FAZER LOGINNadine menaikkan salah satu alisnya. Wanita itu tertawa kecil sambil menyilangkan kedua tangannya. "Memangnya apa lagi yang kalian mau? Terserah aku lah berdua sama siapa, nggak usah mencampuri urusan orang lain. Nggak sopan!" balas Nadine dengan wajah tenang. Sayangnya, itu tidak berlaku untuk Karin. Wanita itu sangat yakin sekali jika Nadine sengaja memasukkan pria ke dalam ruangannya. "Dasar perempuan murahan! Sudah berapa laki-laki yang kamu tiduri. Kemarin Juki, sekarang kamu nyari mangsa baru. Pak Julian itu nggak selevel sama kamu, Nadine! Dia pria terhormat dan kaya. Nggak mungkin beliau mau sama cewek bekas ditusuk tukang sate, iyuhhhh!" umpat Karin. Nadine cuma tertawa kecil. Justru hal itu sangat tidak penting baginya. Bahkan ia berdiri di samping Julian sambil menyandarkan kepalanya pada bahu pria itu. "Terserah! Aku tidak peduli! Lagipula Julian tidak masalah kencan denganku. Kenapa kamu yang repot?" balas Nadine dengan sangat percaya diri. "Nadine, brengsek kamu wan
Karin mengangguk. Tak lupa wanita itu juga mengajak beberapa karyawan untuk menggerebek Nadine yang digadang-gadang tengah berduaan dengan Juki. "Mirna dan kalian semua. Ikut denganku. Siapkan ponsel kalian untuk merekam. Kali ini aku pastikan Nadine akan berhenti menjadi pimpinan di perusahaan ini. Aku pastikan itu!" seru Karin pada beberapa karyawan yang berhasil ia provokasi. Mereka pun mengikuti perintah wanita itu. Dengan senang hati sambil menyiapkan ponselnya. Para karyawan itu akan melakukan live di media sosial masing-masing. Tentunya kejadian itu akan tayang secara langsung dan Nadine tidak akan bisa mengelak lagi. "Kami sudah siap, Bu!" jawab mereka bersamaan. "Bagus! Ayo!" ajak Karin dengan semangat. Sementara itu, Nadine dan Julian tampak sedang menikmati kebersamaan mereka. Keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan. Nadine tidak menyangka bahwa pemuda si tukang sate yang dinikahinya adalah seorang pria kaya dan tampan. Julian juga tidak menyangka. Penyamarannya se
Kini, akhirnya Juki percaya jika wanita itu adalah istrinya sendiri. Pria itu tak menyangka jika wanita cantik yang selama ini begitu dekat di tempat kerjanya, ternyata wanita itu adalah istrinya sendiri. Juki mendongak, lalu ia bangkit dan menatap wajah Nadine. "Kenapa kamu harus melakukan semua ini? Tak seharusnya wajah cantikmu ini disembunyikan," kata Juki seraya mengusap wajah Nadine dan wanita itu tersenyum. "Setidaknya aku bisa bertemu dengan pria yang tulus sepertimu, jika bukan karena aku menjadi Tante Nadine yang tua, mungkin aku tidak akan tahu ternyata masih ada pria yang tulus di dunia ini...," jawab Nadine dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Juki langsung memeluknya erat. Mulai saat itu ia akan menjadikan Nadine istri untuk selamanya dan ia akan membawanya pulang ke rumah. Dengan bangga ia akan memperkenalkan Nadine pada kedua orang tuanya. "Juki, tolong jangan pernah tinggalkan aku!" ucap Nadine disela-sela pelukan hangat itu. Juki menangkup wajah istrin
"Kau ingin bukti? Aku akan tunjukkan!" ucap Nadine. Lalu, ia pergi untuk mengambil sesuatu dalam tasnya. Sesuatu yang menjadi bukti utama agar Juki percaya jika itu adalah istrinya. Juki mengerutkan keningnya. Apa yang sedang dilakukan Nadine? Wanita itu tampak membelakangi Juki sambil menunduk setelah mengambil benda dari dalam tas miliknya. Nadine ingin menunjukkan kepada Juki bahwa ia adalah istrinya. Tentu saja dengan memasang gigi palsu itu yang pasti akan membuat Juki percaya. Setelah Nadine memasang gigi palsu itu. Lalu wanita itu perlahan membalikkan tubuhnya. Juki kembali melototkan matanya. Apa yang sedang dilihatnya itu adalah Nadine si Tante-Tante. Istrinya sendiri. "Loh! Tan-Tante Nadine!" ucap pria itu dengan bibir gemetaran. Siapa sangka jika Nadine Elena Chaniago berubah menjadi Nadine istrinya. "Fenar, Juki! Ini adalah aku, istrimu!" kata Nadine seraya memakai gigi palsunya. Wajahnya yang semula cantik, kini sudah berubah menjadi wanita yang biasa-biasa saja
