Masuk"Arms up baby, let me play with you. Have you ever been played, Allen?" Her voice was raspy, her breath fanned my ear. She took my wrists and wrapped my silk tie on it, she was straddling me. Her pink perky nipples teased my face, making me let out another moan. "Lou baby, just ride me alre..." she shut me up by kissing me hard. ***** Nothing prepared him for the one forsaken night he decides to go out clubbing with his buddies. It was the night that he met her, he didn't realize that he had fallen for her right then and there. Allen is a young, successful, filthy rich world champion surfer with a face to match. Louise is a smart young business owner, with a group of sassy sidekicks. Can opposites attract? Can their best friends strengthen their feelings?
Lihat lebih banyak"Ohh... Gun... lebih cepat... ahh! Iya, di situ! Terus!"
"Ok Nyonya, terima ini!" suaranya berat, suara seorang pria dewasa.
Suara desahan itu pecah di tengah kesunyian ruang kerja Ayah. Aku mengintip dari balik pintu yang sedikit terbuka.
Di atas meja mahoni yang biasanya digunakan Ayah untuk bekerja, Nikita, ibu tiriku yang terhormat sedang duduk di pangkuan Gunawan, si sopir.
Plak! Plak! Plak!
Suara sentuhan tubuh mereka terdengar nyaring, aku yakin siapapun yang melewati ruang kerja Ayah, akan mendengar persetubuhan gila mereka.
"Sedikit lagi … Nyonya, ahh!" geram Gunawan dengan suara serak, tangannya mencengkeram pinggul Nikita hingga memerah.
"Iya, tumpahkan di dadaku, Gun! Ayo cepat... ahhh!"
Irama tubuh mereka beradu terdengar sangat jelas di telingaku. Gaun tidur sutra Nikita sudah tersingkap sampai ke leher, memperlihatkan dua bukit kembarnya yang berguncang liar mengikuti hentakan Gunawan. Rambutnya yang biasa disanggul rapi kini terurai berantakan, basah oleh keringat.
"Kau jauh lebih perkasa dari pria tua itu, Gun!" rintih Nikita sambil mencengkeram bahu Gunawan.
"Kapanpun Nyonya mau akan saya berikan." jawab Gunawan, suaranya berat, senyum puas muncul di wajahnya.
Aku menelan ludah, tanganku gemetar memegang ponsel butut yang sedang merekam pemandangan live itu. Setelah mendapatkan rekaman yang cukup, aku segera mundur. Jika ketahuan, aku bisa celaka.
Setelah ayahku menikah dengan Nikita 3 tahun yang lalu, hidupku memang tidak pernah damai. Nikita langsung mengambil alih rumah dan menghasut ayahku. Bahkan, dia memfitnahku di depan ayahku hingga membuatku diusir keluar dari rumah ini.
Sekarang, saat Ayah terbaring tak berdaya di rumah sakit, wanita yang menyebut dirinya "Istri Setia" itu malah melakukan hal menjijikan seperti ini.
Aku duduk di kursi meja makan dengan perasaan campur aduk. Niatku kembali ke rumah ini hanya untuk mengambil beberapa barang setelah menjenguk ayahku. Tapi, malah disuguhkan adegan sinting ini.
Aku menghela napas. Pikiranku mulai berlarian kemana-mana. Sampai akhirnya, sebuah ide muncul di kepalaku. Dengan rekaman yang kumiliki, seharusnya aku bisa mulai melawan.
Aku bisa menyebarkannya dan membuat Nikita malu dibanjiri hujatan. Setelah itu, saat ayahku bangun nanti, aku bisa langsung meminta ayahku menceraikannya.
‘Bener juga!’ kataku antusias dalam hati.
Namun, saat otakku sedang sibuk memikirkan itu semua, sebuah suara melengking membuatku terperanjat.
"Aris?! Berani sekali kamu menginjakkan kaki di rumah ini lagi!"
Aku berbalik badan dan langsung melihat Nikita berdiri di belakangku, ternyata dia sudah berpakaian rapi namun wajahnya masih nampak segar merona.
"Maaf, Bu. Aris cuma mampir setelah jenguk Ayah, sekalian mau ambil beberapa barang yang masih tertinggal di sini," jawabku sambil menatapnya sekilas, lalu menundukkan kepala.
Selama ini, aku memang tidak bisa lagi langsung bersikap keras di depan Nikita. Wanita itu sangat pandai memutar balikkan keadaan. Terakhir kali sebelum aku diusir dari rumah setahun lalu, wanita ular itu bahkan berhasil membuatku hampir dikeroyok habis oleh pengawalnya.
Nikita berdecak pelan, tatapannya menyapuku dari ujung kepala hingga ujung kaki. "Lihat tampangmu, sudah seperti gembel pelabuhan. Bau, tapi masih berani datang ke sini!"
Aku hanya bisa diam mendengar itu.
“Sebelum tengah malam, pastikan kamu sudah meninggalkan rumah ini!” ujar Nikita lagi dengan nada ketusnya.
Aku mengangguk pelan, setelah itu Nikita pergi meninggalkanku.
Namun, wanita itu mengurungkan langkahnya, lalu kembali berbalik menatapku dengan tajam. “Kamu …”
Aku mengernyitkan dahiku bingung. Tatapan Nikita tampak sedikit aneh, seperti ada keraguan untuk bicara. “Iya, Bu?”
Dia masih menatapku dengan dalam. Sampai akhirnya menggelengkan kepalanya cepat. “Cepat keluar dari rumahku!”
Lalu segera pergi dari hadapanku. Pantatnya yang dibungkus dengan gaun tidur tipis dan ketat itu bergoyang seiring dengan langkahnya.
Sekilas, ingatan tentang bagaimana wanita itu menunggingkan pantatnya tinggi-tinggi di hadapan sopir rumah ini kembali muncul di ingatanku.
