LOGINArtemy Loskutov... Known for his icy demeanor, merciless nature, and lethal skills, I command respect and instill fear in everyone who crosses my path. Love and affection have no place in my existence; my sole purpose is to exact vengeance upon the detestable Cavalieri mafia, responsible for my mother's untimely demise. When I stumble upon a young woman, battered and hiding beneath my bed, I spare her not out of kindness, but view her as a mere possession, a toy to be manipulated. Rebecca Cavalieri... I had grown accustomed to men who sought to exploit, harm, and discard me. Trust is an elusive concept, and my heart remains hidden beneath layers of anguish. Artemy, however, managed to unearth and rekindle the flickering flame within me. He awakened my dormant emotions. But if he uncovers the true extent of the danger I pose to him, I risk losing not only his affection but also my very life.
View More"Ku–kumohon, jangan sentuh aku! Biarkan aku pergi dari sini!" teriak Elea.
Gadis itu mencoba mendorong Hugo yang sedang menciumi bibir dan lekuk lehernya. Namun sayang, pria tersebut malah semakin merapatkan tubuhnya pada Elea. Celah untuk kabur pun tampaknya hanyalah angan belaka.Aktivitas Elea yang tadinya tenang tanpa gangguan, sekarang malah berubah menjadi petaka. Hal tersebut dikarenakan ada seorang pria–yang tak lain adalah suami Elea sendiri–Damian Hugo d'Cornelius masuk ke kamarnya. Parahnya lagi, pria itu masuk dalam keadaan mabuk."Chloe...," racau Hugo tak jelas.Mendengar sang suami menyebut nama istri pertamanya, mata Elea pun langsung membelalak. Kemudian, dia mulai memukuli bahu pria itu. "Tidak, tidak! Aku bukan Chloe! Aku Elea, orang yang kau benci!" sergah Elea.Sayangnya, Hugo malah menulikan telinganya. Tangan besarnya pun terangkat dan mengelus pelan setiap inci wajah Elea. Rasa geli sekaligus takut langsung menggerayangi tubuh gadis itu.Namun, Elea segera membuang pikiran yang baru saja melintas. Dia juga menepis tangan Hugo yang bertengger di wajahnya. "Lepaskan aku, Berengsek!" sembur Elea tiba-tiba.Kungkungan Hugo mulai mengendur. Elea pun tak mau menyia-nyiakan kesempatan tersebut. Dia langsung mendorong tubuh suaminya ke samping dan hendak berlari kabur.Namun sayang, sebelum kakinya berhasil menapak lantai, tangan Elea langsung dicekal kuat oleh Hugo. Pria itu kembali mengurung tubuh sang istri ke dalam dekapannya dengan kuat. Sampai-sampai, tubuh Elea tidak dapat bergerak ke mana pun.Tatapan Hugo yang semula sayu, kini berubah menggelap. Pikirannya juga bertambah kacau. Tanpa aba-aba, dia pun menempelkan bibirnya ke atas bibir Elea.Gadis itu mulai memberontak lagi. Namun, semakin dia memberontak, Hugo juga semakin erat dalam mendekapnya. Akhirnya, pasrah pun menjadi pilihan satu-satunya saat ini.Setelah beberapa saat, akhirnya ciuman panjang dari Hugo pun terlepas. Elea langsung meraup oksigen sebanyak-banyaknya dan mengatur pernapasannya. Dia mengira bahwa hal ini sudah berakhir. Sayangnya, Hugo malah melakukan hal sebaliknya dan mulai menjamahi tubuh istrinya satu per satu."Jangan lakukan itu...," lirih Elea pelan. Ucapannya itu seakan tidak terdengar di telinga Hugo. Pria itu semakin gencar dalam melakukan aksi tak terpujinya.Malam ini adalah malam yang kelam bagi Elea. Kesucian yang dijaganya selama 19 tahun itu juga sudah rusak. Raga, jiwa, serta hatinya merasakan sakit yang teramat. Sungguh, Elea membenci orang yang sudah membuatnya merasakan semua ini.