Alih-alih membalas perkataannya, aku memilih berbalik secepat mungkin. Bila mana ia menganggap tawarannya sekadar gurauan, aku justru merasa terhina. Aku tidak sudi bekerja di bawah instruksi pria seperti dia; bajingan sombong yang berpikir bisa menaklukkan seribu wanita dalam genggamannya.Meski enggan, aku harus mengakui kejadian tadi cukup memantik gairahku. Namun, bukan berarti aku menikmatinya! Dengan badan gemetar, aku berhasil keluar dari sana, menulikan pendengaran meski ia memanggilku berulang kali.Aku tidak peduli lagi pada apa yang akan dikatakan Bu Soraya, orang yang menjembataniku dengan Jarrel. Yang jelas, aku tidak mau bekerja dengan manusia gila itu lagi!Di balik kemudi, dengan napas tersenggal, ponselku berbunyi. Aku mengerang sebelum menjawabnya. "Halo?"“Hei, Leiya sayang. Apa kau sudah bertemu dengan Abraxas Cobalt?” Suara Bu Soraya yang feminin langsung kukenali.“Ya, aku sudah bertemu dia,” jawabku kaku.“Baguslah. Aku lupa memperingatkanmu kalau dia sedikit… k
Last Updated : 2026-02-18 Read more