The CEO'S Transmigrated Wife

The CEO'S Transmigrated Wife

last updateLast Updated : 2022-10-15
By:  ladykarajaneOngoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
15 ratings. 15 reviews
29Chapters
11.1Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

A normal girl is living her typical normal life until an accident causes her to Transmigrate into a not so happy ending novel. It is up to her to create a new identity and give the novel a happy ending or a steamy one as she catches the eyes of the demon CEO who isn't ready to let her go.

View More

Chapter 1

Transmigration

"Nyonya, kondisi Amelia sangat kritis. Kami khawatir putrimu tidak selamat malam ini. Kami tidak bisa berbuat apa-apa," kata Dokter Richard dengan pasrah.

Dunia Laura runtuh. Dia berlutut dan menangis sambil meraih jas putih dokter itu. Meski dia tuli, dia bisa membaca gerakan bibir dokter.

"Dokter, kumohon tolong selamatkan putriku."

"Nyonya, kami sudah berusaha menyelamatkan Amelia, tetapi kanker telah menggerogoti tubuhnya dengan ganas. Kami membutuhkan donor sumsum tulang untuk menyelamatkannya. Namun, kami tidak memiliki donor yang cocok untuk Nona Amelia."

Air mata Laura terus mengalir, menangis putus asa. Dokter melepaskan tangan Laura dan keluar dari kamar rawat itu.

"Mama ...." Sebuah tangan mungil menyentuh kepala Laura.

Laura bangkit dengan tergesa-gesa, menghapus air matanya, dan mencoba tersenyum di depan putrinya. "Sayangku, kamu pasti akan sembuh. Mama akan pastikan kamu sembuh," ujarnya sambil menggenggam tangan mungilnya yang sangat kurus.

Amelia telah menderita leukemia selama enam bulan. Laura melakukan segala cara agar putrinya sembuh, tetapi tidak ada seorang pun yang memiliki donor yang cocok untuk putrinya, termasuk orang tuanya.

"Mama, Papa mana? Amel mau lihat Papa." Bibirnya yang pucat dan kering berbisik lirih.

Air mata Laura kembali mengalir mendengar permohonan putrinya untuk bertemu ayah yang tidak pernah peduli padanya, bahkan sejak dia dirawat di rumah sakit. Suaminya, Lucian Wilson, tidak sekalipun menjenguk Amelia.

"Papamu masih kerja, Sayang."

"Amel mau bertemu Papa. Mama, Amel mau peluk Papa. Papa tak pernah peluk Amel."

Laura tak bisa menahan tangisnya dan mencium punggung tangan mungil Amelia. Karena permintaan putrinya, yang mungkin untuk terakhir kalinya, Laura akan mewujudkannya apa pun yang diinginkan putrinya.

"Sabar, Sayang. Mama akan bawa Papa kemari."

Laura tergesa-gesa keluar dari kamar rawat itu agar putrinya tidak melihatnya menangis dan patah hati.

Dia mengirim SMS dan menelepon suaminya sambil menjauh dari kamar rawat Amelia, tetapi tidak ada yang membalas SMS atau mengangkat teleponnya.

Dia menelepon beberapa kali dengan putus asa. Lucian tetap tidak mengangkat teleponnya.

Seorang wanita di depannya berbicara sambil menunjuk ke layar TV di atas dinding ruang administrasi.

"Eh, lihat itu, Viola, aktris terkenal itu. Dia ketahuan oleh paparazzi berbelanja dengan perut besar. Rumor itu benar, Viola sedang hamil delapan bulan."

"Ya, perut besarnya kelihatan sekali. Sepertinya dia akan segera melahirkan."

"Viola mengakui bahwa dia sudah lama menikah dengan Lucian Wilson, CEO Wilson Group, dan merahasiakan pernikahannya. Lucian juga mengakui bahwa dia sedang menunggu kelahiran anak pertama dengan Viola. Astaga, siapa yang menduga Viola menikah dengan Lucian Wilson? Pria paling tampan dan kaya di negara ini. Mereka sangat serasi dan cocok. Viola adalah wanita paling cantik di negara kita."

Wajah Laura pucat menatap ke arah layar TV dengan air mata mengalir dan tersenyum getir melihat suaminya tengah memeluk Viola, adik perempuannya yang hamil delapan bulan, keluar dari sebuah butik mewah. Pria itu perhatian membukakan pintu mobil untuk Viola dan tersenyum mencium keningnya.

Istrinya? Anak pertamanya?

Padahal Laura adalah istrinya yang sesungguhnya, dan Amelia adalah putri pertama Lucian. Viola adalah adik Laura dan berselingkuh dengan suaminya. Viola sangat dicintai oleh orang tuanya dan keluarga Samson.

Tiga tahun yang lalu, Keluarga Samson dan Wilson melakukan perjodohan antara Lucian dan Viola, tetapi tiba-tiba, Lucian mengalami kecelakaan, koma, dan buta.

Viola tidak mau menikah dengan orang buta, tetapi keluarga Samson tidak mau membatalkan perjodohan kerjasama dengan Wilson Group. Mereka memaksa putri angkat mereka, Laura, untuk menggantikan Viola.

Laura yang menemani dan merawat Lucian saat dia lumpuh dan buta selama satu tahun. Namun, begitu Lucian mendapatkan kembali kesehatannya dan matanya bisa melihat, Lucian justru jatuh cinta pada Viola.

