LOGINSofia merasa hidupnya tidak berarti sama sekali. Demi balas budi pada keluarga Carmen yang telah mengadopsinya, ia rela menikah dengan Dexter Carmen. Tapi pria itu begitu membencinya. Kejadian yang menimpa Lucia Carmen sepenuhnya dilimpahkan pada Sofia. Ketika mereka berusia 5 tahun, Mereka pergi bermain di danau. Pada saat itu Lucia mengalami kecelakaan. Dia tenggelam, Sofia dituduh sebagai pelakunya. Kebencian Dexter begitu besar. Satu wasiat dari kakeknya memberikan peluang baginya untuk membalas dendam pada Sofia. Dia menikahi Sofia, membuat hidupnya menderita. Dan ketika tunangannya mengalami gagal ginjal, dia memaksa Sofia untuk mendonorkan ginjalnya. “Kau lakukan itu, maka semua hutang lunas dan aku akan melepaskanmu!” Sofia yang sudah tak tahan lagi akhirnya bersedia melakukannya. Dia ditendang keluar dari keluarga Carmen, dibiarkan hidup menderita. Dia melarikan diri, membawa benih yang tanpa mereka sadari. Namun, takdir mempertemukan mereka lagi setelah beberapa tahun berlalu. Tapi kali ini, dia tidak lagi sendirian karena seorang laki-laki kejam yang mencintainya dengan tulus berada di sampingnya.
View MoreSofia membuka matanya dengan perlahan saat Karem menyentuh pipinya. Pria itu duduk di sampingnya, masih tanpa sehelai benang pun. Selimut menutupi bagian pinggangnya, dan jubah mandi yang mereka pakai semalam sudah tergeletak di sisi tempat tidur.Wajah Sofia merona mengingat apa yang telah mereka lakukan semalam. Dia masih belum percaya, kalau setelah percintaan yang mereka lakukan di kamar mandi, dia berinisiatif menggoda pria itu.Sofia menarik selimut sampai menutupi sebagian wajahnya, “Pa... Pagi.”Karem tersenyum lembut. Dia membungkuk untuk mengecup dahi Sofia.“Apa aku menyakitimu?” bisiknya.Sofia menggeleng pelan, “Aku baik-baik saja.”“Jadi,” pria itu berbaring, menumpu tubuhnya dengan satu lengan. Tatapannya tak lepas dari Sofia, sudah lama dia memperhatikan dan tak dipungkiri parasnya memang cantik.Hanya pria bodoh yang menyakiti wanita sepertinya. Padahal selama ini Sofia selalu bersikap baik, tidak pernah melakukan kesalahan. Meski dia tidak tahu bagaimana kehidupan So
Ciuman mereka semakin dalam. Sofia tidak mau memikirkan apapun lagi. Dia hanya ingin menikmatinya, menikmati kebersamaan mereka dan kasih sayang yang diberikan Karem.Selama ini dia tidak dicintai, dan sekarang dia merasakan kasih sayang itu dari perhatian yang diberikan oleh Karem.Tangan pria itu bergerak di paha Sofia. Perlahan, membuat jantung Sofia berdegup kencang.Lidah Karem menerobos masuk, menyapu rongga mulutnya. Sofia memejamkan mata dengan erat, meski ini bukan pertama kali dia melakukan hubungan itu, tapi dia tidak pernah diperlakukan seperti itu.Lengan Karem dicengkram dengan kuat. Tangannya bergetar. Pria itu dapat merasakan ketakutan yang dialami oleh Sofia.Karem melepaskan ciumannya, memandangi Sofia. “Kau takut?” jarinya menyentuh bibir Sofia, mengusapnya perlahan.“Aku.. selama ini selalu dipaksa untuk melakukan hal seperti ini. Apa yang dia lakukan padaku hanya menyisakan rasa sakit dan trauma. Aku harap—” Sofia berpaling, dia malu melanjutkan perkataannya. Bag
