Rahasia Yang Tumbuh Di Rahimku

Rahasia Yang Tumbuh Di Rahimku

last updateآخر تحديث : 2026-08-18
بواسطة:  Santiتم تحديثه الآن
لغة: Bahasa_indonesia
goodnovel16goodnovel
لا يكفي التصنيفات
18فصول
11وجهات النظر
قراءة
أضف إلى المكتبة

مشاركة:  

تقرير
ملخص
كتالوج
امسح الكود للقراءة على التطبيق

Alessia Windrayana kembali ke Arcadia setelah empat tahun menghilang bersama putranya, Ethan. Ia terpaksa pulang karena Ferdinand Windrayana, ayahnya, jatuh sakit dan perusahaan keluarga membutuhkan kehadirannya. Namun, kepulangan itu membawa Alessia pada pria yang paling ingin ia hindari: Adrian Kertanegara, CEO dingin dari keluarga yang menjadi musuh bebuyutan Windrayana selama dua puluh tahun. Lima tahun lalu, Alessia bertemu seorang pria misterius dalam pesta amal bertopeng di Meridian City. Mereka tidak saling mengetahui nama, latar belakang, maupun keluarga masing-masing. Satu malam itu seharusnya berakhir tanpa arti. Sampai Ethan lahir. Ketika Adrian mulai menyadari bahwa bocah berusia empat tahun itu mungkin adalah darah dagingnya, rahasia Alessia perlahan terancam terbongkar. Di saat yang sama, pesan-pesan misterius mulai datang, mengungkit Proyek Aurora—kecelakaan lama yang menewaskan Rasyid Windrayana dan memulai perang antara dua keluarga. Seseorang sengaja mempermainkan kebencian mereka. Saat rahasia masa lalu, penculikan, dan pengkhianatan mulai terungkap, Alessia dan Adrian harus memilih: terus menjadi musuh seperti yang diwariskan keluarga mereka, atau bekerja sama demi melindungi Ethan. Tapi jika kebenaran terungkap, apakah cinta mereka cukup kuat untuk menghentikan perang dua keluarga?

عرض المزيد

الفصل الأول

KEMBALI KE ARCADIA

Hujan tipis turun ketika mobil Alessia memasuki gerbang tol Arcadia. Empat tahun dia pergi. Empat tahun dia berusaha menjauh dari kota ini, dari nama keluarganya, dari semua hal yang bisa membuka luka lama.

Tapi surat dari ibunya minggu lalu mengubah semuanya. Hanya tiga kalimat pendek: Ayahmu sakit. Perusahaan butuh kamu. Pulanglah, Alessia.

“Mama, kita mau ke mana lagi?”

Suara Ethan dari kursi belakang membuyarkan lamunannya. Alessia melirik kaca spion. Anaknya duduk sambil memeluk boneka rubah kesayangannya, menatap balik lewat pantulan kaca.

“Ke kota tempat Mama dulu tinggal,” jawab Alessia.

“Kenapa kita nggak pernah ke sana sebelumnya?”

“Mama sibuk,” katanya, meski dia tahu jawaban itu bohong. Dia sudah terlalu terbiasa berbohong pada anaknya sendiri.

Ethan diam sebentar, memiringkan kepalanya—kebiasaan kecil yang selalu membuat dada Alessia sesak, karena dia tahu persis dari siapa kebiasaan itu berasal.

“Kita selalu pindah-pindah,” kata Ethan pelan. “Teman-teman di sekolah lama nggak gitu.”

“Aku tahu. Tapi kali ini kita nggak akan pindah lagi. Janji.”

Alessia tidak yakin bisa menepati janji itu. Tapi dia mengucapkannya karena itulah yang selama ini membuat Ethan merasa aman.

Menara tertinggi di Arcadia berdiri dengan logo huruf K besar yang menyala biru di puncaknya. Kertanegara Corp.

Alessia buru-buru memalingkan wajah dari menara itu. Jangan sekarang, pikirnya. Jangan di sini.

Dia tidak menyangka akan kembali ke Arcadia secepat ini. Dia pikir masih punya waktu untuk mempersiapkan diri—untuk Ethan, untuk semua pertanyaan yang mungkin muncul. Tapi sakit ayahnya tidak menunggu kesiapannya.

