Share

Bab 51. Rencana Dominic

Author: Te Anastasia
last update Petsa ng paglalathala: 2026-07-15 14:09:07

"Kenapa menangis, Sayang? Harusnya Ruby patuh pada Mama ... saatnya belajar harus belajar."

Dominic menatap anak perempuan bertubuh kurus yang duduk gemetar di atas sebuah kursi kerja di ruangan pribadi Dominic.

Oscar memperhatikan Ruby yang menggigit-gigit ujung jemari tangannya, tatapan anak itu kosong dan ketakutan.

"Kenapa, Ruby?" tanya Oscar mengusap pucuk kepala anak itu, lalu menatap Dominic. "Tampaknya, dia sangat takut, Tuan...."

"Mamanya baru saja memarahinya, dia tidak ma
Patuloy na basahin ang aklat na ito nang libre
I-scan ang code upang i-download ang App
Locked Chapter
Mga Comments (4)
goodnovel comment avatar
Yati Suryati
dominic salah satu mafia yg bodoh...
goodnovel comment avatar
Ros
Dominic sialan….. pulangin amara ke asal nya di bolonov dan jauhkn dr diana. Masa tinggal seatap sm perempuan lain yg nota bene kakak ipar nya. Pindahin ke mertua nya atau suruh tempati rmh nya yg dl. Rmh Kakak mu . Dan coba test dna ,,,, Ruby anak nya Amara , bkn anak kandung kakakmu
goodnovel comment avatar
Haliana Hasan
makin seru aja
Tignan lahat ng Komento

Pinakabagong kabanata

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 287. Siapa yang Mengalahkan Egonya Demi Pernikahan

    "Kami tidak jadi bercerai, Ma, Pa," ujar Dominic menjawab pertanyaan Archer. Sista terkekeh mendengar ucapan Dominic barusan. Begitu juga Archer yang menganggukkan kepalanya. "Siapa yang mengalah?" tanyanya. "Biar kutebak—""Aku, Pa," sahut Dayana. "Oh ya? Papa tidak percaya padamu, Dayana. Masalahnya, suamimu itu gila. Bisa tidak waras dia kalau kalian bercerai nantinya." Dominic menghela napas mendengar ucapan Papanya barusan. Tetapi satu hal yang membuat Dominic terheran akan Dayana. Dia bahkan mau mengakui bahwa dirinya yang mengalah, padahal juga tidak. "Kami memang tidak akan berpisah, Pa. Tapi ... aku akan menuruti apapun yang Dayana inginkan. Tinggal di sini, dan mengizinkan dia bekerja lagi bila dia ingin. Kemungkinan ... Beberapa minggu lagi, kami juga akan pergi ke Hargpurg."Archer dan Sista spontan saling tatap. Lalu mereka pun menganggukkan kepalanya. "Terserah kalian saja," jawab Sista dengan nasa pelan. "Tapi, pesan Mama padamu, Dayana. Tolong, yang sudah ya suda

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 286. Kalian, Jadi Bercerai?

    "Ini, uang cash dari Mama untuk Theo." Dayana tersenyum manis menyerahkan beberapa lembar uang pada Theo. Setelah menerima uang itu, ekspresi murung Theo masih saja belum berubah. Sampai Dayana mengerjapkan sepasang matanya dan tampak bingung. "Kenapa, Sayang? Apa kurang?" tanyanya. "Tidak, Mama," jawab Theo, bibirnya cemberut dan ia kembali melirik ke arah luar di mana Leo dan Dominic masih memasukkan beberapa lembar uang ke dalam celengan. "Lalu kenapa? Kan Mama juga sudah memberikan uang pada Theo," ujar Dayana. Ia menekuk kedua lututnya di hadapan Theo. Theo tanpa ragu mengarahkan telunjuknya ke arah pintu di mana Leo dan papanya berada. "Theo mau punya celengan yang seperti itu juga, Ma," ujarnya. Sepasang mata Dayana langsung melebar seketika. Wanita itu menyergah napasnya berat. Leo baru saja tenang dan tidak rewel, sekarang ganti Theo yang meminta sesuatu. Padahal, celengan itu Dayana mendapatkan dari Tristan dan Morine yang pergi bersama Leo kapan hari. Mereka mengaj

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 285. Si Kembar dengan Segala Tingkah Uniknya

    Setelah sampai di rumah, Dominic membaringkan Leo di atas ranjang. Anak itu tertidur lelap usai kelelahan menangis saat ditangani oleh dokter. Dayana duduk di tepi ranjang mengusap kepala Leo dengan lembut. "Jangan khawatir, cederanya tidak parah, Sayang," ujar Dominic mengusap kepala Dayana. "Leo masih bisa berjalan setelah gips-nya dilepas nanti." Dayana masih terdiam menyandarkan kepalanya pada lengan Dominic. Suaminya itu mengusap lembut pundak Dayana. Tidak ada orang tua yang baik-baik saja melihat kondisi anaknya seperti itu."Sudah, Sayang. Biarkan Leo istirahat dulu. Kau cepat sarapan bersama Theo," ujar Dominic tersenyum hangat. "Buat aku di sini menemani Leo istirahat." "Kau tidak pergi ke kantor?" tanya Dayana mendongak menatapnya. "Tidak," jawab Dominic. "Aku akan dirumah menemanimu menjaga Leo. Aku khawatir seharian nanti dia akan sangat rewel." "Sepertinya memang begitu," jawab Dayana."Mama... Ayo makan," rengek Theo, anak itu mengintip di balik pintu kamar. Pad

