Share

Bab 36

Author: Hibatillah S.
last update publish date: 2024-04-01 18:59:06

Ceklek!

Bella membuka pintu rumahnya. Tiba-tiba Gara yang mengekor langsung memeluk Bella dari belakang.

"Ngapain sih Ra?" Tanya Bella heran melihat kelakuan suaminya.

Gara meletakkan kepalanya di atas bahu Bella.

"Aku nggak mau kalah dari Edo," jawab Gara kayak bocah.

Bella menoleh sambil mengusap lembut pipi suaminya.

"Mau aku kompres nggak lebam-lebammu?" Tanya Bella penuh perhatian.

"Nggak usah. Ntar juga sembuh sendiri."

"Nanti wajah tampanmu nggak kelihatan lagi, kecewa nggak tuh fansmu,"
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 118

    "Maaf, aku harus segera masuk. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Gara untuk menghindari Leticia.Sampai saat Gara menutup pintu Leticia masih mengulurkan tangannya dengan wajah tersenyum. Baru setelah beberapa saat senyumnya memudar berganti cemberut."Hmmm... Ganteng sih tapi cuek," ucap Leticia."Yah, tidak apa-apa Leticia. Baru permulaan. Masih banyak kesempatan untuk menghancurkan Gara dan Bella. Aku tidak akan mengecewakan Tuan Rendy yang sudah membayarku mahal-mahal untuk membalaskan perbuatan Gara."Leticia tersebut mengerikan.***Ibunya Gara berdandan rapi dan cantik. Wanita yang ramah dan penuh senyuman itu turun dari tangga. Kebetulan saat itu ia melihat asisten rumah tangganya berjalan terburu-buru menuju pintu depan."Siapa Bu?" Tanya Ibunya Gara pada wanita tua yang sudah menahun kerja di kediaman keluarga Rihanda. Bahkan saking lamanya wanita itu sampai dianggap seperti keluarga sendiri dan dipanggil dengan sebutan Ibu."Ada tamu Nyonya.""Ohh, kalau begitu Ib

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 117

    Bella keluar dari kamar mandi sambil memegang alat tes kehamilan. Tangannya gemetar tidak terkendali. Entah ia harus senang atau sedih. Tapi sejujurnya ia belum siap untuk semua ini."Bagaimana nasibku ke depan?" Gumam Bella bingung. Ia lantas duduk di tepi ranjang sambil mengusap wajahnya.Ia melihat hasil alat tes kehamilan itu lagi yang hasilnya benar-benar garis dua. Bella rasanya ingin menangis. Ia benar-benar hamil anak anak Gara. Lalu bagaimana dengan nasib sekolahnya?Tidak seperti Sabia yang kehamilannya sudah berada di penghujung kelulusan. Bella masih menempuh waktu satu tahun lagi untuk lulus.Iya, semua orang memang tahu Bella telah menikah dengan Gara. Tapi tetap saja yang namanya manusia pasti akan tetap saja mencari-cari kesalahannya untuk dihujat.Posisi Bella sekarang tidak lagi seperti dulu yang selalu ada Gara sebagai Garda terdepannya ketika ada netizen yang mencoba julid dengannya. Bella sekarang sendiri. Mungkin masih ada Vano dan Vanilla. Tapi tetap saja dilind

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 116

    Edo melepaskan pelukannya."Bi, aku tidak percaya ini."Sabia meraih wajah Edo."Aku tahu ini berat. Tapi kau tahu tindakanku telah menyebabkan sahabat paling berhargamu meninggal. Kau kehilangan dia bukan? Bahkan kau masih menangis saat mengenangnya.""Bi, jangan gegabah. Aku mencintaimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Apa yang kamu pikirkan Bi? Kau ingin aku membesarkan anak kita sendirian. Sementara kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?"Edo tak bisa menahan air matanya membayangkan apa yang akan terjadi."Aku mencintaimu Bi. Sungguh sangat mencintaimu jauh sebelum kamu berpacaran dengan Gara. Jauh sebelum Revan menyukaimu. Aku lah orang yang selama ini lebih dulu mencintaimu. Tapi aku selalu memendam perasaanku demi sahabat-sahabatku. Sekarang saat kamu sudah menjadi milikku kenapa kamu dengan teganya ingin meninggalkan aku? Padahal sedetikpun aku tidak ingin berpisah denganmu."Edo kembali merengkuh tubuh Sabia. Ia memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat seakan tak mau berpisa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 115

