แชร์

Bab 104 Hasrat dan Keinginan

ผู้เขียน: Aira Tsuraya
last update ปรับปรุงล่าสุด: 2025-12-01 12:00:03

“Hmm … Xel. Sshh … ,” desah Sera tertahan.

Wanita cantik itu sudah tak berdaya berbaring di bawah Axel. Tangannya memucat saat meremas sprei. Tubuhnya terus bergerak gemulai mengikuti permainan Axel.

Axel hanya tersenyum sambil menatapnya dengan lembut. Sesekali Axel membelai wajah Sera tanpa sedikit pun menjeda permainannya.

“Kenapa, Sayang? Mau bilang apa?”

Sera membuka mata, menggigit bibir dengan ekspresi menggoda. Ia sudah dibawa Axel melayang sejak tadi dan sampai kini Axel belum juga menyudahi penyatuannya.

Pelan tangan Sera menyentuh dada bidang Axel. Banyak peluh bergulir di sana dan pria itu belum menyudahi permainannya sedari tadi.

Sera kembali memejamkan mata saat Axel mempercepat gerakannya. Tangan wanita cantik itu mencakar punggung Axel dan dengan liar menyambar bibir Axel. Ini sudah kedua kalinya ia mencapai klimaks, sementara Axel masih terlihat tenang.

Axel tersenyum, memeluk Ser

อ่านหนังสือเล่มนี้ต่อได้ฟรี
สแกนรหัสเพื่อดาวน์โหลดแอป
บทที่ถูกล็อก

บทล่าสุด

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 170 Hati yang Berdamai

    Axel berjalan gontai keluar dari ruang IGD. Sudah ada Sera, Nyonya Josephine juga Jefrey di sana. Semua yang melihatnya terdiam, tapi Sera berjalan lebih dulu berhambur memeluk Axel.“Dia … dia sudah pergi, Sera.”Axel bertutur dengan isakan. Suaranya parau sarat dengan kesedihan. Sera hanya diam, memeluknya erat mencoba menenangkan Axel.Sera pernah merasakan hal seperti ini. Membenci sekaligus merasakan kehilangan. Ini sakit dan membuatnya ambigu. Namun, Sera yakin seiring berjalannya waktu Axel pasti bisa melupakan semuanya.Keesokan paginya, langit dinaungin awan hitam. Gerimis datang sejak subuh seolah ikut berduka seperti Axel.Pria tampan berjas hitam itu terdiam mematung menatap gundukan tanah basah yang penuh bunga. Ada nama Regan terukir di batu nisannya yang masih baru.Beberapa kali helaan napas keluar masuk tergesa dari bibir Axel.“Aku sudah memaafkanmu, Pa. Istirahatlah dengan tenang,” gumam Axel.Wajahnya tidak bereaksi, matanya berair tapi tersamar oleh kacamata hitamn

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 169 Kebodohan Regan

    “Siapa bilang aku kalah? Siapa yang bilang aku gagal?” seru Regan dengan arogan.Seringai terlihat jelas di wajahnya menghias dengan seram. Tak lama tawa menggelegar memenuhi seisi kabin mobil.“Aku yang menang. Aku yang akan memiliki semua aset keluargamu, Sera.”Regan terlihat senang. Ia mengemudi dengan kecepatan sedang sambil mengeluarkan berkas yang ditanda tangani oleh Sera dari saku jasnya.Regan akan secepatnya mengurus pengalihan harta tersebut. Selanjutnya ia pergi dari kota ini dan menikmati semuanya, hidup tenang di luar kota.Namun, mata Regan langsung membola saat melihat tulisan tangan Sera yang tertera di berkas tersebut. Itu bukan tanda tangannya melainkan sebuah makian untuk Regan.“SIALAN!!! BERENGSEK!!! Dasar wanita jalang!!!”Regan melempar berkas itu hingga lecek dan berhamburan ke lantai mobil. Ia kesal merasa dibohongi. Salah Regan juga tidak memeriksanya lagi. Ia takut kehabisan waktu, satu yang pasti ia tidak

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 168 Senjata Makan Tuan

    Sera membeku sambil melirik pisau kecil yang berkilatan tepat di dekat lehernya. Ia tahu bagaimana temperamen Regan. Mantan suaminya ini sangat nekat dan ia tidak akan segan menggores kulitnya.Regan tersenyum melihat reaksi Sera.“Bagus. Kubilang juga apa. Pada akhirnya kamu yang hancur dan bertekuk lutut di kakiku.”Sera hanya diam, melirik Nyonya Josephine seolah memberi isyarat agar wanita itu tidak mengambil tindakan gegabah.“Sekarang tanda tangan ini!!!”Tiba-tiba Regan mengambil berkas draft pengalihan harta milik Sera yang dilontarkan padanya. Sera diam. Meski itu hanya salinan, tapi kalau tanda tangannya sudah berada di sana, maka Regan bisa melakukan apa saja.“LAKUKAN, SERA!!!” Regan meninggikan suaranya membuat wanita cantik itu terjingkat.“Kamu memang bajingan, Regan. Apa belum cukup kamu mengambil hartaku?” Nyonya Josephine yang bersuara.Memang beberapa aset milik keluarga Silverlake sudah berubah kepemilikan m

