjang.Lengannya yang kekar meraih kepalaku lalu diletakkan pada dadanya. Dia menunduk dan menatapku dalam."Pasti pikiranmu penuh tanya, Sayang?" tanyanya sambil membelai bibirku. "Lebih baik kita bercinta saja daripada memikirkan hal yang tak pasti itu," lanjutnya dengan senyum entah."Ish, mesum.""Jelas dong, aku suamimu baik dalam dunia ini maupun duniaku. Dengan bercinta pasti pikiranmu bisa terbuka."Kutatap wajah mesum itu, dahi berkerut mendengar kalimatnya. Bagaimana bisa usai bercinta pikiran langsung terbuka. Aneh.Tanpa menunggu jawaban dariku, tubuhku sudah berada dal

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   94.

    Aku masih terdiam tanpa suara menatap wajah lelakiku itu. Ranggalawe pun juga sama, kamu saling tatap untuk waktu yang cukup lama hingga suara Nyai Daksima terdengar lembut di ujung telingaku."Ternyata kau datang, Cah Ayu. Kenapa tanpa kabar?" ujarnya sambil menyentuh bahuku. "Jangan biasa lakukan hal itu, nanti akan menguras energimu."Aku menghela napas dalam dan menoleh ke sumber suara. Wanita yang sudah memasuki usia senja itu tersenyum menampilkan gigi putih yang utuh dan rapi.Kemudian, dia berpaling ke samping kananku dimana suamiku berdiri dengan kedua tangan terliipat di belakang. Sikap seorang prajurit yang siaga penuh."Inikah sosok legendaris itu, Empu? Pria yang digadang sebagai penguasa putri Blambangan?"Aku tersentak, bukan karena apa melainkan heran saja dengan ungkapan Nyai Daksima. Dari kalimat itu seakan mereka berdua sudah lama mengenal sosok suamiku dan jalan hidupku.Sedangkan aku? Ini sungguh tidak pernah aku tahu dan perhitungkan. Dulu saat pertama kali melih

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   93.

    "Empu," panggilku saat kami sudah duduk di ruang utama padepokan Sekar Galuh milik pribadi Empu Sukmabiru. Untuk sesaat pria tua itu berdiri saja dengan tatapan menerawang jauh. Ada duka dan luka yang tersirat dari sorot mata itu, tetapi bibirnya berusaha untuk menghadirkan senyum menyambut kedatanganku. Sementara Ranggalawe berdiri tak jauh dari tempatku duduk. Pria itu melihat sekeliling padepokan yang tampak sepi dan sunyi. "Apakah selalu seperti ini keadaan padepokan kala senja hadir, Empu?" tanya Ranggalawe dengan nada rendah dan tanpa berpaling menatap pada sang empu. Beliau menghela napas panjang, Embu Sukmabiru tidak langsung menjawab, dia justru melangkah mendekat pada meja kayu jati berukiran naga. Di sana tersedia kendi khusus dengan ukiran unik dan ada sejak dulu saat aku masih kecil. Tangan keriputnya bergerak menuangkan cairan dari dalam kendi yang berwarna cokelat terang dan beraroma khas. Setelah menyediakan dua cangkir dan ditata pada baki kayu juga, dia melangka

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   92.

    Prajurit itu tampak serba salah. "Maafkan kami, Putri. Kami hanya menjalankan perintah."Aku menghela napas panjang. Tidak ada gunanya melampiaskan kemarahan kepada mereka, karena itu sudah menjadi kewajiban untuk menjalankan tugas.Pada akhirnya aku memilih menunggu. Di depan gerbang, duduk di kereta dengan ditemani suamiku—Ranggalawe aka Samuel Ortega. Di tempat yang seharusnya menjadi rumahku sendiri, aku terusir secara halus. Entah mengapa waktu pun seolah tidak memihak padaku, mereka memilih berjalan sangat lambat hingga perlahan matahari bergerak turun ke ufuk barat. "Apakah perlu aku dobrak tatanan yang merugikan ini, Nyai?" tanya Ranggalawe dengan kedua tangan mengepal menahan emosi. "Tidak usah, aku masih kuat menunggu meskipun sampai tujuh hari ke depan," jawabku. Satu per satu pelayan dan prajurit yang melintas mulai melirik ke arah kami dengan rasa ingin tahu. Tidak hanya mereka saja, melainkan para warga sekitar. Mereka mulai berbisik-bisik. Dan aku tetap diam, tetap

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   91.