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 284. Tragedi Pada Leo

    "Theo, kau tidak punya niatan untuk pulang kembali ke mansion Papa?" Sambil duduk di ayunan, Leo menatap Theo yang baik sepeda mondar-mandir di depannya. Kembarannya itu menggeleng. "Tidak. Aku nyaman di sini dengan Mama," jawabnya. "Yahhh ... padahal aku ingin menjadi anak satu-satunya," cicit Leo sambil menyergah napasnya panjang. "Papa juga tidak akan pulang lagi sepertinya. Bukannya enak ya, kalau ada Mama, ada Papa juga di sini!" seru Theo mendekati Leo. Leo megangguk. "Enak sih enak, tapi kau jangan nakal lagi padaku!" serunya. "Iya, iya ... aku minta maaf ya, Leo," ucap Theo dengan nada yang manis. "Kali ini aku maafkan. Entah kalau besok, besok, besok," cicitnya sambil melirik memicing kembarannya. "Huh! Dasar Leo!" Leo hanya terkikik geli saat melihat ekspresi kesal kembarannya. Dari arah teras samping, Leo melihat mamanya malambai-lambaikan tangan. "Iya, Ma! Sebentuk!" teriak Leo, anak itu langsung beranjak bangun dan berlari menghampiri Dayana. Theo ikut berlari

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 283. Ketulusan dan Cinta yang Dominic Miliki

    "Hm ... Leo tidur di mana? Aku pikir semalam dia menyusulku tidur di sini. Kenapa tidak ada?"Saat terbangun dari tidurnya, Dayana bingung karena Leo tidak ada di sampingnya. Hanya ada Theo saat ini yang meringkuk memeluk boneka ikan milik Leo. Sebelum beranjak, Dayana memberikan kecupan di pipi Theo terlebih dahulu. Setelah itu barulah Dayana turun dari atas ranjang dan berjalan keluar dari dalam kamarnya. Dayana menatap ke lantai satu sambil berjalan menuruni anak tangga. "Sepi," ucapnya lirih. Langkah kakinya membawa Dayana berjalan ke arah kamar utama di lantai satu. Begitu Dayana membuka pintu, ia terdiam di tempat. Pemandangan di depan sana membuat hatinya terasa hangat. Leo tang tidur nyenyak dalam pelukan Dominic. Saat tertidur, wajah mereka benar-benar terlihat sangat mirip. Dayana berjalan perlahan-lahan mendekati mereka. Ia menatap lekat-lekat wajah Leo dan Dominic bergantian, sebelum Dayana tersenyum manis mengelus lembut pipi Leo.'Padahal, dulu aku berharap ingi

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 282. Anak Kesayangan Papa

    Setelah larut malam, Leo tidak kunjung tidur. Anak itu masih sibuk dengan beberapa mainan baru miliknya. Bahkan di pukul setengah dua belas malam, Leo masih sibuk menata puzzle yang berserakan di lantai. Puzzle baru yang Javier belikan untuknya tadi. "Leo, kenapa belum tidur?" Dominic menghampiri Leo di ruang keluarga."Masih sibuk," jawab anak itu sambil tengkurap di atas lantai yang diberi alas kain tebal hangat bulu-bulu. Dominic duduk di sampingnya. Pria itu menatap botol susu milik Leo yang sudah kosong. Leo tidak akan tidur bila dia tidak minum susu. Lek berbeda dengan Theo yang gampang sekali tidur. Bila sudah mengantuk, anak itu akan meminta minum susu dan merengek ke sana kemari. "Papa kok tidak pulang?" tanya Leo, ia beranjak duduk menatap Dominic. "Memangnya kenapa kalau Papa tidak pulang, hm?" Dominic menyentuh pucuk kepala Leo dengan gemas. "Papa ingin di sini menemani Leo dan Mama." Leo mengerjapkan matanya polos. Lalu tersenyum hingga matanya menyipit dan sedikit

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 2. Mereka Merenggut Kebahagiaanku

    Pagi itu, di ruang makan mansion keluarga Kingston, Dayana menatap sarapan di hadapannya tanpa minat. Tidak hanya makanan itu yang membuatnya tak selera, tapi juga sosok wanita dengan balutan gaun seksi berwarna hitam dan putri kecilnya yang juga bergabung di sana. "Ma, Papa ke mana? Kenapa belum

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 1. Wanita yang Menginginkan Suamiku

    [Dayana, malam ini aku dan Dominic bermalam bersama di hotel. Lihatlah, suamimu sepertinya sangat kelelahan setelah memanjakan kami.]Wajah Dayana tampak datar membaca pesan serta gambar yang dikirim padanya semalam. Ia tidak marah atau pun menangis melihat potret suaminya sedang memeluk hangat se

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 6. Babak Baru Kehidupan Dayana

    Setelah kembali dari rumah sakit, Dayana meminta pada Morine untuk kembali ke kantor melanjutkan pekerjaannya. Morine sempat melarang, tetapi Dayana tetap bersikeras. Pekerjaannya sebagai asisten pribadi Moriene—selaku pimpinan hotel bintang lima, tidak terlalu berat. Di dalam ruangan kerja, Daya

  • Terlambat! Tuan Mafia, Istrimu Tak Sudi Kembali   Bab 5. Nyawa Baru di Dalam Perut Dayana

    Tanah pemakaman masih basah dan penuh dengan taburan bunga. Dominic duduk di samping batu nisan yang bertuliskan nama Dayana Latselina, istrinya. Ia mengusap batu nisan itu dengan lembut. Sudah satu jam lebih Dominic berada di sana sejak istrinya dikebumikan. Di sampingnya berdiri Amara, yang mem

Higit pang Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status