Share

Bab 66

Author: Hibatillah S.
last update publish date: 2024-04-12 00:10:10

Belum pernah Bella melihat Gara marah seperti ini. Tenyata saat marah Gara menjadi tidak mau bicara sama sekali. Itu terbukti sepanjang perjalanan pulang Gara hanya diam saja.

Bella sendiri juga merasa malas untuk bicara lebih dahulu.

"Kenapa dia yang jadi marah sih? Orang dia yang bikin perkara. Bilangnya mau membuktikan untuk menjauhi Sabia. Heleh bullshit. Nyatanya berduaan mesra di ruang UKS. Kalau aku yang sakit belum tentu juga dia sepertihatian itu," Bella mengomel di dalam hati.

Ia kemu
Continue to read this book for free
Scan code to download App
Locked Chapter

Latest chapter

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 135

    "Tak kusangka selama ini kamu ada di sini," kata Gara sambil meletakkan beberapa barang belanjaan berisi sayur-mayur."Kenapa, kamu sudah memberikan rumah ini untukku kan?" Tanya Bella. Perempuan itu kemudian membungkar belanjaan yang tadi Gara bawa."Yah, rumah ini memang milikmu. Sudah jadi hakmu. Tidak ada salahnya kalau kamu menempatinya," kata Gara."Kamu mau masak apa?" Tanya Gara setelah beberapa saat.Bella masih tak menoleh karena sibuk memisahkan beberapa sayur untuk di simpan ke dalam kulkas."Kamu mau dimasakin apa? Kamu udah lama kan nggak makan masakanku."Gara mengangguk."Apapun yang kamu masak aku tetep makan. Kamu masak apa yang menurutmu paling pandai kamu buat.""Aku paling pandai masak mie instan pake telur," gurau Bella sambil terkekeh."Iya, buat itu aja nggak apa-apa. Cari yang praktis. Kalau kelamaan masak nanti aku bisa kelaparan," kata Gara."Oke, kamu emang suami pengertian. Tau banget kalau istrinya nggak begitu pandai masak."Bella mulai mengambil panci u

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 128

    PLLLAAAAKKKK!!!Gara memegangi pipinya. Sesudahnya ia menunduk, menyesali perbuatannya."Ceritakan sejujurnya pada Ibu apa yang sudah kamu lakukan terhadap istri dan anakmu!" Desak Ibunya Gara.Saat ini Gara ada di kediaman rumah Rihanda. Ibunya memaksa Gara untuk pulang ke rumah sebelum menemui Bella.Gara mengangguk lemah."Ya, Gara yang salah. Gara membiarkan Bella terlantar di luar apartemen karena Gara sibuk berkuda dengan teman-teman Gara. Saat Gara pulang Bella melihat Gara sedang bersama Leticia,, tetangga apartemen Gara. Itulah kenapa Bella menjadi salah paham.""Lalu kenapa kamu membiarkan istrimu pulang sendiri?""Itulah kesalahan Gara Bu. Sebabnya Gara cemburu buta dengan orang kepercayaan keluarga Hyuugo, Gara membiarkan Bella pulang. Mengabaikan dirinya. Saat itu Gara belum tahu jika Bella sedang mengandung anak Gara..." Gara tidak sanggup melanjutkan perkataannya. Jika boleh dikatakan menyesal ia sangat menyesal sekali. Berita kebahagiaan tentang dirinya akan menjadi Pa

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 127

    Setelah kalang kabut di jalanan Gara akhirnya tiba di bandara. Laki-laki berlari sambil terus menerus menelepon Bella. Sayangnya mau berapa puluh kali pun Gara menelepon ia tetap tak bisa menghubungi Bella.Gara berhenti di depan lobby keberangkatan. Ia mengusap wajahnya dengan frustasi. Kemudian ia berjalan ke pinggir tempat sepi. Gara menyandarkan punggungnya di tembok.Ia menyadari jika telah terlambat mengejar Bella. Istrinya itu mungkin saja sudah pulang ke tanah air saat ini karena memang sudah beberapa jam sejak kepergian Bella dari apartemen Gara."Apa yang harus kulakukan sekarang?" Tanya Gara."Bella sedang hamil. Mungkinkah kejutan itu yang ingin ia tunjukkan kepadaku? Sesuatu yang selama ini aku tunggu-tunggu. Tapi saat hal itu tiba aku mengacaukan momen ini."Tanpa sadar Gara pun mulai menitikkan air matanya. Sekarang ini Gara benar-benar tidak bisa tenang."Bella sedang mengandung anakku tapi bodohnya aku malah menuduhnya yang tidak-tidak soal Leo. Harusnya aku mengerti

