Inicio / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 42 ciuman di bibir

Compartir

Bab 42 ciuman di bibir

Autor: Miss Luxy
last update Fecha de publicación: 2026-05-31 06:47:33

Nyonya Marta langsung menjawabnya. "Eh, siapa bilang malu-maluin? Ya enggak lah, kamu laki-laki yang baik, Oma tidak peduli kamu tukang sate, tukang ojek atau tukang ledeng sekalipun, kalau kamu emang laki-laki yang baik dan bertanggung jawab dan penyayang, udah pasti Oma bangga. Daripada jadi direktur tapi suka nyakitin hati perempuan. Itu yang Oma nggak suka!"

Juki tertunduk haru tapi wajah pria itu tak bisa dipungkiri bahwa ada kekhawatiran di sana. Sepertinya Nadine merasa jika suaminya i
Continúa leyendo este libro gratis
Escanea el código para descargar la App
Capítulo bloqueado
Comentarios (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
ga sabar. nunggu semua terbuka
VER TODOS LOS COMENTARIOS

Último capítulo

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 272 tanda cvpang

    Mario langsung berdiri di samping istrinya dan menanyakan apa yang sebenarnya terjadi. "Ada apa ini? Kenapa Jasmine menangis?" Nyonya Ratih langsung menunjukkan sesuatu pada Mario. "Tuh! Kamu lihat di leher Jasmine! Ada tanda menjijikkan di sana. Dia pasti sudah berbuat mesum dengan pacarnya. Oma yakin sekali. Emang kurang ajar sekali nih anak. Lama-lama Oma nggak sudi lihat mukanya!" jawab Nyonya Ratih dengan sinis.Mario langsung memeriksa leher istrinya. Pemuda itu menemukan tanda merah di leher dan dada gadis itu. Ia langsung menaikkan alisnya karena dirinya sendiri yang membuat tanda itu."Oh ini, aku pikir apaan!" jawab Mario yang tampak tak kaget sama sekali. Kali ini Ekspetasi Nyonya Ratih tak sesuai keinginannya. Ia pikir Mario bakalan ikut marah dan membenci Jasmine. Tapi nyatanya pemuda itu justru tak bereaksi berlebihan."Apa? Kamu nggak marah melihat keadaan Jasmine seperti itu, Mario? Itu tanda cupang loh. Oma nggak mungkin salah!" sahut Nyonya Ratih. Jasmine sendiri m

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 271 tanda di leher

    Jasmine langsung membulatkan matanya. Sungguh, ia masih belum mengerti dengan kata-kata Nyonya Ratih yang menuduhnya telah berbuat mesum. "Maksud Oma apa? Saya nggak ngerti!" sahut Jasmine. Lantas, Nyonya Ratih meraih tangan gadis itu dan menyeretnya untuk berdiri di sebuah cermin yang berada di ruangan itu agar Jasmine tahu yang sebenarnya terjadi. "Aaww, Oma, sakit!" pekik Jasmine tatkala tangannya diseret dengan kasar oleh sang Oma. Nyonya Ratih langsung memperlihatakan Jasmine tentang bebrapa bekas merah yang tercetak jelas di pangkal leher dan sebagian dada bagian atas gadis itu. "Lihat dirimu!" titah Nyonya Ratih sambil menunjuk ke arah cermin. Jasmine benar-benar sangat terkejut saat melihat tanda merah di lehernya. Tidak banyak memang namun sangat berbekas dan begitu terang. "Ya Tuhan, ini pasti gara-gara Kak Mario. Ihh, udah dibilangin jangan bikin tanda di situ!" batin Jasmine panik. Nyonya Ratih menatap tajam gadis itu. Wanita itu menyangka jika Jasmine telah berb

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 270 sudah berbuat mesum

    Keesokan harinya, Jasmine terbangun dan ia melihat ke sekeliling. Gadis itu membelalakkan matanya ketika ia tersadar tengah tidur di kamar Mario. "Ya Tuhan, aku harus pergi. Bisa-bisa Oma dan Emma curiga kalau aku nggak keluar dari sini!" gumam Jasmine. Ia melihat di sampingnya Mario yang masih tertidur pulas. Dengan gerak pelan dan hati-hat, Jasmine beranjak turun dari tempat tidur. "Awww ssshh. Badanku sakit semua!" pekik gadis itu tatakala ia merasakan tubuhnya sangat lelah. Entah apa yang Mario lakukan pada gadis itu sampai-sampai mmebuat Jasmine sedikit kesusahan berjalan. Jasmine harus segera pergi sebelum semuanya bangun. Ia mengambil pakaiannya kembali yang sudah dilepaskan oleh suaminya. Setelah ia memakai bajunya kembali, Jasmine beranjak keluar dari kamar itu. Namun sebelumnya ia mengecup pipi Mario sekilas sebelum dirinya pergi. Cup! Satu kecupan di pipi Mario. Jasmine tersenyum kala melihat wajah suaminya yang begitu damai "Tidurlah yang nyenyak, aku harus pergi!"

