登入Karin mengangguk. Tak lupa wanita itu juga mengajak beberapa karyawan untuk menggerebek Nadine yang digadang-gadang tengah berduaan dengan Juki. "Mirna dan kalian semua. Ikut denganku. Siapkan ponsel kalian untuk merekam. Kali ini aku pastikan Nadine akan berhenti menjadi pimpinan di perusahaan ini. Aku pastikan itu!" seru Karin pada beberapa karyawan yang berhasil ia provokasi. Mereka pun mengikuti perintah wanita itu. Dengan senang hati sambil menyiapkan ponselnya. Para karyawan itu akan melakukan live di media sosial masing-masing. Tentunya kejadian itu akan tayang secara langsung dan Nadine tidak akan bisa mengelak lagi. "Kami sudah siap, Bu!" jawab mereka bersamaan. "Bagus! Ayo!" ajak Karin dengan semangat. Sementara itu, Nadine dan Julian tampak sedang menikmati kebersamaan mereka. Keduanya sama-sama merasakan kebahagiaan. Nadine tidak menyangka bahwa pemuda si tukang sate yang dinikahinya adalah seorang pria kaya dan tampan. Julian juga tidak menyangka. Penyamarannya se
Kini, akhirnya Juki percaya jika wanita itu adalah istrinya sendiri. Pria itu tak menyangka jika wanita cantik yang selama ini begitu dekat di tempat kerjanya, ternyata wanita itu adalah istrinya sendiri. Juki mendongak, lalu ia bangkit dan menatap wajah Nadine. "Kenapa kamu harus melakukan semua ini? Tak seharusnya wajah cantikmu ini disembunyikan," kata Juki seraya mengusap wajah Nadine dan wanita itu tersenyum. "Setidaknya aku bisa bertemu dengan pria yang tulus sepertimu, jika bukan karena aku menjadi Tante Nadine yang tua, mungkin aku tidak akan tahu ternyata masih ada pria yang tulus di dunia ini...," jawab Nadine dengan kedua matanya yang berkaca-kaca. Juki langsung memeluknya erat. Mulai saat itu ia akan menjadikan Nadine istri untuk selamanya dan ia akan membawanya pulang ke rumah. Dengan bangga ia akan memperkenalkan Nadine pada kedua orang tuanya. "Juki, tolong jangan pernah tinggalkan aku!" ucap Nadine disela-sela pelukan hangat itu. Juki menangkup wajah istrin
"Kau ingin bukti? Aku akan tunjukkan!" ucap Nadine. Lalu, ia pergi untuk mengambil sesuatu dalam tasnya. Sesuatu yang menjadi bukti utama agar Juki percaya jika itu adalah istrinya. Juki mengerutkan keningnya. Apa yang sedang dilakukan Nadine? Wanita itu tampak membelakangi Juki sambil menunduk setelah mengambil benda dari dalam tas miliknya. Nadine ingin menunjukkan kepada Juki bahwa ia adalah istrinya. Tentu saja dengan memasang gigi palsu itu yang pasti akan membuat Juki percaya. Setelah Nadine memasang gigi palsu itu. Lalu wanita itu perlahan membalikkan tubuhnya. Juki kembali melototkan matanya. Apa yang sedang dilihatnya itu adalah Nadine si Tante-Tante. Istrinya sendiri. "Loh! Tan-Tante Nadine!" ucap pria itu dengan bibir gemetaran. Siapa sangka jika Nadine Elena Chaniago berubah menjadi Nadine istrinya. "Fenar, Juki! Ini adalah aku, istrimu!" kata Nadine seraya memakai gigi palsunya. Wajahnya yang semula cantik, kini sudah berubah menjadi wanita yang biasa-biasa saja
Juki merasakan sesuatu yang langsung membuat pria itu teringat akan istrinya. Ya, apa yang disentuhnya itu memang sama rasanya saat ia sedang menyentuh istrinya. Empuk dan lembut. "Katakan, Juki! Bagaimana? Apa yang kamu rasakan, hmmm?" bisik Nadine yang membiarkan tangan Juki menyentuh dan meraba asetnya yang paling berharga. "Waduh! Kenapa rasanya persis sekali dengan milik istriku. Ah, sial!" umpat Juki dalam hatinya. "Astagpiruloh, enggak, enggak! Ini tidak boleh!" Spontan, Juki menarik tangannya dari sana. Pria itu terlihat panik dan takut. "Kenapa, Juki?" tanya Nadine heran. "Maaf, Bu Nadine. Tidak seharusnya saya melakukan itu pada Anda. Saya memang salah. Tapi saya sudah punya istri. Saya bersedia untuk bertanggung jawab, tapi jujur saya tidak akan pernah tertarik pada wanita lain. Hanya istri saya yang ada di hati!" ucap Juki dengan tegas. Mendengar itu, Nadine semakin bahagia. Kali ini ia tidak akan pernah melepaskan pria itu lagi dan penyamarannya harus diakhi
