Beranda / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 43 kuatkan bibir hamba

Share

Bab 43 kuatkan bibir hamba

Penulis: Miss Luxy
last update Tanggal publikasi: 2026-05-31 06:47:35

"Emm, em, iya, Oma!" jawab wanita itu terpaksa. Juki sendiri juga panik, ia membayangkan hal-hal yang buruk saat bibir mereka saling bertabrakan. Ia merasa seperti ada badai yang akan menghantam wajahnya.

"Sial! Nggak pernah kepikiran cium bibir istri. Tapi kalau dipikir-pikir kenapa aku malah suka sekali dengan tubuhnya? Dah lah! Nggak apa-apa. Tubuhnya saja aku mau, kenapa bibirnya enggak. Itu kan cuma kekurangan yang bisa dimaklumi. Toh, itu juga ciptaan Tuhan jadi nggak boleh menghina fis
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 154 habis push up

    Julian membelalakkan matanya saat seorang wanita sedang memanggil dirinya. Lalu dengan cepat pria itu menoleh dan seketika kedua matanya kembali melotot. "Carlota!" panggil Julian. Ya, wanita yang memanggilnya adalah Carlota, pembantu rumah tangganya. "Pak Julian dari mana?" tanya Carlota pura-pura meskipun wanita itu sudah tahu. Apalagi lampu sudah menyala. Dirinya juga bingung bagaimana bisa lampunya menyala dengan sendirinya. Atau kah Soraya memang sengaja melakukan itu demi untuk bersamanya. "Aku! A-aku nggak dari mana-mana," jawab Julian panik. "Kalau nggak dari mana-mana kenapa pak Julian takut? Terus, kenapa bapak keringetan gitu?" tanya Carlota lagi. "Ohhh, iya, ini tadi aku habis olahraga. Ya biasalah ya, kalau habis olahraga pasti keringetan!" jawab Julian sambil mempraktekkan dirinya yang sedang berolahraga dengan menggerakkan kaki dan tangannya. Sebenarnya Carlota ingin sekali tertawa mendengar alasan Julian yang tidak masuk akal. Wanita itu sangat yakin sekali jika

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 153 aku harus pergi

    Suara Ana terdengar di telinga Soraya dan Julian yang ada di ruang tengah. Sementara Ana, wanita itu hampir saja tiba di depan pintu ruang tengah."Suara itu seperti suara Ana!" bisik Julian tampak panik. Soraya sendiri tidak terlalu panik. Kalau pun Ana tahu, itu bagus. Artinya ia akan segera mendapatkan suaminya kembali.Carlota sendiri mulai enggan mengikuti majikannya sampai ke dalam. Wanita itu memilih memutar jalan dan kembali ke luar rumah."Nyonya, saya keluar saja dari sini. Saya takut, bulu kuduk saya menggelinding, eh merinding!" pamit Carlota."Hah! Dasar penakut! Pergi sana!" jawab Ana dengan ketus. Carlota langsung keluar dari ruangan itu dan Ana melanjutkan sendiri perjalanannya. Sementara itu, Julian yang merasa makin tak enak. Pria itu harus segera pergi dari rumah itu sebelum semuanya bertambah runyam. "Aku harus pergi sekarang!" imbuh Julian. Pria itu langsung beranjak dari tubuh Soraya. Segera ia mengambil baju seadanya dan mencari pintu keluar."Mas, kamu mau ke

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 152 dekapan kenikmatan

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 151 sangat tergila-gila

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 150 kencengin dikit

    Kedua tangan mereka saling meremas. Tubuh mereka menyatu dalam dekapan malam yang dingin. Diiringi suara gemuruh yang saling bersahutan, suara desahan mereka pun tak kalah bergemuruh.Sementara itu, Ana sedikit curiga dengan keadaan rumah Soraya. Kenapa cuma rumah wanita itu yang mati lampu, sedangkan rumah di sekitarnya tidak ada yang mati.Karena rasa hausnya makin besar, Anak segera keluar dari kamar. Suasana rumahnya sangat sepi. Seperti Julian dan asisten rumah tangga sudah tidur semua.Ana berjalan ke arah dapur yang melewati kamar Julian. Saat wanita itu melewati di depan pintu kamar Julian, langkah kakinya mendadak berhenti.Ana mendapati pintu kamar suaminya terbuka, lalu ia melihat ke dalam sana, sepertinya Julian tidak ada di kamarnya."Mas Julian ke mana?" gumamnya penuh kecurigaan. Ia lalu memeriksa ke dalam kamar pria itu. Julian benar-benar tidak ada. Lalu, ke mana dia malam-malam begini, apalagi hujan deras."Mas Julian! Mas! Kamu di mana?"Bahkan, Ana sampai mencari s

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 149 sedang dimanja

    Mereka berciuman dan Soraya sudah pasti membalasnya. Bagaimana bisa dirinya menolak suami sendiri, justru Soraya membalasnya lebih gila lagi. Wanita itu tidak sungkan-sungkan menyodorkan tubuhnya kepada Julian. Julian sendiri merasa jika dirinya sedang mencium Nadine karena napas Soraya sama persis dengan napas Nadine. Bibir mereka terus menyatu, sedangkan tangan Soraya sangat berani membuka kancing baju Julian satu persatu. Setelah semua kancing baju Julian terlepas. Dengan mudah wanita itu melepaskan baju suaminya. Seketika Julian melepaskan ciumannya dan merasa jika ini adalah salah. "Ahh, Bu Soraya, kita tidak bisa...!" Belum sampai Julian merampungkan kata-katanya. Dengan cepat Soraya menutup bibir pria itu dengan dua jarinya. "Ssssttt! Jangan bohongi hatimu, Pak Julian. Aku tahu kamu sangat menginginkannya. Anggap saja aku ini Nadine, istrimu. Bukankah kamu sangat merindukannya?" bisik Soraya begitu dekat di telinga Julian. Ah, bagaimana mungkin Julian menolaknya. Suara it

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 2 lampu kamar harus mati

    “Diafff kamfu!” teriak Nadine lagi. Kali ini Juki berusaha untuk tidak tertawa meskipun ia ingin sekali tertawa mendengar jawaban wanita itu. Konyol, ini sangat konyol. Bagaimana nanti jika dirinya jadi hidup serumah dengan wanita itu, pasti hari-harinya dipenuhi dengan kegilaan. “Iya, iya, maafk

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status