/ Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 66 Juki sebenarnya...

공유

Bab 66 Juki sebenarnya...

작가: Miss Luxy
last update 게시일: 2026-06-12 20:05:05

Nadine langsung menolaknya dengan halus. Bisa sangat beresiko jika dirinya ikut masuk ke dalam kamar mandi. Bisa-bisa penyamarannya akan terbongkar.

"Emmm Juki, kamu bisa mandi sendiri. Aku sudah siafkan air hangatnya. Aku harus ke dafur dulu untuk fuatin kamu sarafan yang sehat. Oh iya, fajumu juga sudah aku siafkan di sana!" jawab Nadine sembari menunjuk ke arah tumpukan baju bersih milik pria itu.

Juki menoleh dan melihat satu setel celana dan kemeja untuknya yang sudah disiapkan. Ia m
이 작품을 무료로 읽으실 수 있습니다
QR 코드를 스캔하여 앱을 다운로드하세요
잠긴 챕터
댓글 (1)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
Juki sudah bucin rupanya..sabar sabar
댓글 더 보기

최신 챕터

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 158 nggak ada yang sakit kel4min

    Julian terhenyak melihat video itu. Rupanya hubungannya dengan Soraya bukan sekedar hubungan biasa. Tapi ini sudah di luar kendali. Apa mungkin Soraya adalah wanita pengganti Nadine. Karena apa yang dirasakannya sama persis dengan apa yang dilakukannya pada Nadine. "Soraya!" gumamnya. Ana langsung menarik ponselnya dan segera menyimpannya kembali. "Mas, kau tahu apa artinya ini? Jika Mama Ratih tahu kamu berselingkuh dengan perempuan itu. Aku nggak yakin Mama akan baik-baik saja. Jadi, jangan sampai berita menjijikan ini didengar oleh Mama. Kamu tahu resikonya, kan?" kata Ana mengingatkan tentang penyakit jantung Nyonya Ratih jika tahu putranya berselingkuh. Pasti penyakitnya akan kambuh lagi. Julian tahu itu. Ia berharap Ana tidak menceritakan hubungannya dengan Soraya kepada Nyonya Ratih. "Jangan! Aku mohon jangan katakan pada Mama. Ini bisa bahaya!" ucap Julian memohon. Ana tersenyum senang. Sepertinya ini adalah senjata ampuh untuk membuat Julian menurut padanya. "Ohhh, tida

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 157 cinta tidak bisa dipaksakan

    Secara tidak sadar, Ana menelan ludahnya susah-susah. Tubuh kekar suaminya telah membuat wanita itu gugup dan membayangkan bagaimana keperkasaan suaminya yang cuma hanya di lamunannya saja. "Gila! Suamiku memang secepatnya ini. Tubuhnya benar-benar sempurna dan gagah. Beruntung sekali Nadine bisa merasakan keperkasaannya. Sedangkan aku? Melihatku saja dia tidak mau. Seandainya saja dia mau menyentuhku, pasti aku nggak mau lepas dari pelukannya, pingin dikekepin terus!" Ana bergumam dalam hatinya. Julian mendekati istrinya yang sedang melamun. Lalu, ia memetik jari di depan wajah wanita itu untuk menyadarkan Ana. "Hei, apa yang kamu lihat?" seru Julian dengan sedikit menundukkan kepalanya. Memperhatikan wajah Ana yang sedang tidak fokus. Ana terkesiap, wanita itu kembali menelan ludahnya dan melihat Julian yang tengah berdiri di depannya dengan hanya bertelanjang dada. Ana membalasnya dengan menyentuh dada pria itu. Ia berharap Julian tertarik padanya dan mau menyentuhnya. "Mas,

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 156 kau tuduh aku selingkuh?

    Carlota tetap mengelak. "Ya ampun, Nyonya. Beneran saya tidak melihat siapapun apalagi Pak Julian. Tadi saya langsung pulang dan masuk ke dalam mau tidur lagi. Eh, nggak tahunya Nyonya datang lagi. Apa Bu Soraya mengusir Anda? Eh, maksud saya apa dia marah karena Nyonya berani masuk ke rumahnya?" kata Carlota memang sengaja menyindir Ana. "Siapa yang berani marah padaku? Aku tidak takut sama siapa pun termasuk wanita jalang itu. Dia itu perempuan munafik. Kita lihat saja nanti. Aku pasti akan membuatnya mati, aku sangat membencinya!" gerutu Ana dengan wajah serius. Rupanya hal itu cukup membuat Carlota khawatir. Ana pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Soraya. Sama halnya dengan yang dilakukannya terhadap Nadine. "Gawat! Pasti perempuan ini sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Bu Soraya. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Semua ini aku lakukan demi Bu Nadine. Wanita ini tidak boleh menguasai Pak Julian. Lewat Bu Soraya, aku yakin sekali dia wanita

