Share

{Bab 176} Tekad yang Mengeras

last update Tanggal publikasi: 2026-04-10 23:56:46

Aldren hanya berdiri di tempatnya, menatap pertengkaran kecil antara adiknya dan istrinya dengan ekspresi datar yang cenderung malas.

"Sudah! Sudah! Istana Obsidian dan istana Silverkeep memang diciptakan untuk dua tujuan berbeda. Keduanya bagus untuk kebutuhan yang berbeda."

Nada suaranya tegas, namun tidak keras. Kalimatnya sederhana, tetapi cukup untuk memotong perdebatan yang mulai berlarut-larut.

"Maksudku begitu..." jawab Alianne yang masih diguncang Caelum.<
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 202} Kekacauan Instruksi

    Di halaman depan Istana Obsidian, suara denting logam dan teriakan komando bergema tanpa henti. Debu tipis beterbangan di udara, terinjak oleh derap kaki para prajurit yang sedang menjalani latihan. Matahari belum terlalu tinggi, namun panasnya sudah cukup untuk membuat suasana terasa berat dan tegang.Di tengah barisan itu, Hery berdiri tegap, mengawasi setiap gerakan dengan ketelitian seorang komandan berpengalaman. Tidak ada yang berani lengah di bawah pengawasannya.Namun ketertiban itu pecah dalam sekejap.Derap langkah cepat terdengar dari kejauhan, semakin mendekat dengan ritme yang tidak teratur. Beberapa prajurit menoleh, kebingungan mulai terlihat di wajah mereka. Sosok yang muncul berikutnya membuat suasana langsung berubah.Aldren.Napasknya terdengar berat, langkahnya tergesa, jauh dari sikap tenang yang biasa ia tunjukkan. “Hery! Bawa semua pasukan! Aku ada misi darurat untuk semua!” serunya tanpa menahan suara.Tanpa menunggu respons, Aldren langsung melompat naik ke at

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 201} Bukan Alia Ariana

    “Alia, waktunya bangun!” Aldren menepuk pipi Alianne dengan lembut, namun cukup untuk menariknya keluar dari alam tidur yang pekat.Bulu mata Alianne bergetar pelan sebelum akhirnya kedua pupil cokelatnya terbuka perlahan. Pandangannya masih buram, seolah dunia di sekitarnya belum sepenuhnya terbentuk. Namun, begitu fokusnya kembali, napasnya tertahan.Seorang pria berdiri sangat dekat di hadapannya. Wajahnya tampan, sorot matanya tajam, dan keberadaannya terlalu... nyata untuk diabaikan.Jantung Alianne berdegup lebih cepat. Tanpa sadar, ia langsung mendorong tubuhnya bangkit hingga duduk tegak. Jarak di antara mereka mendadak terasa terlalu sempit, terlalu menyesakkan. “Maaf, kau siapa?!” tanyanya dengan suara yang tak bisa sepenuhnya menyembunyikan kepanikan.Aldren terdiam. Untuk sesaat, ia hanya menatap Alianne, seolah mencoba memahami apakah ini lelucon, atau sesuatu yang jauh lebih serius. Alisnya sedikit berkerut, kebingungan mulai merayap di wajahnya. “Apa maksudmu? Aku adala

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 200} Mulai Menerima Bantuan

    Roda kereta kuda yang melaju di jalan berbatu tiba-tiba menghantam sebuah batu besar yang tidak terlihat di bawah bayangan malam. Benturan itu cukup keras hingga membuat seluruh badan kereta terguncang tajam, suara kayu berderit terdengar jelas di dalam ruang sempit tersebut.Alianne yang tidak siap langsung terhempas dari posisi duduknya. Tubuhnya terdorong ke depan, kehilangan keseimbangan dalam sekejap. Jantungnya seakan terhenti sesaat saat ia merasa tubuhnya akan jatuh tanpa penopang.Namun sebelum itu terjadi, sebuah lengan dengan sigap menahannya.Aldren.Tanpa ragu, ia menarik tubuh Alianne ke arahnya, menjadikan dirinya sebagai penopang yang kokoh. Satu tangannya menahan bahu Alianne, sementara yang lain menjaga agar tubuhnya tidak kehilangan keseimbangan sepenuhnya. Gerakannya cepat, refleks, seolah itu sudah menjadi kebiasaan yang terlatih.Alianne terdiam.Jarak di antara mereka kini terlalu dekat. Ia bisa merasakan kehangatan tubuh Aldren, bahkan detak jantungnya sendiri

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 199} Masalah Wilayah Utara Selesai

