Share

OVT

Author: Rucaramia
last update publish date: 2026-04-08 09:55:41

Aku bisa mendengar dia meninggalkan tempat tidur dan melangkah mendekat padaku. Sejujurnya aku ingin lari dari sana tetapi aku malah tidak bisa bergerak sama sekali.

“Kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu?”

“Tidak apa-apa!”

“Hei, telingamu merah sekali, Yaya,” kata Jarrel sambil menyatakan dengan heran dari nada suaranya.

Kenapa pula ia harus mengatakan hal itu? Tanpa ia perjelas pun aku sudah tahu kalau warna kulitku akan berubah merah saat aku malu. “Diam!”

Lelaki itu tertawa terbahak-bahak
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Malu-maluin

    Setelah kami selesai diberi sambutan yang meriah dan berlebihan dengan cara yang memalukan dari ibuku, kami semua kini sudah berpindah posisi ke dalam rumah. Lebih tepatnya kami sudah duduk rapi di ruang tamu dan disuguhi dengan teh hangat dan beberapa kudapan kecil yang tersisa di dapur. Sejauh yang aku ketahui, aku ingin menggali lubang saat itu juga, ibuku dan tingkah konyolnya yang memuakan membuatku malu luar biasa. Terutama fakta bahwa ia sudah menerima sejumlah uang dari Jarrel sebagai bentuk persetujuannya agar aku bisa tinggal di kediaman lelaki itu tanpa gugatan apa pun.Padahal sebenarnya tanpa diberi uang pun, ibuku pasti akan dengan senang hati membiarkanku angkat kaki dari rumah. Tapi ya, itu urusan pribadiku yang hanya diketahui oleh segelintir orang terdekat macam Chris dan Bu Soraya saja. Sedangkan Jarrel? Tentu saja ia tidak tahu karena kami baru saling mengenal dan aku pun merasa tidak memiliki urgensi untuk menceritakan perihal keluargaku padanya. “Aku tidak tahu

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Dibawa Balik Ke Rumah Nyokap

    “Lah kenapa kemari?!” Adalah hal pertama yang keluar dari mulutku ketika menyadari dimana kami berdua berhenti sekarang. Setelah menyelesaikan urusan di kantor penerbit, aku pikir kami satu pemikiran untuk pulang ke apartment pria itu dan beristirahat. Karena sungguh, dari semua hal aku paling ingin merebahkan diri. Suasana hatiku sedang tidak baik-baik saja. Namun memang dasar si bedebah, alih-alih pulang ke tempatnya kami malah pergi kemari. Satu tempat yang demi Tuhan, aku letakan paling akhir didaftar tempat yang bisa kami berdua kunjungi bersama. Sungguh …Seseorang tolong katakan padaku ini hanya mimpi.Bukannya memberiku jawaban paling masuk akal, ia malah menyeringai. Dari suaranya saja, jelas bahwa ia menyukai responku yang terbilang reaktif. “Memangnya kenapa? Sebegitu tidak inginnya kah kau pulang ke rumahmu sendiri, Yaya?”“Tidak, bukan begitu. Aku sih senang-senang saja sebetulnya pulang. Hanya saja situasinya sangatlah tidak pas,” sahutku yang membuat orang itu langsung

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Mempertanyakan Kegelisahan

    Aku memilih berada di dalam ruangan yang sama saat ia meninggalkanku. Untungnya aku kembali tepat waktu, karena ia sempat berpesan untuk tidak kemana-mana. Dalam situasi itu, aku bersyukur sempat bercengkrama dengan si kasir tua, merasakan rokok pertama setelah sekian lama, dan bertukar kata dengan Chris di rooftop kantor. Terus terang aku tidak akan sanggup hanya berdiam diri dalam penantian menyebalkan dengan seluruh overthinking yang ada di kepala. Tapi tentu saja, senang padanya sama dengan wajah memberenggut dan memberinya omelan karena terlalu lama meluangkan waktunya bicara dengan Bu Soraya, bahkan itu melebihi janjinya yang bilang hanya lima belas menit saja.Seperti yang sudah aku duga, pria itu mengabaikan seluruh omelan dengan meraih tanganku setengah menyeret untuk keluar dari ruangan tempat dimana aku ia tinggalkan. Saat kami berjalan menuju lift, beberapa karyawan kantor di sepanjang aula melihat kami berdua. Demi Tuhan, saat itu aku merasa sangat gugup setengah mati, ro