***"Argh, sial!"Hugo mengumpat saat merasakan sakit kepala yang begitu hebat. Lantas, tatapan pria itu menjadi bingung karena melihat keadaan sekitar. Ini bukanlah kamarnya dengan Chloe.Pria itu refleks menyingkap selimut yang membalut tubuhnya. Dia terkejut karena tak menggunakan sehelai benang pun saat ini. Ditambah lagi, ada noda darah segar di atas seprai.Rasa kalutnya itu bertambah besar saat mendengar ada suara gemericik air di dalam kamar mandi. Dengan segera, Hugo pun berlari ke arah tempat itu dan membuka pintunya dengan paksa. Dia bahkan lupa memakai celananya dan memilih menggunakan selimut saja.Hal pertama yang dilihatnya saat sampai di kamar mandi adalah seorang wanita yang meringkuk di bawah shower tanpa mengenakan apa pun. Hugo langsung berjalan cepat ke arahnya dan mematikan benda tersebut. Akhirnya, airnya pun berhenti turun.Terlihat wajah Elea yang sangat pucat. Wanita itu pingsan dan membuat perasaan aneh masuk ke dalam hati Hugo. Namun, pria itu segera menepis hal tersebut. Egonya masih terlalu tinggi untuk menerimanya.Kemudian, Hugo pun menggendong tubuh sang istri ala bridal style dan membawanya kembali ke ranjang. Pria itu lalu memakaikannya baju dan menggosok telapak tangan Elea agar suhu tubuhnya kembali menghangat. Untung saja cara tersebut berhasil, hingga membuat kesadaran Elea kembali.Setelah netra amber sang istri terbuka, tatapan lembut Hugo berubah menjadi dingin. "Aku tidak sadar karena mabuk kemarin. Aku pikir, aku sudah masuk ke kamarku dan Chloe," terangnya tiba-tiba.Elea ingin sekali meneriakki pria yang ada di hadapannya dan memakinya. Namun, rasa lelah di dalam hatinya membuatnya memilih untuk bungkam. Dia tahu bahwa Hugo tak mungkin mau melakukan itu secara sadar dengannya.Beberapa saat kemudian, seorang pelayan wanita masuk ke dalam kamar Elea. Pelayan tersebut membawa sebuah wadah kotak dan memberikannya pada Hugo. Setelah itu, dia pun pergi dan meninggalkan mereka berdua kembali.Sepeninggal pelayan tadi, Hugo langsung memberikan kotak yang dipegangnya ke hadapan Elea. Wanita itu seketika mengernyitkan dahinya. "Apa ini?" tanyanya pelan.Hugo menghela napasnya kasar. Kemudian, dia melipat tangannya ke depan dada sambil berkata, "Kotak itu berisi pil kontrasepsi untuk kau minum. Aku tidak mau benihku sampai tertanam di rahimmu. Hanya Chloe saja yang bisa, meski rasanya sangat mustahil."Hati Elea langsung berdenyut sakit saat mendengar penuturan tersebut. Dia tahu bahwa hati Hugo sudah terisi dengan sosok Chloe Barbara d'Cornelius–istri pertamanya.Eleanor Spencer hanyalah seorang istri kedua yang tak teranggap. Dia dijadikan bahan pelunas hutang oleh ayahnya sendiri karena kalah judi. Kehidupannya pun bertambah hancur saat dirinya terpaksa menikahi seseorang yang tak dicintainya.Alasan keluarga Cornelius menikahkan Hugo dan Elea adalah untuk mendapatkan penerus. Kebetulan, Chloe dinyatakan tidak bisa mengandung. Hal tersebut tidak dapat diterima oleh keluarga bangsawan sekaligus pemegang perekonomian negara tersebut.Pernikahan paksa yang dilakukan oleh Elea dan Hugo menimbulkan banyak luka di beberapa pihak, khususnya Chloe. Wanita itu jadi sangat membenci sosok Elea. Dia bahkan melakukan beberapa fitnah dan bualan untuk menjatuhkan istri kedua suaminya. Akhirnya, drama yang diciptakannya itu membuat Elea berhasil di benci oleh semua orang.Elea berpikir tidak ada siapa pun yang dapat memercayainya di sini, bahkan suaminya sendiri. Tenaga dan perasaannya juga sudah lelah dalam menghadapi kenyataan yang ada. Alhasil, seluruh perkataan yang dilontarkan padanya, tidak dia jawab.Kebungkaman Elea itu tampaknya mengusik hati seorang Hugo. Tanpa sadar, pria itu mengepalkan tangannya. Dia sangat tidak suka jika perkataannya diabaikan."Dan satu lagi. Jangan sampai Chloe tahu mengenai kejadian kemarin malam," desis Hugo. Matanya menyorot dingin menatap si istri kedua, membuat dada Elea makin terasa sesak, belum lagi karena ucapan