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 167 Pergolakan Regan

    “APA!!! Tidak mungkin. Lalu bagaimana dengan Om Regan?” sergah Sophie.Axel tersenyum masam sambil menatap sinis Sophie dan Tuan Henry.“Tanya saja pada papamu!! Ia pasti tahu apa yang sebenarnya terjadi.”Sophie terkejut, kemudian matanya beralih menatap Tuan Henry. Sayangnya, pria paruh baya itu sudah memalingkan wajah menghindar tatapan Sophie.“BAWA MEREKA, PAK!!!” titah Axel kemudian.Tanpa menunggu lagi, Tuan Henry sudah digelandang keluar dari ruangannya. Sophie tampak kebingungan. Ia berlari mengejar mengikuti mereka. Namun, kakinya terhenti saat melihat sang Papa sudah masuk ke dalam mobil polisi.Sophie menoleh ke samping melihat Axel sedang berdiri tegak menatapnya dari samping mobil. Sophie mendekat dan langsung berdiri diam di depannya.“Apa maksudnya ini, Xel? Apa ini rencanamu untuk membatalkan pertunangan kita? Kamu sudah merencanakan dari jauh hari, bukan?”Axel berdecak sambil mengibaskan tangan ke udara.

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 166 Kenyataan Pahit untuk Sophie

    “Iya. Awalnya memang seperti itu, tapi ---”Nyonya Josephine menggantung kalimatnya dan membuat Axel penasaran. Selama ini, setahunya Regan yang membujuk perjodohannya dengan Sophie. Bahkan Regan mengancamnya saat itu.“Tapi apa, Nek?”Nyonya Josephine menarik napas panjang dan menghembuskannya perlahan.“Tapi aku batalkan usai aku mengetahui keterlibatan Henry pada kematian ayahmu.”Mata Axel membola menatap Nyonya Josephine tanpa kedip.“Apa maksud Nenek?”Nyonya Josephine mendengkus kasar sambil menatap kosong keluar jendela.“Rendy Baldwin Anderson adalah nama ayahmu. Ia bertunangan dengan ibumu. Karena kebodohan mereka, tiga bulan sebelum pernikahan, ibumu hamil duluan.”“Tidak disangka Rendy mengalami kecelakaan dan meninggal di tempat. Aku curiga dengan kecelakaannya dan meminta orang menyelidikinya.”“Ternyata ada campur tangan Henry dalam kecelakaan itu. Henry menyukai ibumu dan tidak suka dengan pernikah

  • Terperangkap Hasrat Anak Tiriku   Bab 165 Kebangkitan Nyonya Josephine

    Perlahan Regan membuka mata saat merasakan sinar mentari menyilaukan wajahnya. Seingat dia, semalam ia tidak bisa masuk ke dalam rumah, tapi ternyata kini ia sudah berada di dalam kamarnya.Regan mengulum senyum sambil meraup wajahnya dengan kasar. Rasanya penghuni rumah ini masih menaruh hormat padanya.Pelan, Regan bangkit dari kasur kemudian masuk ke kamar mandi dan bersiap untuk sarapan pagi. Namun, kakinya langsung terhenti saat tangannya mencekal handle pintu dan tidak bisa membukanya.“Apa? Apa yang terjadi?”Mata Regan blingsatan. Ia memperhatikan lubang kunci dan tidak terdapat anak kunci yang menempel di sana.“SIALAN!! Apa-apaan ini? Siapa yang mengurungku di sini?”“AXEL!!! SERA!!! BUKA PINTU!!!”Regan kembali bersuara kini ditambah dengan gedoran di pintu. Tidak sekali ia melakukannya, tapi beberapa kali membuat siapa saja yang berada di dalam rumah itu mendengar.Sementara itu di depan pintu kamar, terlihat seoran

บทอื่นๆ
สำรวจและอ่านนวนิยายดีๆ ได้ฟรี
เข้าถึงนวนิยายดีๆ จำนวนมากได้ฟรีบนแอป GoodNovel ดาวน์โหลดหนังสือที่คุณชอบและอ่านได้ทุกที่ทุกเวลา
อ่านหนังสือฟรีบนแอป
สแกนรหัสเพื่ออ่านบนแอป
DMCA.com Protection Status