Home / Romansa / Terlena! Tusukan Mas Juki / Bab 77 memukuli Daniel

Share

Bab 77 memukuli Daniel

Author: Miss Luxy
last update publish date: 2026-06-17 19:51:30

Melihat itu, Tuan Andi lekas menahan Juki.

"Hei sudah, sudah!" katanya sambil menjauhkan Juki dari Daniel. Rupanya hal itu semakin membuat Daniel merasa di atas awan. Pria itu semakin mencaci-maki Juki.

"Apa lo anjing! Main keroyok? Dasar munyuk sok jagoan! Ke sini kau, biar aku hancurkan mukamu sekalian, tolol! Pergi klean berdua! Nggak laki nggak ceweknya, sama-sama oon, sialan!"

Sungguh, kata-kata kasar Daniel tak bisa membendung amarah Juki. Pria itu tanpa aba-aba langsung melompat ke ar
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter
Comments (2)
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
eh maaf bukan nyonya Martha..tapi nyonya Ratih ya...typo maaf...
goodnovel comment avatar
Mimin Rosmini
nyonya Martha aja yg buta mata dan buta hati tidak mau mengakui kalau si Daniel itu super brengsek
VIEW ALL COMMENTS

Latest chapter

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 156 kau tuduh aku selingkuh?

    Carlota tetap mengelak. "Ya ampun, Nyonya. Beneran saya tidak melihat siapapun apalagi Pak Julian. Tadi saya langsung pulang dan masuk ke dalam mau tidur lagi. Eh, nggak tahunya Nyonya datang lagi. Apa Bu Soraya mengusir Anda? Eh, maksud saya apa dia marah karena Nyonya berani masuk ke rumahnya?" kata Carlota memang sengaja menyindir Ana. "Siapa yang berani marah padaku? Aku tidak takut sama siapa pun termasuk wanita jalang itu. Dia itu perempuan munafik. Kita lihat saja nanti. Aku pasti akan membuatnya mati, aku sangat membencinya!" gerutu Ana dengan wajah serius. Rupanya hal itu cukup membuat Carlota khawatir. Ana pasti sedang merencanakan sesuatu yang buruk terhadap Soraya. Sama halnya dengan yang dilakukannya terhadap Nadine. "Gawat! Pasti perempuan ini sedang merencanakan sesuatu untuk menyingkirkan Bu Soraya. Sepertinya aku harus melakukan sesuatu. Semua ini aku lakukan demi Bu Nadine. Wanita ini tidak boleh menguasai Pak Julian. Lewat Bu Soraya, aku yakin sekali dia wanita

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 155 bangkit kembali

    Julian akhirnya pulang ke rumahnya bersama Carlota. Sedangkan Ana, wanita itu masih sibuk berbicara dengan Soraya untuk mencari keberadaan sang suami."Sekarang katakan tidak usah berbelit-belit. Di mana suamiku kamu sembunyikan, katakan!" desak Ana.Soraya nampak tersenyum sambil menyilangkan kedua tangannya."Ya ampun, sudah masuk rumah orang tanpa permisi, sekarang nuduh aku menyembunyikan suamimu. Mau kamu apa sihh, Nyonya? Kalau suamimu pergi ya itu salahmu kenapa kamu nggak gemboknya aja pintu rumahmu. Lagian buat apa aku sembunyikan suami orang!" kata Soraya sambil mengibaskan rambutnya.Ana semakin geram. Entah kenapa ia masih curiga jika Soraya lah yang telah bersama suaminya. Apalagi saat itu Soraya hanya mengenakan lingerie seksi yang sangat terbuka dan tubuhnya nampak keringatan."Bohong! Aku tahu kamu pasti bersama suamiku. Dasar wanita jalang! Kamu goda suamiku dan kamu juga yang sudah merusak rumah tangga orang lain. Aku tidak akan biarkan kamu hidup tenang. Aku pasti a

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 154 habis push up

    Julian membelalakkan matanya saat seorang wanita sedang memanggil dirinya. Lalu dengan cepat pria itu menoleh dan seketika kedua matanya kembali melotot. "Carlota!" panggil Julian. Ya, wanita yang memanggilnya adalah Carlota, pembantu rumah tangganya. "Pak Julian dari mana?" tanya Carlota pura-pura meskipun wanita itu sudah tahu. Apalagi lampu sudah menyala. Dirinya juga bingung bagaimana bisa lampunya menyala dengan sendirinya. Atau kah Soraya memang sengaja melakukan itu demi untuk bersamanya. "Aku! A-aku nggak dari mana-mana," jawab Julian panik. "Kalau nggak dari mana-mana kenapa pak Julian takut? Terus, kenapa bapak keringetan gitu?" tanya Carlota lagi. "Ohhh, iya, ini tadi aku habis olahraga. Ya biasalah ya, kalau habis olahraga pasti keringetan!" jawab Julian sambil mempraktekkan dirinya yang sedang berolahraga dengan menggerakkan kaki dan tangannya. Sebenarnya Carlota ingin sekali tertawa mendengar alasan Julian yang tidak masuk akal. Wanita itu sangat yakin sekali jika

