The Master's Third Wife

The Master's Third Wife

last updateHuling Na-update : 2024-03-08
By:  Quiny Kay Ongoing
Language: English
goodnovel16goodnovel
10
1 Rating. 1 Rebyu
13Mga Kabanata
1.6Kviews
Basahin
Idagdag sa library

Share:  

Iulat
Buod
katalogo
I-scan ang code para mabasa sa App

Synopsis

Rylie Novikov is doing everything to save her dying mother, including getting married on paper to a ruthless known as the demon king of tyranny because of his mischievous acts and for the sudden death of his previous wives. She is taken to her husband after the death of her mother and she finds out that the title 'The demon king of tyranny' was no ordinary title. Her husband was a killer, a ruthless one. Would she be able to stay with him and uncover the secret behind his facade? Or will his darkness cause her to run away from the vile alpha king?

view more

Kabanata 1

Chapter 1

“Maaf terlambat, Pak,” ujar Nadia. “Ada kecelakaan yang membuat macet sehingga taksi kami tidak bisa lewat.” Itu penjelasan untuk semua, tetapi Nadia memilih melihat ke Pak Yuda, bosnya.

“Tidak apa-apa.” Ayah laki-laki itu menjawab. Dia berdiri dan menyongsong Nadia.

“Kenalkan, ini klien kita, Nad.” Pak Yuda ikut berdiri. Dia mengerutkan kening melihat gestur klien mereka. “Pak Narendra dan Pak Bryan.”

Nadia tersenyum menatap wajah laki-laki paruh baya yang sudah berdiri di hadapannya itu. Buru-buru mengulurkan tangan sebagai bentuk hormatnya.

“Nadia, Pak.” Nadia menyebut nama.

Nadia kembali menyebut namanya saat laki-laki yang lebih muda, anaknya, ganti mengulurkan tangan. Tatapan terpaku seolah tak percaya dengan penglihatan membuat pria tersebut enggan melepaskan tangan Nadia.

"Bryan ..." instrupsi Pak Narendra pada putra keduanya.

“Kita mulai presentasinya sekarang, Pak?” Nadanya lebih mirip perintah daripada pertanyaan. Tanpa menunggu persetujuan Pak Yuda, Nadia membantu Mega menyiapkan bahan presentasi. Meletakkan maket yang dibuatnya di atas meja, sambil menunggu Mega menyetel in focus dan laptop.

Presentasi itu dihadiri lima orang dari pihak klien. Selain Pak Narendra dan Bryan, ada tiga orang pria lain yang kemudian gencar mengajukan pertanyaan, berbanding terbalik dengan dua orang pemilik hotel yang hanya diam menyimak. Walaupun Nadia merasakan pandangan putra kedua Pak Narendra tak lepas dari wajahnya. Dia tak ingin memandang balik, pada laki-laki itu.

Presentasi itu berlangsung sekitar dua jam. Dua jam paling lama dalam hidupnya. Nadia mengembuskan napas lega begitu basa-basi usai presentasi berakhir. Bergegas membantu Mega setelah bersalaman kembali dengan para klien itu. Membiarkan telapak tangannya kembali bersentuhan dengan laki-laki itu meskipun tidak ingin.

Sudut mata Nadia melihat laki-laki itu belum beranjak dari kursinya. Ayahnya sudah berdiri, sedang terlibat percakapan dengan Pak Yuda. Itu kesempatannya. Nadia menghampiri mereka sambil menyeret Mega yang kebingungan.

“Kami duluan, Pak.” Nadia memaksakan senyum pada Pak Yuda. Lalu menoleh kepada Pak Narendra, ayah laki-laki itu. “Permisi, Pak.”

“Nadia, Devan titip salam untukmu." Ucapan Pak Narendra membuat Nadia menyunggingkan senyum. Sungguh, andai dia tahu lebih awal siapa sejatinya sahabat kakaknya itu. Tentu ia tak akan meminta bantuan untuk merekomendasikan biro tempatnya bekerja bersaing dengan biro arsitek lainnya memenangkan tender pembangunan hotel milik keluarga Narendra.

