Se connecterBlair has always lived overshadowed by her family, alphas by destiny and nature, but the real danger does not lie in the darkness. Her own sister sells her to the renegades, without remorse, believing her power to be insignificant. However, her mistake is fatal: Selene is not just a wolf. She is the beast with the power of the moon. A latent force that only her soul mate can unleash to claim her destiny and lead the kingdom of wolves. But how can a wolf who has been betrayed and abandoned trust a destined mate to forge a new path and claim a throne that was denied her by blood?
Voir plus"Dua puluh juta, apa masih kurang?"
Seorang pria memberikan negosiasi kerjasama dengan pelayan yang bekerja di rumah mereka. Ramli, pria yang berusia sekitar tiga puluh lima tahun itu nampak berpikir seribu kali sebelum memutuskannya. Pria itu adalah pelayan di rumah Rangga dan Vina. Pasangan suami-istri dan sedang mencari cara untuk segera mendapatkan anak. "Tugasmu cuma satu, hamili istriku!" lanjut Rangga, suami Vina.Sang istri, Vina berdiri di samping suaminya dengan wajah tak nyaman.
Bagaimana bisa dirinya harus berhubungan intim dengan pria yang menjadi pelayan di rumahnya.
Rangga kembali menegaskan tujuannya untuk mengajak Ramli bekerja sama dengan dirinya. Karena ia tahu jika Ramli sangat membutuhkan uang untuk membiayai ketiga anaknya yang ada di kampung. "Ini untuk uang muka, setelah Vina benar-benar hamil, aku genapin semuanya menjadi seratus juta. Aku rasa yang ini sudah cukup untuk biaya anak-anakmu di kampung, bahkan lebih dari cukup. Bagaimana, kamu tertarik? Tenang saja aku tidak akan menuntutmu, setelah Vina hamil kamu bisa hidup seperti biasa, dengan satu syarat kamu harus bisa merahasiakan kerjasama kita ini. Jangan sampai ada yang tahu!" kata Rangga dengan entengnya. Ramli, pria berwajah tegas dan sedikit pas-pasan, memiliki tatapan mata yang tajam, rambut hitam ikal dan memiliki postur tubuh yang nyaris sempurna. Tubuh yang atletis bak binaraga karena pria itu pernah menjadi penjaga tempat gym di desanya. Tak ayal, ia memiliki tubuh yang proporsional dan gagah. "Tapi Pak... Apa ini tidak keterlaluan? Bu Vina adalah istri Anda. Apa Anda rela jika istri Anda disentuh oleh pria seperti saya? Saya rasa ini sangat tidak masuk akal!" sahut Ramli, berusaha untuk menjaga martabat majikannya. "Hah, persetan dengan itu semua. Kami berdua hanya menginginkan anak. Jika tidak, rumah tangga kami yang harus dikorbankan, dan aku harus kehilangan segalanya, apa yang aku bangun selama ini akan sia-sia, aku tidak mau itu terjadi!" kata Rangga dengan tegas. Vina menundukkan wajahnya, sebenarnya wanita itu tidak setuju dengan kerjasama yang diusulkan sang suami. Pasalnya, ia dan Ramli harus melewati masa-masa yang sangat intim yang tak seharusnya mereka lakukan. "Mas, kamu yakin ingin aku melakukan ini? Kok aku ragu, ya!" ucap Vina kepada Rangga, wanita cantik putri dari seorang konglomerat di kota itu. "Kita tidak punya pilihan lain. Kamu tahu Papamu ingin sekali kita segera memiliki keturunan, sedangkan kamu tahu sendiri, setelah kecelakaan itu, dokter memvonis aku mandul, tidak mungkin aku bisa memberimu anak, sedangkan aku sangat mencintaimu, aku tidak mau kehilanganmu, Vin! Terpaksa, kita harus melakukan cara ini!" kata Rangga meyakinkan istrinya. Vina berusaha mengerti, sang suami memang mengalami permasalahan pada sistem reproduksinya.Setelah mengalami kecelakaan dua tahun yang lalu, Rangga divonis tidak bisa memiliki keturunan, testisnya bermasalah karena terkena paparan zat kimia.
Apalagi tuntutan dari kedua orang tuanya yang menginginkan mereka untuk segera memberikan keturunan.Karena sudah lima tahun mereka menikah, nyatanya sampai saat ini Vina belum hamil juga.
