Share

Bab 79

Penulis: Hibatillah S.
last update Tanggal publikasi: 2024-04-16 21:11:06

Dalam lelap tidur Gara, Bella jadi terpikirkan sesuatu saat melihat wajah suaminya itu. Entah mengapa tiba-tiba ia melihat bayangan anak kecil laki-laki yang wajahnya plek ketiplek dengan Gara. Seolah wajah itu copy paste saja.

"Bocah ini kayak Gara versi kecil. Pipinya gembil, ya ampun semenggemaskan itu kah? Lucunya. Jadi pengen cium pipinya," batin Bella.

"Maa..." Panggil anak kecil itu.

"Eh, dia panggil Mama. Siapa yang dia panggil Mama?" Bella bingung karena dirinya dipanggil mama oleh boc
Lanjutkan membaca buku ini secara gratis
Pindai kode untuk mengunduh Aplikasi
Bab Terkunci

Bab terbaru

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 118

    "Maaf, aku harus segera masuk. Ada pekerjaan yang harus aku lakukan," ucap Gara untuk menghindari Leticia.Sampai saat Gara menutup pintu Leticia masih mengulurkan tangannya dengan wajah tersenyum. Baru setelah beberapa saat senyumnya memudar berganti cemberut."Hmmm... Ganteng sih tapi cuek," ucap Leticia."Yah, tidak apa-apa Leticia. Baru permulaan. Masih banyak kesempatan untuk menghancurkan Gara dan Bella. Aku tidak akan mengecewakan Tuan Rendy yang sudah membayarku mahal-mahal untuk membalaskan perbuatan Gara."Leticia tersebut mengerikan.***Ibunya Gara berdandan rapi dan cantik. Wanita yang ramah dan penuh senyuman itu turun dari tangga. Kebetulan saat itu ia melihat asisten rumah tangganya berjalan terburu-buru menuju pintu depan."Siapa Bu?" Tanya Ibunya Gara pada wanita tua yang sudah menahun kerja di kediaman keluarga Rihanda. Bahkan saking lamanya wanita itu sampai dianggap seperti keluarga sendiri dan dipanggil dengan sebutan Ibu."Ada tamu Nyonya.""Ohh, kalau begitu Ib

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 117

    Bella keluar dari kamar mandi sambil memegang alat tes kehamilan. Tangannya gemetar tidak terkendali. Entah ia harus senang atau sedih. Tapi sejujurnya ia belum siap untuk semua ini."Bagaimana nasibku ke depan?" Gumam Bella bingung. Ia lantas duduk di tepi ranjang sambil mengusap wajahnya.Ia melihat hasil alat tes kehamilan itu lagi yang hasilnya benar-benar garis dua. Bella rasanya ingin menangis. Ia benar-benar hamil anak anak Gara. Lalu bagaimana dengan nasib sekolahnya?Tidak seperti Sabia yang kehamilannya sudah berada di penghujung kelulusan. Bella masih menempuh waktu satu tahun lagi untuk lulus.Iya, semua orang memang tahu Bella telah menikah dengan Gara. Tapi tetap saja yang namanya manusia pasti akan tetap saja mencari-cari kesalahannya untuk dihujat.Posisi Bella sekarang tidak lagi seperti dulu yang selalu ada Gara sebagai Garda terdepannya ketika ada netizen yang mencoba julid dengannya. Bella sekarang sendiri. Mungkin masih ada Vano dan Vanilla. Tapi tetap saja dilind

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 116

    Edo melepaskan pelukannya."Bi, aku tidak percaya ini."Sabia meraih wajah Edo."Aku tahu ini berat. Tapi kau tahu tindakanku telah menyebabkan sahabat paling berhargamu meninggal. Kau kehilangan dia bukan? Bahkan kau masih menangis saat mengenangnya.""Bi, jangan gegabah. Aku mencintaimu. Aku tidak ingin berpisah denganmu. Apa yang kamu pikirkan Bi? Kau ingin aku membesarkan anak kita sendirian. Sementara kamu? Apa yang ingin kamu lakukan?"Edo tak bisa menahan air matanya membayangkan apa yang akan terjadi."Aku mencintaimu Bi. Sungguh sangat mencintaimu jauh sebelum kamu berpacaran dengan Gara. Jauh sebelum Revan menyukaimu. Aku lah orang yang selama ini lebih dulu mencintaimu. Tapi aku selalu memendam perasaanku demi sahabat-sahabatku. Sekarang saat kamu sudah menjadi milikku kenapa kamu dengan teganya ingin meninggalkan aku? Padahal sedetikpun aku tidak ingin berpisah denganmu."Edo kembali merengkuh tubuh Sabia. Ia memeluk tubuh istrinya dengan sangat erat seakan tak mau berpisa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 115