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 155 bangkit kembali

    Julian akhirnya pulang ke rumahnya bersama Carlota. Sedangkan Ana, wanita itu masih sibuk berbicara dengan Soraya untuk mencari keberadaan sang suami. "Sekarang katakan tidak usah berbelit-belit. Di mana suamiku kamu sembunyikan, katakan!" desak Ana. Soraya nampak tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya. "Ya ampun, sudah masuk rumah orang tanpa permisi, sekarang nuduh aku menyembunyikan suamimu. Mau kamu apa sihh, Nyonya? Kalau suamimu pergi ya itu salahmu kenapa kamu nggak gembok aja pintu rumahmu. Lagian buat apa aku sembunyikan suami orang!" kata Soraya sambil mengibaskan rambutnya. Ana semakin geram. Entah kenapa ia masih curiga jika Soraya lah yang telah bersama suaminya. Apalagi saat itu Soraya hanya mengenakan lingerie seksi yang sangat terbuka dan tubuhnya nampak keringatan. "Bohong! Aku tahu kamu pasti bersama suamiku. Dasar wanita jalang! Kamu goda suamiku dan kamu juga yang sudah merusak rumah tangga orang lain. Aku tidak akan biarkan kamu hidup tenang. Aku p

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 154 habis push up

    Julian membelalakkan matanya saat seorang wanita sedang memanggil dirinya. Lalu dengan cepat pria itu menoleh dan seketika kedua matanya kembali melotot. "Carlota!" panggil Julian. Ya, wanita yang memanggilnya adalah Carlota, pembantu rumah tangganya. "Pak Julian dari mana?" tanya Carlota pura-pura meskipun wanita itu sudah tahu. Apalagi lampu sudah menyala. Dirinya juga bingung bagaimana bisa lampunya menyala dengan sendirinya. Atau kah Soraya memang sengaja melakukan itu demi untuk bersamanya. "Aku! A-aku nggak dari mana-mana," jawab Julian panik. "Kalau nggak dari mana-mana kenapa pak Julian takut? Terus, kenapa bapak keringetan gitu?" tanya Carlota lagi. "Ohhh, iya, ini tadi aku habis olahraga. Ya biasalah ya, kalau habis olahraga pasti keringetan!" jawab Julian sambil mempraktekkan dirinya yang sedang berolahraga dengan menggerakkan kaki dan tangannya. Sebenarnya Carlota ingin sekali tertawa mendengar alasan Julian yang tidak masuk akal. Wanita itu sangat yakin sekali jika

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 153 aku harus pergi

    Suara Ana terdengar di telinga Soraya dan Julian yang ada di ruang tengah. Sementara Ana, wanita itu hampir saja tiba di depan pintu ruang tengah."Suara itu seperti suara Ana!" bisik Julian tampak panik. Soraya sendiri tidak terlalu panik. Kalau pun Ana tahu, itu bagus. Artinya ia akan segera mendapatkan suaminya kembali.Carlota sendiri mulai enggan mengikuti majikannya sampai ke dalam. Wanita itu memilih memutar jalan dan kembali ke luar rumah."Nyonya, saya keluar saja dari sini. Saya takut, bulu kuduk saya menggelinding, eh merinding!" pamit Carlota."Hah! Dasar penakut! Pergi sana!" jawab Ana dengan ketus. Carlota langsung keluar dari ruangan itu dan Ana melanjutkan sendiri perjalanannya. Sementara itu, Julian yang merasa makin tak enak. Pria itu harus segera pergi dari rumah itu sebelum semuanya bertambah runyam. "Aku harus pergi sekarang!" imbuh Julian. Pria itu langsung beranjak dari tubuh Soraya. Segera ia mengambil baju seadanya dan mencari pintu keluar."Mas, kamu mau ke

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

더보기
좋은 소설을 무료로 찾아 읽어보세요
GoodNovel 앱에서 수많은 인기 소설을 무료로 즐기세요! 마음에 드는 작품을 다운로드하고, 언제 어디서나 편하게 읽을 수 있습니다
앱에서 작품을 무료로 읽어보세요
앱에서 읽으려면 QR 코드를 스캔하세요.
DMCA.com Protection Status