ログインRaped, betrayed, and losing the most important thing to her, Alissa has to do whatever it takes to protect her future but what happens when Daniel, her estranged husband returns and dares to claim what is rightfully his? .... Book 1 : Reuniting with Daniel Walton after three long years forces Alissa Perez to recall the dark chapters of her life when she was raped by Daniel's twin brother, Clarke, and forced to marry Daniel when Clarke disappeared. When an accident made her lose her baby, fear push her to leave her nightmare with the only thing that matters to her. Her miracle baby, Hope. Marrying sweet Alissa was never as bad as what others try to make it to be. However, on the verge of anger, he had hurt her and forced to watch her leave his life until she became his new assistant when he partnered with the company she works in. Knowing the life, she has hidden from him, Daniel swore to do whatever it takes to have the woman of his dreams back into his arms and in their home. Things become complicated when Clarke returns and just like his brother, he will do whatever it takes to mend his mistakes to the innocent woman he has wronged. Who will win back Alissa's heart? Warning: Sexual assault and violent scene ... The Broken Billionaire Series comes in lists of gorgeous stories that dive into the craziest of emotions and heartfelt messages that will make sure to fully entertain you in the best way possible. Do take note that my first language is not English so I apologize for any grammar or spelling mishap. I will deal with that soon but please, enjoy your day and I hope you will have a great time reading:)
もっと見る"500 juta untuk pengobatan ibumu, tapi dengan syarat, gauli istriku sampai hamil!"
Degh! Jantung Bayu seolah berhenti berdetak usai mendengar perintah dari suami bosnya sendiri, Rio. Dia yang masih dibalut keringat usai mengepel, mendadak diminta ke ruang CEO dan menerima perintah di luar nalar. Sementara Maudy, sang CEO yang merupakan bos di tempat Bayu bekerja, hanya bisa diam tertunduk melihat perilaku suaminya. “Ini… apa… maksudnya Pak Rio?” tanya Bayu ingin memperjelas maksud dari suami bosnya tersebut. “Kurang jelas? Uang dalam cek ini akan menjadi milikmu, jika kamu bisa menghamili istriku! Kamu punya tubuh yang bugar dan atletis, aku yakin benihmu juga bagus. Tapi, jangan sekali kali kamu berani buka mulut soal ini!” tegas Rio. Beberapa hari lalu, di sebuah rumah sakit, Rio dan Maudy terpaksa harus melakukan test kesuburan organ reproduksi mereka. Bukan tanpa sebab semua itu dilakukan, karena sudah hampir tiga tahun mereka menikah, tetapi belum juga memiliki keturunan. Awalnya Rio menolak hal tersebut, karena sebagai pria harga dirinya akan runtuh jika diketahui mandul. Apalagi, selama ini Rio juga punya masalah dengan organ reproduksinya yang tidak bisa tahan lama, sehingga Maudy sempat mengira bahwa suaminya yang bermasalah. Pada akhirnya Rio menyetujui pemeriksaan itu, tetapi dia memilih untuk berangkat sendiri tanpa Maudy. Karena Rio hanya ingin mendengar hasil pemeriksaan seorang diri. "Saya sudah meninjau hasilnya berulang kali, Pak Rio, dan hasilnya sama. Kondisi ini... bersifat permanen. Secara medis, Anda tidak akan bisa memiliki keturunan," terang Sang Dokter tanpa ada keraguan akan hasil tersebut. Dunia di sekitar Rio seolah berhenti berputar. Kalimat itu menghantam dadanya, menyisakan sesak yang luar biasa. Namun, di balik rasa syok yang melumpuhkan, ada ketakutan lain yang jauh lebih dingin merayap di benaknya. "Permanen? Maksud Dokter, benar-benar tidak ada peluang untuk sembuh? Dengan cara Operasi misalnya? Atau terapi hormon?" tanya Rio untuk meyakinkan