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 153 aku harus pergi

    Suara Ana terdengar di telinga Soraya dan Julian yang ada di ruang tengah. Sementara Ana, wanita itu hampir saja tiba di depan pintu ruang tengah."Suara itu seperti suara Ana!" bisik Julian tampak panik. Soraya sendiri tidak terlalu panik. Kalau pun Ana tahu, itu bagus. Artinya ia akan segera mendapatkan suaminya kembali.Carlota sendiri mulai enggan mengikuti majikannya sampai ke dalam. Wanita itu memilih memutar jalan dan kembali ke luar rumah."Nyonya, saya keluar saja dari sini. Saya takut, bulu kuduk saya menggelinding, eh merinding!" pamit Carlota."Hah! Dasar penakut! Pergi sana!" jawab Ana dengan ketus. Carlota langsung keluar dari ruangan itu dan Ana melanjutkan sendiri perjalanannya. Sementara itu, Julian yang merasa makin tak enak. Pria itu harus segera pergi dari rumah itu sebelum semuanya bertambah runyam. "Aku harus pergi sekarang!" imbuh Julian. Pria itu langsung beranjak dari tubuh Soraya. Segera ia mengambil baju seadanya dan mencari pintu keluar."Mas, kamu mau ke

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 152 dekapan kenikmatan

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 151 sangat tergila-gila

    Dalam hitungan detik saja. Akhirnya teriakan kenikmatan dari bibir mereka berdua memenuhi ruangan itu. Sofa berwarna merah terang itu terasa basah semua oleh keringat mereka.Julian terlihat ngos-ngosan, sama halnya dengan Soraya yang juga terengah-engah. Tubuh mereka dipenuhi dengan keringat yang bercucuran. Tapi, ada sebuah kepuasan yang hakiki seakan hal itu adalah sebuah kewajiban.Jiwa dan asmara saling berhubungan. Hati tak bisa dibohongi bahwa ada chemistry yang luar biasa yang tidak bisa dipisahkan."Aku mencintaimu, Mas. Aku sangat mencintaimu!" desis Soraya disela-sela rasa lelahnya yang sangat nikmat.Julian mendengar suara Nadine di sana. Iya, pria itu tidak pernah merasa dirinya sedang bersama wanita lain, tapi ia seperti sedang berada di dalam pelukan istrinya yang begitu dicintainya."Aku juga sangat mencintaimu, Nadine. Sampai kapanpun aku akan selalu mencintaimu, kamu tak akan pernah tergantikan oleh siapa pun, termasuk Ana!" balas Julian yang masih berada di atas tub

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 6 Buruan pegangin

    Nadine memutar bola matanya mendengar ucapan Juki.“Nggak akan pernah! Membayangkannya saja aku udah ilfeel. Jadi jangan berpikir aku bakal ketagihan, dihh!” sahut Nadine dengan ketus.“Ya sudah terserah, Tante. Buruan pegangin! Lagipula saya juga belum tentu bisa tegang dielus-elus sama Tante. Say

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 5 Tante jadi ketagihan

    Sepertinya Juki harus memberikan pengertian kepada Nadine bahwa itu bukanlah ular. "Ohhh, ini bukan ular, Tante. Tapi ini yang bakal bikin Tante hamil. Kalau nggak ada ini, ya gimana saya bisa transfer benih ke rahim Tante, masa lewat sedotan?!" kata Juki dengan entengnya.Akhirnya Nadine baru men

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 4 bawa ular ke kamar

    Juki hampir saja keceplosan. Pemuda itu segera meralat jawabannya pada pelanggan setianya."Eh maaf, maksudnya saya sedang sibuk bikin sate di rumah Tante Nadine. Jadi, mohon dimaklumi. Besok saya udah jualan lagi kok!"Akhirnya pelanggan Juki mengerti. Pemuda itu hampir saja mengatakan sesuatu yan

  • Terlena! Tusukan Mas Juki   Bab 3 sibuk nusuk

    "Ba-baik, Tante!" jawab Juki. Nadine sendiri juga bingung. Sungguh, wanita itu nampak gusar seolah ia juga sangat gugup."Ya ampun, bisa kah aku melakukannya? Aku takut sekali. Hah, kalau saja Oma nggak maksain aku buat punya anak. Aku nggak bakalan ngelakuin hal gila kayak ini. Apalagi sama cowok

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status