Caged Between The Beta & Alpha

Caged Between The Beta & Alpha

last updateLast Updated : 2022-04-15
By:  Moonlight MuseCompleted
Language: English
goodnovel16goodnovel
9.86
387 ratings. 387 reviews
122Chapters
876.4Kviews
Read
Add to library

Share:  

Report
Overview
Catalog
SCAN CODE TO READ ON APP

When fate plays a twisted game, pairing Raven with not one but two mates, her entire world is turned upside down.Two men who considered one another brothers, until they realised their mate was the one and the same. Destroying their bond of friendship in seconds. For three years, they walked separate paths, unable to come to terms with the moon goddess' wish. Until now. United once again, they must put aside their differences to overcome the threat from within that has cast its shadow upon their pack. When secrets are spilt and lies are told, will they remember their old bonds and work together to protect those they love?With the mate bond spiralling out of control, wreaking havoc in its wake, time is running out. Will Raven survive the pull of her mates or will she be forced to pick just one?Book 4 of The Alpha Series Book 1 - Her Forbidden Alpha Book 2 - Her Cold-Hearted Alpha Book 3 - Her Destined Alpha

View More

Chapter 1

1. Prologue

Langit malam selalu terlihat indah dari ketinggian tiga puluh ribu kaki.

Orang-orang menyebutnya pemandangan terbaik di dunia.

Bintang lebih dekat.

Awan seperti kapas.

Kota-kota di bawah tampak seperti gugusan cahaya kecil yang tenang.

Tapi bagi Alya, langit tidak pernah benar-benar terasa indah.

Langit hanya tempatnya bekerja.

Tempatnya tersenyum palsu selama berjam-jam.

Tempatnya pura-pura baik-baik saja.

Padahal hidupnya sedang runtuh pelan-pelan.

“Makeup-mu luntur, Ly. Touch up dikit,” bisik Rina di ruang kru.

Alya tersentak kecil. Ia menatap cermin.

Benar.

Maskaranya sedikit pudar di sudut mata. Entah karena lelah… atau kurang tidur.

Semalam ia tidak tidur.

Tagihan rumah sakit masuk lagi.

Nominalnya bertambah.

Selalu bertambah.

Seakan-akan angka-angka itu sengaja mengejeknya.

Rp 287.450.000

Ia bahkan hafal sampai digit terakhir.

Uang sebanyak itu mustahil untuk pramugari kontrak seperti dirinya.

Gajinya habis untuk cicilan kos, makan, dan obat ibunya.

Tabungan? Sudah lama kosong.

Pinjaman? Menumpuk.

Telepon penagih hutang berbunyi seperti alarm neraka setiap hari.

Tapi seragam biru mudanya tetap harus rapi.

Senyumnya tetap harus manis.

Karena di pesawat, penumpang tidak peduli hidupmu hancur atau tidak.

Yang mereka mau hanya pelayanan.

“Ly?” Rina menyenggol lengannya.

“Kamu melamun lagi.”

Alya tersenyum cepat. Senyum profesional.

“Capek aja.”

“Flight terakhir kok malah kelihatan mau pingsan.”

“Abis ini cuti dua hari. Istirahat total.”

Ia berbohong.

Besok ia harus bolak-balik rumah sakit.

Mengurus administrasi.

Memohon perpanjangan waktu pembayaran.

Lagi.

Selalu begitu.

Boarding dimulai pukul 20.40.

Pesawat malam selalu berbeda rasanya.

Lebih sepi.

Lebih dingin.

Lampu kabin redup, seperti sengaja membuat semua orang ingin cepat tidur.

Alya berjalan menyusuri lorong sambil menyapa penumpang satu per satu.

“Selamat malam, Pak.”

“Welcome onboard.”

“Seat 14A di sebelah kanan, Bu.”

Rutinitas.

Berulang.

Tanpa rasa.

Sampai langkahnya terhenti di kursi paling depan.

2A.

Seorang pria duduk sendirian.

Setelan jas hitam rapi. Terlalu rapi untuk penerbangan malam.

Tangannya bertumpu santai di sandaran kursi, tapi posturnya tegak. Tegas. Berwibawa.

Jam tangannya berkilau halus terkena cahaya.

Bukan jam biasa.

Alya tahu tipe itu.

Harga jamnya mungkin setara gaji setahun.

Laptop tipis terbuka di depannya. Ia mengetik tanpa melihat sekitar.

Aura dinginnya terasa bahkan sebelum Alya berbicara.

“Selamat malam, Pak. Boleh saya lihat boarding pass-nya?”

Pria itu menyerahkan tanpa menoleh.

Gerakannya singkat. Hemat. Seperti tak ingin membuang energi.

Nama di boarding pass membuat Alya membaca dua kali.

Arkan Mahendra.

Nama itu terdengar familiar.

Seperti pernah ia lihat di berita bisnis.

Tapi ia tak yakin.

“Silakan, Pak. Jika butuh bantuan, tekan tombol panggil ya.”

Tak ada jawaban.

Hanya anggukan kecil.

Alya melanjutkan langkah.

Namun entah kenapa, tengkuknya terasa dingin.

Seperti ada yang memperhatikannya.

Ketika ia menoleh sekilas—

Pria itu menatapnya.