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 126

    "Masuk dulu, kita bicarakan baik-baik di dalam." Gara membawa Bella masuk dengan cara menarik lengannya secara paksa."Lepas!" Bella menyentak tangannya keras hingga pegangan Gara terlepas. Gadis itu melipat kedua tangannya di depan dada. Raut marahnya tidak bisa disembunyikan."Jangan dengarkan ucapan Leticia. Aku tidak pergi untuk bersenang-senang dengannya," jelas Gara pada istrinya."Periksa gawaimu Ra!" Perintah Bella. Ia masih berusaha meredam emosinya."Kenapa?" Tanya Gara dengan kening berkerut."Periksa saja!"Gara meraih ponselnya dari saku celana. Ia melihat 58 notifikasi panggilan tidak terjawab dari Bella."Aku puluhan kali nelpon kamu dari pukul sepuluh Ra. Sekalipun kamu nggak mau angkat. Kenapa? Kamu terlalu sibuk dengan gadis tadi makanya kamu sampai nggak sempat angkat telepon dariku?" Bella meluahkan kekesalannya."Kamu bilang kemarin nggak jadi terbang kan?" Tanya Gara balik. Seolah dia tak mau disalahkan dalam perkara ini."Karena aku nggak jadi terbang terus kamu

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 125

    Blam!Gara menutup pintu apartemennya. Wajahnya sendu. Ia menghembuskan nafas berat sebelum berbalik untuk pergi.Saat Gara berbalik badan untuk meninggalkan apartemennya saat itu juga muncul Leticia yang sama-sama ingin keluar."Oh, hai Ra," sapa Leticia dengan senyuman sumringah di wajahnya."Hai," sapa Gara singkat. Terlihat tidak berminat dan terkesan memaksakan senyumannya."Mau kemana?" Tanya Leticia sengaja mengakrabkan diri dengan Gara."Nggak kemana-mana," jawab Gara sudah mengayunkan kakinya pergi menuju lift."Hmmm, selalu cuek dan dingin," batin Leticia. Gadis berambut pirang itu segera menyusul masuk lift. Ia tak sengaja melihat layar gawai Gara yang menampilkan tiket pertunjukan musik Féerie di Moulin Rouge."Mau ke pertunjukan musik kenapa justru murung?" Tanya Leticia memancing Gara untuk bercerita."Ck, siapa yang mau ke pertunjukan musik?" Tanya Gara balik sambil menyimpan gawainya."Itu, bukannya kamu tadi sudah memesan tiket ke pertunjukan musik?" Leticia masih ter

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 124

    Bella duduk dengan menyilangkan kedua kakinya pada sebuah sofa di markas Hell Devil. Wajahnya gelisah. Seperti tengah menunggu sesuatu.Ceklek!Kenop pintu berputar. Bella langsung berdiri demi melihat Pak Freddy dan anggota mafia Hell Devil muncul di depan pintu."Bagaimana? Apakah Leo ditemukan?" Tanya Bella.Semua anggota mafia Hell Devil menunduk dalam. Tidak berani melihat ke arah Bella. Demi melihat gelagat itu Bella langsung paham bahwa mata-mata sekaligus hacker paling berbakat milik mafia Hell Devil itu tidak ditemukan."Maaf Nona, kami kehilangan jejaknya setelah mengikuti ceceran darah Leo sampai ke tengah jalan tempat terakhir kali dia tergeletak. Kami sudah memeriksa seluruh ramah sakit di tempat itu. Tapi hasilnya nihil. Tidak ada pasien baru dengan ciri-ciri seperti Leo," terang Pak Freddy."Jika kita tidak bisa menemukan Leo di rumah sakit artinya Leo masih hidup. Seseorang telah membawanya. Masalahnya siapa yang membawa Leo? Aku takut Leo jatuh ke tangan musuh.""Itul

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 16

    "Ihh, terus tugas kamu apaan Ra?"Gara meraih katana di tangan Bella. "Tugasku menjaga dan melindungimu. Ajari aku bela diri dan ilmu pedang Bel, biar aku bisa melindungimu."Bella dan Gara saling pandang. Mereka memegang katana yang sama."Nona Bella. Ada teman Nona yang datang." Tiba-tiba Bibi Ina da

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 15

    Sraiiinggg!!!TRRRAAANNNGGGG!!!Dua samurai beradung nyaring. Bella dan Papanya sedang berlatih di bagian belakang rumah."Jadi siapa yang berusaha menyentuh putri Papa?"Bella menyentak samurai ditangannya lalu tanpa ragu mengirimkan tendangan mematikan ke arah kepala Tuan Rano.DUUAAAKKKKK!!!Papanya Be

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 14

    Trio cowok kece baru saja masuk kelas. Mereka sudah berganti seragam rapi. "Ra, ikut dulu. Aku mau ngomong sama kamu." Sabia menghadang Gara di depan kelas. Gara menoleh pada Revan. Dia tidak enak terhadap sahabatnya jika hanya berduaan dengan Sabia. Takut Revan salah paham. "Ikut aja. Aku percaya s

  • Terpaksa Menikahi Putri Mafia   Bab 13

    "Ra, aku hari ini sekolah nggak apa-apa kan?" Gara sibuk menyimpulkan dasi di depan cermin sementara Bella duduk di tepi ranjang sibuk berbalas pesan dengan Vanilla."Nggak apa-apa. Titip surat ijin ke guru piket ya Ra. Nanti biar diambil Vanilla." Karena kondisi kaki Bella masih sakit dia terpaksa t

More Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status