Vina sendiri sangat mencintai suaminya dan tidak ingin melihat karier Rangga hancur karena pria itu bekerja di perusahaan orang tuanya. Terpaksa, Vina mengikuti permintaan sang suami. Dengan sangat terpaksa ia harus bisa menerima Ramli untuk mengisi rahimnya dari benih pria itu. Meskipun wanita itu masih ragu untuk melakukannya karena Ramli hanyalah seorang pembantu di rumah. "Oke, aku setuju melakukannya, tapi Mas, aku nggak yakin jika Ramli bisa memberikan keturunan yang bagus. Kamu tahu dia itu cuma pria dari desa. Mukanya aja muka ndeso, Mas!" kata Vina sambil melihat penampilan Ramli yang sangat sederhana. Ramli sudah merasa dirinya sedang dibicarakan oleh majikannya. Pria itu melihat dirinya sendiri.Sejenak ia mencium aroma tubuhnya sendiri yang dirasa tidak enak, cenderung bau asam dan kecut. Belum lagi celana tujuh perdelapan yang dipakainya saat bersih-bersih rumah. Nampak sekali penampilan pria itu sangat tidak menarik di mata para wanita.
"Kira-kira Bu Vina mau nggak ya dekat-dekat dengan pria kayak aku? Bu Vina kan cantik, tapi aku... Badan aja baunya kek kambing, gimana aku bisa menghamilinya?" batin Ramli dengan ekspresi bingung. Pantas saja Vina merasa ilfeel melihat Ramli. Wanita itu adalah seorang sosialita yang biasa bergaul dengan wanita-wanita kaya, apa jadinya jika dirinya hamil dari seorang pria yang cuma pelayan di rumahnya. Rangga kembali membujuk istrinya agar mau mengikuti rencananya, "Sudahlah, sayang. Ini tidak seburuk yang kamu kira. Ramli memang pelayan dari desa, tapi aku nggak meragukan kemampuannya, kalau bukan karena dia, mana mungkin aku bisa selamat dari preman-preman itu. Aku yakin sekali jika Ramli pasti bisa membantu kita. Apalagi dia sudah terbukti punya tiga anak. Paling cuma satu atau dua malam saja, kamu sudah bisa hamil!" ucap Rangga tanpa memikirkan akibat yang lain. Yang ada dalam pikirannya adalah karirnya, ia harus menyelamatkan karirnya yang sudah berada di atas. Vina pasrah, karena rasa sayangnya yang berlebihan untuk sang suami, wanita itu pun tidak bisa menolaknya. "Terserah kamu saja, tapi jangan salahkan aku jika bayi yang lahir nanti tidak mirip sama kamu, tapi mirip dia!" jawab Vina dengan wajah lemas. Rangga tersenyum sambil mencium kening sang istri. "Soal itu kamu tenang saja. Yang penting kamu hamil dan melahirkan anak. Ini adalah tujuan utama kita, kan?" kata Rangga. Lalu, pria itu kembali menghampiri Ramli yang sedang berdiri tertunduk. Pria itu terlihat panik, karena kali ini pekerjaannya bukan sembarang pekerjaan, tapi pekerjaan yang dibilang enak tapi sangat beresiko. Sedangkan dirinya sudah janji kepada anak keduanya untuk membelikannya sepeda baru. "Ramli, bagaimana tawaranku tadi? Istriku sudah setuju untuk melakukannya. Sekarang aku menunggu keputusanmu. Ingat, kamu membutuhkan uang banyak untuk menyekolahkan anak-anakmu, apa kamu juga tidak ingin membahagiakan orang tuamu, dengan uang itu, kamu bisa merenovasi rumah agar anak-anakmu tinggal dengan nyaman, nggak kebocoran lagi pas hujan. Pikirkan baik-baik tawaran ini. Aku memberikan tawaran khusus untukmu karena aku tahu kamu pasti bisa membantuku," ucap Rangga dengan tegas. Tentu saja sebagai seorang pelayan, mana mungkin ia menyentuh istri majikannya, ini adalah sebuah hal yang sangat tabu dan terlarang. Tapi, melihat bagaimana kondisi pernikahan Vina dan Rangga membuat Ramli akhirnya setuju untuk melakukan kerja sama. Apalagi Ramli seringkali mendengar Vina dan suaminya bertengkar hanya gara-gara soal anak, sehingga membuat pria itu tak tega melihat Vina yang menangis setelah pertengkaran itu. Setelah berpikir seribu kali, akhirnya Ramli bersedia untuk bekerja sama membantu pasangan itu. "Baiklah, Pak. Saya bersedia membantu kalian. Katakan, bagaimana cara kerjanya?" kata pria itu dengan lugunya. Rangga tertawa mendengar ucapan Ramli yang sangat polos. "Astaga Ramli, bagaimana bisa kamu tanyakan itu, anakmu saja sudah tiga biji, lantas kamu tanya bagaimana cara kerjanya?" kata Rangga yang tanpa sengaja Vina pun ikut tertawa kecil. BERSAMBUNG“Maddox...” I began, but Maddox cut me off.