Entah apa yang dilakukan Viola hingga membuat Lucian mencintainya, saat Laura yang merawatnya selama satu tahun ketika dia lumpuh dan buta.

Lucian bahkan ingin menceraikan Laura agar bisa menikah dengan Viola. Keluarga Samson pun mendukung agar Laura bercerai dari Lucian dan memaksanya mengembalikan posisi istri dan Nyonya Wilson kepada Viola.

Laura hanya anak angkat keluarga Samson yang diperlakukan dengan buruk dalam keluarganya dan harus mengalah serta melakukan apa pun untuk Viola.

Jika bukan karena Kakek Billy yang memukul dan mengancam Lucian bahwa dia tidak akan mendapatkan Wilson Group jika dia menceraikan Laura, mungkin dia sudah lama bercerai.

Namun, pria itu semakin membenci Laura dan bahkan berselingkuh terang-terangan dengan Viola, serta tidak menyukai putri mereka, Amelia. Orang tua Lucian juga tidak menyukai Laura karena dia hanyalah anak angkat di keluarga Samson dan tidak mendapatkan warisan Samson Corporation.

Mereka hanya menyukai Viola karena dia akan mewarisi Samson Corporation dan merupakan putri kandung satu-satunya di keluarga Samson.

Laura mendesah putus asa saat meninggalkan rumah sakit. Dia harus bertemu Lucian dan memohon agar pria itu mau bertemu dengan Amelia.

Ketika dia tiba di rumahnya, dia hanya melihat Viola yang hamil besar dan mengenakan gaun tidurnya.

"Apa yang kamu lakukan di rumahku?!"

Tak peduli bagaimana Lucian berselingkuh dengan Viola, mereka tak pernah menunjukkan perselingkuhan mereka di rumah ini, rumah yang diberikan Kakek Billy untuk Laura.

"Oh, mulai sekarang aku akan tinggal di sini dan menjadi istri Lucian. Rumah ini sudah diberikan padaku oleh Lucian," balas Viola dengan senyum jahat.

Laura membaca gerakan bibirnya dan tercengang. "Lucian memberikan rumah ini padamu? Tidak mungkin! Rumah ini atas namaku dan diberikan oleh Kakek Billy. Dan aku dan Lucian bahkan belum bercerai! Keluar dari rumahku!"

"Kalau aku tidak mau, apa yang akan kamu lakukan padaku? Lagipula, jika bukan karena aku dan orang tuaku, bagaimana mungkin yatim piatu sepertimu bisa masuk dalam keluarga kaya dan menikah dengan Lucian! Kamu hanya anak angkat dan orang tuli!" Viola mencibir, lalu mencengkram rahangnya dengan kasar.

"Lucian tidak pernah menyukaimu, apalagi mencintaimu. Kamu yatim piatu dan tuli. Kamu hanya penggantiku merawat Lucian saat dia lumpuh dan buta. Namun, orang yang disukai Lucian tetap aku. Sebaiknya kamu sadar diri dan enyah dari kehidupan kami. Lucian dan aku akan segera menikah."

Laura menatapnya dengan mata berkaca-kaca, membaca semua penghinaan Viola padanya.

"Pada awalnya, kamu yang menolak menikah dengan Lucian. Mengapa kamu mengganggu kami dan merebut Lucian dariku?"

"Ah, kamu sangat menjengkelkan. Lagipula, Lucian akan segera menceraikanmu karena Kakek Billy sudah meninggal dan aku mengandung anak laki-laki pertamanya."

Laura melirik saat Viola mengelus perut besarnya dengan bangga dan menatapnya dengan tatapan provokatif. Matanya memerah menahan air mata, tak bisa menemukan kata-kata untuk membalas ucapan Viola.

"Oh, ya, Lucian juga mengakui bayi kami adalah satu-satunya anaknya, bukan anak perempuan penyakitan seperti Amelia! Anakmu juga akan segera mati. Kasihan ..." Viola tertawa senang melihat wajah terpuruk Laura.

Ekspresi Laura berubah ganas. Tidak ada seorang ibu pun yang mau anaknya dihina di depannya. Didorong oleh amarah, dia meraih kerah gaun tidurnya yang dikenakan Viola.

"Jangan berani menghina putriku! Lepaskan gaunku dan keluar dari rumahku!"

Mata Viola melebar dan tersenyum licik ketika dia meraih tangan Laura, lalu tiba-tiba membuat tampak seolah Laura yang mendorongnya. Viola jatuh terduduk di lantai.

"Akh! Kakak, mengapa kamu mendorongku? Aku sedang mengandung anak Lucian!" Suara Viola berseru kesakitan sambil memegang perutnya.

"Laura!"

Tiba-tiba lengannya ditarik dengan kasar dari belakang, dan sebuah tamparan keras mendarat di pipinya, menyebabkan Laura jatuh ke lantai.

Expand
Next Chapter
Download

Latest chapter

More Chapters

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

reviewsMore

Mae
Mae
Why is chapter four marked as 8?
2022-08-22 23:12:20
0
1
Allan23
Allan23
I’m so happy it updated I thought this was dropped...
2022-08-21 01:03:17
1
0
Kate Ginez
Kate Ginez
what happened to this novel?
2022-07-31 05:35:02
1
0
Kate Ginez
Kate Ginez
can you finish this novel or not?
2022-05-27 15:35:08
0
0
Yeth Sky
Yeth Sky
I love the story...update please.
2022-02-09 18:48:38
1
0
29 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status