    Sabia duduk bersama Bella di ruang tengah rumah keluarga Hyuugo yang lain. Ya, orang yang datang menyelamatkan Sabia adalah Bella."Terimakasih sudah menyelamatkanku dari orang-orang seram tadi Bel," ucap Sabia tulus. Ia tak menyangka perempuan yang pernah dimusuhinya mati-matian kini datang sebagai penyelamatnya. Kalau dipikir-pikir kadang Sabia malu juga. Kejahatannya justru dibalas kebaikan oleh Bella.Bella tersenyum penuh arti. Umpan sudah mengenai target. Selanjutnya tinggal menunggu waktu yang tepat untuk menarik target itu."Jangan berterima kasih," kata Bella."Jika bukan berterima kasih apa yang harus aku lakukan untukmu? Kau benar-benar datang di waktu yang tepat. Jujur, saat aku mengandung, aku menjadi jauh lebih takut. Ada nyawa yang harus kulindungi selain nyawaku sendiri.""Aku mengerti perasaanmu," jawab Bella."Semua mama pasti ingin melindungi anaknya. Beruntung sekali mereka yang hidup bersama mamanya. Tidak seperti aku yang tidak pernah merasakan kasih sayang dari

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 114

    Bella dan Leo duduk di sebuah cafe. Keduanya saling berhadapan satu sama lain."Aku sudah menyelidiki kasus kematian mamanya Nona. Dan asal Nona tahu kasus ini benar-benar membingungkan. Tak heran kasusnya di tutup begitu saja," ucap Leo mengawali pembicaraan."Maksudnya membingungkan bagaimana Leo?" Tanya Bella."Yah, dalam kejadian itu hanya ada satu saksi saja. Tapi setelah aku telusuri ternyata saksi itu meninggal bunuh diri dengan meminum racun. Jadi kasus ini kemudian benar-benar buntu. Era itu belum ada rekaman CCTV jadi polisi juga tidak bisa menemukan bukti bahwa kejadian itu adalah pembunuhan. Mau tak mau kasus itu disimpulkan sebagai kecelakaan."Bella mengaduk-aduk minumannya dengan sedotan."Bukankah terlalu aneh ya Leo jika saksi itu tiba-tiba minum racun. Kau sudah menemui keluarganya? Menanyakan apa saksi itu sebelumnya mengalami depresiasi atau masalah serius yang menyebabkan dia bunuh diri?" Tanya Bella."Sudah. Memang orang itu ada konflik rumah tangga dengan istrin

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 113

    Bella dengan berat hari mengantarkan Gara ke bandara. Hari ini adalah hari dimana perpisahan itu akhirnya benar-benar terjadi. Dua hati yang terpaut oleh cinta itu akhirnya akan menemui ujian baru, yaitu jarak."Ra, jaga diri baik-baik ya. Kabari aku disela-sela kesibukanmu. Aku harap aku tetap menjadi prioritasmu meskipun aku tidak bisa berada di dekatmu setiap saat seperti biasanya."Gara mengerti akan kegundahan di hati Bella. Jadi ia menarik gadis itu. Memeluknya dengan erat agar Bella merasa tenang."Tidak akan ada yang berubah diantara kita sayang. Jangan khawatir. Karena kita selamanya akan menjadi suami istri yang saling mencintai.""Aku menyayangimu Ra." Bella membalas pelukan Gara."Aku lebih menyayangimu."Gara lebih mengeratkan pelukannya. Beberapa saat lamanya mereka saling berpelukan erat. Saat dua hati sedang cinta-cintanya memang terasa begitu berat saat akan berpisah seperti ini.Bella menguarai pelukannya."Berangkatlah Ra. Kejar cita-citamu. Aku menantikan kepulang

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 54

    "Loh, Do, buku paket bahasa Inggrisku ketinggalan di mobil. Aku balik ke mobil dulu ya. Titip tas.""Heleh, modus mau liat Bella lagi pasti.""Beneran Do.""Yaudah deh, mana tas kamu. Sini aku bawain ke kelas.""Thanks Do. Kamu baik banget."Gara memberikan tasnya pada Edo kemudian berlari kembali ke par

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 52

    Senin pagi yang cerah. Bella bangun pagi sekali jadi Gara tidak perlu repot-repot membangunkan gadis itu."Kupikir kebiasaan bangun siangmu sudah berubah. Rupanya hanya karena salad buah," dengus Gara sambil menyetir mobil.Bella tersenyum tidak perduli. Ia menikmati salad buah buatan Gara dengan ceri

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 51

    Bella menghampiri suaminya yang tampak tengah sibuk belajar."Raa..." Panggil Bella manja sambil mengalungkan kedua tangannya di leher Gara dari belakang."Kenapa?" Tanya Gara cuek tanpa mengalihkan perhatiannya dari buku."Cari salad buah yok," ajak Bella.Gara mengerutkan keningnya."Kamu tahu ini jam

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 50

    Flashback"Pak, cepet dikit dong. Bella telat loh," kata Bella sambil melirik jam tangannya dengan cemas."Iya Nona. Ini Bapak juga sudah ngebut kok. Bentar lagi kita sampai kok."Bella mulai melihat gedung sekolahnya dan keadaannya sudah sepi. Pagar sudah di turup. Siswa yang telat tidak diijinkan mas

Bab Lainnya
Jelajahi dan baca novel bagus secara gratis
Akses gratis ke berbagai novel bagus di aplikasi GoodNovel. Unduh buku yang kamu suka dan baca di mana saja & kapan saja.
Baca buku gratis di Aplikasi
Pindai kode untuk membaca di Aplikasi
DMCA.com Protection Status