dirinya sendiri. Dokter Gunawan menggeleng perlahan. "Maafkan saya. Kerusakannya sudah terlalu sistemik," jelas Sang Dokter. Rio menyandarkan punggungnya, menatap kosong ke langit-langit ruangan. “Mampus aku!” batinnya berteriak. Bayangan wajah Ayahnya yang kaku dan penuh tuntutan langsung melintas. Ayahnya menuntut keturunan sebagai penerus bisnisnya. Rio meratap. Tanpa seorang anak, dia tidak mendapat hak apapun atas semua perushaan dan rumah mewah itu. Semua fasilitas mewah, mobil sport, dan posisi owner yang hampir digenggamnya kini terasa menguap begitu saja. Rio tidak bisa tinggal diam, dia harus mencari cara agar dia dan Maudy punya anak. Apapun caranya, Maudy harus hamil. Sehingga muncul rencana jahat di otaknya dengan menyewa laki laki untuk menghamili istrinya, yang nantinya akan dia akui sebagai anak kandungnya. Dan Bayu, adalah laki laki sial yang menerima tawaran itu. Bayu pun terdiam usai mendengar perintah konyol itu. Itu bukanlah perintah yang mudah diterima begitu saja. Tapi saat mendengar nominal uang lima ratus juta, mendadak dia teringat pada Ibunya. “Ibu butuh uang ini, tapi…. Tugas ini terlalu konyol!” gumam Bayu di dalam hati. Satu minggu yang lalu Ibunya Bayu terbaring di rumah sakit dengan diagnosa gagal ginjal. Untuk kesembuhannya, perlu dilakukan transplantasi ginjal yang tentunya membutuhkan biaya yang besar. Bayu hampir frustasi mencari biaya operasi senilai 125 juta, bahkan sudah menyerah dan mempersiapkan diri jika harus kehilangan Ibunya. Akan tetapi, mendadak ada yang menawarkan dirinya tugas dengan upah yang besar. Bahkan tugasnya bisa dibilang sebuah kenikmatan dunia. “Menghamili Bu Maudy? Bahkan dalam mimpi pun aku tidak berani membayangkan lekuk tubuhnya, dan sekarang aku malah nyata nyata dibayar untuk menghamilinya? Apa aku sedang beemimpi?” gumam Bayu di dalam hati sambil menepuk pelan pipinya untuk meyakinkan bahwa dirinya tidak sedang bermimpi. Sementara itu, Rio bukan tipe orang yang mau menunggu. Dia juga bukan sedang memberikan Bayu tawaran, melainkan sebuah perintah mutlak yang tidak bisa ditolak. “Terima atau angkat kaki dari perusahaan ini. Dan nama kamu telah diblacklist dimana pun. Tidak ada instansi yang bersedia menerima kamu!” gertak Rio, dan seketika membuat Bayu terpaksa menyetujuinya. Selain karena digertak, dia juga memang butuh uang itu. “Ba..baik Pak Rio. Sayaaaa… saya akan menerima tugas ini,” jawab Bayu dengan terbata bata. Setelah memberikan jawaban pada Rio, otak Bayu berkelana. "Main sama Bu Maudy? Kira kira seperti apa ya rasanya? Dari luar aja tubuhnya kelihatan putih dan mulus, gimana kalau dilihat dari dalam? Apalagi bayangin kalau dia sedang bergoyang diatas ku? Huuuuh, pasti seruuuu!" celetuk Bayu di dalam hati. Otak mesumnya sudah membayangkan seperti apa aksi Maudy di ranjang. Rio tersenyum lega mendengar jawaban Bayu. Sungguh berbeda dengan raut wajah Maudy tertunduk lesu. Masih belum bisa dia terima keputusan suaminya yang nekat menyewa laki laki untuk menghamilinya. Apalagi laki laki yang dia pilih adalah seorang OB. Sejenak Maudy mengangkat pandangannya, lalu sekilas memperhatikan penampilan Bayu dari ujung kaki hingga ujung rambut. Dan sialnya, saat pandangan Maudy tepat di wajah Bayu, pandangan keduanya tepat bertemu. Maudy segera membuang pandangan, sementara Bayu kembali menundukkan kepala. Tetapi, OB beruntung itu masih menyimpan sejuta pertanyaan di otaknya. “Kenapa pandangan Bu Maudy padaku berbeda dari sebelumnya? Apa, jangan jangan dia sudah mulai tergoda denganku? Karena kan sebenarnya aku ini lebih ganteng dari pada suaminya, badanku juga lebih berotot dari pada Pak Rio yang kerempeng. Bisa jadi itunya