Hal itu membuatku merasa semakin kesal dan muak padanya. Aku mengepalkan tanganku kuat-kuat.
“Aku akan membalasmu, nenek sihir!” gumamku penuh keyakinan.
Setelah itu, aku melangkah menuju kamar lamaku yang tak jauh dari sekitar ruang tengah. Lebih tepatnya kamar pembantu yang jadi kamarku, karena kamar asliku direbut oleh Vira, anak sulung Nikita.
Kamar itu masih tampak sama, hanya lebih berdebu. Aku membersihkan kasurku seadanya dengan tangan, lalu melepas baju dan berbaring di sana.
Merasa lebih rileks, aku langsung membuka folder tersembunyi di ponselku. Aku memutar video tadi, memperhatikan tiap gerakan yang dilakukan oleh Nikita dan Gunawan.
Wajah mereka benar-benar terekam jelas.
Aku yakin bisa memakai ini untuk membalas Nikita!
Namun, semakin lama menonton video itu, aku baru menyadari satu hal. Meskipun sudah 45 tahunan, tapi badannya ternyata masih sangat bagus dan kencang. Bahkan, suaranya terdengar cukup menggoda.
"Sial, badan wanita ini benar-benar tidak masuk akal untuk seumuran dia," bisikku.
Tanpa sadar, tanganku perlahan mengusap bagian bawahku yang mulai bereaksi. Mataku masih fokus pada video itu yang memperlihatkan posisi paling kusuka.
“Sialan, aku gak tahan lagi, ah!” runtukku kesal.
Akhirnya, mau tidak mau aku harus menuntaskannya.
"Ah... shhh..." desisku.
Video itu masih terus berputar. Tubuhku terasa semakin tidak bisa ditahan lagi.
Namun, tiba-tiba—
CEKLEK!
Pintu kamar yang tidak kukunci terbuka lebar.
Nikita berdiri membeku di ambang pintu. Matanya yang tajam seketika melotot, terkunci lurus ke arah tanganku yang masih menggenggam erat aset berhargaku yang sedang menegang tegak ke atas.
Aku tersentak kaget dan panik, langsung menarik selimut tipis untuk menutupi bagian bawahku. "I-Ibu?! Maaf, Aris nggak tahu Ibu mau masuk!"
Two years later...Louise's POV"Mom...she loves you, you're going to be great and dad will be home in a couple of hours. I need to do this for Allen, it's his birthday and I wanted to tell him about the other news." I winked at her, making her face brighten up knowingly."Just call Cherise if you're having any issues. She loves Hannah, and that kid would stop crying every time she sings to her. She's like the Hannah whisperer. Not like she would give you any trouble, but just in case." I hugged my mom goodbye, then kissed my little sleeping beauty.Hannah was still napping in her crib, she has her own room at both of her grandparents. She was a spoiled little princess, and a darling to everyone excep
Months later...(Labour day)She had been having her contraction since yesterday, but she was way calmer than in the first few months of her pregnancy. Her attitude changed, when Cherise suggested her to join the Lamaze class and Prenatal Yoga class.I have been panicking for the last twenty four hours, while she was still busy with her breathing exercises. She was taking everything calmly, and carrying on with her everyday activities."Lou, maybe we should go to the hospital. It looks painful..."Louise would stop her walk just to catch a breather, then she would talk and caress her baby bump and regulate her breathing. She would sweat and her face would go all red, but she was taking in all too
Weeks and weeks later...Louise's POVI started getting my cramps just couple days after our bachelorette and bachelor party with our closest friends. It terrified me to the point that I was scared, I might lose the baby."Allen, I think I need to see my doctor. It hurts...I'm scared." I hunched beside the kitchen counter holding on to my baby bump, the pain was immense and he was suddenly by my side."Come lets get you to the couch, I'm calling Sam for the car. We're leaving right now.""I can't...it hurt so much..." I was whining, and groaning painfully in his arms. I didn't know how women could survive pregnancy alone. But I needed him, I needed h
We were finally out of the hospital three days later. I was bored out of my mind, if Louise wasn't there keeping me company.The next day she was arranging everything between her and Cherise, to have the movers getting her stuff to mine. She was making my bachelor pad our home, she had her interior decorator done everything up to our taste. She even changed the master bed to an extra king, making me smirked at her.The next couple of days we were staying couped up in my place, while she was taking care of me. She was making sure that I follow the doctor's instruction to the dot. She bathed me, and helped me getting dressed. She was there for me in every way.Cherise still helped her with the maid and the cook. Sam was there to assist her needs, taking her everywhere she needed to and l
My alarm woke me up at five the next morning. I should've slept earlier but I couldn't resist myself when I saw her text.After almost one week, Goddamn.
Louise's POVIt had been almost a week since he texted me, and I couldn't bring myself to reply to him. That night was really unexpected for me, I was truly afraid th
We arrived at the beach house just before dawn. I told Sam to get back to the city and rest."I won't be needing you here Sam, but I think mom needs to check on the Vineyard Villa for her charity thin
"Come on dude, we should celebrate and you should forget about that fancy debutante of yours. You know I smell trouble the first time mom tried to introduce you to her. She looked too happy." My youn












Welcome to GoodNovel world of fiction. If you like this novel, or you are an idealist hoping to explore a perfect world, and also want to become an original novel author online to increase income, you can join our family to read or create various types of books, such as romance novel, epic reading, werewolf novel, fantasy novel, history novel and so on. If you are a reader, high quality novels can be selected here. If you are an author, you can obtain more inspiration from others to create more brilliant works, what's more, your works on our platform will catch more attention and win more admiration from readers.
Peringkat
Ulasan-ulasanLebih banyak