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 269 jatuh cinta sama kamu

    "Ya Tuhan, kamu yakin dia Pak Purba? Bisa jadi cuma namanya saja yang sama! Di dunia ini banyak sekali yang namanya Purba, asal bukan manusia purba," sahut Mario dengan entengnya. Jasmine kembali meyakinkan sang suami jika apa yang ia ketahui memang seperti itu. "Iihh aku serius, Kak!" sahut Jasmine. "Iya, iya, sorry! Emang kamu yakin kalau Pak Purba yang itu?" tanya Mario lagi. "Yakin, Kak. Aku nggak mungkin bohong. Tadi aku sudah membaca beritanya dan itu emang Pak Purba. Dan sebentar lagi Kakak bakalan jadi menantunya. Kakak akan menikah dengan Kak Cerry!" jawab Jasmine. Mendengar itu, Mario langsung menyangkal pernyataan itu karena dirinya tidak akan pernah mau dijodohkan dengan Cerry. "Hei, siapa bilang Kakak akan menikah dengan Cerry? Sampai kapan pun Kakak tidak akan pernah menikah dengannya. Istri Kakak cuma kamu, nggak ada lainnya!" jawab Mario dengan yakin. "Tapi Oma ingin kamu nikah sama Kak Cerry!" sambung Jasmine. Kali ini Mario harus membuktikan jika dirinya tidak

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 268 dalam dekapan

    Ya, saat ini Jasmine sudah berada di dalam dekapan Mario. Gadis itu tidak bisa lari lagi. Selain suasana yang gelap, dekapan tubuh Mario yang hangat telah membuatnya lumpuh dan tak bisa bergerak. "Kamu tidak bisa pergi lagi, Jasmine. Your'e mine!" Suara Mario terdengar begitu lirih namun napsanya terasa begitu hangat di wajah Jasmine. "Kak Mario, kamu mau apa, lepasin aku!" rintih Jasmine. "Kamu tanya aku mau apa? Tentu saja aku mau kamu, Sayang! Apa lagi?" jawab Mario. "Gila kamu, Kak!" "Aku memang gila, aku gila karenamu, Jasmine! Kamu di sini saja temenin aku tidur. Aku nggak bisa tidur nyenyak jika milikku berada di tempat lain!" jawab Mario lagi. Pria itu tak mau melepaskan istrinya begitu saja. Jasmine mulai curiga, jangan-jangan Mario cuma pura-pura saja. "Jangan bilang Kakak sengaja pura-pura sakit dan bikin aku biar datang ke kamar kamu, iya?" tanya Jasmine. Mario tertawa kecil mendengarnya. "Memangnya kenapa? Nggak boleh?" jawab Mario disertai diirnya sambil mengangk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   bab 267 lampu mati

    Benar saja, Jasmine langsung berkacak pinggang ketika Mario menyebut dokter cantik yang ada di klinik dekat rumah mereka. Diketahui klinik itu baru dibuka dan pemiliknya seorang dokter yang masih muda dan cantik. Ternyata jurus Mario berhasil juga. Jasmine langsung berubah sikap lebih lembut dari sebelumnya. "Okeh baiklah, aku akan melakukan apa yang Kakak minta," kata Jasmine. Mario langsung tersenyum sumringah. Pemuda itu pun bersiap-siapa dengan tidur terlentang agar Jasmine dengan mudah mengobati pipinya. "Nah, gitu dong! Itu baru namanya istri yang salihah!" sahut Mario sebelum ia merebahkan tubuhnya. Jasmine memutar bola matanya dan bersiap untuk melakukan permintaan sang suami. Mario sudah tidur terlentang. Ia memejamkan matanya dan menunggu Jasmine untuk melakukan perintahnya. Namun Jasmine, gadis itu tampak ilfeel ketika melihat wajah suaminya yang mirip seperti badut. Akhirnya gadis itu tertawa kecil karena Mario terlihat begitu lucu. "Ya ampun ini ucul banget. Kayaknya

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 1 tusuk aku saja

    "Aduhhh, susah amat nusuknya, alot bener nih daging sampai pegel tangan!" Juki menggerutu saat ia sedang menusuk daging kambing yang teksturnya cukup keras. Seperti biasa Juki selalu membuat puluhan tusuk daging sapi dan kambing untuk dagangannya sebagai tukang sate. Namun tiba-tiba... "Daripada

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

Más capítulos
Explora y lee buenas novelas gratis
Acceso gratuito a una gran cantidad de buenas novelas en la app GoodNovel. Descarga los libros que te gusten y léelos donde y cuando quieras.
Lee libros gratis en la app
ESCANEA EL CÓDIGO PARA LEER EN LA APP
DMCA.com Protection Status