Langsung.

Tajam.

Bukan tatapan tertarik.

Bukan juga ramah.

Lebih seperti seseorang yang… mengenali.

Padahal mereka belum pernah bertemu.

Alya buru-buru memalingkan wajah.

Jantungnya berdetak aneh.

Kenapa cuma ditatap begitu saja bisa bikin merinding?

Dua jam kemudian, pesawat mendarat.

Penumpang turun satu per satu.

Kabinnya kosong.

Tenang.

Alya menghela napas lega.

Selesai.

Tinggal beres-beres, lalu pulang.

Ia ingin cepat sampai kos, mandi air hangat, lalu tidur panjang.

Tapi rencananya hancur.

“Alya, ke kantor ground sekarang ya.”

Suara supervisor terdengar kaku.

Tidak biasa.

“Kenapa, Kak?”

“Ada urusan sedikit.”

Sedikit.

Kata yang terdengar sepele.

Tapi entah kenapa membuat perutnya mual.

Ruangan itu dingin.

Terlalu dingin.

Dua petugas keamanan berdiri di dekat meja.

Dan seseorang duduk di kursi tamu.

Santai.

Kaki disilangkan.

Seolah ruangan itu miliknya.

Alya berhenti di ambang pintu.

Jantungnya langsung jatuh.

Pria kursi 2A.

Arkan Mahendra.

Dia di sini.

“Dia orangnya?” tanya salah satu petugas.

Arkan mengangguk pelan.

Tatapannya tetap datar.

“Iya. Dia.”

Alya mengerutkan kening.

“Maaf… ada apa ya?”

Petugas mendekat.

“Nona Alya Pramesti, kami menemukan barang mencurigakan di bagasi Anda.”

“Barang… apa?”

“Uang tunai dalam jumlah besar. Dokumen palsu. Dan paspor berbeda nama.”

Darahnya seperti tersedot habis.

“A-apa? Itu bukan punya saya!”

“Kami temukan di koper Anda.”

“Tidak mungkin! Saya cuma bawa seragam!”

Tangannya gemetar.

Napasnya memburu.

Ia menoleh ke Arkan tanpa sadar.

Berharap.

Entah berharap apa.

Penjelasan?

Pembelaan?

Tapi pria itu justru berdiri.

Melangkah mendekat.

Sepatunya berderap pelan di lantai.

Setiap langkahnya membuat ruangan terasa makin sempit.

Ia berhenti tepat di depan Alya.

Terlalu dekat.

Alya bisa mencium aroma parfum maskulin yang dingin.

“Mau keluar dari masalah ini?” tanyanya pelan.

Suaranya rendah. Tenang. Mengintimidasi.

“A-apa maksud Anda…?”

Ia menatap lurus ke mata Alya.

Tanpa emosi.

Tanpa simpati.

“Utang ibumu tiga ratus lima puluh juta.”

Alya membeku.

Bagaimana dia tahu?

“Saya bisa lunasi malam ini juga.”

Jantungnya berhenti berdetak.

“Tapi,” lanjutnya,

“kamu ikut saya.”

Sunyi.

“Sebagai apa…?”

Tatapannya tak berubah.

“Sebagai milik saya.”

Expand
Next Chapter
Download

Book Review

Latest chapter

More Chapters

To Readers

In "Caged Between the Beta & Alpha" by Moonlight Muse, we follow the story of Selena, who is forced to marry the Beta of the pack. However, things take an unexpected turn when she finds herself drawn to the pack's Alpha. This book is filled with tension and heartache as Selena struggles to navigate her feelings and loyalties. The characters are well-developed, and the world-building is immersive. Overall, it's an entertaining read for fans of werewolf romance rated 4 out of 5 stars.

Ratings

10
96%(370)
9
1%(3)
8
2%(8)
7
1%(2)
6
0%(1)
5
0%(0)
4
0%(1)
3
0%(1)
2
0%(0)
1
0%(1)
9.86 / 10.0
387 ratings · 387 reviews
Write a review

reviewsMore

Sylvia Dell
Sylvia Dell
I had unlocked this story last year and now it's locked again? please help
2026-02-26 00:25:59
0
0
Soloist
Soloist
Great read, lots of stress and laughs. Wuuu what a journey. One if those you can read more than once. Thank you
2025-06-14 15:50:40
1
0
Maxine Torres
Maxine Torres
Good series, kept me reading until wee hours of the night. Raven’s story was my least favorite only because of the sadness and explicit homosexuality.
2025-04-02 07:01:02
1
0
bobbilane
bobbilane
Fantastic book and even more fantastic series!! Fresh writing along with awesome characters and new plot lines. I look forward to continuing this series as long as the author puts new stories out. Highly recommend!
2025-03-21 05:37:36
2
0
Beliza
Beliza
loved the book. love how the characters evolve and how the characters from the previous stories keep showing. congratulations moonlight muse, you sure know how to create and write books
2025-02-13 13:28:14
0
0
122 Chapters
Explore and read good novels for free
Free access to a vast number of good novels on GoodNovel app. Download the books you like and read anywhere & anytime.
Read books for free on the app
SCAN CODE TO READ ON APP
DMCA.com Protection Status