    "Baik, Yang Mulia!" Para pengawal di sekitar gerbang langsung mengangguk serempak. Tanpa ragu, mereka bergerak maju, tangan-tangan kuat mereka mencengkeram lengan dan bahu Leon. Tidak ada lagi penghormatan yang tersisa dalam gerakan itu. Tidak ada lagi jarak antara seorang bangsawan dan bawahan. Mereka menarik tubuh Leon dengan kasar, menyeretnya menjauh dari tempat yang selama ini ia kuasai. "Tunggu! Ini tidak benar! Aku adalah pemilik kediaman yang asli! Aku adalah duke yang asli!" Suara Leon menggema, penuh amarah dan keputusasaan yang mulai bercampur menjadi satu. Ia berusaha memberontak, tubuhnya menegang, namun kekuatannya tidak sebanding dengan para pengawal yang menahannya. Namun pengawal tidak peduli. Wajah mereka datar, langkah mereka tidak terhenti. Mereka terus menyeret Leon, membawanya keluar dari kediamannya sendiri, melewati gerbang yang kini terasa seperti batas antara kekuasaan dan kehinaan. Kerumunan rakyat yang menyaksikan pemandangan itu langsung meledak

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 198} Syarat Pemilihan Umum

    "Yang Mulia Duke telah menyerang barak militer, menyerang pasukan kami, bahkan menyerangku dan ayahku juga. Kemudian, barulah dia menculik para tabib." Suara itu keluar dengan tegas, meski masih tersisa getaran emosi yang belum sepenuhnya stabil. Orang-orang yang dibawa oleh Thalira berdiri dengan canggung, namun keberanian mereka perlahan tumbuh di bawah sorotan semua mata yang kini tertuju pada mereka. "Itu benar!" ucap salah seorang tabib, suaranya gemetar ketakutan. "Kami semua diikat dan diseret paksa. Kami tidak bisa melawan sama sekali." Ia menunduk, tangannya saling menggenggam erat seolah mencoba menahan ingatan yang masih segar di benaknya. "Kami sangat ketakutan... Saat itu hanya sedikit pasukan yang berjaga di barak militer. Kami sama sekali tidak bisa membela diri." Setiap kata yang mereka ucapkan menambah beban yang menekan Leon. Tuduhan demi tuduhan kini bukan lagi sekadar dugaan, melainkan rangkaian kesaksian yang saling menguatkan. Suasana berubah drastis.

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 197} Kumpulan Bukti

    "Jawabannya sudah jelas!" Suara itu memotong ketegangan yang menggantung, tajam namun tetap terkontrol. Elyana melangkah maju dari barisan belakang dengan gerakan anggun yang kontras dengan kekacauan di sekitarnya. Setiap langkahnya terukur, seolah ia telah menunggu momen ini sejak awal. Di tangannya, selembar surat terangkat jelas untuk dilihat semua orang. Dia menunjukkan surat yang bertuliskan pemberhentian anggaran untuk Count Arcelmont. "Yang Mulia Duke memang menghentikan anggaran untuk Count Arcelmont." Kalimat itu sederhana, tetapi dampaknya langsung terasa. Beberapa bangsawan saling bertukar pandang, sementara rakyat mulai mengangkat kepala mereka sedikit lebih tinggi, mencoba melihat bukti yang ditunjukkan. Leon yang masih berada di tanah menggerakkan tubuhnya dengan susah payah. Wajahnya kotor, napasnya tidak teratur, namun sorot matanya tetap menyala. Ia tidak berniat menyerah begitu saja. "Kalau mau menyalahkan, salahkan saja Yang Mulia Raja!" selaknya tajam.

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 163} Pemimpin Unik

    "Kalian cocok, deh! Kapan menikah?" tanya Alianne yang otaknya langsung membentuk ship baru.Ucapan itu meluncur begitu saja dengan ringan, nyaris tidak selaras dengan suasana mencekam yang masih menyelimuti hutan. "Sekarang bukan waktunya untuk itu!" ucap Aldren. Suaranya tega

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 154} Tawa Setelah Tegang

    Di ruang tengah, pintu kembali terbuka. Aldren melangkah masuk.Suasana yang sebelumnya sudah berat kini terasa semakin padat, seolah udara di ruangan itu mengeras. Semua mata langsung tertuju padanya, bukan dengan rasa ingin tahu, melainkan dengan tekanan yang tidak diucapkan.

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 153} Harapan Kecil

    "Aku sudah menjawab pertanyaanmu tentang pendapatku tentangmu. Aku setuju denganmu. Tapi kita tetap berbeda. Kau masih bisa merasa bersalah karena membunuh orang tuamu bahkan menerima saat ada yang menganggap mu iblis. Aku? Tidak ada rasa bersalah sama sekali saat aku meninggalkan orang tuaku unt

  • Terjerat Pernikahan Raja Villain Tirani    {Bab 148} Demi Rakyat, Ksatria, Serin

    Kuda Aldren berlari kencang membelah area pasar, derap tapaknya menggema di antara kios-kios yang mulai kembali hidup. Ia menoleh ke kanan dan kiri, memperhatikan para pedagang yang perlahan kembali menata dagangan mereka setelah serangan dari Kerajaan Aurenthia di tembok pembatas Kerajaan Valtaria

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status