LOGINSofia merasa hidupnya tidak berarti sama sekali. Demi balas budi pada keluarga Carmen yang telah mengadopsinya, ia rela menikah dengan Dexter Carmen. Tapi pria itu begitu membencinya. Kejadian yang menimpa Lucia Carmen sepenuhnya dilimpahkan pada Sofia. Ketika mereka berusia 5 tahun, Mereka pergi bermain di danau. Pada saat itu Lucia mengalami kecelakaan. Dia tenggelam, Sofia dituduh sebagai pelakunya. Kebencian Dexter begitu besar. Satu wasiat dari kakeknya memberikan peluang baginya untuk membalas dendam pada Sofia. Dia menikahi Sofia, membuat hidupnya menderita. Dan ketika tunangannya mengalami gagal ginjal, dia memaksa Sofia untuk mendonorkan ginjalnya. “Kau lakukan itu, maka semua hutang lunas dan aku akan melepaskanmu!” Sofia yang sudah tak tahan lagi akhirnya bersedia melakukannya. Dia ditendang keluar dari keluarga Carmen, dibiarkan hidup menderita. Dia melarikan diri, membawa benih yang tanpa mereka sadari. Namun, takdir mempertemukan mereka lagi setelah beberapa tahun berlalu. Tapi kali ini, dia tidak lagi sendirian karena seorang laki-laki kejam yang mencintainya dengan tulus berada di sampingnya.
View MoreDexter sudah berada di rumah, menunggu Sofia pulang. Amarah membuat raut wajahnya menakutkan. Semua foto-foto kebersamaan Sofia dengan Jeremy berada di atas meja. Tidak ada siapapun di rumah itu selain dirinya. Para pelayan sengaja dia liburkan agar kedua orang tuanya tidak tahu apa yang akan dia lakukan. Rumah itu sepi, hanya terdengar ketukan jarinya saja. Sofia, kali ini hukuman yang dia dapatkan akan membuatnya jera. Dia masih bermurah hati selama ini, hukuman yang Sofia dapatkan pun masih ringan. Tapi penghianatan yang dia lakukan, tidak akan pernah dia ampuni. Dan semua foto itu akan dia berikan pada kedua orang tuanya nanti supaya mereka melihat seperti apa orang yang selalu mereka bela. Tapi sebelum itu, dia akan membuat perhitungan dengan Sofia terlebih dahulu. Matahari sudah hampir tenggelam ketika Sofia pulang ke rumah. Dia sangat heran karena rumah begitu gelap. Tidak ada lampu yang menyala, tapi mobil Dexter berada di luar. Sofia berdiri di depan pintu. Mendadak fira
Sofia sudah menunggu di restoran. Dia sengaja datang lebih cepat. Mencari tempat duduk yang nyaman dan jauh dari keramaian. Dia memesan segelas kopi, serta sepotong kue yang dapat dia nikmati sambil menunggu. Tadinya dia ingin pulang ke rumah kedua orang tuanya terlebih dahulu, tapi tak jadi dia lakukan. Dia tidak ingin membuat mereka khawatir karena dia kembali menganggur. Sofia meneguk kopinya dengan pelan seolah-olah itu akan menjadi kopi terakhir yang dapat dia nikmati. Tak tahu kenapa, hati kecilnya berkata kalau dia harus menikmati waktunya baik-baik hari ini. Sejak tadi dia merasa tidak tenang. Firasatnya begitu buruk. Dan dia merasa hal buruk akan segera terjadi meski dia tidak tahu hal buruk apa. Laptopnya ditutup. Sofia memijit pelipis. Kenapa dia begitu gelisah setelah keluar dari rumah? Dia merasa ada yang mengawasi tapi dia sudah melihat sekitar. Dan tak ada yang aneh. Dia melihat jam, hampir jam makan siang. Mungkin saja Jeremy akan datang sebentar lagi. Dia memesan
Dexter baru ingat untuk menghubungi Karen. Sudah puluhan kali kekasihnya itu menelpon, Karen mungkin akan marah. Sofia tidur di sampingnya, mereka baru saja selesai melakukan hal itu. Selimut menutupi tubuh Sofia, dan sebagian lagi menutupi tubuhnya. Dexter menghisap sebatang rokok, sambil menunggu Karen menjawab teleponnya. Begitu lama, sepertinya kekasihnya itu memang merajuk. Dia kembali menghubungi sampai akhirnya suara Karen terdengar. “Aku kira kau sudah tidak ingat lagi denganku karena terlalu menikmati waktumu bersama istrimu itu!” Jelas, Karen marah padanya. “Apa yang kau katakan? Aku hanya sedang sibuk saja.” “Sibuk apa, Dex? Jangan lau pikir aku bodoh, bisa kau tipu dengan mudah!” Api rokoknya dihembuskan, “Tidak ada yang menipumu. Hari ini aku memang sibuk. Tidak perlu menaruh curiga seperti itu. Katakan padaku. Apa kau sudah selesai mengikuti audisi?” “Jangan mengalihkan pembicaraan!” bentak Karen marah, “Apa kau pikir aku tidak tahu apa yang baru saja kau lakukan
“Selamat pagi,” Sofia tersenyum, menyapa suaminya saat pria itu membuka mata. Dexter terkejut. Tapi tatapannya dingin. Sikap Sofia yang tak seperti biasanya terasa aneh baginya. Sofia tidak memperdulikan tatapan matanya. Dia melangkah menuju jendela, menyingkap tirai hingga terbuka. “Sudah pagi. Katakan kau ingin sarapan apa?” Dexter tidak menjawab. Dia bangun perlahan, duduk di sisi ranjang. Rambutnya berantakan. Wajahnya sedikit kusut. “Kenapa tidak menjawab?” Sofia berbalik, “Aku akan buatkan sarapan untukmu sekarang.” “Hentikanlah!” ucapnya, suaranya dingin, sedingin tatapan matanya, “Sudah aku katakan jangan bermain trik untuk menarik perhatianku!” “Tidak,” Sofia menggeleng. Dia memberanikan diri untuk mendekati pria itu walaupun mungkin Dexter akan bersikap kasar lagi. “Aku tidak butuh perhatianmu, aku hanya ingin menikmati waktuku yang tersisa sedikit ini. Bolehkan, Kakak?” Dexter tak memalingkan tatapannya. Kakak? Dia benci setiap kali Sofia memanggilnya seperti itu.
Selamat datang di dunia fiksi kami - Goodnovel. Jika Anda menyukai novel ini untuk menjelajahi dunia, menjadi penulis novel asli online untuk menambah penghasilan, bergabung dengan kami. Anda dapat membaca atau membuat berbagai jenis buku, seperti novel roman, bacaan epik, novel manusia serigala, novel fantasi, novel sejarah dan sebagainya yang berkualitas tinggi. Jika Anda seorang penulis, maka akan memperoleh banyak inspirasi untuk membuat karya yang lebih baik. Terlebih lagi, karya Anda menjadi lebih menarik dan disukai pembaca.