Sepanjang perjalanan kembali Sofia hanya diam saja. Dia tidak berani membicarakan apapun apalagi mengungkit apa yang baru saja terjadi karena dia takut dengan banyak hal.“Mama,” putranya yang diam akhirnya buka suara, “Paman jahat itu, kenapa dia bilang kalau dia Papa Andrew? Apa yang sebenarnya terjadi, Mama?”“Dia bukan Papa Andrew,” sahut Karem, “Pria jahat sepertinya tidak pantas sama sekali menjadi Papa Andrew. Sampai kapanpun, Andrew akan menjadi putra Papa.”“Tapi Paman jahat itu selalu mengaku sebagai Papa Andrew. Apa benar?”“Jadi Andrew mau menjadi putranya?”“Tidak... Andrew tidak mau punya Papa jahat seperti itu.”“Kalau begitu jangan takut. Papa akan jaga Andrew dari orang jahat itu,” Karem menggenggam tangan Sofia. Ucapan itu juga untuk Sofia.“Andrew sangat takut, Papa. Mama pergi menemui Kakek, Andrew cari Papa ke mana-mana tapi tidak ada.”“Apa?” Karem berbalik, “Ayahku memanggilmu?”Sofia mengangguk, “Bisakah kita bicarakan hal ini nanti saja? Aku tidak ingin membua
Karen mendapatkan sebuah tamparan di wajahnya. Setelah kepergian Sofia, Dexter semakin murka karena dia tidak berhasil membawa Sofia kembali. Satu-satunya orang yang menjadi pelampiasannya adalah Karen.Tamparan itu begitu kuat. Membuat pipi Karen terasa panas dan berdenyut. Air mata wanita itu mengalir, dia menatap Dexter dengan tajam seolah tak percaya kalau pria itu memukulnya tanpa alasan.“Apa salahku, Dexter? Kenapa kau memukulku?” Karen memegang pipinya yang panas. Sakitnya tidak saja di wajah, tapi sampai ke hatinya.“Itu pantas kau dapatkan karena kau telah mengacaukan semuanya!” geram Dexter penuh amarah.“Mengacaukan semuanya?” Karen tertawa hambar, “Aku tidak melakukan apapun selain membantumu untuk membawanya kembali, sekarang kau menuduhku mengacaukan semuanya? Apa kau kehilangan akal sehatmu atau kau bertingkah seperti ini karena kau cemburu?”“Diam!” Dexter membentak, “Kau mengacaukan keadaan dengan mengungkit masa lalu yang tidak perlu kau bahas. Seharusnya kau memban
“Selamat pagi,” Sofia tersenyum, menyapa suaminya saat pria itu membuka mata. Dexter terkejut. Tapi tatapannya dingin. Sikap Sofia yang tak seperti biasanya terasa aneh baginya. Sofia tidak memperdulikan tatapan matanya. Dia melangkah menuju jendela, menyingkap tirai hingga terbuka. “Sudah pagi.
Saat pulang, Sofia mendapati kedua orang tuanya berberes-beres, bersiap untuk pergi. Mereka memang tidak berniat lama-lama, mereka hanya ingin memastikan bagaimana Dexter memperlakukan Sofia setelah menikah. Mereka juga ingin memastikan apakah Dexter masih bersama dengan kekasihnya atau tidak. Dan
Sofia terkejut, mendapati Dexter sedang duduk di depan jendela dan menatapnya dengan tajam. Entah sudah berapa lama pria itu duduk di sana. Tidurnya begitu pulas sampai tidak menyadari kepulangannya. Dengan perlahan Sofia menarik selimut, untuk menutupi tubuhnya. Tak ada kata yang perlu dia ucapk
Sofia pulang ke rumah, ayah dan ibunya terkejut karena dia pulang lebih cepat. Wajahnya terlihat lesu, kedua matanya memerah seperti habis menangis.Sofia pergi ke dapur, mengambil segelas air hangat. Dia meneguknya dengan cepat, sambil menahan air mata.Ibunya memperhatikan, lalu menghampirinya de






Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.
reviews