“Where the hell did you take Elena?! She's not in the dungeon!” Maddox asked in an angry tone. “What the hell did you do to my mate, Logan?!”Maddox yelled at me again and pushed me hard on the shoulder, making me curse internally.“I didn't do anything, Maddox. Calm the hell down.” I yelled back, but he just laughed. He was about to hit me when I intercepted his fist, grabbing it firmly.“How the hell am I supposed to believe you?! You said you'd take my partner back to the dungeon, but she wasn't there!”Maddox yelled again. I let out a deep sigh, struggling to remain calm. I was holding myself back from punching him in the face.“She's fine, Elena's fine,” I said firmly, but he was already blinded by his rage.He pushed me again, this time with all his strength, and my back slammed into the cold wall. I couldn't take it anymore. I was so fucking
“Elena,” I called softly. I didn't know what to do. I had no idea what was happening. I remembered her order not to interfere just as I was about to approach her.“Damn it!” I cursed. Elena's eyes snapped open, and I gasped. The color of her eyes had completely changed; now they were a milky, disturbing white.She repeated one last chant in Latin. At that moment, the icy wind stopped, and at the same time, the candle flames died. Elena collapsed, dropping the cauldron, which hit the floor with a dull clank.I ran toward her. She was unconscious and bleeding. I tried to jump over the line of salt, but my body collided with an invisible, solid barrier. I couldn't reach her.“Elena! Wake up!” I shouted, pounding on the invisible barrier. She didn't move. I couldn't help but growl; Maddox would be furious when he found out about his partner's condition.Almost a minute passed in which I could do nothing but watch her. I sighed
“What happened to those Originals? Why did my mother leave them? Why did she never tell Lincoln and me we had more siblings?” I asked, one question after another.Elena shrugged. “I don't know. That's all I know about the Originals.” Then she changed the focus. “Now it's your turn to be honest, Alpha. What do you want from me?”I took a deep breath. There was no turning back now.“I want you to cast a locator spell on me. That's what I want from you,” I replied.Elena frowned. “A locator spell? You want me to track the specific location of a person or group?”I nodded.If the Crescent Moon pack had become one of the strongest in North America, it was thanks to my mother. She had been my father's driving force, casting location spells that gave us an advantage in battles or against renegade attacks.“Who exactly do you want me to find?” Elena asked, curiosity shining in her eyes, momentarily forgetting her fear.
I was irritated. She had no idea what she was talking about; she sounded genuinely horrified at the mere thought of touching my mother's power.“The Originals? What do you mean by that? How can you claim that my mother is an Original?” I asked, feeling my own curiosity intensify, mixed with a growing sense of disbelief.She sighed deeply, avoiding my eyes. “This is crazy, Logan. I think it's best if you take me back to the dungeon.” She tried to turn away, but I stopped her firmly by grabbing her arm."Stop right there, Elena. We're here because I want to help you. You're my Beta's mate, and Maddox is like a brother to me. Whether you want to accept it or not, we both know you need help, and this is your best option.“Elena looked at me with raised eyebrows. ”You want to help me? Why is that so hard for me to believe? You hate me because I'm a renegade. The fact that I'm your Beta's mate hasn't stopped you from hating me until now."I swa
Logan“Are you a hybrid?”Elena's question cut through the damp, cold air of the basement. I could see the unadulterated shock in her eyes, a mixture of fear and amazement, reflected in the dim light. Her reaction was exactly what I had anticipated the moment I mentioned that my mother was a witch
“What? I'm curious to know what you're going to do now that you've found your mate,” I said to Maddox. I looked at Elena curiously.“I don't know. The idea of rejecting Maddox never crossed my mind. I mean, they say that if you reject your mate, it causes them too much pain. I don't want Maddox to






Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.