Hugo. "Jika dia sampai dengar tentang kejadian semalam, kupastikan kau yang akan membayar, Elea."REBECCAI writhed against his thighs, seeking relief, but he chuckled softly before withdrawing."Such explicit language, my kitten," he chided playfully, his gaze locked on me. "I wonder how best to tame it.""Artemy... I need you.""No, my kitten, the moment is mine now," he declared, a smug grin curving his lips as he gazed down at me.With deliberate purpose, Artemy stepped back, shedding his shirt in a haste that verged on impatience."Shed your dress," his command was clear.Obeying without
REBECCAWith a mere utterance, I tentatively slipped my hand between my thighs. Artemy's gaze flared, and I swallowed audibly. Wetting my lips, I applied a gentle pressure to my center.My back arched involuntarily, a moan escaping me as I began to stimulate my clit. Artemy adjusted his position, his gaze unwavering and intense.A surge of electric pleasure surged through me as I inserted a finger, my chest heaving with each breath as the pressure within me intensified.Thumb circling the sensitive nub, I introduced another finger, my hips responding with a forward thrust. I circled my clit with greater fervor, striving to push myself over the edge.
REBECCAMy pulse quickened as Artemy drew me onto his lap. I nibbled on my lower lip, sensing the warmth rising to my cheeks under his intense gaze. His eyes tracked my every move, their desire seemingly intensifying by the moment. He exuded an undeniable allure at that very instant.Out of my peripheral vision, I caught Lynda's beckoning gesture. "Looks like it's time for our inaugural dance," I murmured softly.Artemy cradled me against his chest, rising from his seat in one fluid motion. He carried me to the dance floor's center and gently placed me on my feet. I draped my arms around his neck, drawing myself closer to him.His hands found my hips as the music started, and we began our dance. T
REBECCARaising my eyes to meet his, my fingertips brushed over his chest, the cadence of his fervent heart beneath them. "This is my pledge to you, Artemy Loskutov. Your love is my anchor, my wellspring of strength. I promise to pour forth my affection from now until eternity's closure. I vow to nurture, to confide in your love, to be what you require, ensuring your emotions are perpetually considered. I pledge to express my love and reverence. I yearn to share my days alongside you. I, Rebecca Cavalieri, commit to embracing you as my husband, to love, honor, console, and cherish you from this day onward. We meld as one, an eternal unity."Savoring the anticipation, I formed my final words. "This vow emerges from the depths of my heart, a pledge to you.""May we
ARTEMYGazing at her, a mixture of awe and affection enveloped me. She was a woman in pain, yet her heart extended towards my well-being."Art
ARTEMYAs the meadow unveiled its beauty, I paused, my back leaning against a tree. Gasping for breath, my gaze eventually settled upon Rebecca. Her back was turned, fixed upon the coursing stream. She perched
ARTEMYHours blurred into a tumultuous cascade of fists and pain, a tumultuous dance of anger and self-reproach. Our collective fury at those who had wronged Rebecca found release through our relentless combat.
ARTEMYI cradled Rebecca in my arms, feeling the subtle shift in her position. With a sleepy sigh, she nestled even deeper into my embrace. Gently blinking open my eyes, still blurred by remnants of slumber, I





![Fallen From Grace [Married to the Mafia Novel]](https://www.goodnovel.com/pcdist/src/assets/images/book/43949cad-default_cover.png)
Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
reviews