Ada penyesalan di sana. Devan mungkin tidak pantas mendapatkan sikap kasarnya karena bukan dia yang mengiris hati Nadia dengan sembilu sampai menjadi potongan-potongan kecil. Namun itu tidak penting lagi. Nadia tidak ingin bersinggungan dengan siapa pun yang punya pertalian dengan laki-laki itu, sebaik apa pun sahabat dari kakaknya tersebut.

“Terima kasih, Pak. Nanti saya akan mengucapkan rasa terima kasih, karena rancangan dari biro kami dipilih oleh perusahaan Pak Redra."

"Sebenarnya proyek pembangunan hotel ini, dibawah naungan Petra, perusahaan milik Bryan, adik Devan. Nantinya kamu akan bekerjasama dengannya," jawaban dari Pak Narendra membuat Nadia memaksakan senyumnya pada pria yang tak ingin dijumpai di sisa umurnya itu.

Devan sudah memberitahu tentang hal ini, seminggu yang lalu. Dari sanalah Nadia mencari tahu seberapa besar perusahaan milik keluarga Narendra. Petra Jaya merupakan cabang dari perusahaan induk Adijaya pemilik beberapa hotel berbintang di Jakarta. Saat membaca profil keluarga Narendra, ingin rasanya dia menghilang supaya tidak bertatap muka dengan adik Devan, Bryan Putra Narendra.

Nadia menarik Mega meninggalkan tempat itu. Nadia mulai kekurangan oksigen dan merasa sulit bernapas.

“Mbak Nadia—” Mega yang kesulitan menyesuaikan dengan langkah Nadia yang panjang, berkata dengan ragu, “Itu dipanggil...”

Gadis ini tidak bodoh. Dia pasti sudah mencium ada yang tidak beres antara Nadia dan klien mereka, dari sikapnya yang kaku.

Nadia bukannya tidak mendengar suara laki-laki itu yang memanggil namanya, tetapi dia menulikan telinga. “Jangan hiraukan dan jangan berbalik!" Ancam Nadia mempercepat langkahnya. Begitu tiba di depan lift. Ia pun menggerutu kembali. "Ampun! kenapa lift ini, lama sekali bukanya."

Untunglah Nadia berhasil menghindari laki-laki itu. Dengan napas terengah-engah akhirnya mereka masuk ke dalam lift. Saat celah yang tersisa dari pintu lift yang bergerak menutup tidak memungkinkan Bryan memaksa masuk.

Di celah kecil itu, pandangan mereka saling mengunci. Nadia harap pesan kebencian yang matanya kirimkan dapat diterima dengan baik. Hanya saja, dia kenal dengan baik. Bagaimana watak dari pria yang mengejarnya tadi. Menyerah tidak ada dalam kamus hidupnya.

Nadia terus menarik napas panjang, tetapi tidak terasa melegakan. Tangannya spontan menyentuh dada, mencoba menutup perih yang mendadak terasa menyakitkan.

Tuhan, tolong aku. Setelah delapan tahun berlalu, kenapa Engkau pertemukan aku dengannya lagi.

.

Next...

Palawakin
Susunod na Kabanata
I-download

Pinakabagong kabanata

Higit pang Kabanata

To Readers

Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.

Rebyu

Afrikaan mist
Afrikaan mist
love it but why thirteen chapters?? am waiting for the rest of it please ......
2025-09-09 15:35:59
1
0
13 Kabanata
Galugarin at basahin ang magagandang nobela
Libreng basahin ang magagandang nobela sa GoodNovel app. I-download ang mga librong gusto mo at basahin kahit saan at anumang oras.
Libreng basahin ang mga aklat sa app
I-scan ang code para mabasa sa App
DMCA.com Protection Status