Juki merasakan sesuatu yang langsung membuat pria itu teringat akan istrinya. Ya, apa yang disentuhnya itu memang sama rasanya saat ia sedang menyentuh istrinya. Empuk dan lembut. "Katakan, Juki! Bagaimana? Apa yang kamu rasakan, hmmm?" bisik Nadine yang membiarkan tangan Juki menyentuh dan meraba asetnya yang paling berharga. "Waduh! Kenapa rasanya persis sekali dengan milik istriku. Ah, sial!" umpat Juki dalam hatinya. "Astagpiruloh, enggak, enggak! Ini tidak boleh!" Spontan, Juki menarik tangannya dari sana. Pria itu terlihat panik dan takut. "Kenapa, Juki?" tanya Nadine heran. "Maaf, Bu Nadine. Tidak seharusnya saya melakukan itu pada Anda. Saya memang salah. Tapi saya sudah punya istri. Saya bersedia untuk bertanggung jawab, tapi jujur saya tidak akan pernah tertarik pada wanita lain. Hanya istri saya yang ada di hati!" ucap Juki dengan tegas. Mendengar itu, Nadine semakin bahagia. Kali ini ia tidak akan pernah melepaskan pria itu lagi dan penyamarannya harus diakhi
Nyonya Marta memang melihat cucunya bersama Juki. Tapi bagaimana bisa mereka ada di dalam hotel? Apa yang sebenarnya terjadi.Nyonya Marta nampak pura-pura kaget padahal wanita itu tak mempermasalahkan Nadine bersama Juki di dalam kamar hotel. Namun, wanita itu melototkan matanya saat melihat wajah Daniel di sana. Anak Tuan Andi dan Juki Ratih itu ada di sana sebelum Juki masuk."Daniel! Ngapain laki-laki itu di sana? Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi? Untung saja ada Juki. Sepertinya Nadine dan Juki harus menjelaskan semua ini!" gumam Nyonya Marta sambil melihat wajah Juki dan Nadine yang tegang.Nadine sendiri tidak terlalu khawatir ketika Nyonya Marta melihat video itu. Tapi hal berbeda ditunjukkan oleh Juki. Jelas sekali pria itu sangat khawatir. Apa jadinya jika Nyonya Marta mengetahuinya.Di sisi lain, Karin dan lainnya terlihat senang. Sebentar lagi karir Nadine akan hancur. Dengan percaya diri Nadine mengatakan pada Nyonya Marta bahwa dirinya sangat bersiap untuk mengganti
"Terus, kita musti gimana dong, Pa? Kasihan Julian, padahal dia ingin sekali membawa istrinya pulang ke rumah kita. Selama ini dia tidak pernah terlihat bahagia dan sejak Nadine datang di kehidupannya, aku melihat Julian sangat bahagia dan mencintai wanita itu. Ya,memang sedikit tidak masuk akal ka
Tuan Andi langsung berhenti bicara. Hampir saja aku keceplosan bilang kalau Juki adalah Julian. Pria itu pun segera pergi ke kamarnya. Daniel dan Nyonya Ratih terlihat saling menatap. Ada apa gerangan yang terjadi pada Tuan Andi. "Papamu kenapa?" tanya Nyonya Ratih penasaran. "Ya mana aku tahu,
"Maafkan mereka, Tuan, Nyonya. Saya juga tidak menyangka jika akan seperti ini. Kalau saya tahu akan terjadi seperti ini, mungkin saya tidak akan mengajak mereka ikut makan malam," ucap Nyonya Marta sebelum pergi. Sejujurnya wanita itu merasa tak enak hati karena Nyonya Ratih dan keluarganya mengu
Melihat itu, Tuan Andi lekas menahan Juki. "Hei sudah, sudah!" katanya sambil menjauhkan Juki dari Daniel. Rupanya hal itu semakin membuat Daniel merasa di atas awan. Pria itu semakin mencaci-maki Juki. "Apa lo anjing! Main keroyok? Dasar munyuk sok jagoan! Ke sini kau, biar aku hancurkan mukamu