    Perjalanan menuju Blambangan berlangsung jauh lebih lancar daripada yang kubayangkan. Jantungku terus berdetak lebih cepat dari biasanya dan ini membuat aku selalu salah tingkah. Ranggalawe benar-benar menepati janjinya. Dia mengantarku sendiri, ini membuat otakku berkelana dan berbagai pertanyaan muncul di otakku. Bukan hanya itu, pasukan bayangan yang selama ini menjadi kebanggaannya juga ikut mengawal perjalanan kami dari kejauhan. Mereka bergerak nyaris tanpa terlihat, tetapi keberadaan mereka dapat kurasakan setiap saat.Beberapa kali kami melewati perbatasan wilayah dan pos penjagaan kerajaan.Setiap kali para prajurit melihat panji Senopati Utama Balai Kambang berkibar di atas kereta kami, mereka langsung memberi jalan tanpa berani mengajukan banyak pertanyaan.Aku duduk di dalam kereta sambil sesekali menyingkap tirai. Hanya untuk memastikan jalan yang diambil tidak keliru. "Jangan khawatir, aku pasti antar kamu sesuai dengan janji, Gendhis. Nyai tidak perlu takut," ujarnya

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   90.

    Aku tetap berada dalam pelukan Ranggalawe cukup lama. Tidak ada percakapan yang terburu-buru, bahkan kata manis pun hanya sederhana. Hanya kehangatan yang perlahan meresap ke dalam relung hatiku yang selama ini penuh luka. Kutatap dalam wajah itu tanpa suara, tanpa tanya. "Kenapa?" tanya Ranggalawe ringan. Aku menggeleng lemah. Entah mengapa, setiap kali berada di dekat pria ini, seluruh beban yang selama ini kupikul terasa jauh lebih ringan.Aku tidak perlu berpura-pura tegar atau menyembunyikan rasa takut. Bahkan untuk memikirkan bagaimana cara bertahan sendirian pun hampir tak terlintas. Yang kurasakan ada seseorang yang berdiri di sisiku tanpa syarat, tidak memintaku berubah menjadi orang lain. Sosok yang hanya ingin melindungiku.Aku menarik napas panjang. Lalu perlahan kekecup ujung dagunya. Dia tersenyum, "Ranggalawe?""Hm?"Aku menatap matanya beberapa saat. Mencari keraguan sekecil apa pun di sana. Namun, yang kutemukan hanya ketenangan. "Jadi," aku menggigit bibir pelan.

  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   13. Harus Kembali

    Aku mendengus kasar, ingin rasanya bersuara lantang untuk mengusir wanita jalang itu. Wanita yang kuperkirakan adalah pembunuh ibu pemilik tubuh dan merebut semua perhatian ayahku. "Aku tidak peduli apa yang telah kau perbuat di masa lalu, saat ini perusahaan tidak menginginkan seorang pelakor," u

    last update最終更新日 : 2026-03-19
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   10. Bertemu

    Tiga hari sudah berlalu sejak kejadian di danau itu dan aku selama itu pula tidak pernah bertemu lagi dengan Ortega. Bukan tidak bertemu tetapi lebih menghindar darinya, aku belum siap jika harus kembali mengulang kisah yang sama.Saat ini aku ingin fokus untukmmebuka portal itu agar segera kembali

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   11. Rusak

    Ledakan kecil dan asap keluar dari layar laptopku. Untuk sesaat aku termangu, mengapa bisa terjadi? Tiba-tiba kudengar suara tawa terkikik dan mencekik tepat di ujung telinga kananku, aku menoleh. Menatapnya tajam."Habis, wajahmu begitu lucu saat berwarna hitam seperti itu," ujar Ortega.Mendengar

    last update最終更新日 : 2026-03-18
  • Terjerat Cinta Gadis Bisu   9. Datang juga dia

    Hari makin malam, lampu taman mulai menyala dan kami masih berada di danau. Ortega sama sekali tidak melepaskan keempat tamu yang tidak kuundang itu. Sedangkan aku, asyik menikmati makan malam yang disediakan oleh priaku.Sesekali kulihat sosok mereka berempat, tubuh mereka terlihat loyo dan lemah

    last update最終更新日 : 2026-03-17
続きを読む
無料で面白い小説を探して読んでみましょう
GoodNovel アプリで人気小説に無料で!お好きな本をダウンロードして、いつでもどこでも読みましょう!
アプリで無料で本を読む
コードをスキャンしてアプリで読む
DMCA.com Protection Status