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Aku dan Chris

    Aku mengeluarkan beberapa lembar uang dari kantong. Pandangku tak lepas dari kepulan asap tipis dari kendaraan bermotor, di siang bolong yang akrab dengan panas mentereng matahari diluar ruangan. Kepala menghitung cepat, memastikan uang yang ada di tangan sesuai dengan nominal yang tertera di pricetag.Kasir tua di hadapan menatap dari balik kacamata yang ia kenakan sebelum tersenyum cerah. Bunyi mesin terdengar selepas tangannya yang keriput menggeser kemasan belakang rokok yang aku jadikan sebagai pilihan ke laser pembaca barcode. ‘Bip’ sekali lalu menyebutkan total harga yang perlu dibayar.“Ada tambahan lagi?” lanjut orang itu dengan sebuah pertanyaan, berharap aku mengambil barang lain.“Ini saja,” sahutku sembari mengulurkan sejumlah uang yang telah aku siapkan yang langsung ia ambil. Aku sedang tak ingin basa-basi saat isi kepala saja sudah cukup membuatku pusing tujuh keliling. Aku hanya ingin mengambil sedikit jeda waktu untuk beristirahat dari kepenatan yang menyebalkan.Kep

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   OVT

    Aku bisa mendengar dia meninggalkan tempat tidur dan melangkah mendekat padaku. Sejujurnya aku ingin lari dari sana tetapi aku malah tidak bisa bergerak sama sekali.“Kenapa kau menutupi wajahmu seperti itu?”“Tidak apa-apa!”“Hei, telingamu merah sekali, Yaya,” kata Jarrel sambil menyatakan dengan heran dari nada suaranya.Kenapa pula ia harus mengatakan hal itu? Tanpa ia perjelas pun aku sudah tahu kalau warna kulitku akan berubah merah saat aku malu. “Diam!”Lelaki itu tertawa terbahak-bahak, situasi yang hanya membuatku semakin merasa malu. Aku yakin kalau ia sudah tahu kenapa aku bersikap seperti ini sekarang. Memang dasar bajingan menyebalkan!Aku bisa merasakan ia mendorongku ke tempat tidur dan mengurungku dalam dominasinya untuk menjauhkan kedua tangan dari wajahku.Aku tidak bisa mempertahankannya lebih lama karena pria ini jauh lebih kuat dariku. Dan seperti biasa dia punya efek buruk terhadap tubuhku dimana dia bisa menguras seluruh energiku hanya dengan sentuhan sederhana

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Hot News

    Tadi malam seorang novelis pria yang terkenal Abraxas Cobalt mengadakan konferensi pers di Hotel Las Noches, Nagasaki- Jepang untuk memperkenalkan kekasihnya, bernama Leiya Lubis yang merupakan asistennya sendiri. Ini merupakan sebuah kejutan besar bagi semua orang terutama bagi penggemar beratnya, karena sang novelis ini sendiri terkenal pernah menjalin hubungan dengan beberapa aktris dan model papan atas di masa lalunya.Namun, bahkan sebelum konferensi pers dapat dilanjutkan. Leiya Lubis tiba-tiba mengalami serangan panik dan pingsan di tempat kejadian. Belum ada pernyataan resmi terkait perkembangan kondisinya tetapi yang pasti dari sumber kami mengatakan bahwa dia baik-baik saja dan tidak ada yang perlu dikhawatirkan.Bagaimana pun, sebuah pertanyaan besar saat ini mengganggu semua orang dan mayorits penggemar. Siapakah sosok Leiya Lubis ini dan bagaimana caranya dia merebut hati Abraxas Cobalt? Kami belum mengetahui jawaban pastinya …Kenapa? Kenapa drama semacam ini harus terja

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Kamu Milikku

    “Ah! pinggangku sakit.” Adalah kalimat yang berulang kali aku rapalkan bak mantra sebagai bentuk dari mengeluarkan rasa frustasi yang ada. Ranjang yang tengah kutiduri adalah saksi bisu yang menyaksikan seluruh rangkaian peristiwa sehingga aku berada dititik ini. Aku sudah menduga sejak semula bahw

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Jadi Ketagihan

    Memang tolol benar aku, jelas tantangan selalu bekerja pada Jarrel. Pria itu sudah pasti sekarang punya ambisi untuk memuaskanku lagi. Jiwa kompetitifnya pun akan ikut menyala otomatis selepas mendengar kalimat terakhir dariku tadi. Lihat saja kemilau dari dua bola matanya yang dipenuhi dengan idea

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Fingering

    Aku jadi penasaran tetapi tak bisa berpikir jernih karena setiap kali Jarrel menekan permukaan klitorisnya, maka gugur pula sisi kewarasan di dalam kepala. Yang tersisa hanya fokus pada geli-geli sedap yang dihantarkan oleh pria itu hingga menjalar sepanjang tulang belakang sebelum pecah di dalam o

  • Terjerat Obsesi Bos Baruku   Pintar Memanjakan

    Mulut Jarrel terasa begitu hangat dan basah. Lidahnya yang bertekstur memutar-mutar area sekeliling puncak. Perlahan mendekat, lalu mendorong kecil untuk kemudian menarik dan menghisap. Mengembuskan desah rendah, aku memandangi Jarrel dengan celah di bibirnya. Alisnya saling dekat dan memunculkan k

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status