Pagi itu, di ruang makan mansion keluarga Kingston, Dayana menatap sarapan di hadapannya tanpa minat. Tidak hanya makanan itu yang membuatnya tak selera, tapi juga sosok wanita dengan balutan gaun seksi berwarna hitam dan putri kecilnya yang juga bergabung di sana. "Ma, Papa ke mana? Kenapa belum muncul?" tanya Ruby menatap Amara. "Entahlah, mungkin Papa masih bersiap-siap. Ruby katanya ingin beli mainan dengan Papa 'kan, Sayang?" Amara tersenyum manis pada putrinya. Dayana hanya diam. Ia tahu panggilan Papa itu tertuju pada Dominic, suaminya. Dayana tak mempermasalahkan Ruby memanggil Dominic dengan panggilan Papa, hanya saja Amara bersikap seolah pria itu juga pasangannya. “Tante, apakah Papa masih di kamar?" Ruby menatap Dayana. "Iya. Uncle Dominic masih bersiap-siap," jawab Dayana sedikit menekan. "Dia itu papaku, bahkan uncle!" seru bocah itu tak terima, ia berdecak dan langsung turun dari duduknya. "Lebih baik aku menyusul Papa sekarang juga!" Anak itu bergegas menuju an
Read more