    Sabia duduk bersama Bella di ruang tengah rumah keluarga Hyuugo yang lain. Ya, orang yang datang menyelamatkan Sabia adalah Bella."Terimakasih sudah menyelamatkanku dari orang-orang seram tadi Bel," ucap Sabia tulus. Ia tak menyangka perempuan yang pernah dimusuhinya mati-matian kini datang sebagai penyelamatnya. Kalau dipikir-pikir kadang Sabia malu juga. Kejahatannya justru dibalas kebaikan oleh Bella.Bella tersenyum penuh arti. Umpan sudah mengenai target. Selanjutnya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menarik target itu."Jangan berterima kasih," kata Bella."Jika bukan berterima kasih apa yang harus aku lakukan untukmu? Kau benar-benar datang di waktu yang tepat. Jujur, saat aku mengandung, aku menjadi jauh lebih takut. Ada nyawa yang harus kulindungi selain nyawaku sendiri.""Aku mengerti perasaanmu," jawab Bella."Semua mama pasti ingin melindungi anaknya. Beruntung sekali mereka yang hidup bersama mamanya. Tidak seperti aku yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 114

    Bella dan Leo duduk di sebuah cafe. Keduanya saling berhadapan satu sama lain."Aku sudah menyelidiki kasus kematian mamanya Nona. Dan asal Nona tahu kasus ini benar-benar membingungkan. Tak heran kasusnya di tutup begitu saja," ucap Leo mengawali pembicaraan."Maksudnya membingungkan bagaimana Leo?" Tanya Bella."Yah, dalam kejadian itu hanya ada satu saksi saja. Tapi setelah aku telusuri ternyata saksi itu meninggal bunuh diri dengan meminum racun. Jadi kasus ini kemudian benar-benar buntu. Era itu belum ada rekaman CCTV jadi polisi juga tidak bisa menemukan bukti bahwa kejadian itu adalah pembunuhan. Mau tak mau kasus itu disimpulkan sebagai kecelakaan."Bella mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan."Bukankah terlalu aneh ya Leo jika saksi itu tiba-tiba minum racun. Kau sudah menemui keluarganya? Menanyakan apa saksi itu sebelumnya mengalami depresiasi atau masalah serius yang menyebabkan dia bunuh diri?" Tanya Bella."Sudah. Memang orang itu ada konflik rumah tangga dengan istrin

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 113

    Bella dengan berat hari mengantarkan Gara ke bandara. Hari ini adalah hari dimana perpisahan itu akhirnya benar-benar terjadi. Dua hati yang terpaut oleh cinta itu akhirnya akan menemui ujian baru, yaitu jarak."Ra, jaga diri baik-baik ya. Kabari aku disela-sela kesibukanmu. Aku harap aku tetap menjadi prioritasmu meskipun aku tidak bisa berada di dekatmu setiap saat seperti biasanya."Gara mengerti akan kegundahan di hati Bella. Jadi ia menarik gadis itu. Memeluknya dengan erat agar Bella merasa tenang."Tidak akan ada yang berubah diantara kita sayang. Jangan khawatir. Karena kita selamanya akan menjadi suami istri yang saling mencintai.""Aku menyayangimu Ra." Bella membalas pelukan Gara."Aku lebih menyayangimu."Gara lebih mengeratkan pelukannya. Beberapa saat lamanya mereka saling berpelukan erat. Saat dua hati sedang cinta-cintanya memang terasa begitu berat saat akan berpisah seperti ini.Bella menguarai pelukannya."Berangkatlah Ra. Kejar cita-citamu. Aku menantikan kepulang

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 99

    Keadaan di belakang panggung sudah mulai ricuh. Mereka yang tidak bisa menerima kekalahan mulai melayangkan protes pada panitia acara. Tapi panitia acara mengatakan bahwa keputusan dewan juri adalah mutlak."Baiklah, ini saat-saat yang paling kita tunggu. Pengumuman juara pertama."Penonton di luar se

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 98

    Kompetisi dance tingkat kota yang sangat dinantikan di gelar hari ini. Kompetisi antar sekolah ini adalah kompetisi paling bergengsi di antara kompetisi-kompetisi yang lain. Pasalnya pemenang kompetisi ini akan menentukan prestasi dari sebuah sekolah.Antusiasme sekolah-sekolah lain juga sangat tingg

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 97

    "Aku mau ngelatih dance anak-anak kelas 11 untuk terakhir kalinya sebelum semua jabatan kita di sekolah di copot besok," pamit Edo pada Sabia.Besok memang sudah dijadwalkan untuk serah terima jabatan seluruh OSIS lama kepada OSIS baru.Sabia mengangguk. Edo sudah mau keluar dari kelas ketika Sabia me

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 95

    Tok! Tok! Tok!"Bi, kamu lagi apa? Aku masuk ya," kata Edo.Sabia gemetar ketakutan. Ia meletakkan cutter itu di atas meja.Ceklek!Edo muncul di depan pintu tepat saat Sabia baru selesai meletakkan cutter. Edo jelas melihat hal itu. Apalagi sekarang posisi cutternya berpindah dari dalam gelas wadah pen

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status