Rumah keluarga Windrayana berdiri di ujung Jalan Cendrawasih. Begitu mobil berhenti di depan gerbang, Marlena berlari keluar dengan payung di satu tangan.

“Alessia.”

“Mama.”

Marlena memeluknya erat, lalu matanya turun ke Ethan yang berdiri malu-malu sambil memeluk bonekanya.

“Dia sudah sebesar ini,” bisik Marlena.

“Empat tahun, Ma. Banyak yang terlewat.”

Marlena berjongkok di depan Ethan. “Halo, Nak. Aku nenekmu.”

Ethan menatapnya hati-hati, lalu tersenyum tipis—senyum yang persis seperti senyum Alessia di usia yang sama.

“Halo. Namaku Ethan.”

Di dalam rumah, Ferdinand duduk di kursi roda dekat perapian. Wajahnya menua lebih cepat dari yang Alessia ingat.

“Papa,” Alessia berhenti di ambang pintu.

Ferdinand mengangkat wajah. Beberapa detik berlalu tanpa satu pun dari mereka bicara.

“Empat tahun, dan yang pertama kamu lakukan begitu pulang adalah berdiri di pintu seperti tamu,” katanya akhirnya.

Bukan kalimat hangat. Tapi Alessia tahu itu cara papanya bilang bahwa dia merindukannya.

Dia melangkah masuk sambil menggandeng tangan Ethan. “Papa, ini—”

“Papa tahu siapa dia,” potong Ferdinand. Matanya menatap Ethan lama sekali—terlalu lama.

“Papa tahu?”

“Mama kirim foto,” jawab Ferdinand cepat. Terlalu cepat. “Duduklah. Kita bicara nanti, setelah anak ini istirahat.”

Alessia menatap mamanya, mencari penjelasan. Marlena hanya menggeleng kecil.

Ada sesuatu yang tidak dikatakan di ruangan itu. Alessia bisa merasakannya.

Malam itu, setelah Ethan tidur di kamar yang sudah dihias Marlena dengan mainan dan buku anak-anak, Alessia duduk sendiri di balkon lantai dua. Menara Kertanegara Corp masih berdiri di kejauhan, seolah menantangnya untuk tidak melupakan.

Lima tahun lalu, di sebuah pesta bertopeng di Meridian City, dia bertemu seorang pria yang tidak pernah dia ketahui namanya. Satu malam yang mengubah seluruh hidupnya.

Dia tidak pernah membayangkan wajah di balik topeng itu bisa menghancurkan segalanya kalau sampai terlihat lagi.

Ponselnya bergetar. Pesan dari Cassandra.

**Kamu udah sampai? Gimana rasanya pulang?**

Alessia mengetik balasan.

**Aneh. Kayak nahan napas di bawah air terus pura-pura itu normal.**

**Kamu nggak sendirian kali ini,** balas Cas. **Dan Arcadia kota besar. Kemungkinan ketemu DIA kecil banget.**

Alessia tersenyum getir membaca itu. Dia ingin percaya. Tapi lusa, mamanya sudah mengirim undangan—acara bisnis tahunan paling bergengsi di Arcadia, tempat semua nama besar kota ini berkumpul dalam satu ruangan.

Termasuk, kemungkinan besar, nama yang paling dia takuti.

Alessia menatap Ethan yang tidur lelap lewat pintu kaca kamarnya. Empat tahun aku menyembunyikanmu, pikirnya. Semoga aku masih punya waktu sedikit lebih lama.

Di kejauhan, di balik jendela kaca tertinggi menara Kertanegara Corp, satu-satunya lampu yang belum padam masih menyala.

توسيع
الفصل التالي
تحميل

أحدث فصل

فصول أخرى

للقراء

Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.

لا توجد تعليقات
18 فصول
استكشاف وقراءة روايات جيدة مجانية
الوصول المجاني إلى عدد كبير من الروايات الجيدة على تطبيق GoodNovel. تنزيل الكتب التي تحبها وقراءتها كلما وأينما أردت
اقرأ الكتب مجانا في التطبيق
امسح الكود للقراءة على التطبيق
DMCA.com Protection Status