juga kecil…” Bayu terkekeh membayangkan isi otaknya yang liar. Bahkan dia masih melanjutkan pikiran konyolnya itu “Setelah melihat fisik ku, pasti Bu Maudy sudah membayangkan aksi hebatku di ranjang. Sayangnya aja nasibku buruk harus pakai seragam OB ini. Coba kalau aku pakai jas dan sepatu kayak Pak Rio, pasti semua wanita tergila gila padaku.. Hahahahhahahah!” Bayu makin berbangga diri dengan fisiknya. Akan tetapi dengan cepat dia membuyarkan lamunannya itu agar tidak menimbulkan masalah dengan bosnya. Meski dia tergoda dengan tubuh Maudy, tetapi dia tetap harus sadar diri dan menghormati bosnya tersebut. Dan sebelum dia meninggalkan ruangan, Bayu menanyakan sesuatu kepada bosnya. “Maaf Pak Rio, apa saya boleh menanyakan sesuatu? “Katakan,” “Di dalam tugas ini, apa ada aturan tertentu yang boleh dikerjakan dan yang tidak boleh dilanggar?” “Maksud kamu?” Rio balik bertanya dengan kening mengerut. “Emm, maksud saya. Apakah dalam melaksanakan tugas nanti, saya boleh memakai banyak gaya dengan durasi yang lama?” tanya Bayu dengan pelan dan sedikit ragu. Dan hal itu seketika membuat Rio dan Maudy membulatkan kedua bola mata mereka ke arah Bayu. Di satu sisi Maudy terkejut dengan kata kata Bayu. “Banyak gaya dan durasi lama”. Karena selama ini Maudy belum pernah merasakannya bersama dengan Rio. Sementara Rio sendiri, dia merasa tersindir dengan pertanyaan itu karena belum sampai mencoba banyak gaya, dia sudah tumpah duluan. “Jangan macam macam! Tugasmu hanya membuat istri saya hamil, jangan pikirkan hal lain!” bentak Rio sembari menggebrak meja di depannya hingga membuat Bayu gemetar. Tetapi dengan polosnya dia masih lanjut bertanya. “Maaf Pak Rio jika pertanyaan saya tadi lancang. Tapi jujur, saya tadi serius bertanya. Dalam melaksanakan tugas saya nanti, saya boleh pakai gaya apa saja? Takutnya, saya lancang dan tidak sopan.” Rio menarik nafas dalam lalu menghembuskannya dengan kasar. Sebisa mungkin dia menahan diri. Dia tidak tau apakah Bayu benar benar bertanya atau sedang menyindirnya. “Kurang ajaarr! Anak ini kayaknya sengaja nyindir aku. Tapi nggak mungkin. Mungkin dia memang benar benar bertanya. Lagian soal ini kan hanya aku dan Maudy yang tahu. OB ini nggak mungkin tau kalau aku gak tahan lama dan gak bisa banyak gaya!”So far, the two whole weeks Hope stayed at the Walton’s mansion; was the best week she has ever experienced. Day by day, she would meet Kinsley and she was glad that his bruises were beginning to heal, especially when she sneaked some medication from the maids who were also aware of what his father had done but didn’t seem to care that much. At least the maid, Ana was kind enough to give Hope that but made her a promise to not let anyone know or else she will get in trouble for giving a first aid kit bag and paracetamol to another 10-year-old. It did seem to help Kinsley and when Hope introduced Alissa to him, Kinsley’s father was there too and he looked concerned by how close Hope was with his son. Pretty hard to believe that the thinning hair with pot belly man who claims to be his father was even related to Kinsley. The only thing similar between them was their moss-green eyes. Alissa is suspicious of the mark on Kinsley’s face, exactly what Hope is hoping for her to see b