Nyonya Marta memang melihat cucunya bersama Juki. Tapi bagaimana bisa mereka ada di dalam hotel? Apa yang sebenarnya terjadi.Nyonya Marta nampak pura-pura kaget padahal wanita itu tak mempermasalahkan Nadine bersama Juki di dalam kamar hotel. Namun, wanita itu melototkan matanya saat melihat wajah Daniel di sana. Anak Tuan Andi dan Juki Ratih itu ada di sana sebelum Juki masuk."Daniel! Ngapain laki-laki itu di sana? Ya Tuhan, apa yang sebenarnya terjadi? Untung saja ada Juki. Sepertinya Nadine dan Juki harus menjelaskan semua ini!" gumam Nyonya Marta sambil melihat wajah Juki dan Nadine yang tegang.Nadine sendiri tidak terlalu khawatir ketika Nyonya Marta melihat video itu. Tapi hal berbeda ditunjukkan oleh Juki. Jelas sekali pria itu sangat khawatir. Apa jadinya jika Nyonya Marta mengetahuinya.Di sisi lain, Karin dan lainnya terlihat senang. Sebentar lagi karir Nadine akan hancur. Dengan percaya diri Nadine mengatakan pada Nyonya Marta bahwa dirinya sangat bersiap untuk mengganti
Iya, Nyonya Marta datang ke kantornya. Wanita itu mendapatkan kabar bahwa ada ribut-ribut di sana. Oleh karena itu ia datang untuk melihat apa yang sebenarnya terjadi. Nadine terkejut melihat kedatangan sang Oma. Sedangkan Karin, wanita itu justru senang melihat Nyonya Marta datang. Untuk mencari simpati, Nadine berlari kecil ke arah Nyonya Marta untuk mengadu apa yang dilakukan Nadine padanya. "Oma... Lihat deh, Oma! Apa yang sudah Nadine lakukan padaku. Dia jahat banget!" ucapnya sambil memegangi pipinya. "Kenapa dengan pipimu?" tanya wanita itu. "Dia mukul aku, Oma. Padahal aku nggak ngapa-ngapain. Nadine aja yang suka jahat. Dari kecil, dia emang nggak suka sama aku. Untung saja Oma datang!" jawab Karin dengan wajah pura-puranya. Mendengar itu Nadine cuma memutar bola matanya. Dari dulu Karin memang gemar sekali playing victim. Dia yang memulai dia juga yang merasa tersakiti. "Kebiasaan!" umpat Nadine dan wanita itu sudah hafal betul sifat Karin yang seperti itu. Nyon
"Ah, iya!" jawab Nadine sambil meraih tangan suaminya. Mereka pun berjalan menghampiri Nyonya Marta yang sedang bersama keluarga Tuan Andi. Jenny tersenyum melihat kedatangan adiknya. Wanita itu tidak kaget lagi ketika melihat kehadiran Nadine meskipun ia sedikit shok melihatnya. "Ya Tuhan, seler
Juki bisa melihat keluarganya yang sedang berdiri menunggu kedatangannya. Dari Tuan Iskandar, Nyonya Ratih, Daniel dan juga Jenny. Dari semua keluarganya. Hanya wajah sang Mama lah yang membuatnya terharu. Nadine melihat suaminya yang tidak segera turun. Padahal Nyonya Marta sudah berjalan dan dis
Nadine spontan memalingkan wajahnya sambil menangkap gigi palsunya. Beruntung Juki tidak melihatnya. Hanya saja pria itu tampak heran kenapa istrinya berjongkok seolah sedang mencari sesuatu. "Aduh gawat! Tuh kan lepas juga nih gigi. Untung saja Juki tidak tahu!" gumam Nadine sambil memasang lagi
Terpaksa Nadine pun menjawabnya. "Aku nggak marah, Juki. Sudah aku filang kan aku nggak marah. Kenafa sih maksa fanget!" "Entahlah, Tante! Akhir-akhir ini aku ngerasa Tante kayak cuekin aku. Tante jadi dingin dan nggak sehangat dulu lagi!" protes Juki sambil menatap wajah istrinya dalam-dalam. Na