ANNOUNCEMENT 🚨🚨🚨GOOD NEWS!... At least for those who enjoy the series that is. I have decided to write a follow up stories, sequel if you may under the Broken series and this time, Imma focus on the third generation of the Walton's family and I am delighted to start with our little Hoppy baby😍Updates starts everyday start from 1st October but if I miss one day, please be kind. I have a full time job to commit as well but of course, I will try my best to deliver on time.If Hope stories goes well, I will continue with the other kids or maybe other generations of Walton family or connected family at least.I hope you will enjoy the series and im starting with the prologue down here. Stay tune and take care guysYours Truly DIANA WOLFE...**Synopsis**Hope Walton knew the first time she met the scrawny boy with bruises on his body and the brightest blue eyes ever, he would hold her heart and forever be his to own.Even when her parents adopted Kinley James and made him her adop
A/N: This is the last chapter, you guys. Thank you for being such great support all this time and I am beyond grateful to each and every one of you. I apologize if my work might not be as good as you want it too. I promise that I will grow an be better at it and make more novels to entertain you. God bless and please stay safe. Love, Diana ... The Walton family gathering was a huge affair indeed. Not only the Walton’s family was there, but socialites from all over the world were also present to meet the powerful family and Alice never thought that she would be a part of that. Even her dressed was chosen from the finest designer with the best dress available for all of the Walton’s sons and daughters. Her own was from the Atelier Versace Fall Winter 2020 Collection. A gorgeous orange dress that has an intricate back and the sparkly fabrics just made her feel like a princess. A sexy one at that. Thankfully the marks that Ryan had inflicted on her chest has faded a little and a littl
“What the fuck are you talking about? Sister-in-law? A..are you Harry’s brother?” Ryan applauds playfully and inches lower to face her. “Smart. Very smart. Yes, I am Harry’s brother. I mean, step-brother. Illegitimate, step-brother. Yeah, I was surprised as you are when my mom told me that back when I was 13. Shock the shit out of me because everyone in the UK knows how powerful the Walton family was. I didn’t hesitate to find him just to let him know that I was his son because I had a crappy, abusive, good-for-nothing excuse of a mom. Right when I finally found the big guy, you what he says to me? He told me that I was lying, how my mom was lying and we were all a bunch of street low life that wants nothing but scares up reach folks like him. He knew my mom alright but just like London, he chose to leave me in the hands of my crazy ma and never to be seen again. He was a rotten fool and when I finally had enough, I left.”
"Alice. Wake up, baby. You don’t want to miss this entertainment do you?.”The vaguely familiar voice penetrated through the shroud of fury, pulling Alice back up from the void as if hooking me with a line of clarity.
The dinner table was very quiet. Only soft clings and clings can be heard from Martha moving the dishes and meals to the table while Edgar sat with both El and Clarke were there across from him.Edgar was staring at Clarke long and hard, a hint of anger in his gaze. He couldn’t believ
A/n: Jesus Christ. My head is so dirty but I can’t help it. Clarke is oozing with so much sensuality, warmth and slowly pulling me closer to a world of ..... Fudge it! Below are 18+ scene like really steamy so you have been warned. Enjoy the chapter. 🌚 Love, Diana ....
"Why did do you that?" Alissa asked Daniel for like the 10th time. Ever since they've left the restaurant, Daniel was driving silently ignoring Alissa's question and the glare he held the whole time he was driving kinda scares her. Minus all that blonde shades of his thick lock and his tri












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
評価
レビューもっと